
"Bang. Bang Ega sudah mematahkan hatiku. Marina sakit hati bang," canda Marina.
Najwa dan Ega sama-sama menyeka air mata mereka dan kemudian terkekeh mendegar ucapan Marina.
"Maaf Marina. Sepertinya kamu harus kembali kecewa. Sejak dulu cintaku hanya untuk dia, meskipun banyak gadis yang menyukaiku," ujar Ega.
"Ngomong-Ngomong aja. Nggak usaha pakai pegangan tangan. Kalian belum muhrim," ucap Butet.
"Eh?" Najwa dan Ega sama-sama melihat kearah tangan mereka yang masih saling bertautan. Ega dan Najwa menarik tangan mereka masing-masing dengan malu-malu.
"Kenapa kakak bisa begini? dokter bilang kakak kekurangan cairan dan juga kurang nutrisi," tanya Najwa.
"Aku selalu memikirkanmu. Makan dan tidurpun tidak bisa kenyang maupun nyenyak. Tapi sekarang tidak lagi. Aku yakin tubuhku akan kembali makmur, kalau kamu ada bersamaku," ujar Ega.
"Maafkan aku kak. Gara-Gara keputusan cerobohku, kita sama-sama menderita," ucap Najwa yang kembali meneteskan air mata.
Ega menyeka air mata yang menetes di pipi Najwa.
"Jangan menyalahkan dirimu lagi. Ini adalah kesalahanku. Andai dari awal aku bisa tegas pada hubunganku dengan Melody, pasti kita tidak akan mengalami hal seperti ini. Tapi rencana Allah memang indah, dengan ini kita bisa mempererat hubungan kita lagi," ujar Ega.
"Najwa. Menikahlah denganku lagi, aku berjanji akan membahagiakanmu sampai akhir," sambung Ega.
"Apa papa mama akan setuju? walau bagaimanapun aku sudah mengecewakan mereka. Aku takut mereka tidak merestui kita rujuk lagi," tanya Najwa.
"Meski mereka menentang nantinya, aku akan tetap bersamamu. Karena cuma kamu yang aku mau. Aku nggak mau wanita yang lainnya." Jawab Ega.
"Lalu bagaimana dengan gadis yang ada di mall waktu itu?" tanya Najwa penasaran.
"Gadis di mall? gadis di mall yang mana" tanya Ega.
"Sekitar sebulan yang lalu aku lihat kakak jalan dengan seorang gadis di Mall. Kebetulan aku bekerja sebagai kasir disana. Kakak terlihat akrab dengannya," tanya Najwa dengan wajah tertunduk.
Ega menyunggingkan senyumnya saat melihat ekspresi wajah Najwa yang mendadak mendung. Ega menaikkan dagu Nanjwa, dan menatap mata wanita itu dengan penuh cinta.
"Kamu cemburu. Hem?" tanya Ega.
"Eh? e-enggak. Siapa yang cemburu," ujar Najwa sembari memalingkan wajahnya.
"Namanya Gina. Di teman satu kantorku. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya, meskipun aku tahu dia sangat menyukaimu," ucap Ega.
"Apa kakak yakin cuma teman? aku nggak mau sampai ada gadis yang mencakarku atau menjambak rambutku," tanya Najwa.
__ADS_1
"Yakin 1 milyar persen. Kalaupun ada, aku akan mengakhirinya segera karena aku lebih memilihmu."Jawab Ega yang membuat senyum Najwa mengembang.
"Oh ya. Kenapa kamu bisa bercerai dengan Arga?" tanya Ega penasaran.
Najwa kemudian menceritakan apa yang pantas di ceritakan. Yang membuat Ega tersenyum sinis.
"Dasar pria bodoh. Kalau dekat sudah kuhajar dia. Beraninya dia menceraikanmu dengan tolol begitu. Tapi bagus juga sih, dengan begitu kamu bisa jadi milikku lagi," ucap Ega.
"Tapi aku merasa kasihan juga sama dia kak," ujar Najwa.
"Kasihan sih kasihan. Tapi kita harus segera menikah. Aku nggak mau kalau kamu direbut lagi olehnya," ujar Ega.
"Kakak tidak usah khawatir. Meskipun dia memohon, aku tidak akan mau. Dia sudah mencampakkanku dan menghinaku, aku tidak akan mau kembali padanya." Jawab Najwa.
"Besok kita pulang ke kampung. Kita harus segera menikah," ujar Ega.
"Besok apa? kakak harus sembuh dulu," ucap Najwa.
"Tidak mau. Pokoknya aku nggak mau kecolongan lagi," ujar Ega.
"Kalau kakak nggak mau nurut, aku nggak mau menikah dengan kakak," ucap Najwa.
"Eh? iya-iya aku menurut." Jawab Ega cemberut.
Ucapan Marina membuat Najwa dan Ega terkekeh.
*****
Tiga hari di opmame dirumah sakit, Egapun diperbolehkan pulang. Ega sangat senang karena kini ada Najwa disampingnya meskipun mereka belum tinggal seatap. Dan sore harinya Ega memutuskan mengajak Najwa pulang ke kampung halaman mereka. Mereka ingin meminta restu karena ingin menikah kembali.
"Kak. Aku gugup," ujar Najwa saat mereka tiba dikediaman Rahmat.
Setelah sampai di kampung habis magrib, Ega langsung meminta restu pada orang tua Najwa. Suratmo dan Sumirah cukup terharu, karena perjalanan cinta putrinya dan Ega memang harus mengalami banyak liku. Merekapun memberikan restu sepenuhnya.
Dan saat ini, setelah selesai sarapan pagi. Ega mengajak Najwa ke rumahnya untuk meminta restu pada orang tuanya.
Intan dan Rahmat cukup terkejut saat melihat Ega dan Najwa pulang bersama. Begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak mereka.
"Ma. Apa.kabar?" tanya Najwa sembari mencium tangan Intan.
"Baik. Nana apa kabar? kok bisa pulang bareng Ega?" tanya Intan.
__ADS_1
"Ma. Kami kesini ingin meminta restu mama dan papa. Kami ingin rujuk kembali," ujar Ega.
"Ru-Rujuk? rujuk bagaimana? Najwa kan sudah bersuami?" tanya Intan.
"Najwa sudah bercerai dari Arga."
Jawaban Ega seperti guntur disiang hari bagi Intan dan Rahmat. Pasalny pernikahan Najwa hanya hitungan bulan saja dengan Arga. Intan dan Rahmat saling berpandangan, sementara Najwa sudah tertunduk malu.
"Entah apa yang ada dipikiran mama dan papa saat ini. Apa aku akan dianggap sebagai wanita murahan? atau malah dianggap wanita pembawa sial?" batin Najwa.
Melihat Najwa tertunduk dengan wajah sedih, Intan mendekati Najwa dan menggenggam tangan wanita itu.
"Jangan sedih. Mama dan papa bukan orang yang suka berpikiran kolot. Kami percaya takdir. Kalian itu memang sudah ditakdirkan berjodoh, jadi walau pisah dengan cara apapun, pasti akan kembali," ujar Intan.
"Ja-Jadi papa mama merestui kami?" tanya Ega.
"Tentu saja. Asalkan anak-anak mama bahagia, mama pasti akan memberikan restu." Jawab Intan.
"Makasih ma," ujar Ega semringah.
"Maafin Nana karena sudah mengecewakan papa dan mama," ujar Najwa.
"Tidak apa-apa. Mama mengerti. semoga kali ini kalian berjodoh hingga akhir," ujar Intan.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" tanya Intan.
"Besok." Jawab Ega.
"Besok bagaimana? apa Najwa sudah selesai masa iddahnya?" tanya Intan.
"Eh?" Ega dan Najwa melupakan hal itu.
Ega lupa kalau Najwa ada masa iddah, sementara Najwa lupa kalau dirinya belum menceritakan kalau dirinya belum disentuh oleh Arga.
"Bagaimana ini? apa aku harus menceritakan hal yang memalukan ini? didepan mama aku tidak masalah, tapi di depan papa? apa aku diam saja dan seperti biasa berpura-pura menyelesaikan masa iddahku?" batin Najwa.
"Tapi...."
Najwa menatap wajah Ega yang lesu dan kecewa.
"Tidak perlu menunggu masa iddah ma. Karena Nana belum melakukan hubungan suami istri dengan kak Arga."
__ADS_1
Jawaban Najwa sungguh mengejutkan Ega, Intan dan Rahmat. Namun bisa Najwa lihat wajah Ega berseri-seri saat mendengar ucapannya.
To be continue....🥰🥰🥰