MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
94. Penjelasan


__ADS_3

Sudah 3 hari berbulan madu, Najwa dan Ega kembali ke kota S untuk bekerja. Saat Najwa datang, Dirinya sudah di sambut oleh Butet dan teman-temannya yang lain, dengan berbagai ekspresi di wajah mereka.


"Ada apa kalian menatapku begitu?" tanya Najwa bingung.


"Ada apa? sini kamu! banyak kali kau utang penjelasan sama kami," ujar Butet sembari menyeret tangan Najwa masuk kedalam kontrakkannya.


Hari ini kebetulan Butet dan teman-temannya libur bekerja. Sementara tanpa mereka tahu, Najwa sudah meminta izin pada manager untuk izin menikah.


Kini Najwa di paksa duduk di tengah-tengah mereka. Raut wajah teman-temannya sudah seperti kucing yang tidak diberi makan selama seminggu.


"Apa kau sudah tidak perawan lagi?" tanya Butet tanpa basa basi.


Mata Najwa terbelalak saat mendengar pertanyaan dari Butet.


"Bah...macam mana pula kak Butet pertanyaan kau. Mana ada pula 3 kali janda, tapi masih perawan," protes Marina.


"Butet. Apa kamu punya indera ke 7 sekarang? darimana kamu tahu aku tidak perawan lagi?" tanya Najwa.


"Bah...ini lagi. Pertanyaan macam apa itu? kalian membuat kepalaku makin pusing saja," ujar Marina.


"Waktu aku menelponmu pagi itu, tidak sengaja kamu mengangkat telponku. Tapi sekarang aku jadi berpikir, jangan-jangan kau sengaja melakukannya, karena ingin pamer kalau perawanmu itu sudah di jebol oleh Ega surega." Jawab Butet.


"Ap-Apa? ja-jadi kamu mendengar semuanya?" tanya Najwa terkejut.


"Tidak hanya aku. Mereka semuapun mendengarkan teriakkan kalian berdua hingga akhir." Jawab Butet.


"Mantap kali aku dengar suara teriakkanmu. Aku bisa merasakan punya kakak sesak penuh dimasuki oleh terong paten milik duda bang Ega," timpal Marina sembari terkekeh.


Wajah Najwa memerah. Sungguh dia sangat malu saat ini.


"Tidak usah malu. Tapi hebat kali macan kau itu. Kami lihat durasinya hampir satu jam," ledek Butet.


Najwa menepuk dahinya. Ingin rasanya dia bersembunyi di dalam tanah, agar teman-temannya itu tidak menemukannya lagi.


"Tapi Najwa. Kami lebih penasaran dengan status kalian. Ap-Apa kalian berzina?" tanya Butet penuh hati-hati.


"Tidak. Kami sudah menikah 5 hari yang lalu." Jawab Najwa.


"Apa???" Butet dan teman-temannya kompak terkejut.

__ADS_1


"Tega kali lah tak pakai acara ngundang kami," ujar Marina.


"Kami tahu kalian sibuk bekerja. Biarkah jatah cuti kalian diambil pada saat yang tepat," ucap Najwa.


"Bagaimana Na? apa terong suamimu benar-benar mantap?" tanya Butet.


"Butet apaan sih? pertanyaanmu itu loh," ujar Najwa malu.


"Lagian kak butet pakai acara ditanya segala. Tentu saja mantap. Apa kakak lupa dengan suara lengkingan kak Najwa saat puncak akhir?" sindir Maryam.


"Sudah macam kuda kejepit dia," timpal Marina.


"Betul. Marina sampai-sampai ikut mendesah," ujar Butet.


"Pakai meledek aku lagi. Jujur saja kalau ****** ***** kalian semua sudah basah juga." Jawab Marina.


Najwa hanya bisa menutupi wajahnya. Sungguh dia benar-benar malu saat ini.


"Bagaimana Na? ayo ceritakan, seperti apa gaya bertempur kalian?" tanya Butet penasaran.


"Apa kamu naik diatasnya? gaya kodok, gaya katak, gaya berudu?"


"Astagfirullah Butet. Berdosa buka aib rumah tangga. Apalagi tentang urusan ranjang. Nabi sudah menjelaskan itu," ujar Najwa.


Mereka benar-benar lupa kalau Najwa teman mereka yang paling berbeda.


"Pada intinya kami sudah sah menikah. Dan Sebagai bentuk permintamaafanku, aku akan mentraktir kalian hari ini sepuasnya," ucap Najwa.


"Yeyyyyy...." Marina dan teman-teman bersorak gembira.


"Oh ya suamimu kemana?" tanya Butet.


"Dia ngantor sekarang. Tapi aku sudah izin kok. Sekalian aku mau ambil barang-barangku buat pindah ke rumah seberang jalan." Jawab Najwa.


"Jadi kita mau kemana ini?" tanya Marina.


"Terserah kalian mau makan apa." Jawab Najwa.


"Pengen makan ayam kriukkk yang banyak," ujar Maryam.

__ADS_1


"Iya. Yang asli ya? jangan yang abal-abal," timpal Marina sembari terkekeh.


"Okelah." Jawab Najwa sembari tersenyum.


Merekapun akhirnya pergi kesalah satu tempat penjual junkfood ayam paling terkenal. Tidak tanggung-tanggung, Najwa sampai memesan 3 ember ayam beserta nasi yang hanya dinikmati oleh 8 orang saja.


Setelah selesai makan bersama, merekapun pulang dan merayakan pernikahan Najwa dengan berkaraoke ria.


"Sesekali nyanyi dong kak. Pengen dengar suaramu seperti apa," ujar Marina.


"Baiklah untuk menebus rasa bersalahku yang tidak mengundang kalian, aku akan menyanyi sebuah lagu buat kalian." Jawab Najwa.


"Yeyyy...." Mereka bersorak.


"Kakak mau nyanyi apa? janda atau perawan? gadis atau janda, apa goyang dombret?" tanya Marina yang sudah siap mengetik judul lagu di ponselnya.


"Eh? a-aku nggak hafal lagu yang kalian sebutkan." Jawab Najwa.


"Lalu kakak mau nyanyi apa?" tanya Marina.


"Carikan aku lagu sholawat nabi." Jawaban Najwa membuat semua orang menepuk dahi, sementara dirinya nampak kebingungan dengan reaksi teman-temannya itu.


Setelah menyanyikan lagu sholawat nabi, Najwa kemudian mengambil barang-barang dibantu oleh teman-temannya. Najwa kemudian memasak untuk suaminya, karena sebentar lagi Ega akan pulang.


Kriekkkk


Najwa membuka pintu untuk suaminya. Disambutnya Ega dengan senyum semringah di bibirnya. Suasana yang sangat Ega rindukan itu, kini terulang kembali. Ega segera mendorong Najwa masuk kedalam rumah, hingga Najwa jatuh diatas sofa. Seperti biasa Ega mencumbu Najwa seperti dulu saat dirinya baru pulang bekerja.


"Sayang. Kita belum pernah bermain di sofa bukan?" tanya Ega yang sudah diliputi gairah.


"Eh? kakak mau lagi? tadi pas berangkat kerja kan udah?" tanya Najwa.


"Aku pengen lagi." Jawab Ega yang tanpa basa basi langsung melucuti pakaian Najwa.


"K-Kak. Gimana kalau ada yang dengar? kita pindah ke kamar yuk?" tanya Najwa.


"Nggak ada yang dengar. Rumah kita cuma satu-satunya diseberang jalan ini. Lagian suara kita pasti teredam oleh suara mobil yang lewat,"


Najwa hanya bisa pasrah saja saat miliknya sudah di obrak abrik oleh Ega. Suara mereka menggema diruang tamu. Tanpa mereka tahu, Butet dan Marina yang berniat ingin memberikan baju seragam dan sepatu, jadi urung mengetuk pintu. Mereka lebih tertarik mendengarkan ******* pasangan yang saling bersahutan. Tanpa merasa pegal, Mereka mendengar nyaris satu jam lamanya.

__ADS_1


Marina dan Butet meletakkan barang yang ingin mereka antar di meja depan teras. Mereka segera kabur, setelah percintaan Najwa dan Ega kelar.


To be continue...🤗🙏


__ADS_2