
Melody menabrak bahu Najwa dan langsung masuk begitu saja. Namun satu hal yang Melody tidak tahu, Najwa bukanlah wanita yang mudah ditindas seperti kisah sinetron dilayar kaca.
Sementara itu Ega cukup terkejut melihat kedatangan Melody yang tiba-tiba datang dan langsung memeluk dirinya.
Griuuuuttttt
Najwa menarik rambut Melody yang diwarnai blonde itu. Tarikkan itu semakin dia eratkan seiring rasa cemburunya yang memburu.
"Awwww sakitttt, sayang lihatlah istrimu ini sudah gila," ujar Melody.
Ega yang tidak suka dipeluk oleh Melody , berusaha melepaskan pelukkan itu. Sementara Najwa semakin menarik rambut Melody hingga kepala wanita itu tertarik kebelakang.
"Kamu memasuki rumahku dengan tidak sopan, mungkin aku bisa memaklumi. Mungkin orang tuamu tidak mengajarkan kamu sopan santun. Tapi kalau kamu memeluk suamiku di depan mataku aku membiarkanmu, itu sama saja aku membirkan perbuatan zina dirumahku. Jadi kalau kamu ingin rambutmu masih berada dikulit kepalamu, lepaskan suamiku!" kata-kata Najwa penuh penekanan.
Ega kemudian mendorong Melody sekuat tenaga, hingga gadis itu tersungkur dilantai.
"Aku sudah memperingatkanmu agar menjauhiku. Tapi kamu malah nekat datang kemari dan memprovokasi istriku. Melody, jangan sampai kamu memaksaku berbuat kasar padamu," hardik Ega.
"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan anakku, aku akan membuat kalian membusuk dipenjara. Ega, aku tidak pernah melihat pria sebejat kamu. Bulan lalu kamu sesuka hati menikmati tubuhku, sekarang aku sedang mengandung anak mu, apa kamu ingin lari dari tanggung jawab juga?"
Jderrrrr
Perkataan Melody seperti petir disiang hari bagi Najwa dan Ega. Sementara Melody menyembunyikan senyum misteriusnya. Najwa menoleh kearah Ega, berharap perkataan Melody hanya sebuah kebohongan. Namun saat Ega mundur beberapa langkah, Najwa cukup mengerti bahwa ucapan Melody benar.
Ega menoleh kearah Najwa. Wajah istrinya itu memang terlihat datar, tapi Ega tahu istrinya itu sangat kecewa padanya.
"Ya Tuhan...kenapa Engkau uji hambamu yang ingin bertaubat dengan ujian seberat ini. Entah apa yang ada dipikiran Najwa saat ini. Tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengannya," batin Ega.
"Apa kamu membawa hasil pemeriksaan dari dokter?" tanya Najwa yang masih mencoba berpikiran positif.
Melody dengan segala persiapannya meraih sebuah amplop yang berada dalam tasnya dan menyerahkannya pada Najwa. Najwa kemudian membaca isi surat pernyataan dari dokter, yang menyatakan Melody tengah mengandung saat ini. Ingin rasanya Najwa meremas surat itu, namun dirinya tidak ingin memperlihatkan sisi lemahnya.
__ADS_1
Najwa mengembalikan surat itu dan kembali melirik kearah Ega yang kebetulan sedang melihat kearahnya. Tatapan mata Ega sayu dan lemah, seolah pria itu membenarkan apa yang sudah di katakan pada surat itu.
Namun Pada kenyataannya, Ega saat ini sedang menyesali kebodohannya karena tertipu oleh Melody.
Flashback On
Dimalam Ega pergi ke apartemen Melody, Ega yang ingin segera pulang kerumah terpaksa gagal pergi saat Melody memperdaya dirinya.
"Ega," seru Melody dari belakang punggung pria itu.
Ega yang merasa namanya di panggil, tentu saja dirinya akan menoleh. Disaat itulah Melody, menyemprotkan cairan bius didepan wajah Ega.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Ega sembari mengibas-ngibaskan tangannya ke udara.
Namun belum sempat Ega mendapat jawaban dari Melody, pria itu sudah tidak sadarkan diri dan jatuh di lantai. Melody dengan segala tipu daya dan tujuannya, segera membawa Ega kekamarnya.
Keesokkan harinya saat Ega terbangun, dirinya sudah tidak mengenakan pakaian apapun ditubuhnya. Disebelahnya terdapat Melody dengan keadaan serupa. Ega juga menemukan banyak tanda-tanda percintaan di tubuhnya.
Ega bergegas mengenakan pakaian dan memaksa Melody bangun dari tidurnya.
Melody dengan santai membuka matanya dan malah berusaha merayu Ega dengan tubuhnya yang telanjang.
"Sayang. Kenapa sekasar itu? kamu sangat menikmati percintaan kita semalam."
"omong kosong. Aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang kamu katakan. Aku sama sekali tidak merasa kalau melakukan hal itu denganmu,"
"Terserah kalau kamu pura-pura lupa. Yang pasti seperti biasa, aku sangat puas dengan permainanmu."Jawab Melody.
"Melody. Jangan kamu pikir, kamu melakukan hal ini aku akan kembali padamu. Sampai matipun aku akan tetap memilih istriku," ujar Ega.
"Kita lihat saja. Bedo'a saja kalau aku tidak hamil. Semalam kita melakukannya tanpa pengaman seperti biasanya. Aku tidak akan menemuimu kalau aku tidak hamil. Tapi kalau aku hamil, aku akan mendatangimu untuk minta tanggung jawab. Cukup pemberitahuan saja, saat ini aku tengah masa subur,"
__ADS_1
"Melody. Aku sangat membencimu. Tuhan maha tahu, itulah sebabnya dia memilihkan jodoh terbaik untukku. Beruntung aku menikahinya bukan menikahimu."ujar Ega.
"Sekarang kamu bisa ngomong begitu, padahal 6 bulan yang lalu kamu masih tergila-gila padaku. Sifafmu alamimu yang mudah tergoda dengan wanita lain, membuatmu mencampakkanku seperti kamu mencampakkan gadis-gadismu terdahulu. Sakit sekali rasanya dikhianati Ega," ucap Melody.
"Tapi tetap saja sebajing-bajingannya pria, dia pasti akan memilih wanita baik untuk dijadikan istri," ujar Ega.
"Terserah apapun yang mau kamu katakan. Ega, kamu sekarang menghujatku. Sementar 3 tahun belakangan kamu selalu memujaku. Tidakkah kamu itu terlalu kejam? seharusnya aku yang marah, karena kamu sudah mencampakkanku. Sementara aku? apa salahku? aku hanya berusaha mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku," ucap Melody.
"Apapun alasanmu, tetap saja cara kamu menjebakku tidaklah dibenarkan. Pokoknya mulai detik ini, jangan pernah muncul dihadapanku lagi," tegas Ega.
"Sudah ku katakan padamu, aku tidak akan menemuimu kalau aku tidak hamil. tapi kalau aku sampai hamil, kamu harus tanggung jawab juga. Suka tidak suka itu juga anakmu."Jawab Melody.
"Terserah!"
Ega membuka pintu kamar dan menutunya dengan cukup keras.
Braakkkkk
Flashback Off
Najwa duduk di sofa dengan pikiran kosong. Ega bergegas mendekati Najwa dan bersimpuh dihadapan Najwa. Ega kemudian meraih kedua tangan Najwa dan mencium kedua tangan lembut itu. Dapat Najwa lihat ada air mata yang menggenang dipelupuk mata Ega.
Melihat adegan itu, tentu saja perasaan Melody tidak senang. Gadis itu dengan tidak tahu malunya malah ikut duduk di sofa.
"Sayang. Apa kamu percaya kalau aku mengatakan hal sebenarnya dibalik kehamilan Melody?" tanya Ega.
Najwa menatap dalam mata Ega yang sudah penuh air mata. Najwa tidak pernah meliha sisi Ega yang seperti ini.
"Aku percaya padamu." Jawab Najwa.
Mendengar itu Ega bergegas menarik tangan Nawa untuk kembali ke kamar.
__ADS_1
"Sayang. Dengarkan aku, aku ingin menceritakan semua padamu kenapa malam itu aku tidak pulang dan melupakan janjiku," ujad Ega.
Ega kemudian menceritakan semua tentang kejadian malam itu tanpa ada satupun yang terlewatkan. Najwa tahu Ega jujur saat ini, dan sangat menghargai hal itu.