MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
77. Kabar Buruk


__ADS_3

Krieekkkkkk


Najwa menekan handle pintu, dan mata semua orang tertuju padanya.


"Kami pulang dulu," ujar Lina langsung berdiri dan di iringi oleh keluarganya yang lain.


Sementara itu Najwa nampak kebingungan saat semua orang pergi beranjak dari rumah itu. Najwa merasa sia-sia membeli kue dan roti sebanyak itu.


"Kemarilah," ujar Arga.


Najwa menghampiri Arga dan duduk disamping suaminya itu.


"Kenapa kamu tidak bilang, kalau semua keluarga kakak memusuhimu?" tanya Arga.


Mendengar pertanyaan Arga, Najwa kini mengerti. Kenapa semua keluarga Arga berwajah masam saat keluar dari rumahnya. Dan Najwa juga mengerti, keluarga Arga pasti sudah meminta Arga untuk menceraikannya.


"Selama itu bukan berasal dari mulut kakak, aku tidak perduli orang mau bilang apa tentangku. Yang tahu keadaanku hanya Allah dan aku saja. Kecuali suatu saat kakak yang mengatakan hal itu, aku tidak akan berpikir dua kali untuk pergi dari sini." Jawab Najwa.


"Jangan pernah katakan kalau kamu mau meninggalkan aku. Aku mencintaimu, selamanya akan selalu mencintaimu. Maafkan keluargaku yang sudah menyakiti hatimu. Tapi percayalah, suatu saat mereka pasti akan mengerti kenapa aku memilihmu. Mereka hanya belum mengenal dekat dirmu, kalau sudah kenal pasti persepsi mereka akan berubah lagi," ujar Arga.


"Terima kasih sudah mencintaiku sebesar itu. Bantu aku juga buat melupakan masa lalu kelamku," ucap Najwa.


"Tentu. Ngomong-Ngomong apa yang kamu beli?" tanya Arga.


"Kue dan roti. Entah kita bisa menghabiskannya atau tidak. Soalnya aku terlanjur beli banyak." Jawab Najwa.


"Nanti akan kita bagikan pada para pekerja yang sedang membangun restauran kita lagi," ujar Arga.


"Kakak membangunnya lagi?" tanya Najwa.


"Tentu saja. Restauran itu punya banyak kenangan. Disana pula cintaku padamu terus bersemi." Jawab Arga sembari terkekeh.


"Gombal aja terus," ujar Najwa.


"Peluk aku!" ucap Arga.


Najwa kemudian masuk kedalam pelukkan Arga. Najwa berusaha melepaskan beban dihatinya tentang masa lalunya bersama Ega. Dia akan berusaha menerima Arga sebagai suaminya secara utuh.


"Sayang. Nanti malam aku mau minta hak ku boleh?" tanya Arga.

__ADS_1


"Apa kamu yakin sudah tidak sakit lagi? kamu masih dalam tahap pemulihan," tanya Arga.


"Arga junior lebih penting. Aku ingin sekali memiliki anak denganmu." Jawab Arga yang membuat Najwa jadi tersipu.


"Kalau begitu bersihkan diri kakak. Sudah sore," ujar Najwa.


"Apa kamu mau memandikanku?" tanya Arga.


"Eh? me-mandikan? kakak sendiri saja." Jawab Najwa gugup.


"Dosa loh nolak perintah suami. Kakak ingin mandi bersamamu," ujar Arga.


"Ma-Mandi bersama?"


"Kenapa? itu kan salah satu sunah rosul. Dulu rosulullah pernah mandi bersama dalam satu bejana yang sama. Nah kalau kita mandi dalam satu bathup yang sama," ucap Arga.


Perkataan Arga mengingatkan dirinya dengan Ega. Karena dirinya pernah mandi dalam satu bathup yang sama dengan pria itu.


"Ya Tuhan...kenapa semua hal malah mengingatkanku dengan kak Ega. Ini benar-benar tidak adil bagi kak Arga kalau sampai aku menolaknya. Bukankah aku juga ingin membuka lembaran baru bersama dia?" batin Najwa.


"Ya sudah ayo kita mandi bersama," ujar Najwa yang membuat Arga jadi bersangat.


Arga terkesima saat melihat keindahan tubuh Najwa. Kulit istrinya itu sangat putih dan halus. Dan yang terpenting adalah, dua aset berharga Najwa begitu sangat menggoda dengan ukuran yang tidak biasa itu. Arga memeluk Najwa sembari melepas penyangga kedua bukit Najwa. Membuat wajah Najwa merona karena malu.


Arga bergegas mananggalkan kain yang melekat pada tubuhnya, dan juga pada Najwa. Sesaat Arga berdecak kagum, karena bentuk tubuh Najwa benar-benar sempurna menurutnya.


"Benar kata orang, dibalik barang yang tertutup. Akan menyimpan sesuatu yang jauh lebih indah," ujar Arga yang lagi-lagi membuat Najwa tersipu.


Najwa dan Arga masuk kedalam bathup dan saling menggosok punggung. Arga yang tidak tahan melihat kemulusan punggung istrinya itu, mulai mendaratkan kecupan demi kecupan ringan yang membuat mata Najwa terpejam. Namun tiba-tiba Arga menghentikan aksinya itu, dan wajahnya berubah jadi pias.


Najwa yang penasaran karena tidak ada lagi gerakakan dari Arga, wanita itu menoleh kearah suaminya itu.


"Kak. Kamu kenapa? kenapa wajahmu pucat? apa ada yang sakit?" Najwa menjadi panik.


Arga tiba-tiba meraih tangan Najwa dan menatap dalam mata istrinya itu. Pria itu baru sadar, ada yang tidak beres dalam dirinya.


"Najwa sentuh kakak," ujar Arga sembari menuntun tangan Najwa ke arah kejantanannya.


"K-Kak ada apa?" Najwa sedikit menarik tangannya. Bukan dia tidak bersedia melakukannya, tapi itu kegiatan pertama yang dia lakukan selama dia berumah tangga. Tenttu saja membuat dirinya menjadi canggung.

__ADS_1


"Tolong lakukan Najwa. Kakak ingin memastikan sesuatu," ucap Arga sembari kembali meraih tangan Najwa.


Tangan Najwa bergetar, saat akan menyentuh benda keramat yang sama sekali tidak pernah dia sentuh itu. Najwa memejamkan mata, saat perlahan Arga mulai menuntunnya untuk sedikit mengurut benda yang sama sekali tidak mau membesar itu.


"Stop!" nafas Arga naik turun. Air muka pria itu sudah memerah dan tiba-tiba tangisnya prcah.


Najwa yang bingung dan tidak mengerti menjadi panik saat melihat Arga menangis.


"K-Kak. Kakak kenapa? apa ada yang sakit? katakan kak," ujar Najwa panik.


"Najwa aku kenapa? ada apa denganku? kenapa milikku tidak bisa bangun? hikz..."


"Ma-Maksud kakak apa?" tanya Najwa.


"Dia tidak mau bangun meskipun tanganmu sudah menyentuhnya. Padahal aku ingat betul, waktu pertama kali melihat rambutmu saja, dia sudah berdiri sempurna. Tapi sekarang...."


Suara Arga jadi tercekat ditenggorokkannya. Najwa segera bangkit dari bathup dan meraih handuk.


"Bangun!" ucap Najwa.


Namun Arga tetap diam di tempat sembari menangis. Pria itu sedang ketakutan saat ini.


"Bangunlah kak. Ayo kita pergi ke rumah sakit," ucap Najwa.


"Kamu mau menemaniku?" tanya Arga.


"Tentu saja. Apapun yang terjadi, aku akan selalu bersamamu. Dan tidak akan pernah meninggalkanmu." Jawab Najwa.


Arga tergugu sembari memeluk pinggang Najwa. Merekapun akhirnya pergi ke rumah sakit dan melakukan serangkaian pemeriksaan. Najwa dan Arga harap-harap cemas, saat seorang dokter sudah berada di depannya, karena ingin membacakan hasil pemeriksaan. Wajah dokter itu mendadak murung, setelah membaca hasil di kertas yang baru saja dia terima.


"Maaf pak Arga. Dengan sangat menyesal saya harus mengatakan kabar ini buat bapak. Tapi saya sangat berharap anda bersabar. Anda...."


"Ada apa?" Arga memotong ucapan sang dokter karena sudah tidak sabar mengetahui hasilnya.


"Akibat kecelakaan itu anda diduga mengalami disfungsi seksual. Hingga menyebabkan milik anda tidak bisa berdiri, meskipun sudah di rangsang sedemikian rupa."


Jderrrrrrr


Perkataan dokter itu ibarat sebuah boom yang meledakkan semua pertahanan hati Arga. Air mata Arga mengucur begitu saja. Bayang-Bayang menjadi laki-laki tidak berguna sudah berada di depan matanya.

__ADS_1


To be continue....😘😘


__ADS_2