
Tok
Tok
Tok
"Sayang buka pintunya. Aku nggak bisa tidur nggak peluk kamu," Ega mengetuk pintu saat waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam.
"Besok hari senin. Kamu nggak kasihan suamimu bangun telat, mata ngantuk, dan dimarahi bos karena nggak fokus kerja?"
"Sayang ayo dong buka. Aku sudah kedinginan ini. Apalagi si otong. Dia kangen sama sarangnya,"
Najwa yang mendengar ucapan Ega dari luar hanya bisa senyum-senyum sendiri. Disaat dirinya sedang merajuk, masih sempat-sempatnya dia memikirkan urusan yang dibawah perut.
Ceklekkkk
Krieekkk
Najwa perlahan membuka pintu. Dan terlihatlah wajah Ega yang sedang memasang senyum terbaiknya.
Grepppp
Ega langsung memeluk Najwa. Dan kemudian langsung mencium daging lembut istrinya itu.
"Jangan cium-cium. Aku lagi marah ini," ujar Najwa sembari mendorong dada Ega pelan. Namun bisa Ega lihat, kalau wajah Najwa tengah bersemu merah saat ini.
"Kata orang kalau hubungan suami istri tengah merenggang karena pertengkaran, cara penyelesaian terbaik yaitu dengan bertempur diranjang," ujar Ega sembari menaik turunkan alisnya.
"Modus aja terus," ucap Najwa sembari berbaring diatas tempat tidur.
"Eh? benar kok." Jawab Ega.
"Nggak ada tempur-tempuran. Kakak cepat tidur, nanti bangunnya kesiangan. Katanya takut dimarah si bos," ujar Najwa mengingatkan.
"Satu ronde aja yank. Udah itu baru bobok. Kasihan dia, sudah berat di ujung ini," wajah Ega dipasang semelas mungkin.
Najwa menatap mata suaminya, Ega mengedip-ngedipkan matanya. Terlihat sangat menggemaskan dimata Najwa.
"Ya...ya...ya?" ucap Ega yang sudah langsung melepas semua kain yang ada di tubuhnya.
"Emm...ma-mau buka sendiri atau kakak yang bukakan?" Ega mendadak malu saat Najwa terlihat menatap dirinya dengan menopang kepalanya dengan tangan.
Najwa memasang wajah tanpa ekspresi, karena ingin mengerjai suaminya itu.
"Hemmm...benar-benar nggak mau ya? ya sudahlah, kakak tidur saja kalau gitu. Kamu sabar ya tong? sarangmu sedang libur dulu hari ini," ujar Ega yang seolah mengajak benda pusakanya bicara.
Ega kemudian menutup tubuhnya dengan selimut, namun tanpa mengenakan apapun. Ega kemudian membelakangi Najwa dan mulai akan memejamkan mata. Tidak berapa lama kemudian, Najwa memeluk dirinya dari belakang, namun Ega tahu saat ini Najwa tengah tidak mengenakan apapun lagi ditubuhnya.
__ADS_1
"Ah....sayang...."
Ega menggeram, saat batang miliknya dire*as oleh Najwa. Ega kemudian berbalik badan dan langsung mengungkung istrinya itu.
"Aku tahu kamu istri berbakti dan istri sholehah. Kamu nggak akan mau dilaknat para malaikat hingga waktu subuh," ujar Ega.
"Giliran urusan bawah perut, dalil aja yang dipakai. Awas aja kalau ganjen sama si Gina-Gina itu," ucap Najwa.
"Nggak akan. Pisang ambonku ini hanya milikmu saja," ujar Ega sembari melucuti kain yang ada ditubuh istrinya itu.
Pada akhirnya Ega dan Najwa bertempur kembali. Janji Ega yang ingin minta 1 ronde, malam minta tambah satu ronde lagi. Dan jadilah paginya pria itu mengantuk saat akan pergi bekerja.
"Kakak jangan bawa mobil sendiri ya kak?" tanya Najwa.
"Kenapa?"
"Bahaya. Wajah kakak kelihatan sekali lesu karena kantuk." Jawab Najwa.
"Satu lagi. Kalau ketemu si Gina itu, jaga matamu. Awas aja nakal, aku colok pakai garpu," sambung Najwa.
Mata Ega yang semula ngantuk, jadi melek karena tertawa.
"Kenapa kakak tertawa? mau ngeledek ya? ngeremehin kata-kataku ya?" tanya Najwa.
Tawa Ega lansung mereda. Pria itu tahu, itu bentuk dari rasa cemburu Najwa. Ega kemudian meraih tangan Najwa dan menciumnya.
"Jadi percayalah. Meski di dunia ini seluruh wanita memujaku, aku tidak akan tergoda dan hanya akan mencintaimu saja," sambung Ega.
"Aku percaya." Jawab Najwa sembari tersenyum kearah suaminya.
Najwa memang percaya dengan apa yang dikatakan oleh suaminya itu. Sudah banyak bukti yang dia dapat, kalau suaminya itu hanya mencintainya saja. Dan dia sudah berjanji, bahwa dia akan memberikan kepercayaan pada Ega 100%.
"Lalu bagaimana denganku kak? berapa persen kepercayaan yang kakak berikan padaku?" tanya Najwa.
"1000%." Jawab Ega.
"Kok 1000?"
"Aku tidak pernah meragukanmu, terutama meragukan keimananmu. Aku percaya kamu bisa membedakan mana dosa, mana pahala. Kamu tidak mungkin bermain api dengan pria lain yang bukan muhrim kamu," ujar Ega.
Grepppp
Najwa masuk kedalam pelukkan suaminya itu, dengan perasaan terharu.
"Makasih ya kak? karena sudah mempercayaiku, padahal aku juga pernah mengecewakan kakak dengan menikahi pria lain," ucap Najwa.
"Tidak usah bahas masa lalu lagi. Sekarang kita harus berjanji, bahwa hubungan kita ini berdasarkan atas kepercayaan penuh. Aku tahu record masa laluku sangat buruk, sangat sulit mempercayaiku. Tapi aku bersumpah atas nama kitab suci pedoman kita, bahwa aku akan selalu setia padamu sampai akhir hayat," ujar Ega.
__ADS_1
Cup
Najwa menge*up bibir Ega cukup lama. Dia benar-benar bahagia mendengar semua ucapan suaminya.
"Sayang. Kamu benar-benar menyiksaku. Bagaimana mau kerja, kalau si otong sudah kamu bikin bangun begini?" ujar Ega yang hanya dibalas kekehan oleh Najwa.
"Ya sudah ayo kita berangkat kerja. Nanti kita telat ini," ujar Najwa yang bangkit lebih dulu dari tempat duduk. Dia tidak mau Ega berubah pikiran, dan malah menghajarnya diranjang lagi.
"Curang kamu yank...udah bangunin nggak mau nidurin," teriak Ega sembari mengenakan sepatu. Sementara Najwa terkekeh dari arah teras rumah.
Ega kemudian keluar, dan merekapun pergi menuju mobil dengan bergandengan tangan.
"Sepertinya mereka baik-baik saja," ujar Butet.
"Tentu saja baik. Kalau menyelesaikan masalahnya diatas kasur." Jawab Marina.
"Benar juga. Banyaklah tuh cupangan ditubuhnya," ujar Butet.
"Pengen?" tanya Marina.
"Kayak kau tidak saja." Jawab Butet yang dijawab kekehan oleh Marina.
Tiiin
Tiiin
"Pergi bareng yok?" ajak Najwa pada Butet dan Marina.
"Nggak ngerepotin nih kita?" tanya Butet.
"Apaan si Tet? kayak ngomong sama siapa aja kamu. Kita ini semua saudara," ujar Najwa.
"Oh iya benar. Emak sama tua." Jawab Butet sembari membuka pintu mobil.
Merekapun berangkat kerja bersama. Di sela-sela kena rambu lampu merah, Ega selalu menggenggam tangan Najwa dan sesekali menciumnya.
Butet dan Marina hanya bisa menggigit jari-jari mereka, karena melihat keromantisan pasangan itu.
"Kak. Aku kerja dulu ya?" Najwa meraih tangan Ega untuk dia cium setelah mereka sampai di depan Mall.
Ega yang lupa kemudian meraih wajah Najwa, dan mencium istrinya itu cukup lama. Yang membuat Marina dan Butet melongo dibuatnya.
"Ehemmm...ehemm. Tolong ya hargai para jomblo disini," ujar Butet.
"Iya. Kalian membuat jantungku terasa diremas-remas. Hayati cemburu bang," canda Marina.
Sementara itu Ega dan Najwa jadi tersipu malu karena kebiasaan mereka yang sulit dirubah itu.
__ADS_1
To be continue...🤗🙏