
"Sayang," sapa Arga dengan senyum yang terbit dari bibirnya.
Arga yang sangat senang melihat Najwa berada dihadapannya, reflek ingin memeluk mantan istrinya itu. Namun Najwa dengan sigap mundur beberapa langkah, karena dia tidak ingin menimbulkan masalah pada rumah tangganya.
"Apa kabar kak?" tanya Najwa tanpa mempersilahkan Arga masuk.
"Baik. Bahkan terlampau baik, terlebih saat kakak melihat kamu. Kakak sangat merindukanmu Najwa." Jawab Arga.
"Rindu apa yang kakak bicarakan. Sebaiknya kakak jangan dekat-dekat denganku, takutnya nanti kakak kena sial," sindir Najwa.
Brukkkk
Arga tiba-tiba berlutut dihadapan Najwa. Najwa jadi tidak enak hati melihatnya. Najwa melihat kekiri dan kekanan karena takut ada orang lain yang melihat adegan itu. Najwa tidak ingin ada orang yang mengira dirinya tengah menganiaya seseorang.
Namun pandangan matanya langsung tertuju pada seberang jalan. Najwa melihat Butet dan teman-temannya tengah menonton siaran langsung itu.
"Ckkk...si Butet senang sekali melihat orang teraniaya," batin Najwa.
"Kakak jangan begini. Malu dilihat tetangga kak. Nanti aku dikira ngapain," ujar Najwa.
"Tidak. Sebelum kamu maafin kakak, kakak nggak akan berdiri dari sini. Kakak benar-benar tidak bermaksud menyakitimu. Kakak waktu itu ingin kamu menjauh sejenak, agar kamu tidak lelah ngurusin kakak yang tidak berguna."
"Tapi sekarang tidak lagi. Kakak sudah sembuh setelah berobat keluar negeri. Kakak ingin menebus semua kekecewaanmu diwaktu yang lalu. Kakak mohon beri kakak kesempatan, kakak sangat mencintaimu Najwa," ujar Arga dengan mata berkaca-kaca.
Arga kemudian merogoh saku celananya, dan meraih kotak cincin didalam sana.
"Rujuklah dengan kakak lagi. Kakak janji akan membahagiakanmu selamanya. Kakak janji tidak akan mengecewakanmu lagi," sambung Arga.
Air mata Najwa jatuh saat melihat ketulusan Arga. Bukan karena dia memiliki perasaan pada pria itu, tapi itu karena dia merasa kasihan pada pria dihadapannya itu.
"Sayang. Siapa yang datang?" tanya Ega dari arah dalam.
Deg
Jantung Arga seperti berhenti bedetak. Arga segera bangkit dan menatap kearah Najwa. Najwapun bergegas menyeka air matanya, dia tidak ingin Ega salah paham padanya. Dan Ega tanpa sadar keluar dengan posisi tidak mengenakan baju bagian atas.
Najwa sedikit menyingkirkan tubuhnya, agar Ega bisa melihat sendiri tamu yang datang. Bibirnya terasa kelu saat akan menyebutkan nama mantan suaminya itu.
__ADS_1
Deg
Deg
Deg
Jantung Ega dan Arga sama-sama berdegup dengan kencang, saat melihat satu sama lain.
"Ega? kenapa dia bisa berada dalam satu rumah dengan Najwa?" batin Arga.
"Arga? mau apa dia kesini? apa dia ingin merebut Najwaku lagi? mimpi saja kamu. Aku akan mengebiri terongmu, agar selamanya tidak bisa sembuh lagi kalau berani merebut Najwa lagi. Dasar pebinor," batin Ega.
Arga melirik kearah bagian dada Ega yang terbuka. Arga bisa melihat ada bekas tanda merah di dada bagian kanan dan kiri Ega. Dan itu benar-benar membuat Arga emosi. Ega yang sempat mengikuti arah pandang Arga, mendadak tersenyum puas.
"Ada gunanya juga menyuruh Najwa membuat tanda di dadaku. Si busuk Arga bisa melihatnya. Terbakarlah itu dadamu. Hehehe," batin Ega.
"Oh...ada tamu rupanya," ujar Ega dengan santai.
"K-Kakak kenapa nggak pakai baju?" Najwa sangat malu, terlebih saat melihat dua tanda yang dia buat di dada suaminya.
"Mana kamu tahu. Kan aku yang menikmati perawan Najwa. Kasihan deh loe, hehehe."
Najwa memijat keningnya. Dia tahu Ega saat ini ingin memprovokasi Arga. Dan benar saja, wajah Arga saat ini merah padam dengan tangan yang terkepal erat.
"Masuklah kawan lama. Aku tahu tujuanmu kesini ingin mengucapkan selamat padaku kan?" tanya Ega.
Arga melihat kearah Najwa yang tertunduk. Arga yang ingin mendapat pencerahan, segera masuk dan melewati Najwa begitu saja.
"Ya Tuhan...semoga tidak terjadi apa-apa. Aku sangat takut mereka berkelahi," batin Najwa.
"Sayang. Buatkan teh buat tamu kita," ucap Ega dari arah ruang tamu.
Najwa bergegas masuk kedapur, sementara Arga menerka-nerka dalam hatinya. Dia begitu takut mendengar kenyataan, kalau Najwa sudah rujuk kembali dengan Ega. Jari jemarinya saling bertautan, dahinyapun jadi berkeringat.
Setelah menunggu hampir 5 menit, Najwa keluar dengan membawa dua cangkir teh.
"Kemarilah!" ujar Ega yang ingin Najwa duduk disampingnya.
__ADS_1
Najwa dengan berat hati menurut, karena dia tahu tujuan Ega ingin memprovokasi Arga. Najwa duduk disamping Ega, namun dengan jarak yang lumayan jauh.
"Sayang. Mendekatlah lagi, kamu kan tahu aku tidak bisa jauh-jauh dari kamu," ujar Ega.
Najwa merapat kearah Ega. Dia hanya bisa pasrah, terutama saat mendapat tatapan maut dari Arga. Ega kemudian merangkul pundak Najwa, dan mencium puncak kepala istrinya itu didepan Arga. Arga yang tidak tahan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Apa-Apaan ini?" tanya Arga dengan nafas yang naik turun.
"Apanya yang apa-apaan? boleh-boleh saja kan mencium istri sendiri?" tanya Ega.
Jderrrrrr
Ketakutan Arga benar-benar terbukti. Tubuh pria itu sampai bergetar, karena syok mendengar ucapan Ega.
"Ka-Kalian sudah menikah kembali?" tanya Arga.
"Ya. Terima kasih loh kamu sudah mencampakkan dia. Aku dengan senang hati memungutnya. Tapi bukan itu saja sih, sebab kami memang saling mencintai."
"Dulu kami berpisah karena ada orang yang menghasut istriku agar berpisah dariku. Ada orang yang memanfaatkan keluguan istriku untuk masuk diantara kami, dan ada seorang teman yang menusuk temannya dari belakang," ujar Ega panjang lebar.
"Tapi Allah maha adil. Sejahat apapun orang berniat ingin memisahkan kami, Allah punya cara sendiri buat menyatukan kami lagi,"
"Wah...Najwa. Kamu sungguh hebat, begitu tidak tahannya kamu ingin disentuh? lalu buru-buru ingin mencari penggantiku?"
"Tutup mulutmu brengsek! beraninya kamu menghina istriku didepanku?" hardik Ega.
"Aku tidak salah. Tanda merah di dadamu sudah membuktikan betapa liarnya dia," Arga yang cemburu tidak bisa lagi mengontrol ucapannya.
Ega yang emosi langsung melayangkan tinjunya diwajah Arga. Namun bukannya membalas, Arga malah terkekeh.
"Ega. Dia ini memang wanita liar. Apa kamu tahu? saat malam pertama dengannya, dia sampai membuatku kelelahan karena memintaku lagi dan lagi mengguncangnya,"
Mata Najwa terbelalak, saat mendengar fitnah yang Arga ucapkan. Tangan Najwa sampai bergetar karena ingin menampar wajah pria itu. Namun reaksi berbeda malah ditujukan oleh Ega. Pria itu malah tertawa keras, sembari memegang perutnya. Egapun mengeluarkan air mata, karena mendengar ucapan Arga yang menurutnya sangat lucu itu.
"Ternyata hati pria yang hancur, bisa berkata yang tidak-tidak. Padahal, katanya kamu mencintainya. Jadi cinta seperti apa yang kamu beri untuk Najwa selama ini? kamu tidak mencintainya Arga, tapi kamu terobsesi. Hingga obsesi kamu bisa menghalalkan segala cara supaya bisa mendapatkannya, termasuk memfitnahnya seperti sekarang ini," ujar Ega.
Arga tertegun mendengar ucapan Ega. Pria dihadapannya itu sudah banyak berubah. Terutama dengan pengendalian dirinya.
__ADS_1