
Marina dan kawan-Kawan sangat senang, karena barang yang mereka tunggu-tunggu sudah datang. Speaker dengan mode bluetooth itu, akan menjadi barang hiburan mereka dimasa depan.
"Coba Maryam. Kau tes dulu speaker kita ini. Sebentar lagi abang pujaan kita akan datang, kita sambut dengan lagu yang aduhai ," ujar Marina.
"Oke. Putarkan aku lagu gula-gula opung Elvie sukaesih. Tarikkk..."
Tembang gula-gula yang di populerkan oleh penyanyi dangdut Elvie sukaesih itupun mengalun. Speaker yang sengaja mereka besarkan volumenya, menjadi pusat perhatian bagi siapa saja yang melintas.
"Ayo goyangkan dikit pinggulmu itu. Jangan kaku macam pinggang belut kau," ujar Maryam.
"Tak bisanya aku lentur. Pinggulku memang banyak timbunan lemaknya." Jawab Maryam sembari terus bergoyang.
"Ada apa sih Tet? kok berisik sekali diluar? tanya Najwa yang baru saja selesai sholat asyar.
"Itu yang kuceritakan tadi. Si Marina yang mau kita titipi surat lamaran, baru beli speaker baru. Kita disuruh gabung sama mereka," ucap Butet.
"Waduh...maaf Tet. Kalau disuruh nyanyi-nyanyi gitu aku nggak suka. Bukan nggak suka sih, karena aku memang nggak bisa nyanyi. Tapi aku suka musik kok, tapi bukan musik seperti itu," ujar Najwa.
"Ya aku mengerti maksud Kau. Tapi kalau merantau begini, kita juga kudu baik dan kenal dengan tetangga. Biar kita dikiranya mau juga bersosialisasi," ucap Butet.
"Aku mengerti. Kamu sholat dulu gih. Sudah itu baru kita keluar," ujar Najwa.
"Oke." Jawab Butet.
Butetpun menyelesaikan sholat Asyar. Setelah itu Najwa dan Butet pergi keluar kontrakkan untuk bergabung bersama Maryam dan kawan-kawan.
"Stok-Stop. Wah ada kakak cantik. Tadi kak Butet sudah cerita tentang kakak. Siapa nama kakak rupanya?" tanya Marina.
"Najwa. Namamu Marina ya? tadi Butet juga sudah cerita," ucap Najwa.
"Iya. Kak Butet. Apa kau yakin dia janda?" tanya Marina.
"Kenapa rupanya?" tanya Butet.
"Cantik anggun begini jadi janda, gimana nasibku yang seperti spion bajaj ini kak? apa para pria itu matanya rabun?"
"Nah...itulah kau jangan sampai salah pilih terong." Jawab Butet yang langsung membuat mata Najwa melotot.
"Jadi kalian sudah tahu statusku ya? iya aku memang sudah janda. 3 kali lagi," ujar Najwa terus terang.
"Alamak...yang benar kakak? aku satu terong saja belum aku rasa, kakak cantik malah 3," canda Marina.
"Ada-Ada saja. Sekalinya pindah rumah, ketemu tetangga pada eror begini. Tapi nggak apalah, menghibur juga," batin Najwa.
__ADS_1
"Eh kakak sudah banyak pengalaman. Bagilah aku trik cara menaklukkan pria. Aku sedang kasamaran dengan duda diseberang rumah kita ini," tanya Marina.
"Duda? kenapa kamu mau sama duda? kamu masih gadis kan?" tanya Najwa.
"Kalau dudanya seperti dia, cewek-cewek pasti rela antri kak. Duda satu ini istimewa. Sudah ganteng, ramah, kariernya bagus.Pokoknya aku tersepona sama dia." Jawab Marina.
Najwa hanya geleng-geleng kepala mendengar cerita Marina.
"Kenapa rupanya kak? bagilah sedikit ilmunya," tanya Marina.
"Bagaimana aku mau ngajarin kamu Mar. La wong aku aja gagal sampai 3 kali loh." Jawab Najwa.
"Betul juga. Kalau gitu kita goda sama-sama kak. Siapapun yang dipilih oleh dia, kita harus terima," ujar Marina.
"Kalian aja. Aku nggak ikut-ikut." Jawab Najwa.
"Pokoknya harus ikut. Itung-itung hiburan kita," ujar Marina.
"Husssstt dia datang...dia datang," ujar Maryam.
"Tapi kok kali ini bawa cewek ya?" sambung Maryam.
"Mampus.Sudah punya pacar dia rupanya," timpal Marina.
Najwa dan Butet hanya bisa menutup mulut menahan tawa saat mendengar ocehan Marina dan Maryam, tanpa tahu siapa pria yang Maryam maksud.
"Tidak masalah. Kan janur kuning belum melengkung," timpal Najwa.
"Benar juga. Ayo tembangkan lagu Cita-citata kalau gitu," ujar Marina.
"Lagu apa?" tanya Maryam.
"Perawan atau Janda." Jawab Marina.
"Lagu ini aku persembahakan buat abang diseberang sana. Aku do'akan kalian cepat putus. Sumpah bang, cewek yang abang bawa bodynya nggak oke," ujar Marina dengan menggunakan microfon. Mendengar ucapan Marina, Butet dan Najwa buru-buru sembunyi dibalik tembok bedeng sembari menutup mulut mereka karena menahan tawa.
"Mampus. Aku pikir kamu itu sahabat yang eror, ternyata ada yang lebih eror dari kamu Tet. Berani sekali dia, gimana kalau cewek itu marah dan baku hantam dengan Marina?" ucap Najwa.
Sementara itu Ega yang mendengar ucapan Marina, sedikit menoleh dan menggelengkan kepalanya atas kegilaan tetangganya itu.
"Oke...tarik...abang pilih yang mana, perawan atau janda. Perawan memang menawan, janda lebih menggoda...asyekkkk,"
Mata Najwa melotot sembari tertawa mendengar nyanyian Marina.
__ADS_1
Lagu perawan atau janda milik salah satu penyanyi dangdut dengan suka cita Marina dendangkan. Sementara Najwa dan Butet hanya bisa menepuk dahinya atas kegilaan tetangganya itu.
"Siapa sih itu? kok tetangga kamu resek banget," tanya Gina.
"Sudahlah tidak usah diambil hati. Marina memang gitu orangnya. Tapi dia baik kok," ujar Ega.
"Oh ya kamu tunggu disini bentar ya? biar aku ambil dulu flashdisknya," ujar Ega.
"Aku ikut masuk aja ya Ga? malas liar tetangga kamu," ujar Gina.
"Tapi...."
"Aku cuma masuk dekat pintu doang kok. Please...." ujar Gina.
Ega menghela nafas dan kemudian mempersilahkan Gina masuk. Sementara itu Marina jadi memberi instruksi pada Maryam agar menghentikan musiknya.
"Kenapa berhenti?" Najwa yang ingin tahu kegilaan Marina yang lain, pura-pura penasaran dengan apa yang akan dilakukan gadis itu.
"Sial. Si duda bawa wanita kedalam rumahnya. Bagaimana kalau mereka berbuat mesum?" ucap Marina.
"Ya ampun Mar. Memangnya kalau orang bertamu harus begituan? siapa tahu cuma mampir," ucap Najwa.
"Kita lihat saja kakak. Kalau dalam waktu 5 menit gadis itu tidak keluar, aku akan memanggilnya lewat speaker ini," ujar Marina.
Najwa dan Butet yang penasaran jadi ikut menunggu-nunggu. Namun hanya dalam waktu 3 menit, gadis itu keluar dari rumah Ega sembari melambaikan tangannya. Sementara itu Najwa dan Butet kembali duduk dibalik tembok, tanpa tahu siapa pria yang dimaksud Marina.
"Aih...duda ganteng. Makin hari makin tampan saja dia," ujar Marina yang tanpa sadar dia berbicara dengan mic masih menyala.
Ega yang mendengar ucapan Marina, matanya jadi melotot dan menggelengkan kepala. Sementara Najwa dan Butet sakit perut menahan tawa mereka.
"Butet aku rasa lama bertetangga dengannya kita bakal ikut-ikut tidak waras," ujar Najwa.
"Itung-itung obat buat awet muda," ucap Butet.
"Mampus dia nyebrang kak," ujar Marina gugup.
"Apa? dia kesini?" tanya Najwa.
"Iya kak. Bagaimana ini? jantungku mpot-mpotan ini," Marina salah tingkah.
Najwa dan Butet kabur dengan cara menunduk dan masuk kedalam rumah.
"K-Kak,"
__ADS_1
Brakkkkk
Najwa dan Butet menutup pintu. Mereka tidak ingin kena imbas atas kekonyolan Marina.