MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
23. Berangkat


__ADS_3

Ega menghentikan gerakkan tangannya saat sedang asyik berbalas chat dengan Melody. Dia cukup heran karena tidak lagi mendengar suara Najwa yang secara tidak langsung sudah dia abaikan itu. Ega menatap punggung yang tengah membelakanginya itu. Ada suara dengkuran halus dari balik punggung itu.


Setelah usai berbalas chat, Ega memutuskan untuk ikut berbaring di sisi ranjangnya yang lain. Setelah Ega terlelap tidur, Najwa berbalik posisi dan matanya tidak sengaja menatap kearah Ega yang tengah tidur nyenyak itu.


"Wajahnya cukup tenang saat tidur begini.Tapi saat dia terbangun kenapa galaknya minta ampun. Harimau saja kalah galak sama dia," batin Najwa.


Najwa kembali memejamkan matanya untuk melanjutkan tidurnya. Hingga tidak terasa waktupun beranjak petang, dan Najwa terbangun setelah mendengar suara yang berkumandang.


Najwa membuka tas yang dia bawa. Wanita itu meraih handuk dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dirinya berganti pakaian dan melaksanakan ibadah.


Najwa kemudian turun kebawah, untuk membantu Intan menyiapkan hidangan makan malam.


"Apa kalian sudah membicarakan bagaimana rencana kalian kedepannya?" tanya Intan sembari mengiris bawang bombay.


"Sudah ma. Nana memutuskan akan ikut kak Ega ke kota J, setelah urusan Nana disini selesai."


"Apa kamu tidak keberatan? walau bagaimanapun kamu sudah satu tahun menjadi guru honor di sekolahmu,"


"Tidak masalah ma. Lagipula itu memang suatu keharusan bukan? nanti Nana bisa cari tempat kerja yang baru disana," ujar Najwa.


"Mama percaya kamu bisa meruntuhkan kerasnya hati Ega."


"Tapi ma. Ada hal yang harus mama tahu juga, Nana bicara ini bukan bermaksud mengadu. Nana juga tidak ingin kak Ega tahu, kalau Nana sudah bercerita ke mama. Nana hanya ingin persyaratan yang Nana ajukan waktu itu tetap mama dan papa ingat, kalau suatu saat Nana akan menyerah dengan hubungan ini,"


"Ada apa?" tanya Intan penasaran.


"Kak Ega sudah mengakui, kalau saat ini dia sudah memiliki kekasih yang sangat dia cintai. Tapi bukan berarti dia tidak ingin mencoba untuk hubungan kami, jadi kalau saat hubungan kami memang tidak berhasil, Nana nggak mau sampai mama membeci Nana karena kami memutuskan untuk berpisah." Jawab Najwa.


Intan terdiam. Dirinya bukan tidak tahu hal itu, bahkan dia tahu betul tentang putranya yang seorang casanova. Tapi itulah pula alasan Intan senang menjadikan Najwa menantunya, karena dia ingin Najwa membimbing putranya itu agar jauh lebih baik.


"Bertahan dan bersabarlah semampumu. Mama dan papa tidak akan memaksamu jika kamu tidak sanggup menahan ataupun bersabar. Mama tidak tahu apa kalian sudah membuat kesepakatan atau tidak, tapi jika memang itu ada, jangan sampai nunggu waktunya berakhir kalau memang sudah tidak masuk diakal lagi. Apa kamu mengerti?" tanya Intan.

__ADS_1


"Mengerti ma." Jawab Najwa.


"Bagus. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan perasaan papa dan mama, karena kebahagiaan diri kamu jauh lebih penting dari apapun. Dan satu lagi, kamu itu istri sahnya. Kamu jauh lebih berhak atas diri suami kamu daripada wanita yang menjadi kekasih suamimu. Kamu boleh menyingkirkan wanita lain itu demi keutuhan rumah tanggamu."


"Menyingkirkan?"


"Ya menyingkirkan. Dalam arti agar wanita itu pergi dari kehidupan rumah tanggamu. Bukan menyingkirkan untuk dibunuh ya? jangan gara-gara suami, kamu jadi melakukan perbuatan kriminal, itu sama sekali tidak dibenarkan." Jawab Intan.


"Mengerti ma," ujar Najwa.


"Sejujurnya mama sangat berharap kamu bisa bertahan selamanya. Mama ingin kamu membuat Ega benar-benar jatuh cinta padamu. Karena kalau kita terlalu banyak membuat kesepakatan dalam pernikahan, kesannya kita tidak masalah kalau suatu saat berpisah dengan suami kita. Dan itu seperti kita sedang mempermainkan pernikahan itu sendiri," ucap Intan.


"Mama benar. Apa aku harus benar-benar berjuang demi keutuhan rumah tanggaku? tapi kak Ega sudah menegaskan kalau dia sama sekali tidak mencintaiku, dan tidak akan pernah mencintaiku. Apa iya aku harus berjuang sendiri? kalau seperti itu kan kesannya aku seperti sedang mengemis cinta suamiku sendiri," batin Majwa.


"Tapi kata-Kata mama ada benarnya juga, setidaknya dengan aku sungguh-sungguh melaksanakan peranku sebagai seorang istri, aku terhindar dari dosa,"


"Nana akan berusaha dan berjuang ma. Karena Nana menyadari kodrat Nana sebagai seorang istri," ujar Najwa.


*****


Ega terlihat sudah rapi dan wangi. Pria itu kini tengah mengenakan arloji ditangan kirinya. Ega kemudian menyeret koper dan berhenti sebelum benar-benar mencapai pintu keluar.


"Kakak mau berangkat sekarang?" tanya Najwa.


Najwa baru saja selesai membersihkan peralatan makan, setelah mereka sarapan bersama. Dan kini dia kembali ke kamar untuk mengecek persiapan suaminya itu.


"Iya. Aku berangkat dulu," ujar Ega sembari berlalu dari hadapan Najwa tanpa meninggalkan pesan apapun untuk istrinya itu.


"Tunggu!" seru Najwa, yang membuat langkah Ega terhenti seketika.


"Ada apa?" tanya Ega tanpa menoleh.

__ADS_1


"Biarkan Nana mengantar kakak sampai kedepan teras."


"Terserah." Jawab Ega sembari melanjutkan langkah kakinya dan diiringi Najwa dari arah belakang.


Setelah Ega berpamitan pada kedua orang tuanya, Ega kemudian diantar Najwa hingga kedepan teras rumah.


"Tunggu kak!" ujar Najwa ketika melihat Ega yang ingin pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun padanya.


Ega yang kesal langsung berbalik badan dan matanya beradu pandang dengan mata Najwa.


"Ada apa?" tanya Ega sembari memalingkan wajahnya untuk memutus tatapan mata mereka yang membuatnya merasakan hal yang aneh.


Tanpa banyak bicara Najwa meraih tangan Ega, dan mencium punggung tangan suaminya itu.


Cup


Satu kecupan dipunggung tangannya, mampu membuat jantung Ega berdegup dengan kencang.


"Hati-Hati dijalan kak," ucap Najwa, sembari tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipi dikanan dan kiri wajah wanita itu, senyum yang bisa membuat kaum adam meleleh termasuk Ega.


Ega lagi-lagi memalingkan wajahnya dan berusaha menenangkan degupan jantungnya.


"Heh. Ingin membuatku terkesan ya? aku tidak akan tersihir oleh senyummu itu, aku ini bukan si Affan. Lagipula Melodyku sudah mewakili setiap kecantikan wanita yang ada di muka bumi ini," batin Ega.


Tanpa menjawab ucapan Najwa, Ega langsung pergi begitu saja, yang membuat senyum terbaik Najwa menghilang seketika dari pandangan mata.


"Sepertinya akan sulit bagiku menaklukkan harimau itu. Tapi tidak apa-apa, seperti niatku dari awal, aku hanya melakukan kodratku sebagai seorang istri yang baik. Tujuanku bukan mendapatkan pujian dari manusia, tapi pujian dar Allah," gumam Najwa.


Najwapun kembali masuk kedalam rumah, dia juga ingin berpamitan dengan mertuanya untuk pergi kesekolah. Dia ingin menyelesaikan urusannya dengan pihak sekolah, agar bisa segera menyusul suaminya pergi ke kota J.


TO BE CONTINUE...🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2