
"Hari ini tangal 1 bukan? itu artinya kamu gajian. Jangan lupa beri aku uang nafkah. Aku ingin membeli susu dan vitamin buat anak kita," ujar Melody.
Ega tidak menggubris ucapan Melody. Dia sibuk mengancingkan kancing bajunya. Setelah itu dia meraih tas kerjanya dan pergi begitu saja.
"Sialan. Wanita kampung itu bisa merubah Ega hanya dengan waktu 6 bulan. Aku terlalu meremehkan gadis kampung itu.Tapi aku tidak boleh menyerah, aku harus berhasil merebut hati Ega lagi," ucap Melody.
Sementara itu Ega yang melewati restauran Arga, menghentikan mobilnya dari jarak jauh. Dia memutuskan akan melihat Najwa setiap hari sebelum pergi bekerja. Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Ega bisa melihat Najwa yang baru datang dengan menggunakan jasa tukang ojek.
"Dia selalu cantik," ucap Ega lirih.
Ega melihat Najwa disambut oleh Arga didepan teras Restauran. Hati Ega benar-benar sakit melihatnya.
"Ya Tuhan...inikah yang Najwa rasakan saat melihatku menerima telpon dari Melody waktu itu? atau saat melihat foto mesraku bersama Melody? betapa aku sangat jahat padanya. Aku bahkan pernah membencinya, dan berencana membalas dendam atas kematian Affan. Karena aku mengira dia pembawa sial."
"Ya Allah...apa jodohku dengannya memang benar-benar sudah tidak ada lagi? aku menyadari imanku tidak setebal Arga. Tapi aku benar-benar mencintainya. Aku akan berusaha jadi manusia yang lebih baik lagi, tapi aku mohon satukan lagi aku dengannya," lagi-lagi Ega meneteskan air mata.
Setelah dirasa cukup. Ega menyeka air matanya dan segera pergi dari situ.
"Najwa. Orang tuaku ingin bertemu denganmu, apa kamu bersedia menemui mereka?" tanya Arga.
"Eh? jangan kak. Aku mohon jangan sekarang ya? rasanya sangat memalukan. Aku baru bercerai, nanti apa yang akan mereka pikirkan kalau aku sudah dekat-dekat dengan pria lain."
"Tidak apa. Aku sudah menceritakan semua keadaanmu pada mereka dan saudara-saudaraku," ucap Arga.
"Tetap saja aku malu kak. Tunggu aku benar-benar siap ya?"
"Baiklah." Jawab Arga dengan rasa kecewa.
"Aduhhh...bagaimana ini. Aku jadi menyesal memberinya kesempatan waktu itu. Aku tidak menyangka kalau dia akan bergerak secepat ini. Tidak bisakah dia menunggu setahun atau dua tahun? aku bahkan belum sempat menata hatiku yang masih hancur berantakan," batin Najwa.
"Najwa maafkan aku. Aku memang harus bergerak cepat. Aku takut kamu dimiliki oleh orang lain lagi. Aku sangat mencintaimu Najwa," batin Arga.
Tring
Tring
Tring
__ADS_1
"Ya?"
Arga menerima telpon sembari menuju teras restauran. Najwa bisa bernafas lega, karena dirinya tidak merasa terintimidasi lagi saat Arga didekatnnya.
"Najwa. Kakak ke restauran cabang dulu. Ada sedikit masalah disana," ujar Arga setelah pria itu menerima telpon.
"Ya kak. Apa kakak akan kesini lagi?" tanya Najwa.
"Belum tahu. Sepertinya kakak tidak bisa mengantarmu pulang hari ini," ujar Arga.
"Tidak masalah kak. Kakak jangan pikirkan itu. Kakak selesaikan saja masalah disana dengan tenang." Jawab Najwa.
"Emm. Kakak pergi ya?"
"Ya." Jawab Najwa.
Kriekkkk
Melody menutup majalahnya saat melihat Ega sudah pulang dari bekerja. Dilihatnya jam sudah menunjukkan hampir pukul 5 sore.
"Sayang. Kamu sudah pulang?" Melody menggandeng tangan Ega.
Diliriknya meja makan. Sama seperti hari sebelumnya, dimeja itu tidak punya sesuatu untuk bisa dimakan.
"Sayang. Kita pergi ke super market yuk?" tanya Melody.
"Mau ngapain?" tanya Ega.
"Mau beli susu hamil." Jawab Melody.
"Kalau cuma mau beli itu, kamu bisa membelinya diujung jalan sana. Disana ada mini market," ujar Ega sembari melepas tangan Melody dari lengan tangannya.
Ega mengeluarkan sebuah amplop coklat dan menyodorkannya pada Melody.
"Ini uang nafkah dari aku," ujar Ega.
Melody meraih amplop itu dengan mata berbinar. Wanita itu segera menghitungnya meskipun didepan Ega.
__ADS_1
"Kok cuma 3 juta? mana cukup uang segini untuk keperluanku selama 1 bulan," tanya Melody.
Satu lagi perbedaan yang Ega temukan antara Najwa dengan Melody. Kalau Melody diberi uang yang sama merasa kekurangan, sementara Najwa merasa uang itu sangat kebanyakkan.
"Aku maunya memberi kamu segitu. Terserah kamu mau atau tidak. Dulu Najwa diberi uang segitu bahkan dia merasa berlebih. Kalau kamu merasa itu kurang, kamu bisa mencari uang sendiri diluar." Jawab Ega.
"Ya jangan samakan aku dengan dia dong. Kebutuhan aku sangatlah banyak. Dia mungkin tidak pernah merawat dirinya kesalon. Kalau aku mana bisa seperti itu?"
"Apa kamu tahu? meski tidak pernah kesalon, Najwa selalu terlihat cantik. Bahkan dia tidak butuh bedak, untuk membuat wajahnya cantik. Tapi lihatlah dirimu, bahkan kamu sama sekali tidak PD kalau keluar rumah tanpa bedak yang tebal," ujar Ega sembari berlalu pergi.
"Ugghhhh...rasanya ingin kujambak wanita yang bernama Najwa itu. Seistimewa apa sih dia? lihat saja, bukan Melody namanya kalau tidak bisa menaklukkanmu lagi Ega," ucap Melody lirih.
Untuk menghilangkan suntuk, Melody pergi ke mini market ujung. Wanita ini membeli berbagai camilan hingga dua kantung plastik berukuran besar.
Saat dirinya kembali, Ega tengah memakan hasil masakkannya sendiri. Bahkan celemek yang Ega kenakan masih terpasang ditubuhnya. Ega hanya melirik kearah Melody yang tampak kerepotan membawa barang belanjaannya.
"Tentu saja uang itu tidak cukup. Bahkan kamu membeli barang yang tidak penting, demi memuaskan hasrat belanjamu itu. Hanya Tuhan saja yang tahu, betapa sialnya aku terjebak pernikahan dengan wanita kerak neraka ini," batin Ega.
"Apa yang kamu masak?" tanya Melody.
"Lihat saja." Jawab Ega.
Melody dengan tidak tahu malunya mengambil piring dan ikut makan bersama Ega.
"Sebenarnya dimana pikiranku waktu itu? kenapa dulu aku begitu senang memasakkan apapun yang dia minta. Bahkan aku dengan telaten menyuapinya makan. Sekarang membayangkannya saja, aku sungguh merasa kesal. Kenapa aku dulu setolol itu?" batin Ega.
"Sayang. Suapi aku dong?" ujar Melody.
"Aku akan menyuapimu setelah kedua tanganmu patah." Jawab Ega.
"Kamu kok kasar banget sih? Ega kenapa kita tidak menjalankan rumah tangga seperti orang-orang? kamu sudah sangat menyakiti aku. Sebenarnya apa salahku sama kamu? kamu marah karena kejadian malam itu?" tanya Melody.
"Hanya kamu yang tahu apa yang terjadi malam itu. Melody, mau sekuat apapun kamu berusaha meluluhkan hatiku. Aku tetap tidak bisa bersamamu seperti dulu. Aku terhadap kamu sudah berbeda. Aku sudah tidak memiliki rasa cinta lagi seperti dulu,"
"Aku tidak percaya rasa cintamu menguap begitu saja. Aku percaya seiring berjalannya waktu, kita pasti bisa saling mencintai seperti dulu lagi. Tapi tolong beri ruang dihatimu agar aku bisa masuk," ucap Melody.
"Tidak akan pernah." Jawab Ega sembari menyudahi makannya.
__ADS_1
Ega kemudian pergi ke kamar yang biasa ditempati Najwa. sejak menikah, dirinya memang tidur dikamar terpisah dengan Melody. Dia tidak mau Melody mengambil kesempatan memperdayanya lagi, meskipun mereka kini sudah sah menikah.
To be continue...🤗🙏