
"Speaker baru Mar?" tanya Ega.
"I-Iya bang." Jawab Marina gugup.
"Tadi itu siapa bang? pacar abang?" tanya Marina.
"Bukan. Dia tadi teman satu kantorku." Jawab Ega.
"Mau apa dia kemari?" tanya Marina.
"Cuma mau ngambil flashdisk. Ini sudah hampir akhir bulan. Jadi ada agenda tutup buku. Semua data yang terinput ada di flashdisk itu." Jawab Ega.
"Oh gitu. Syukur deh," ujar Marina.
"Kok syukur?"
"Ya jadi kami masih punya kesempatan buat godain abang tiap hari." Jawab Marina sembari terkekeh yang dijawab gelengan kepala oleh Ega
"Eh ngomong-ngomong kita punya tetangga baru bang," sambung Marina.
"Oh ya?"
"Ya. Tuh, ngisi bedeng disebelah. Tadi dia ada disini, liat abang mendekat jadi masuk kedalam."
"Lah kenapa? memangnya aku gigit orang?" tanya Ega.
"Gesreknya nanggung. Nggak kayak aku," ucap Marina.
"Iya. Kalau kamu sudah nggak tertolong lagi," ujar Ega.
"Mereka bakal kerja di mall sama kayak aku nantinya," ujar Marina.
"Oh ya? baguslah. Biar kalian punya banyak teman kalau ketiban pulang agak malam." Jawab Ega.
"Iya. Mereka ada dua orang .Satunya statusnya sama kayak abang. Janda udah 3 kali,"
Entah apa fungsinya Marina menyiarkan status janda Najwa pada orang lain. Kebenarannya adalah, Marina hanya ingin berlama-lama mengobrol dengan duda tampan itu.
"Bang nyanyi yuk? pengen duet sama abang," ajak Marina.
"Waduh...aku nggak bisa nyanyi Mar. Paling banter mandi di kamar mandi doang. Lagian aku capek banget ini. Lengket, pengen mandi." Jawab Ega.
"Mau dimandiin bang?" tanya Marina.
__ADS_1
Pukkk
Maryam memukul lengan Marina dan melotot kearah gadis itu.
"Namanya juga usaha Yam. Pengen liat kualitas super kayak apa," ujar Marina.
"Apanya yang mau kamu lihat?" tanya maryam.
"Pengen tahu aja Yam. Kamu masih kecil, nanti cepat pecah bulumu." Jawab Marina
Ega yang mendengar ucapan Marina tanpa filter hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja. Ega kemudian pamit karena dia ingin segera membersihkan diri.
*****
Keesokkan harinya Najwa dan Butet benar-benar menitipkan surat lamaran pada Marina. Berhubung Marina dekat dengan Manager tempatnya bekerja, Najwa dan Butet dipanggil untuk melakukan sesi wawancara di hari itu juga. Dan manager itu memutuskan keesokkan harinya Najwa dan Butet bisa langsung bekerja.
Najwa ditetapkan bekerja sebagai kasir, sementara Butet sebagai SPG di area pakaian pria. Berbekal dari pengalaman Najwa dan Butet yang pernah menjadi seorang kasir, dan Butet sebagai tukang kredit pakaian. Mereka sama sekali tidak menemukan kendala dalam pekerjaannya.
"Bagaimana dengan pekerjaan kakak? apa tadi ada kendala?" tanya Marina saat mereka pulang dengan naik angkot bersama.
"Tidak ada. Kebetulan aku pernah jadi kasir juga." Jawab Najwa.
"Baguslah. Jadi tidak sia-sia manager itu mempekerjakan kalian yang sudah memiliki pengalaman," ujar Marina.
"Aku cleaning service disana. Aku cuma tamatan SMP soalnya." Jawab Marina.
"Tidak apa. Apapun pekerjaannya, yang penting kita tidak mengambil hak orang lain," ujar Najwa.
"Jam berapa sekarang?" tanya Butet.
"Hampir jam 10 malam." Jawab Najwa setelah melihat jam dipegelangan tangannya.
"Pantas saja capek sekali," ujar Butet.
Tidak berapa lama kemudian, angkot yang mereka tumpangi berhenti tepat dipagar bedeng rumah mereka. Ega yang kebetulan belum tidur, mengintip dari kaca jendela dan melihat Marina, Maryam, dan dua orang yang tidak bisa dia lihat dengan jelas wajahnya karena Najwa dan Butet disiplin menggunakan masker.
Srekkkk
Ega menutup gordeng jendelanya dan mulai menutup Al-Qur'an yang baru saja dia baca. Setelah itu Ega mematikan lampu ruang tamu, dan bergerak tidur.
"Si abang belum tidur rupanya," ujar Marina.
"Abang siapa?" tanya Najwa.
__ADS_1
"Abang duda. Tuh, baru matikan lampu ruang tamunya." Jawab Marina.
Najwa dan Butet menoleh kearah yang Marina maksud. Rumah itu memang sudah tampak gelap dari arah dalam.
Butet dan Najwa segera masuk kedalam rumah, begitu juga Marina dan Maryam. Rasa lelah yang melanda, membuat Butet dan Najwa tidak ingin membersihkan diri lagi dan langsung tertidur setelah mencuci muka tangan dan kaki mereka.
*****
Seperti hari sebelumnya, Najwa dan Butet kembali bekerja seperti biasanya. Begitu juga dengan hari-hari setelahnya. Tidak terasa Najwa bisa bertahan ditempat kerjanya hingga dia sudah mendapatkan gaji pertamanya.
"Buk'e. Di lemari Nana ada dompet warna pink. Ada di dalam laci ya buk'e? nanti bu'e ambil ATM yang ada didalam situ. Nana sudah mentransfer uang buat buk'e. Buk'e bisa belanja apa saja nanti," ujar Najwa diseberang telpon.
"Alhamdulillah. Makasih ya ndok? tapi lain kali kamu tidak usah kirim-kirim. Kamu tabung saja buat keperluan kamu. Buk'e dan Pak'e mu masih punya penghasilan buat makan sehari-hari," ujar Sumirah.
"Buk'e jangan nolak ya? izinkan Najwa berbakti sama buk'e dan pak'e. Kalau buk'e nerima uang itu, hati Nana akan senang," ucap Najwa.
"Baiklah. Buk'e terima ya ndok?"
"Ya buk'e. Nana tutup telponnya ya? oh ya pin ATMnya angka 1 sampai 8 buk'e," ujar Najwa.
"Iya." Jawab Sumirah.
Najwa mengakhiri panggilan telpon itu dengan senyum mengembang dibibirnya. Entah mengapa dirinya merasa sangat bahagia saat ini.
"Sepertinya kau sangat senang setelah mengirim uang itu pada mamakmu?" tanya Butet.
"Tentu saja. Ada rasa kebahagiaan dan kepuasan tersendiri." Jawab Najwa.
"Enak kali kau punya kesempatan itu. Sayangnya aku tidak punya," ujar Butet sembari tertunduk sedih.
"Eh? ma-maaf ya Tet? aku tidak bermaksud menyinggungmu," ujar Najwa.
"Tidak apa. Aku tahu kau tidak bermaksud menyinggungku. Ya sudah kita pergi tidur ya? ngantuknya mataku ini," ujar Butet.
"Oke." Jawab Najwa.
Butet dan Najwapun tertidur lelap. Sementara itu di rumah berbeda, Ega tengah menatap foto Najwa yang tergantung didinding kamarnya. Foto dengan ukuran 1x1 meter itu Ega anggap sebagai teman tidurnya. Awalnya Ega berharap cepat melupakan Najwa, namun pada kenyataannya dia masih belum bisa move pn dengan mantan istrinya itu.
"Najwa. Apa kamu sudah bahagia disana? apa sekarang kamu sudah mengandung anak dari pria lain? aku sangat merindukanmu Najwa. sangat," ucap Ega sembari menatap foto yang tengah tersenyum kearahnya.
"Apa kamu tahu? ada banyak gadis yang mendekatiku. Tapi aku sama sekali tidak tertarik. Apalagi mama, dia sangat getol ingin menjodohkanku dengan anak temannya,"
"Najwa semoga kamu selalu bahagia disana. Do'akan aku agar cepat melupakanmu, dan mendapatkan pengganti sama sepertimu,"
__ADS_1
Ega kemudian mematikan lampu kamarnya dan tidur di kamar gelap itu.