Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
100. TANTANGAN GILA


__ADS_3

"Sayang, sepertinya kau sangat bahagia hari ini?" tanya Zyano menatap wajah Katerina yang tampak berseri-seri. Saat ini keduanya tengah makan malam bersama dengan nuansa penuh keromantisan.


"Tentu saja hubby, apa kau tau kalau, nyonya Sera menyetujui persyaratan ku. Satu rencana ku sudah berhasil tinggal menunggu hasilnya saja lagi." jawab Katerina tersenyum bahagia.


"Baguslah kalau begitu sayang." ujar Zyano pura-pura tak tau padahal dia berperan penting didalamnya.


"Iya hubby, tidak sia-sia aku merencanakan ini semua. Tapi aku sedikit heran. Awalnya dia bersikeras menolak tawaran ku tapi kenapa sekarang dia langsung menyetujuinya ya? Aku tidak begitu mengerti hubby." ucap Katerina merasa sedikit curiga.


"Hm, aku juga tidak tahu sayang. Tapi sudahlah yang penting kan dia menyetujuinya. Jadi, kau tidak perlu banyak berpikir lagi." balas Zyano santai.


Katerina terkekeh. "Iya kau benar hubby." Katerina bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri suaminya. Ia melingkarkan tangannya di leher Zyano dan duduk di pangkuannya sambil berkata. "Tapi aku sangat berterima kasih karena ini semua juga berkat dukungan hubby. Tanpa bantuan hubby mana bisa aku sampai di titik ini." ujar Katerina.


"Apapun untukmu sayang." ucap Zyano mengecup bibir Katerina singkat. Ia juga mengeratkan tangannya di pinggang ramping istrinya supaya tidak jatuh.


"Makasih hubby." balas Katerina mencium pipi kanan suaminya.


"Oh iya, hampir saja lupa. Untuk merayakan kebahagiaan hari ini. Ayo kita minum-minum." seru Katerina penuh semangat.


Zyano tersentak. "Tunggu? Minum?"


"Iya hubby." jawab Katerina mengangguk yakin.


Katerina mengalihkan pandangannya ke arah maid nya. "Lyla, tolong ambilkan wine yang sudah aku pesan tadi ya." pinta Katerina.


"Iya nyonya, tunggu sebentar." ujar Lyla bergegas pergi.


"Sayang, kau memesan wine?" tanya Zyano menatap istrinya tak percaya.


"Iya hubby. Apa ada masalah?" ujar Katerina balik bertanya.


"Tidak ada tapi memangnya kau bisa minum?"


Katerina terkekeh malu. "Sebenarnya aku tidak begitu bisa minum hubby. Tapi karena ini hari bahagia kita jadi tidak ada salahnya bukan?"


"Yah, aku tidak masalah dengan itu tapi bagaimana denganmu sayang? Kau tidak biasa minum bukan?"


"Memangnya kenapa? Apa jangan-jangan hubby takut ya?"


"Hah? Takut kenapa?"


"Yah, siapa tau hubby yang duluan mabuk. Ups." ejek Katerina.


Zyano merasa tertohok. "Kau meremehkan ku sayang?"


"Aku tidak bilang begitu tuh." bantah Katerina mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Lalu, apa maksud kata-kata mu tadi hm? Kau seperti mengejek ku tidak bisa minum, Kate." ujar Zyano.


"Yah, mana tau begitu kan? Lagipula aku juga tidak pernah melihat hubby minum." ucap Katerina tersenyum menyindir.


"Baiklah, ayo kita buktikan. Siapa yang duluan mabuk maka dia yang kalah!"


"Oke, siapa takut!"


"Tunggu, sebelum itu ayo kita buat kesepakatan dulu!" ujar Zyano tiba-tiba.


Kening Katerina mengerut bingung. "Kesepakatan apa?"


"Siapapun yang kalah maka dia harus menuruti 1 permintaan yang menang!" ujar Zyano menantang.


"Ayo, siapa takut!" ucap Katerina menerima tantangan dengan senang hati.


Zyano menarik sudut bibirnya. "Oke, tapi ingat loh sayang. 1 permintaan ini bebas. Jadi, tidak ada bantahan apapun." Tutur Zyano memperingati.


Akan tetapi Katerina menjawabnya tanpa keraguan sama sekali. "Tentu saja."


"Lyla, mana wine nya." teriak Katerina memanggil maid nya tersebut.


"Maaf telat, nyonya. Ini dia wine yang nyonya pesan." ucap Lyla.


Zyano tertegun. "Wah, bukankah ini wine Chateau Margaux?" tanya Zyano menatap tak percaya.


"Iya hubby, jadi kau tau merek wine ini?"


"Mana mungkin aku tidak tahu sayang. Ini salah satu wine favoritku." ujar Zyano memberitahu.


"Benarkah?"


"Iya sayang. Tidak ku sangka kau malah membeli wine ini? Apa kau tau berapa harganya?"


"Hm, yah harganya lumayan fantastis dan hampir membuat ku bangkrut tapi tidak masalah karena ini adalah, hari bahagia kita." ujar Katerina.


"Oh ya?"


"Iya hubby."

__ADS_1


"Padahal kau tidak perlu membelinya sayang karena aku sudah punya banyak di ruang pribadi ku."


"Apa?" Katerina terkejut sampai mengedipkan matanya berkali-kali karena tak percaya. Ia membeli wine seharga miliaran dollar yang hampir menghabiskan setengah tabungannya itu tapi ternyata suaminya malah punya banyak. Astaga uangnya terbuang sia-sia.


"Hubby, kenapa kau tidak memberitahu ku kalau kau punya banyak wine ini." tanya Katerina rasanya ingin menangis.


"Kau tidak bertanya dengan ku sayang. Aku mana tau kau akan membeli wine ini." jawab Zyano apa adanya.


"Oh tidak. Tabunganku hilang sudah." jerit Katerina menepuk jidatnya frustasi.


"Kau membeli wine ini dengan tabunganmu?" tanya Zyano.


"Iya hubby." jawabnya mengangguk lesu.


"Astaga, kenapa kau tidak memakai kartu yang kuberikan untukmu, Kate?"


"Itu....ya aku takut kalau uangnya habis." ujar Katerina merosot lesu. Ia jadi tak bersemangat karena sudah menghabiskan tabungannya dengan sia-sia.


Zyano terkekeh lucu. "Itu tidak akan habis sayang karena aku pasti akan mengisi nya setiap bulan."


"Huaaaaaaaa kenapa hubby baru mengatakan nya sekarang? Tabunganku jadi terbuang sia-sia kan. Huhuhu."


"Kan sudah ku bilang kalau ingin membeli sesuatu pakailah kartu itu, Kate!"


"Aku mana tau jadinya akan begini hubby." rengek Katerina merasa frustasi.


"Sudahlah sayang. Tidak perlu disesali lagi. Aku akan mengganti tabunganmu itu."


"Tidak perlu!" tolak Katerina tegas.


"Kenapa?"


"Itu tabungan ku hubby. Biar aku saja yang memikirkan nya. Pokoknya hubby tidak perlu mengganti nya oke?"


"Baiklah, terserah mu sayang."


"Makasih hubby."


"Ya sudah, jangan sedih lagi. Katanya ini hari bahagia kenapa malah menangis hm?"


"Iya hubby benar. Ayo kita lanjutkan tantangan tadi!" ujar Katerina kembali bersemangat.


"Baiklah, yang pertama biar aku saja yang menuangkan wine nya untukmu." tawar Zyano.


"Oke."


"Apa kau sudah siap sayang?" tanya Zyano menatap istrinya.


"Aku selalu siap hubby." jawabnya penuh keyakinan.


"Baiklah, dalam hitungan ketiga kita minum bersama-sama."


1...2.....3...


Setelah hitungan ketiga keduanya langsung meminum wine itu. Katerina meringis pelan karena kadar alkohol nya lumayan tinggi. Wajar karena Katerina sebenarnya tidak begitu bisa minum. Terakhir kali dia minum saat di usir dari rumah hingga akhirnya membuatnya kecelakaan dan bertemu Zyano.


"Bagaimana? Apa yang kau rasakan hm?" tanya Zyano menyingkap helaian rambut Katerina yang berterbangan ke dauh telinga nya.


"Hm, lumayan. Rasanya tidak begitu buruk. Pantas saja wine ini mahal karena rasanya sungguh enak hanya saja kadar alkohol nya terlalu tinggi." jawab Katerina memberikan penilaian.


"Benarkah? Lantas, apa kau ingin menyerah hm?"


"Mana mungkin! Ini baru permulaan aku tidak akan menyerah secepat itu hubby!" bantah Katerina.


"Apa kau yakin?"


"Yah, untuk yang kedua biar aku saja yang menuangkan nya untuk hubby." ujar Katerina mulai menuangkan wine tadi ke gelas Zyano dan kemudian gelasnya.


"Ayo kita berpesta." teriak Katerina sambil meminum wine tadi hingga habis. Awalnya dia baik-baik saja. Namun, setelah beberapa kali minum wine tadi Katerina mulai merasa kepalanya berkunang-kunang. Pandangannya sedikit mengabur. Tapi dia masih sadar.


"Hubby." panggil Katerina.


"Hm?"


Tangan kanan Katerina terangkat membelai wajah tampan suaminya. "Apa kau tau kalau kau itu sangat tampan? Lihatlah wajahmu ini. Kulit yang putih bersih, hidung mancung, alis tebal dan yah bibir yang seksi. Ck, bagaimana tuhan bisa menciptakan manusia setampan ini?" decak Katerina mulai melantur.


"Meskipun begitu apa kau menyukainya?" tanya Zyano.


"Tentu saja. Bahkan rasanya setiap hari aku ingin mencium hubby terus." ucap nya.


"Baiklah, kau boleh mencium ku sesuka hatimu sayang." ujar Zyano memberi lampu hijau.


"Benarkah?"


"Iya sayang."

__ADS_1


"Oke." Katerina mulai memajukan bibirnya hendak mencium bibir Zyano. Namun, saat bibirnya mulai bersentuhan tiba-tiba saja Katerina malah mendorong dada bidang Zyano hingga membuat pria itu terkejut.


"Eits, tidak semudah itu hubby hahahaha." gelak tawa Katerina terdengar mengejek. Ia sengaja mengerjai suaminya itu.


Zyano terhenyak. "Hah? Kau sengaja mempermainkan ku sayang?"


"Tidak tuh." jawabnya terkekeh.


"Kau sudah kalah sayang."


"Kata siapa hah? Aku tidak mungkin kalah dari hubby!" tegas Katerina.


"Tapi lihatlah dirimu, Kate. Kau sudah sangat mabuk bahkan melantur." ujar Zyano.


"Aku tidak kalah hubby. Ayo kita lanjut minum lagi." bantah Katerina lagi-lagi meneguk wine nya sampai habis. Ia tidak akan menyerah sampai Zyano kalah. Meskipun dirinya sendiri sudah setengah teler.


"Ayo minum lagi." teriak Katerina mengangkat gelas wine nya berniat meminumnya sekali lagi tapi dengan cepat Zyano menahannya.


"Sudah cukup sayang! Kau sudah mabuk."


"Tidak! aku belum mabuk hubby. Aku masih kuat minum dua gelas lagi." bantah nya.


"Sayang, sudah ya. Kau tidak kuat lagi, Kate!"


"Tidak hubby! pokoknya aku tidak akan kalah darimu titik!" ujar Katerina keras kepala.


"SUDAH CUKUP KATE!" tegas Zyano mengambil alih gelas berisi wine yang ada ditangan Katerina. Ia tak akan membiarkan istrinya itu minum lagi.


Katerina langsung terdiam setelah mendapat bentakan dari suaminya. Ia tertunduk menatap lantai. Tanpa sadar bulir bening membasahi pipinya.


"Maaf, hubby." ucapnya pelan menahan isak tangis. Perasaannya jadi sensitif setelah minum.


Zyano terhenyak saat melihat istrinya menitikkan air mata. "Astaga, maaf sayang. Jangan menangis. Aku tidak bermaksud membentak mu." ujarnya langsung memeluk Katerina dalam dekapan nya.


"Hubby, aku takut."


Deg


Jantung Zyano bergemuruh. "Takut kenapa?"


"Aku takut kalau hubby akan meninggalkanku. A-aku bukan siapa-siapa. Sedangkan hubby memiliki segalanya. Aku hanya takut suatu saat nanti hubby meninggalkan ku dan pergi bersama wanita lain yang pastinya lebih baik dariku. Lalu, bagaimana denganku nanti? A-apa aku akan kesepian lagi?" ujar Katerina tanpa sadar mengatakan isi hatinya.


Zyano terdiam mendengarnya. Hatinya terhenyak sesaat.


"Apa hubby tau? Saat aku memutuskan untuk menikah dengan hubby aku sebenarnya sangat takut. Aku takut di khianati lagi. Yah, jujur saja luka yang diberikan Rei masih berbekas sampai detik ini. Meksipun aku mencoba untuk mengikhlaskan tapi tetap saja rasanya sulit. Tapi aku punya harapan. Aku yakin hubby tidak seperti itu. Aku benar kan hubby? Atau ini hanya harapan ku saja?"


Zyano tidak menjawab dia malah menarik Katerina dalam pelukannya. Seperti ada sesuatu yang mengetuk pintu hatinya.


"Jangan berkata seperti itu sayang. Kau tau aku sangat mencintaimu mana mungkin aku akan meninggalkan mu. Itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak tau ternyata kau setakut itu. Tapi percayalah sayang aku tidak seperti pria brengsek itu. Hanya pria bodoh yang meninggalkan berlian sepertimu. Dan sayangnya aku tidak sebodoh itu. Aku tidak akan melepaskan mu. Camkan itu baik-baik, Kate!"


Zyano melonggarkan pelukannya dan menghapuskan air mata istrinya. "Justru, aku yang harusnya takut. Aku takut kau akan meninggalkan ku, Kate."


"Hanya wanita bodoh yang meninggalkan pria seperti hubby. Dan sayangnya aku tidak bodoh." ujar Katerina mengikuti perkataan suaminya tadi.


Zyano terkekeh geli. "Apa kau sangat mencintai ku hm?" tanya Zyano sengaja. Ia berniat merekam semua perkataan istrinya itu.


"Tentu saja. Aku sangat-sangat mencintai hubby bahkan lebih dari diriku sendiri."


"Oh ya?"


"Iya hubby."


"Baiklah, kalau begitu berjanji lah satu hal padaku. Apapun yang terjadi kedepannya entah masalah apapun dalam rumah tangga kita jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku atau pergi dariku sayang! Apa kau bisa menjanjikan hal itu?"


"Tentu, aku berjanji denganmu hubby. Bahwa aku tidak akan meninggalkan mu!" ujar Katerina yakin.


Zyano tersenyum. "I love you sayang."


"Love you to my husband. Muach." ucap Katerina mengecup pipi Zyano. Dan setelah itu Katerina tertidur karena tak sanggup lagi menahan kadar alkohol. Ia minum terlalu banyak.


Melihat istrinya yang tertidur Zyano hanya tersenyum. Ia mengecup puncak kepala Katerina.


"Apa, Katerina yang menyiapkan ini semua?" tanya Zyano menatap semua maid nya.


"Iya tuan, nyonya yang memerintah kami semua untuk mempersiapkan kejutan ini." jawab Lyla.


Zyano tersenyum mendengarnya. "Baiklah, aku punya tugas khusus untuk kalian." ucapnya menyeringai.


Bersambung 😎


______________________________________________


Hohoho tugas apa nih🤭


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰🥰

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2