
"Kak. Jangan buat tanda gini lagi dong," protes Najwa, saat melihat banyak tanda yang ditinggalkan Ega dibagian dada dan lehernya.
"Kenapa emang? lagian pake jilban juga, jadi nggak kelihatan." Jawab Ega.
"Tapi badanku sudah seperti macan tutul kak." Jawab Najwa.
"Macan tutul yang kucinta," ujar Ega sembari terkekeh.
"Lagian itu tanda cinta kakak buatmu. Biar seluruh dunia tahu, kalau kamu itu memang miliku," sambung Ega.
Najwa mencebikkan bibirnya, namun langsung dikecup oleh Ega.
"Jangan cemberut begitu, aku tidak tahan melihat bibir merahmu itu. Kalau tidak karena kamu capek, sudah pasti akan kuterkam lagi," ujar Ega.
Najwa bergegas masuk ke kamar mandi. Dia benar-benar tidak sanggup, jika harus melayani Ega lagi.
"Besok terakhir kamu izin ya?" tanya Ega, saat melihat Najwa baru keluar dari kamar mandi.
"Iya kak." Jawab Najwa.
"Nikmati hari liburmu. Ajaklah Butet dan teman-temanmu pergi jalan-jalan," ujar Ega.
"Tapi besok kan hari minggu. Aku mau di rumah saja dengan kakak," ujar Najwa.
"Tidak apa. Kamu belum sempat jalan-jalan kan?" tanya Ega.
"Iya." Jawab Najwa.
"Pergilah. Kamu tidak usah khawatir, waktu kebersamaan kita masih banyak. Meski kita sudah menikah, kakak tidak akan melarangmu buat berkumpul bersama teman-temanmu selagi itu masih dalam tahap wajar," ujar Ega.
"Makasih kak. Nanti akan aku bicarakan sama mereka dulu," ujar Najwa sembari mengenakan baju.
"Kamu mau kemana?" tanya Ega saat melihat istrinya itu akan keluar kamar.
"Mau nyapu." Jawab Najwa.
Najwa kemudian pergi menyapu dari dalam hingga keluar teras.
"Baju seragam dan sepatu? ini kan baju seragam khas mall TP?" ucap Najwa.
"Tapi kok ada disini? apa Butet yang meletakkannya disini? tapi mana dia?" Najwa terlihat celingak celinguk melihat keberadaan Butet.
Karena penasaran, Najwa kembali kedalam, karena ingin meminta izin pada Ega.
"Kak,"
"Hem?"
"Aku pergi ke kontrakkan Butet bentar ya?" tanya Najwa.
"Ada apa? tanya Ega sembari mengalihkan perhatiannya pada Najwa.
"Tadi di teras aku nemuin baju seragam sama sepatu mall TP. Takutnya ada yang salah kirim atau memang punyaku. Aku mau tanyain dulu sama si Butet." Jawab Najwa.
"Butuh kakak temani?" tanya Ega.
"Tidak usah. Cuma bentaran doang." Jawab Najwa.
"Ya udah ati-ati," ujar Ega.
"Aku pergi ya kak?"
__ADS_1
"Eitttts...ada yang lupa,"
"Yang lupa? apa kak?" tanya Najwa.
"Cium dulu dong," ujar Ega sembari memuncungkan bibirnya.
Najwa mendekati Ega dengan senyum malu-malu.
Cup
Najwa mencium bibir Ega, dan tersipu setelahnya.
"Hehe...masih saja malu-malu," ujar Ega sembari mengusap puncak kepala Najwa.
Najwa kemudian pergi, sembari menenteng baju seragam dan sepatu. Dari jauh Najwa tersenyum kearah teman-temannya yang tengah menggosipkan sesuatu.
"Hussttt yang kita rumpikan datang," ujar Marina.
"Bagaimana kalau kita sikat," ucap Butet.
"Setuju." Jawab teman-temannya.
"Tet. Ini seragam sama sepatu kamu yang letakkan diterasku ya? punya siapa? punyaku?" tanya Najwa.
"Lebih tepatnya aku dan Marina yang mengantar." Jawab Butet.
"Kok ditaruh sembarangan? gimana kalau ada yang ambil?" tanya Najwa.
"Ya habis gimana. Ada suara horor dari dalam rumah kau kami dengar." Jawab Butet.
"Iya. Sampai kami terpaksa mendengarnya selama hampir satu jam," timpal Marina.
"Su-Suara horor apa ya? jangan menakutiku," tanya Najwa yang masih belum paham dikerjai oleh teman-temannya.
"Mainkan kak Butet," timpal Marina.
"Ehem...ehemm...." Butet berdehem seolah akan mengambil suara terlebih dahulu.
"Ahh...kak...ah...ah..." Butet bersuara seolah-olah sedang mende*ah.
"Plok...plok...plok...plok...plokk...plokk" Marina menirukan suara sesuatu yang berhubungan dengan suara Butet.
"Ah...sayang...kamu sangat nikmat,"ujar Butet dengan suara sensualnya.
"Ahh...kak...aku mau keluar...ahh..." sambung Marina.
"Plok...plok...plokk...plok...plok," Butet menirukan bunyi sesuatu namun lebih cepat dari sebelumnya.
"Ahh...." Butet mengerang panjang.
"Ahh...ah..." Marina mengerang bersamaan dengan Butet.
Wajah Najwa memerah karena malu. Dia tidak menyangka, benar-benar ada yang mendengar kegiatan panasnya bersama Ega.
"Kalian...." mata Najwa melotot.
"Ya kan rejeki Na. Salah sendiri main di luar. Emang kamarmu lari kemana?" tanya Butet.
"Tapi kan nggak boleh ngintip juga Tet." Jawab Najwa.
"Kita nggak ngintip. Cuma sengaja mendengar," timpal Marina.
__ADS_1
"Uggghhh...kalian ini bikin aku malu tahu nggak?" Najwa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.
"Tapi paten kali terongmu itu Na. Bisa membuat suara kau melengking begitu. Jadi penasaran aku dibuatnya," ujar Butet.
"Apaan kamu penasaran dengan terongku? cari terong sendiri." Jawab Najwa.
"Kasihlah bayangan dikit kayak apa terongmu itu? macan asia, Eropa, Amerika, Australia apa Afrika?" tanya Butet.
"Afrika." Jawab Najwa asal.
"Alamakkkk...bisa bersudut 7 punya kau dibuatnya," ujar Butet.
"Butet ngomong apa sih? hadeh...pusing kalau ngomong begituan sama kalian ini. Lebih baik aku pulang saja," ujar Najwa.
"Huuu...sombong kali kak Nana. Baru tahu rasa dia terong Afrika," ujar Marina.
"Iya nanti dapatlah pula kau terong Belanda," timpal Butet.
"Busyetttt...kecil terong Belanda. Bagus juga kubikin sirup dia," ujar Marina.
"Hadeh...omongan kalian ini tidak jauh dari terong. Selamat menghayal saja deh kalau gitu. Oh ya besok kak Ega nyuruh aku jalan sama kalian. Ada yang dapat jatah libur nggak?" tanya Najwa.
"Aku." Jawab Butet dan Marina kompak.
"Kita jalan nemuin saudara si Marina saja yuk?" tanya Butet.
"Saudaraku? mana ada aku saudara di kota ini," ujar Marina.
"Noh yng suka gelantungan dipohon," ucap Butet sembari cekikikkan.
"Bilang saja kebun binatang. Pakai meledek ku pula kak Butet," ujar Marina yang jawab kekehan oleh butet.
"Ya sudah kalian rundingkan saja. Aku mau pulang dulu, sudah hampir magrib ini," ujar Najwa.
"Eleh...bilang saja mau ronde kedua," ujar Butet.
"Salah Tet. Ntar malam bisa beronde-ronde. Enak banget soalnya," ucap Najwa asal.
"Huhuhu...sombong kali kau," ujar Butet.
"Salah sendiri jomblo akut," timpal Najwa yang sedikit berteriak, karena dirinya sudah mulai berjalan pulang.
"Aihh...irilah aku sama dia. Kapan terongku datang pula," ujar Marina.
"Berhubung nggak ada terong, gantilah dulu pakai timun," timpal Butet.
"Nggak mau ntar becek,"
"Mitos," ujar Butet.
*****
Keesokan harinya Najwa, Butet dan Marina pergi ke kebun binatang. Mereka sangat senang karena sudah bertemu banyak satwa disana. Sementara itu Ega tinggal dirumah saja sembari menonton film di laptop.
Tok
Tok
Tok
Ega melirik jam dinding rumahnya yang ternyata sudah menunjukkan pukul 3 sore. Ega pikir Najwa yang pulang. Karena menonton film yang memiliki adegan dewasa, dia jadi tidak sabar menunggu kepulangan Najwa. Ega membuka pintu dengan senyum tersungging di bibirnya.
__ADS_1
"Sa...." Kata-kata Ega terhenti, saat melihat Gina datang dengan berurai air mata.
To be continue....🤗🙏