
Najwa keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambut panjangnya. Sementara Ega menatap Najwa dari ujung rambut sampai ujung kaki, karena istrinya itu terlihat sexy dengan hanya menggunakan handuk yang melilit ditubuhnya.
"Sayang. Malam ini kamu pakai ini ya?" ujar Ega menyodorkan sebuah paperbag berwarna merah.
"Apa ini kak?" tanya Najwa sembari meraih paperbag itu.
Mata Najwa melotot, saat tahu isinya sebuah langerie sexy berwarna merah menyala.
"Ap-Apa ini kak? saringan tahu kah?" tanya Najwa pura-pura tidak tahu.
"Saringan tahu apa. Ini baju tempur namanya. Malam ini malam pertama kita. Kakak pengen kamu pakai baju ini, biar tambah bergairah." Jawab Ega sembari menyembunyikan tawanya.
"Nggak mau ah. Malu," ujar Najwa.
"Malu apa. Kakak juga pernah lihat. Kita sholat isya dulu, setelah itu kita tempur habis-habisan," ucap Ega.
Glekkkkk
Jujur saja Najwa sangat gugup saat ini. Lututnya bahkan sedikit bergetar. Tidak berapa lama kemudian Adzan berkumandang. Ega bergegas mengajak Najwa sholat isya, karena dia sudah tidak sabar ingin malam pertama dengan istrinya itu.
Setelah sholat berjama'ah hampir 10 menit, merekapun merapikan peralatan sholat.
"Gantilah dengan baju yang kakak berikan tadi," ujar Ega.
"Eh? apa emang harus dipakai ya kak?"
"Tentu saja. Apa kamu tahu? itu baju sudah kubeli sejak lama. Aku membelinya saat berencana menceraikan Melody. Aku ingin sekali melihatmu memakai itu di malam pertama kita. Tapi sepetinya baju itu memang berjodoh denganmu. Buktinya dia kembali pada tuannya," ujar Ega.
Karena ingin menghargai niat tulus suaminya. Najwa bergegas mengganti bajunya dengan baju tempur ala Ega Dirgantara
Ceklekkk
Najwa melangkah dengan malu-malu, saat dirinya keluar dari pintu kamar mandi. Beda Najwa, beda pula dengan reaksi Ega. Mata pria itu tidak berkedip sama sekali saat melihat bentuk tubuh Najwa yang sempurna.
"Ya Tuhan sayang...bagaimana mungkin aku rela dirimu disentuh pria lain, kalau tubuhmu saja sesempurna ini," ujar Ega.
Najwa yang masih merasakan malu, masih berusaha menutupi bagian dadanya yang sangat terbuka. Yang hampir memperlihatkan aset berharganya sepenuhnya.
Perlahan Ega mendekati Najwa yang masih tampak malu-malu. Ega yang sudah tidak tahan dengan sesak penuh didalam kain segitiganya, segera menuntun Najwa kearah tempat tidur.
Dengan tergesa-gesa Ega melepas semua pakaiannya dan melemparnya kesembarang arah. Melihat reaksi Ega yang seperti itu, tentu saja Najwa jadi gugup setengah mati.
"Matilah aku. Harimau buas ini sudah kelaparan. Aku akan di makan habis olehnya malam ini," batin Najwa.
"Astagfirullah pisang ambon,"
Najwa menutupi wajahnya, dia benar-benar malu saat melihat benda kebanggaan Ega sudah mengacung sempurna dan ingin segera di jinakkan.
"Kenapa harus tutup wajah, seperti tidak pernah melihatnya saja. Bagaimana? apa punya suamimu ini lebih besar dari punya mantan-mantan suamimu sebelumnya?" tanya Ega dengan menaik turunkan alisnya.
"Mana aku tahu. Aku nggak pernah lihat," batin Najwa.
__ADS_1
"Ternyata selain tidak tahu malu, kakak orangnya juga narsis." Jawab Najwa.
Ega tidak lagi menjawab ucapan Najwa. Dikecupnya kepala Najwa, setelah membacakan do'a di ubun-ubun istrinya itu.
Ega kemudian mulai mencium kening, mata, hidung dan terakhir bibir Najwa. Mereka saling berpagut mesra. Ciuman yang semula menuntun, perlahan berubah jadi menuntut. Sementara tangan Ega sudah tidak bisa dikondisikan lagi.
Ega dengan tidak sabar merobek baju yang Najwa kenakan, hingga membuat mata Najwa melebar. Ega berhasil membuat Najwa tidak mengenakan baju sehelai benangpun.
"Ahh...."
Najwa mende*ah saat Ega dengan rakus menangkup puncak dadanya dengan mulut harimaunya. Suara merdu Najwa membuat Ega semakin bersemangat menyentuh istrinya itu. Tangan Ega bergerilya, menyentuh bagian-bagian sensitif Najwa.
Najwa tak kuasa menahan suaranya agar tidak bersuara lebih keras dari sebelumnya. Ega begitu lihai membuat dirinya melayang, dengan segudang pengalaman yang dia miliki sebelumnya.
"Ka-Kakak mau apa?" tanya Najwa dengan nafas tersenggal.
Ega tidak menjawab ucapan Najwa, dia lebih suka bertindak daripada bicara yang tidak perlu saat diatas tempat tidur. Ega membuka ladang surganya perlahan, meskipun Najwa sedikit menolak, karena malu.
"Bukalah untukku sayang," ujar Ega dengan suara serak. Najwa tahu, saat ini Ega tengah terbakar gairah.
Najwa hanya bisa pasrah, dan membuka pahanya sembari memejamkan mata karena malu.
"Bentuk yang indah," ujar Ega.
Najwa hanya bisa menggigit kecil bibirnya dengan memejamkan mata, saat mendengar pujian konyol suaminya itu. Namun matanya tiba-tiba terbelalak, saat Ega tiba-tiba memainkan lidahnya dibawah sana.
Sungguh Najwa tidak bisa menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini. Ega bermain dengan cara luar biasa, hingga dirinya mau tidak mau bersuara merdu lebih sering dari sebelumnya.
Najwa hanya bisa menyalurkan rasa nikmat yang dia rasakan dengan meremas rambut suaminya itu. Makin lama rasa itu makin menuntut, hingga Najwa ingin sekali membenamkan wajah Ega semakin dalam memenuhi liang basah miliknya. Dan saat rasa itu sudah sampai puncaknya, Tubuh Najwa menggelepar bak ikan kekurangan air.
"Hah...hah...hah..."
Nafas Najwa tersenggal-senggal saat dirinya mendapatkan pelepasan pertamanya.
"Enak?" tanya Ega. yang dijawab anggukkan malu-malu.
"Aku akan memberikanmu rasa nikmat lebih dari itu. Mungkin kamu memang pernah melakukannya dengan Affan, tapi aku jamin perminanku lebih hebat dari dia. Aku akan membuatmu tidak tidur malam ini," ujar Ega.
"Mampus," batin Najwa.
Ega mulai membelah kembali kedua kaki Najwa yang sempat merapat. Ega perlahan menekan miliknya agar segera masuk kedalam sana. Namun Ega merasakan aneh, milik Najwa sangat sulit ditembus, sangat berbeda saat pertama kali bermain dengan Melody untuk pertama kali.
Ega kembali mencoba menekan miliknya, dan melihat Najwa meringis kesakitan. Dan saat milikknya berhasil masuk bagian ujungnya, hambatan kembali dia temukan setelahnya. Dan satu lagi, Ega juga merasakan sakit pada miliknya.
"Akkkkhhhh sakitttt...." Najwa menjerit kesakitan saat Ega berusaha mendorong masuk miliknya lebih dalam.
"Na-Najwa. Ka-Kamu...."
Ega menghentikan aksinya saat melihat Najwa meringis kesakitan, dan miliknya begitu sulit masuk sepenuhnya.
Cup
__ADS_1
Najwa mencium bibir suaminya sembari mengalungkan kedua tangan di leher suaminya.
"Ini hadiah dariku. Mungkin hadiah dari mas Affan juga. Aku masih perawan kak," ujar Najwa.
Tes
Tes
Tes
Air mata haru meluncur begitu saja dari mata Ega. Najwa menyeka air mata suaminya itu, dan mencium tiap inci wajah Ega.
Cup
Cup
Cup
Ega menciumi Najwa dengan serupa sampai tidak ada yang terlewatkan.
"Terima kasih sayang. Aku sangat bahagia sekali. Terima kasih atas hadiahmu yang berharga ini," ucap Ega.
"Lakukanlah kak. Aku siap memberikan segalanya malam ini," ujar Najwa.
"Kakak coba lagi ya?"
"Emm." Najwa mengangguk.
Ega perlahan kembali bergerak. Ega menghentakkan miliknya sedikit lebih keras, untuk menjebol pertahanan Najwa. Barulah di hentakan ketiga, milik Ega masuk sepenuhnya yang dibarangi dengan jeritan Najwa dibahunya. Najwa yang tak kuasa menahan sakit, tanpa sadar menggigit bahu Ega sembari meneteskan air mata.
"Maaf," ujar Ega sembari menyeka air mata istrinya itu.
Perlahan Ega mulai bergerak. Suara derit ranjang memenuhi ruang kamar itu. Dan lambat laun tidak hanya suara derit ranjang saja. Suara keduanyapun saling bersahutan.
"Ah...kak..."
"Ah...sayang...milikmu sangat nikmat," ujar Ega disela-sela miliknya yang memacu hebat milik Najwa.
"Emmppttt...ahh...ahh"
Najwa lagi-lagi mengerang panjang saat Ega semakin mempercepat gerakan pinggulnya.
"Oh...baby....ahh.."
"Ahhh...kak...ah..."
Kedua sejoli itu mengerang bersamaan.Sungguh Ega tidak bisa mengungkapkan bagaimana nikmatnya permainannya kali ini. Ega menyadari, karena Najwa perawan jadi rasanya sungguh berbeda saat dirinya bermain dengan mantan-mantannya terdahulu.
Dan sesuai perkataannya, Ega membuat Najwa jadi landasan pacu hingga subuh menjelang. Sudah tidak terhitung berapa kali mereka mengulanginya dan mendapatkan pelepasan.
To be continue...🤗🙏
__ADS_1