Matthelina

Matthelina
[Season 2] CHAPTER TIGAPULUH ENAM


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu


Sementara Anna berjalan sambil menelepon, Elina masih bergeming di sana sambil melihat-lihat susu hamil dari merek lain.


Elina memilih salah satu merek susu, lalu bertanya pada Anna, "Kamu suka rasa cokelat atau vanila?" Ia menoleh, lalu tertegun. Anna sudah berjalan jauh.


Mungkin telepon penting, gumamnya di dalam hati. Kemudian, ia meraih sekaleng susu untuk wanita hamil dari merek yang dipilihnya.


"Mungkin dia suka rasa cokelat," tebaknya, bergumam sendiri.


Sekarang, ia mendorong trolinya ke rak yang lain. Elina mencari susu untuknya dan Matthew. Semua barang belanjaan telah dibeli, kini ia kembali menemui Anna—jika dia masih di tempat yang tadi.


Ketika ia akan berbalik, tiba-tiba seseorang yang memakai jaket hoodie menyenggol lengannya dari belakang. Elina terkejut lalu menoleh.


"Eh, maaf," katanya.


Dari perawakannya, sepertinya dia seorang wanita, apalagi terlihat rambut cokelat panjangnya yang tergerai. Elina tak dapat melihat wajahnya, karena wanita itu hanya menoleh sedikit lalu tersentak menundukkan kepala. Aneh sekali.


Tanpa mengatakan apa pun, wanita itu buru-buru pergi. Elina merasakan keganjilan pada wanita itu, tetapi setelahnya ia lupakan. Saat ia akan kembali melangkah, ia melihat sesuatu di lantai dekat trolinya.


"Kacamata? Apa punya wanita tadi?" gumamnya, mengernyit.


Ia lihat, wanita itu belum terlalu jauh, maka ia segera menyusul wanita tadi sambil memanggil wanita itu.

__ADS_1


.


.


.


Anna melihat ke sekeliling, tidak menemukan ibu mertuanya di manapun. "Bagaimana ini? Apa aku kasih tahu Logan? Ah, tidak! Cari saja dulu."


Baru akan mencari, ia melihat Elina setengah berlari mengejar seseorang sambil berseru.


"Mama!" serunya, lalu berlari mengejar Elina.


Mungkin karena suasana cukup bising, Elina tak mendengar, gigih mengejar orang itu. Anna heran, siapa yang Elina kejar sampai penasaran begitu. Mana ia napasnya sudah pendek-pendek. Oh! Kehamilan ini membuat gerakannya jadi terbatas!


Entah apa yang membuat wanita itu menghindari Elina sampai lari terbirit-birit begitu, lalu menabrak troli pengunjung supermarket tapi orang itu masih bisa berlari.


Namun, wanita itu tak mengindahkan dan terus berlari. Anna tak membiarkan, buru-buru menangkap lengan wanita itu. Elina sampai di sana dengan napas terengah-engah.


"Diam!" sergah Anna, memegang tangan satunya wanita itu karena terus meronta. "Siapa kamu? Ma, kenapa Mama kejar dia?"


Elina hanya membeku dengan mulut agak terbuka. Kacamata yang dipegangnya terjatuh, lalu matanya yang berair mendelik. Perlahan, tubuhnya lunglai, terjatuh ke tanah.


"PEMBUNUH!" Jeritnya histeris.

__ADS_1


Anna mengernyit. Pembunuh? Siapa? Orang ini? Lantas, ia membuka hoodie yang dipakai wanita itu, lalu melihat wajahnya lamat-lamat.


Wanita setengah baya itu, Anna tak mengenalnya. Tapi mungkin saja wanita ini bekas narapidana? Atau wajahnya mirip dengan seseorang yang Elina kenal sebagai "pembunuh"?


Anna melepaskan orang itu, berpindah menghampiri Elina dan memeluknya. "Ma, tenang. Orangnya sudah pergi."


"Dia pembunuh! Pembunuh!" isak Elina.



Anna memberitahukan keadaan mama pada Logan, sehingga pria itu berlari ke rumah untuk melihat keadaan mamanya. Sesampainya di sana, Elina sedang tertidur di kamar, Anna di sampingnya untuk menjaga.


Seorang dokter telah selesai memeriksa keadaan Elina, lalu berbicara pada Anna mengenai hasil diagnosanya. Anna mengantarkan dokter itu keluar kamar, dan bertemu dengan Logan yang sejak tadi berdiri di ambang pintu.


Anna meminta pelayan untuk mengantarkan dokter sampai pintu keluar, sementara ia berbicara dengan Logan. "Mama sudah tidur."


Logan mengangguk pelan. "Aku juga sudah menghubungi papa."


Setelah itu, mereka sama-sama hening karena pikiran masing-masing dan bingung harus melakukan apa.


"Em ... Kamu mau minum teh?" tanya Anna canggung.


"Boleh." Logan mengangguk. "Aku mau melihat mama dulu."

__ADS_1


Anna iba melihat Logan begitu kuyu. Pria itu sangat cemas. "Aku buatkan dulu, ya."[]


note: Begini, karena karya aku udah di kurasi oleh editor Dr3me (dua bulan baru lulus kurasi) mungkin author bakal jarang update, atau updatenya sedikit soalnya harus fokus ke pf itu. maaf, ya. habis nggak tega ninggalin noveltoon. mohon pengertiannya ya.


__ADS_2