MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
61. Nikah Siri


__ADS_3

Najwa melangkah perlahan, dengan pandangan mata tertunduk kebawah. Najwa berjalan dengan sangat hati-hati, karena takut sembarangan menginjak pusara orang-orang yang sudah mendahuluinya.


Ditangan Najwa ada sebotol air dan juga sekeranjang aneka bunga. Najwa saat ini sedang pergi menuju pemakaman, dimana tempat Affan bersemayam.


"Assalammu'alaikum mas," ujar Najwa lirih.


"Hari ini aku menepati janji. Aku datang menjengukmu sesuai janjiku waktu itu. Tapi Nana minta maaf Mas, Nana datang membawa kabar yang mengecewakan buat mas. Yah...Nana sudah bercerai dari kak Ega, ternyata jodoh kami memang singkat. Maafkan Nana yang tidak bisa menjaga amanahmu dengan baik mas. Mungkin Nana sudah sangat egois, karena mengambil keputusan terlalu terburu-buru."


"Tapi aku juga tidak ingin sakit hati dan menderita. Aku tidak akan bisa menjadi Aisyah RA, yang memiliki madu dalam pernikahannya. Aku mencintainya mas, bahkan aku sangat mencintainya. Hikz...." Najwa terisak.


Tanpa Najwa tahu, Ega yang bersembunyi dibalik sebuah pohon besar, menutup mulutnya agar tangisnya tidak di dengar oleh wanita itu. Ega yang lebih dulu datang, tidak sengaja melihat Najwa dari kejauhan. Egapun memutuskan bersembunyi dibelakang pohon besar itu.


"Aku juga mencintaimu sayang. Maafkan aku, maafkan aku. Hikz...."


Ega bersandar dipohon bersar itu, dan sesekali memukulnya dengan kepal tangannya. Ada rasa kesal, sesak, bercampur jadi satu. Ingin rasanya dia berhambur kepelukkan Najwa, dan memeluk mantan istrinya itu dengan erat.


"Do'akan Nana ya mas? moga saja Nana bisa melalui cobaan ini dengan lapang dada. Tapi mas nggak perlu khawatir, Nana sama sekali tidak jera untuk membuka hati. Jika ada jodohnya lagi, Nana akan menikah kembali,"


Nyuuuuttttt


Hati Ega tiba-tiba merasakan sakit, saat mendengar Najwa akan dimiliki pria lain suatu saat nanti. Tentu saja rasa tidak rela bergelayut dihati Ega. Tapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.


"Mas. Nana bawakan beberapa bunga nih. Semoga mas suka ya?"


Najwa menaburkan bunga-bunga itu, dan kemudian menyiramkan sebotol air diatas pusara.


"Nana pulang dulu ya mas? rencananya Nana mau kembali lagi ke kota J. Nana mau coba merantau disana mas. Kalau disini, Nana nggak mau mendengar orang tua Nana jadi bahan gunjingan karena Nana jadi janda dua kali. Mas Do'akan Nana berhasil disana ya? assalammu'alaikum mas,"


Najwa pun beranjak pergi setelah mengirim surat Al-fatiha untuk Affan. Setelah yakin Najwa sudah pergi jauh, Ega keluar dari persembunyiannya sembari menyeka air matanya.


"Fan. Maafkan kakak. Kakak sudah gagal mempertahankan Najwa. Kakak sudah mengecewakanmu. Kakak sangat berterima kasih padamu, karena kamu sudah menghadiahkan istri sholeha seperti Najwa. Tapi kakak malah kehilangan berlian itu. Hikz ...maafkan kakak, kakak sudah jadi suami yang gagal dimata dia," Ega terisak.


"Sekarang kakak malah mau menata rumah tangga yang baru. Sudah sangat jelas, dia sangat berbeda dengan Najwa. Jodoh yang kamu pilihkan buat kakak, jodoh yang terbaik buat kakak. Tapi kakak malah terjebak dengan jodoh terburuk sebentar lagi."


"Do'akan kakak bisa tabah tanpa Najwa. Walaupun sejujurnya kakak rasanya tidak bisa hidup tanpa dia. Kakak pulang dulu ya Fan, lain kali kakak berkunjung lagi."

__ADS_1


Ega kemudian mengirim surat Al-fatihah untuk Affan. Setelah itu dia bergegas pulang kerumahnya.


*****


"Kau yakin mau merantau lagi kesana?" tanya Butet.


"Ya. Aku sudah merasa cocok dengan situasi disana. Aku mau cari sekolah lain, yang masih membutuhkan tenaga kerja honorer." Jawab Najwa.


"Mana bisa hidup kau dengan mengandalkan gaji honorer di kota besar seperti itu. Gaji honorer mungkin cuma cukup buatmu menyewa tempat. Tapi kan kau tahu sendiri, gaji itu tidak dibayarkan tiap bulannya. Lalu kau makan pakai duit darimana?" tanya Butet.


Najwa tampak berpikir. Walau bagaimanapun, apapun yang dikatakan oleh Butet semuanya memang benar. Dia sudah merasakan sendiri sulitnya hidup di kota yang serba uang itu.


"Akan aku pikir dulu. Tapi untuk sekarang aku ingin pergi dulu dari desa ini," ujar Najwa.


"Kenapa kau harus perduli dengan gunjingan orang. Orang tidak merasakan apa yang kau rasakan. Kembalilah kerja di sekolah kita," ucap Butet.


"Tapi aku perduli dengan orang tuaku. Setidaknya telingaku tidak panas mendengar mereka menggunjing orang tuaku, yang nasibnya tidak beruntung punya putri tungga, tapi sudah jadi janda dua kali." Jawab Najwa.


"Hah...terserah kau saja kalau begitu. Semuanya kau juga yang jalani," ujar butet.


"Hati-Hatinya kau," ujar Butet.


"Emm." Najwa mengangguk.


Najwa akhirnya berangkat setelah membeli tiket kereta malam. Setelah melewati malam dikereta api, Najwa akhirnya sampai di kota J.


Ceklekkk


Najwa menekan handle pintu, dan masuk kedalam kontrakkannya. Karena sangat lelah, Najwa tidak langsung membersihkan diri, wanita itu langsung pergi tidur.


Sementara itu di tempat berbeda, Ega baru saja selesai melaksanakan ijab qobul dengan Melody di salah satu masjid di kota J. Ega memutuskan menikahi Melody secara siri, meskipun awalnya mendapat protes dari wanita itu.


Saat akan kembali ke apartemen, Ega berpapasan dengan Arga yang baru hendak pergi ke restaurannya.


Arga melirik kearah Melody yang tengah mengenakan kebaya warna putih dan juga rambut yang sedikit ditata sedemikian rupa.

__ADS_1


"Kalian menikah juga akhirnya," sindir Arga.


"Sudah jodoh." Jawab Melody namun dibalas senyum sinis oleh Arga.


"Selamat ya buat kalian berdua," ujar Arga sembari mengulurkan tangan pada Ega.


"Terima kasih," ucap Ega sembari menjabat tangan Arga.


"Terima kasih juga sudah membuang berlian, demi tembaga. Karena sebentar lagi berlian itu aku yang akan memungutnya," bisik Arga ditelinga Ega.


Mendengar itu jelas tubuh Ega menegang. Pasalnya dia tidak tahu Arga kini tengah dekat dengan Najwa.


"Apa maksudmu?" tanya Ega penuh emosi.


"Sebentar lagi kamu juga tahu maksudku. Sekali lagi makasih ya." Jawab Arga dengan senyum semringah.


Arga kemudian melangkah pergi, Ega bergegas mengejar Arga dan meninggalkan Melody sendiri.


Tap


Ega mencekal tangan Arga, hingga Arga jadi berbalik badan.


"Katakan apa maksudmu? sejak kapan kamu mengenal Najwa. Jangan macam-macam, Najwa itu milikku," ucap Ega.


"Milikmu? apa urat malumu sudah putus? baru seminggu yang lalu kamu menceraikannya. Jadi sekarang dia bukan milik siapapun. Aku sudah lama mengenalnya, karena dia bekerja di restauranku." Jawab Arga.


Ega tertegun. Dia tidak menyangka, membiarkan Najwa bekerja diluar rumah malah menjadi pusat perhatian bagi pria lain. Dan pria itu adalah sahabatnya sendiri.


"Jangan ganggu dia. Dia milikku! aku akan rujuk lagi dengannya, setelah aku bercerai nanti," ucap Ega asal.


"Dan sebelum kamu bercerai dari Melody, aku pastikan aku sudah menikah dengannya." Jawab Arga.


Sungguh jawaban Arga, sangat menakutkan ditelinga Ega. Bayang-Bayang Najwa dimiliki pria lain, dan disentuh orang lain, menjadi ketakutan tersendiri baginya.


To be continue...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2