MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
81. Mari Bercerai.


__ADS_3

"Sudah mama bilang. Tidak ada gunanya kamu ngabisin duit buat berobat di dalam negeri. Papa dan Uda Alman sudah mencari informasi akurat tentang pengobatan canggih di luar negeri. Ada sebuah rumah sakit yang bisa menyembuhkanmu," ujar Lina.


"Benarkah? dimana ma?" tanya Arga antusia.


"Tentu saja informasi ini tidak gratis. Kamu harus membayar mahal untuk ini," unar Lina.


"Aku akan membayar berapapun harganya, asal jangan pernah mama bilang kalau bayarannya itu agar aku menceraikan Najwa. Sampai matipun aku nggak setuju," ucap Arga.


"Terserah saja. Kalau begitu nikmati saja hidupmu menjadi orang tidak berguna. Sekarang saja najwa masih bisa setia padamu, tapi dua tiga tahun kemudian dia juga pasti akan bangkit dari kebodohan. Mana ada wanita yang nggak butuh disentuh. Kamu juga pikirkan itu, jangan egois kamu."


"Aku bisa mencari sendiri negera yang mama maksud. Tapi jangan coba-coba untuk memisahkan aku dengan Najwa," ujar Arga.


"Kamu pikir ada berapa ratus negara di dunia ini? apa kamu pikir kamu itu seorang konglomerat? sekarang saja sudah puluhan juta lebih kamu menghabiskan uang Apa kamu pikir berobat keluar negeri itu murah?"


"Kami sudah menanyakan detail harganya. Dan mereka menyanggupi pengobatan itu hingga sembuh. Kalau tidak sembuh mereka tidak perlu dibayar. Karena yang mengobati seorang dokter terkenal."


"Berapa yang dia minta?" tanya Arga.


"10 milyar." Jawab Lina.


"Apa kamu punya uang sebanyak itu?" tanya Lina yang berusaha kembali meracuni pikiran anaknya.


"Tidak. Uangku tidak cukup." Jawab Arga.


"Kalau kamu setuju menceraikan Najwa, kami akan menjual beberapa bidang tanah untuk membantu pengobatanmu di luar negri," ujar Lina.


Lina menghela nafas saat melihat putranya itu berwajah murung. Lina kemudian mendekati Arga dan meraih tangan putranya itu.


"Bukan maksud kami bersikap egois, dan sangat memaksamu agar bercerai dari Najwa. Tapi kamu juga harus pikirkan nasib Najwa. Dia masih terlalu muda untuk mengalami kepahitan hidup ini jika terus bersamamu. Lagipula kalau kamu sembuh nanti, kamu bisa kembali menikahinya kalau kalian masih berjodoh," ucap Lina.


Mendengar ucapan Lina, Arga jadi menoleh seketika kearah ibu yang sudah melahirknnya itu.


"Apa kalian akan setuju kalau aku menikahinya lagi?" tanya Arga.


"Tentu saja. Maafkan mama karena sudah berkata yang tidak-tidak tentang dia. Mama sadar itu tidak benar," ucap Lina.


"Tapi aku tahu kalian tidak menyukainya," ujar Arga.


"Bukan tidak menyukainya. Itu karena kami tidak ingin kamu egois karena selalu menahannya disisimu. Sedangkan kamu tahu masa depan Najwa masih panjang. Kasihan dia. Coba kamu bayangkan kalau seandainya kamu benar-benar tidak bisa sembuh, meski kamu sudah berobat keluar negeri," ujar Lina.

__ADS_1


Arga terdiam. Dia tahu semua yang dikatakan ibunya adalah benar. Arga memutuskan kembali ke kamar setelah Lina berpamitan pulang.


Arga dengan tingkat emosi yang sudah kacau balau, kemudian menurunkan Koper Najwa dari atas lemari. Dimasukkannya semua baju istrinya itu tanpa sisa , dengan diiringi deraian air mata.


Setelah selesi Arga membawa koper itu dan meletakkannya di depan pintu kamarnya.


Krieeekkkk


Najwa membuka pintu Apartement di iringi dengan ucapan salam. Najwa tersenyum kearah Arga, saat melihat suaminya itu duduk di ruang tamu dengan wajah dingin dan tangan menyilang di dada.


"Kakak nungguin aku? kakak sudah lapar ya? tunggu sebentar ya kak. Aku akan usahakan cepat memasaknya," tanya Najwa.


"Najwa. Kemarilah!" ujar Arga dengan suara datar.


"Ada apa sih. Hem? kok serius sekali," tanya Najwa sembari tersenyum.


"Najwa...."


Arga menelan air ludahnya. Kata yang ingin dia ucapkan terasa tercekat ditenggorokkannya. Najwa melihat wajah Arga yang murung, berusaha menghibur suaminya itu.


"Kakak jelek sekali kalau wajahnya ditekuk seperti itu. Mulai nih sedih-sedih lagi. Aku kan sudah bilang, kita akan mencari tempat berobat lagi nanti," ujar Najwa sembari tetap memberikan senyum terbaiknya.


Brukkkkkk


Barang belanjaan Najwa terlepas dari tangannya. Senyumnyapun mendadak hilang dari sudut bibirnya.


"Ap-Apa yang kakak katakan?" mata Najwa langsung berkaca-kaca .


"Aku bilang mari kita bercerai." Jawab Arga dengan mantap.


"Ta-Tapi kenapa kak? salahku apa? kalau masalahnya hanya karena penyakit kakak itu, kan aku sudah bilang aku tidak perduli," tanya Najwa.


"Ini bukan masalah penyakit itu saja. Tapi penyebab penyakit itulah yang membuatku berpikir ingin bercerai,"


"Apa maksud kakak?" tanya Najwa tidak mengerti.


"Keluargaku benar. Semua musibah yang aku alami itu pasti karena kamu membawa kesialan dalam hidupku. Jadi Najwa Azzahra, mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Aku talak kamu dengan talak 1," ucap Arga.


Jderrrrrrr

__ADS_1


Perkataan Arga meluluh lantakkan hati Najwa. Air mata Najwapun terjun bebas. Arga segera memalingkan wajahnya karena hatinya tidak tega melihat air mata orang yang sangat dia cintai itu.


Arga segera bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya. Melihat Arga bangkit, Najwapun menyusulnya.


Brakkkkkk.


Arga menutup pintu kamar dengan sangat keras.


Dor


Dor


Dor


"Kak. Bukak kak! aku mohon tarik kata-kata kakak. Aku nggak mau jadi janda lagi. Hikz ...aku nggak mau jadi janda lagi. Hikz...hikz...."


Dor


Dor


"Aku mohon tarik kata-kata itu kak. Aku mohon hikz...."


Sementara itu dari arah balik pintu, Tubuh Arga sudah merosot di daun pintu itu. Pria itu menutup mulutnya agar isak tangisnya tidak didengar oleh Najwa.


"Maafkan aku Najwa. Maafkan aku hikz...."


Arga beberapa kali memukul lantai, untuk menyalurkan rasa kesal, rasa sesak di dadanya. Dia yang berjanji akan selalu membahagiakan Najwa, namun dia pula orang yang paling menyakiti hatinya.


"Pergilah Najwa! kamu sudah kuceraikan, semua barangmu sudah dalam koper itu. Aku tidak mau kamu disini lagi, dan membawa kesialan untuk keluargaku," teriak Arga dari arah dalam.


"Aku tidak mau pergi. Cepat kakak tarik kata-kata kakak lagi. Aku nggak mau jadi janda lagi. Hikz...."


"Kamu jangan lupa. Kita hanya menikah siri, jadi kamu bisa langsung bebas pergi. Pulangkah kerumah orang tuamu. Jangan lagi berkeliaran di kota ini, agar orang-orang tidak kena sial,"


Sungguh kata-kata Arga sangat menyakitkan daripada kata-kata cerai itu sendiri.


"Dasar kakak pembobong hikz...kakak bilang mencintaiku, tapi apa? ternyata kakak sama saja dengan pria brengsek lainnya. Aku benci kakak...aku benci kakak. Hikz...."


Najwa langsung meraih kopernya dan pergi setelah membanting pintu dengan cukup keras. Hati Najwa terasa di iris-iris oleh ucapan Arga yang menyakitkan. Sementara itu Arga yang tahu Najwa sudah pergi, langsung membanting semua barang yang ada di kamarnya. Bahkan pria itu menghancurkan meja rias dikamar itu dengan tinjunya.

__ADS_1


To be continue...🤗🙏


__ADS_2