MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH
53. Dijenguk.


__ADS_3

"Najwa. Kamu dimana? kenapa sudah dua hari tidak masuk kerja?" chat Arga.


"Kakak maaf. Aku lupa memberikan kabar. Aku lagi dirawat di rumah sakit sekarang kak," balas Najwa.


"Rumah sakit mana? ruangan apa?"


"Kasih bunda. ruang cempaka no 6,"


Arga tidak lagi membalas chat itu. Pria itupun bergegas menyambar kunci motornya, dan bermaksud pergi untuk menjenguk Najwa. Sebelum sampai di rumah sakit, Arga mampir terlebih dahulu ke toko buah. Setelah membeli parsel buah, Arga pun bergegas pergi ke rumah sakit.


Kriekkkkk


Arga menekan handle pintu dan mendapati Najwa tengah sedang membaca kita suci. Najwa menyudahi bacaannya, saat melihat kedatangan Arga.


"Assalamu'alaikum,"


"Wa'alaikum salam." Jawab Najwa.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Arga sembari meletakkan parsel buah diatas nakas.


"Sudah agak mendingan. Mungkin besok pagi sudah boleh pulang." Jawab Najwa.


"Ega kemana?"


"Kerja." Jawab Najwa.


"Maaf ya kak. Aku benar-benar lupa mengabari kakak. Apa selama aku disini kakak yang menggantikan aku jadi kasir?" tanya Najwa


"Ya. Tidak masalah. Kamu harus sembuh dulu, baru pikirkan pekerjaan. Biar semua kakak yang handle."


"Aku benar-benar minta maaf karena sudah merepotkan kakak," ujar Najwa.


"Tidak apa-apa. Bukankah sesama teman memang harus saling bantu?"


"Terima kasih." Jawab Najwa.


"Apa obatmu sudah di minum?" tanya Arga.


"Sudah kak." Jawab Najwa.


"Itu bagus. Pokoknya kalau belum sembuh total, kamu jangan dulu masuk kerja. Biar kakak yang menggantikanmu, dan kamu tidak perlu khawatir gajimu di kurangi."


"Terima kasih kak," ujar Najwa.


"Kamu ingin buah apa? biar kakak kupaskan untukmu," tanya Arga yang membuka kantung plastik parsel yang dia bawa.

__ADS_1


"Tidak usah kak. Aku masih sangat kenyang," ujar Najwa.


"Sebenarnya kenapa kamu bisa sampai sakit begini? apa kamu kelelahan bekerja? seharusnya kamu bilang kalau waktu bekerjamu dianggap melebihi kemampuanmu,"


"Kakak jangan bicara seperti itu. Aku jadi malu loh. Waktu bekerja sesingkat dan segampang itu, mana mungkin lelah jika dibandingkan dengan pelayan yang bertugas menghantar makanan."


"Lagipula aku sakit karena terlalu banyak makan ice cream," sambung Najwa.


"Ice cream? apa kamu memakannya sebanyak satu ember?" tanya Arga sembari terkrkeh.


"Dua hari yang lalu kak Ega membawaku pergi ke Rumah Ice cream. Aku memamg suka memakan ice cream. Karena kalap, aku tanpa sadar makan ice cream habis dua gelas besar." Jawab Najwa.


Mendengar jawaban Najwa, tentu saja Arga masih merasakan cemburu di hatinya.


"Ayolah Arga. Ini tidak benar, kamu masih mendambakannya, padahal kamu tahu dia itu masih jadi istri orang," batin Arga.


Arga melirik arloji dipegelangan tangannya, pria itu segera berpamitan pulang. Dia tidak ingin Ega melihat keberadaannya bersama Najwa dan akan menimbulkan salah paham.


"Makasih ya kak. Sudah menjenguk aku disini" ujar Najwa.


"Sama-Sama. Cepat sembuh ya?"


"Emm. Terima kasih," ujar Najwa.


Arga kemudian keluar dari ruangan itu. Selang 30 menit kemudian Ega datang dengan pakaian santainya. Sepertinya pria itu pulang kerumah dulu setelah pulang bekerja, dan membersihkan diri sebelum akhirnya kembali menjenguk Najwa ke rumah sakit.


"Kakak nggak capek. Pokoknya aku mau nemanin kamu. Lagian aku juga takut kalau ada hantu pria yang ngambil istriku," ujar Ega.


"Mana berani mereka mendekatiku, nereka tahu aku sudah jadi milik kakak." Jawab Najwa.


Jawaban Najwa sungguh membuat Ega merasa damai. Ega tahu, Najwa sepertinya sudah membuka hati untuk dirinya. Ega kemudian meraih kedua tangan Najwa, dan meletakkan tangan itu di kedua pipinya.


"Cepat sembuh. Rumah terasa sunyi kalau nggak ada keributanmu di dapur. Rumah juga jadi suram tanpa suaramu yang suka melantunkan ayat suci Al-Qur'an. Aku rindu sholat berjama'ah denganmu sayang,"


Ega mencium kedua telapak tangan Najwa, hingga mata wanita jadi berkaca-kaca.


"Katakan kalau kamu mencintaiku kak. Katakan sekali saja, aku pasti akan langsung menerimamu dengan tangan terbuka," batin Najwa.


"Hey...kenapa kamu nangis. Hem?" tanya Ega sembari menyeka air mata Najwa.


"Aku hanya rindu rumah. Rindu makan bersama, berangkat kerja sama-sama." Jawab Najwa seadanya.


"Kakak juga. Cepat sembuh ya sayang," ujar Ega sembari mengelus pipi lembut Najwa.


"Emm." Najwa mengangguk.

__ADS_1


*****


Sudah 3 hari Najwa opname di rumah sakit, kini akhirnya dia bisa bernafas lega karena sudah diperbolehkan pulang kerumah. Najwa memang tidak ingin orang tua dan mertuanya tahu, karena tidak ingin mereka khawatir.


"Jangan lakukan apapun dulu ya? biar kakak yang memasak makan malam untuk kita,"!ujar Ega saat mereka tiba di rumah.


Ega masih terlihat menggunakan pakaian seragam saat menjemput Najwa, karena dia menjemput Najwa memang sepulang dirinya bekerja.


"Nggak apa-apa kak. Aku sudah sembuh kok," ujar Najwa.


"Jangan bandel lagi. Biarkan kali ini kakak yang melayanimu," ucap Ega.


"Oke baiklah. Suatu kehornatan bisa mencicipi masakkan pangeran." Jawab Najwa.


"Baiklah. Tuan putri duduk yang manis di meja makan ya? temani kakak memasak, biar kakak nggak merasa sepi," ujar Ega.


"Oke." Jawab Najwa sembari tersenyum.


Ega bergegas berganti pakaian, setelah itu dia langsung menuju dapur. Sementara itu Najwa yang menunggu Ega memasak, membuka kembali kitabnya dan membacanya dengan merdu.


"Affan terima kasih sudah menghadiahkan bidadari surga buat kakak. sungguh kakak bahagia mempunyai istri seperti dia. Kini aku baru sadar, kenapa kamu bisa mencintai dia meskipun kalian berpacaran hingga 9 tahun lamanya. Dia benar-benar mahluk yang aku inginkan berada disisiku hingga akhir hayat,"


Ega begitu menghayati saat Najwa melantunkan ayat demi ayat dengan fasih dan merdu. Berada didekat Najwa sungguh membuatnya nyaman.


"Makanan sudah siap tuan putri," ujar Ega sembari meletakkan hidangan diatas meja.


"Wah...benar-benar menggugah selera ini kak. Aku sudah tidak sabar ingin menyantapnya," ujar Najwa.


"Tapi ingat. Kamu dilarang makan sambal terlalu banyak, kondisimu belum sehat betul."


"Ya kak." Najwa menurut.


Najwa mengacungi jempol saat merasakan suapan pertama masakkan Ega.


Cup


Najwa mencium pipi Ega, yang membuat pria itu langsung bersemu merah.


"Terima kasih karena kakak sudah menjagaku dan juga perhatian padaku. Aku sangat bahagia saat ini," ujar Najwa.


"Apa saat kamu tahu suamimu sudah tidur dengan wanita lain, kamu juga masih bisa merasakan bahagia? rasanya aku ingin mati saja, daripada harus melihat kami nangis lagi," batin Ega.


"Najwa. Kamu tidak tahu rasa bersalah di hatiku ini membuatku tidak berani lagi memberikanmu harapan setinggi langit lagi. Tapi hatiku begitu kuat ingin memilikimu. Tunggulah bulan depan, kita akan lihat apa yang akan direncanakan Tuhan untuk kita berdua. Aku sudah menyiapkan semuanya, tinggal Tuhan memberikan restu atau tidak,"


"Suapi kakak," ujar Ega tiba-tiba.

__ADS_1


Dan untuk selanjutnya mereka kembali makan dengan saling menyuapi satu sama lain. Sungguh rasanya Ega tidak ingin momen ini hilang dari hidupnya untuk selamanya.


TO BE CONTINUE....🤗🙏


__ADS_2