
Brakkkkkkkkk
"E-Ega...." bibir Melody bergetar.
"Bagus sekali Melody. Selain hari ini niatku ingin memberikan bukti kebusukkanmu, ternyata aku diberikan Tuhan kesempatan mendengar langsung kebobrokkanmu sebagai manusia," ucap Ega.
"Kamu. Berharap ingin membuat drama besar untuk membodohiku lagi? Mimpi saja kamu!" Ega melemparkan dua buah surat tepat diwajah Melody.
Melody membuka amplop itu satu persatu. Yang satu berisi tes DNA dan yang satu lagi surat dari pengadilan.
"Meski kita menikah Siri entah aku juga tidak tahu apa fungsinya surat itu, hingga aku masih ingin minta keterangan dari sana. Tapi intinya aku ingin pisah dari wanita hina sepertimu."
"Melody. Aku sungguh membencimu! gara-gara kamu rumah tanggaku hancur. Gara-Gara kamu aku pisah dari Najwa. Kamu dengar perkataanku baik-baik Melody! mulai hari ini kamu bukan istriku lagi. Aku talak kamu dengan talak 3!"
Wajah Melody mendadak pias saat mendengar ucapan Ega. Baru kali ini dia melihat Ega semarah itu. Pria yang biasa memberikan dia apapun yang dia mau, pria yang selalu memanjakan dirinya, dan pria yang selalu berbicara lembut padanya. Kini Ega benar-benar ingin membuangnya tanpa sisa.
"Pergilah dari rumahku! bawa anak harammu itu. Sungguh aku jijik melihatmu!" hardik Ega penuh emosi.
Dapat Melody lihat mata Ega memancarkan kilat amarah yang menyala. Melody tidak bisa berkata apa-apa lagi. Karena percuma dirinya bicara, Ega juga sudah mentalak dirinya dengan talak 3.
Melody memasukkan pakaian kedalam kopernya, dan juga pakaian anaknya. Wanita itu memutuskan akan kembali ke Australia untuk menemui Mike, ayah dari anaknya.
"E-Ega. Bolehkah aku pinjam uangmu? aku ingin membeli tiket ke Australia. Aku ingin menemui ayah dari anakku, untuk meminta pertanggung jawabannya," ucap Melody.
Mendengar ucapan Melody, Ega jadi tertawa sangat keras. Bagi pria itu perkataan Melody sangat terdengar lucu.
__ADS_1
"Enatah aku harus tertawa atau menangis saat mendengar ucapanmu ini. Teganya kamu menghancurkan rumah tanggaku, hanya demi memenuhi hasrat duniamu itu. Kamu menghancurkan rumah tanggaku, demi bisa numpang hidup denganku. Andai kamu katakan dari awal, aku tidak perlu bercerai dari Najwa. Aku pasti akan membantu kesulitanmu."
"Dan sekarang? dengan tidak tahu malunya kamu berani meminjam uangku, setelah kamu menghancurkan hidupku?"
"Ya Tuhan Melody...aku pikir kamu ini bukan jenis manusia lagi. Aku baru melihat wanita sekejam kamu. Kamu rela menyakiti wanita lain, demi kesenanganmu. Tapi sekarang aku mengerti kenapa kamu bisa melakukan itu pada orang lain, karena orang tuamu sendiri juga kamu buang begitu saja. Anak durhaka kamu!"
"Aku tidak butuh ceramahmu. Intinya kamu mau ngasih uangnya atau tidak? anggap saja itu kompensasi untuk perpisahan kita. Jangan pelit kamu, anggap saja itu bayaran selama kamu menikmati tubuhku selama ini," ucap Melody
Ega tiba-tiba mengangkat tangannya, karena ingin memukul Melody. Namun tangan itu menggantung di udara, dan pria itu itu segera mengucap istigfar.
Ega menghela nafas panjang. Meski dadanya masih bergemuruh, Ega mencoba untuk sabar menghadapi Melody. Pria itu pikir urusannya dengan Melody juga sudah selesai.
Ega membuka tas kerjanya dan meraih uang yang memang sudah dia siapkan sebagai nafkah terakhirnya.
"Kamu benar. Anggap saja uang ini sebagai kompensasi perpisahan kita. Melody, aku harap kita tidak bertemu lagi setelah ini," ujar Ega sembari melempar amplop uang ditubuh Melody.
Tanpa banyak kata Melody meraih anaknya dan menyeret koper besarnya. Ega bisa bernafas lega setelah Melody pergi. Pria itu melirik pegelangan tangannya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Sudah sore. Sebaiknya besok ku temui Najwa ditempat kerja saja. Sekalian aku pura-pura makan siang disana," ujar Ega dengan senyum-senyum sendiri.
Ega sangat bahagia saat membayangkan saat-saat dirinya akan rujuk bersama Najwa. Dia sudah tidak sabar ingin melamar Najwa sesuai keinginannya. Bukan karena perjodohan ataupun menjalankan sebuah wasiat. Tapi karena dirinya memang mencintai Najwa dengan tulus.
"Sayang. Tunggulah sebentar lagi, kita pasti akan bersatu lagi," ujar Ega sembari melihat foto Najwa di ponselnya.
Ega bersiul-siul saat menuju kamar mandi. Pria itu merasa snagat bahagia karena dirinya bisa lepas dari Melody. Setelah selesai mandi, Ega bergegas berpakaian karena dirinya sudah tidak sabar ingin memberitahu orang tuanya perihal perceraiannya dengan Melody.
__ADS_1
"Selamat nak. akhirnya kebenaran terungakap meskipun sedikit terlambat," ujar Intan.
"Iya ma. Tapi walau begitu Ega benar-benar bersyukur karena bisa lepas dari dia. Besok rencananya aku mau menemui Najwa, untuk memberitahu semuanya. Aku ingin mendekati Najwa lagi, dan ingin mengajaknya rujuk lagi," ujar Ega dengan senyum semringah.
"Baiklah. Kalau begitu besok mama akan mendatangi orang tua Najwa. Mungkin kalau dengan bantuan orang tuanya, Najwa akan lebih mudah luluh dan mau menerimamu lagi," ucap Intan.
"Makasih ma. Aku sudah tidak sabar ingin segera rujuk dengannya." Jawab Ega.
"Untuk kedepannya jadikan peristiwa yang nenimpamu jadi pelajaran dan pengalaman bagimu. Jangan lagi dekat-dekat dengan sembarangan wnaita yang bukan muhrimmu, apapun alasannya," ujar Intan.
"Iya ma. Ega benar-benar kapok ma." Jawab Ega.
"Ya sudah. Pergilah beristirahat. Bukankah besok kamu ingin menemui Najwa? kamu harus terlihat segar saat bertemu dengannya," ucap Intan.
"Iya ma. Ega tutup ya? assalammu'alaikum,".
"Wa'alaikum salam." Jawab Intan.
Ega mengakhiri percakapan itu dengan sisa senyum dibibirnya. Setelah menunaikan kewajibannya pada Tuhan, Ega memutuskan untuk tidur lebih awal. Pria itu ingin bangun dengan tubuh fit dan segar, karena ingin menyambut lembaran hidup baru.
*****
Ega bergegas bangun, saat mendengar suara Adzan subuh. Sejak tinggal bersama Najwa, banyak sudah yang berubah dari dirinya, terutama dalam hal beribadah. Ega juga membuat sarapannya sendiri dan mencuci bajunya sendiri, yang tidak biasa dia lakukan sebelum menikah dengan Najwa.
Sekarang dia sudah menjadi orang yang berbeda. Ega lebih religius, juga lebih mandiri. Dan hari ini Ega bangun seperti biasanya, karena dia ingin pergi ke kantor. Yang awalnya ingin makan siang di restauran Arga, tiba-tiba rencananya jadi berubah haluan. Ega ingin bertemu Najwa disaat pulang bekerja. Ega berniat ingin membawa Najwa jalan-jalan sembari mengutarakan maksud hatinya
__ADS_1
Waktu kini sudah menunjukkan pukul 16.20. Saat Ega menunggu Najwa keluar dari restauran. Dia menunggu dengan tidak sabar sembari mengetuk-ngetukkan jari di stir mobilnya.