MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
91. Heboh


__ADS_3

Di kampung Najwa mendadak heboh. Karena mendengar Najwa menikah kembali dengan mantan suaminya setelah baru saja bercerai dari suaminya. Bagi Najwa tidak perlu ada penjelasan bagi orang-orang yang berniat menjatuhkannya. Atau bagi orang-orang yang mencari kesempatan untuk menghinanya.


Najwa sekarang jadi pribadi yang cuek. Karena menurutnya tidak ada gunanya menjelaskan pada mereka yang tidak paham dengan situasi yang dia hadapi di masa lalu. Mereka hanya akan bertambah mencari-cari kesalahan dirinya, dan menjadikannya sebagai bahan gunjingan.


Bahkan pak penghulu juga menanyakan padanya tentang masa iddah yang harus dia jalani. Najwa dengan gamblang menjelaskannya, dan pak penghulupun mengerti.


Dan akhirnya dengan satu kali tarikkan nafas, Ega berhasil menjadikan Najwa sebagai istrinya lagi. Pria itu sampai tergugu karena terharu.


Kali ini Ega tidak ingin pernikahannya dilakukan secara sederhana. Meski serba kilat, dia ingin pesta pernikahannya dilakukan semeriah mungkin. Meski Najwa keberatan karena malu, tapi Ega tidak perduli. Dia ingin membuat perasaannya lega dan juga sebagai rasa syukurnya karena bisa bersatu kembali dengan Najwa.


Dan jadilah keesokkan harinya Ega mengadakan resepsi pernikahan di kediaman orang tuanya.


"Capek?" tanya Ega sembari membelai rambut panjang istrinya.


"Baget kak." Jawab Najwa.


"Tidurlah. Karena besok rencananya aku ingin mengajakmu pergi berbulan madu selama 3 hari," ujar Ega.


"Bu-Bulan madu? kemana? kok kakak nggak bilang-bilang?" tanya Najwa.


"Kejutan dong." Jawab Ega.


"Tapi kemana kak?" tanya Najwa.


"Ke kota B. Disana enak, dingin. Sangat cocok buat orang yang ingin berbulan madu." Jawab Ega.


"Seharusnya nggak perlu. Kota S juga nggak kalah bagus. Lagian kita sudah pernah menikah, kenapa harus ada acara bulan madu segala?" tanya Najwa.


"Ya beda dong. Waktu itu kita belum pernah ngapa-ngapain. Si Arga apes banget nikahin kamu berbulan-bulan malah nggak ngapa-ngapain kamu," ujar Ega sembari terkekeh.


"Kok jadi menghina orang? emang kalau aku sudah di sentuh dia, kakak nggak mau lagi?" tanya Najwa.


"Eh? bu-bukan gitu. Aku tulus mencintaimu, apapun keadaanmu aku akan menerimanya." Jawab Ega.


"Ya sudahlah. Malam ini kita tidur saja dulu ya kak? capek," ujar Najwa.


"Iya." Jawab Ega sembari membawa Najwa kedalam pelukkannya.


"Ah...rasanya ini seperti mimpi. Aku sangat bahagia, karena Najwa menjadi milikku lagi sekarang," batin Ega.


*****


Cup

__ADS_1


"Morning baby. Bangun! sholat subuh berjama'ah yuk?" ujar Ega setelah mencium kening Najwa.


Najwa menggeliat, merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal.


"Jam berapa sekarang kak?" tanya Najwa.


"Setengah lima." Jawab Ega.


Najwa segera beranjak dari tempat tidur. Dan segera membersihkan diri.


"Kamu mandi?" tanya Ega.


"Iya kak. Sekalian biar segar. Katanya kita mau pergi ke kota B?"


"Udah nggak sabar ya?" tanya Ega sembari menaik turunkan alisnya.


"Kakak apaan sih," ujar Najwa tersipu.


Tidak berapa lama kemudian Adzanpun berkumandang. Najwa dan Ega pun sholat berjamaah.


"Ya Allah ya Tuhanku. Terima kasih sudah menjadikan Najwa makmumku lagi. Ini adalah kebahagiaan yang tidak bisa aku lukiskan dengan kata-kata. Hanya dia sumber kebahagiaanku,"


"Ya Allah. Terima kasih sudah membuatku bersatu kembali dengan kak ega. Aku sangat bahagia saat ini. Aku mohon jangan pernah pisahkan kami lagi,"


"Eh?" Najwa terkejut, karena isak tangis Ega, lebih besar darinya. Hingga tubuh pria itu tampak bergetar.


"Kakak?"


Najwa berpindah tempat duduk, menjadi dihadapan Ega. Ega menoleh kearah Najwa dan segera memeluk istrinya itu.


"Ada apa kak?" tanya Najwa.


"Kakak terlalu bahagia. Kakak sangat bersyukur karena kita bersatu lagi. Pokoknya apapun yang terjadi, kita jangan berpisah lagi," ujar Ega sembari terisak.


"Iya." Najwa membalas pelukkan Ega tidak kalah erat.


"Ayo kita sarapan. Sekalian kita pamitan sama papa dan mama," ujar Ega sembari menyeka air mata Najwa.


Najwa juga melakukan hal yang sama, menyeka air mata suaminya. Merekapun turun bersama sembari bergandengan tangan. Pemandangan yang membuat Intan dan Rahmat sangat bahagia melihatnya.


Sudah sejak lama sejak perceraian Ega dan Najwa. Intan dan Rahmat tidak pernah lagi melihat wajah Ega sebahagia itu. Kini kebahagiaan putranya kembali, tentu saja Intan dan Rahmat juga turut bahagia.


Ega menarik kursi untuk Najwa, dan kemudian dia duduk disamping istrinya itu. Najwa kemudian meraih pisang ambon kesukaan suaminya dan mengupaskan separuh kulitnya.

__ADS_1


"Makasih sayang," ujar Ega.


"Emm." Najwa mengangguk.


"Ma. Rencananya kami sebentar lagi mau pergi ke kota B," ujar Ega sembari menikmati pisang kesukaannya.


"Ke kota B? mau apa kalian kesana?" tanya Intan.


"Bulan madu." Jawaban Ega membuat wajah Najwa bersemu merah.


"Oh...apa kalian akan pergi membawa mobil sendiri?" tanya Intan.


"Iya. Lagian jaraknya juga dekat." Jawab Ega.


"Baiklah. Hati-Hati saja dijalan," ujar Intan.


Merekapun makan sembari berbincang banyak hal. Setelah selesai merekapun segera berkemas.


"Siap?" tanya Ega.


"Ya."Jawab Najwa.


Ega menyeret sebuah koper yang berisi pakaian mereka berdua. Mereka pun berangkat ke kota B setelah berpamitan.


"Butet pasti terkejut saat tahu kita sudah menikah," ujar Najwa.


"Biarkan saja. Biar kita kasih mereka kejutan." Jawab Ega.


"Nanti ingatkan kakak. Kita harus beli oleh-oleh buat Marina, Butet, dan teman-teman yang lain," ujar Ega.


"Iya." Jawab Najwa.


"Tidurlah. Perjalanan kita masih panjang," ujar Ega.


"Emm." Najwa mengangguk.


Tidak berapa lama kemudian Najwa tertidur lelap. Ega menyunggingkan senyumnya sembari mengusap puncak kepala Najwa. Rasanya banyak bunga bermekaran di dadanya saat ini.


Ega menyetel murotal Al-Qur'an untuk menemani perjalanan mereka yang masih panjang. Kebiasaan baru Ega, setelah bercerai dari Najwa. Ega jadi lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.


"Hah...ternyata do'a burukku agar Najwa bisa kembali padaku juga dikabulkan Allah ya? Allah memang maha baik," batin Ega.


Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam, merekapun tiba di kota B tanpa hambatan apapun. Ega dan Najwa bergegas mencari hotel untuk penginapan mereka. Setelah mendapatkan penginapan, merekapun memutuskan untuk beristirahat, menghilangkan penat setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh.

__ADS_1


__ADS_2