Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
107. KEPOSESIFAN ZYANO


__ADS_3

"Morning sayang." ucap Zyano sambil mengecup singkat bibir Katerina. Kebiasaan dia setiap pagi setelah bangun tidur.


Katerina menguap. "Morning hubby." balas Katerina seraya merentangkan tangannya ke atas. Ciri khas orang baru bangun tidur.


"Kau tampak lelah sayang." ujar Zyano.


Katerina berdecak sebal. "Ini semua kan gara-gara hubby. Aku jadi kelelahan." ejeknya. Tadi malam Zyano menggempur Katerina sampai jam 3 subuh. Makanya Katerina sangat kelelahan dan baru bangun jam 9.


Zyano malah terkekeh. "Maaf sayang. Kau terlalu nikmat untuk dilewatkan begitu saja."


Katerina mendengus bete. Ia memalingkan wajahnya kesal. Sementara Zyano perlahan mendekati sang istri dan duduk disampingnya. Ia merengkuh Katerina dalam pelukannya.


"Baiklah, sebagai permintaan maaf aku ingin mengajak mu pergi berbelanja sambil jalan-jalan bagaimana?"


"Beneran hubby?" tanyanya dengan wajah berbinar.


"Iya sayang."


"Oke, aku siap-siap dulu." ujar Katerina.


"Hm."


Cup


"Tunggu aku ya hubby." ucap Katerina sambil mengecup pipi kanan Zyano dan setelahnya masuk kamar mandi.


Zyano terkekeh geli melihat tingkah istrinya itu. Namun, fokusnya terpecah saat mendengar handphone nya berdering. Ada panggilan masuk.


Zyano tidak berminat mengangkat telpon tersebut. Tapi lagi-lagi handphone nya bergetar sampai membuat nya pusing.


Zyano berdecak. "Ck, ada apa hah?!"


"Hohoho, santai bos. Mengapa kau jadi marah-marah?" tanya Luca.


"Diamlah! katakan ada perlu apa menelpon ku?! Kalau tidak penting habis kau!"


"Astaga, bos. Apakah aku menggangu mu?"


"Sudah tahu malah bertanya! Cepat katakan ada apa?!"


"Maaf, bos. Aku hanya ingin memberitahu mu soal hacker yang mencoba meretas data king Draxler. Kami sudah tahu siapa orangnya."


"Siapa?"


"Namanya, Kenzie. Usianya 19 tahun. Dia seorang mahasiswa programmer sistem komputer. Kalau bos ingin tahu lebih detail nanti akan aku kirim data lengkapnya ke email bos."


"Kenzie?" gumam Zyano merasa tak asing dengan nama itu. Tiba-tiba Zyano teringat akan pertemuan pertama nya dengan Kenzie.


"Iya, bos. Apa bos mengenal nya?" tanya Luca.


"Yah, kau kirimkan saja data lengkapnya padaku. Aku ingin mencek nya langsung!"


"Sudah bos."


"Hm."


Zyano pun mematikan telpon nya. Ia langsung mencek email nya. Dan benar saja. Ternyata orang itu benar-benar Kenzie.


"Jadi, memang dia orangnya?" Zyano tersenyum kecut melihat data Kenzie.


"Tapi untuk apa dia menyelidiki tentang king Draxler? Apa mungkin dia mencurigai ku?" batin Zyano bertanya-tanya.


"Apa, jangan-jangan Katerina yang menyuruhnya?" tanya Zyano curiga.


Zyano lekas menepis segala pikiran buruknya. "Ah tidak mungkin! Katerina, sama sekali tidak mengetahui soal king Draxler. Tapi kalau begitu siapa?"


"Hubby."


Zyano tersentak kaget saat mendengar panggilan dari istrinya itu. Katerina telah selesai mandi.


"Iya sayang?"


"Hubby kenapa? Kok melamun?"


"Tidak apa-apa. Hanya ada sedikit urusan pekerjaan."


Katerina mengerutkan keningnya. "Apa hubby sibuk? Kalau sibuk sebaiknya kita tidak jadi pergi."


"Tidak sayang. Kita akan tetap pergi. Lagipula aku sudah berjanji akan mengajakmu berbelanja hari ini."


"Tapi kalau hubby sibuk aku tidak ingin pekerjaan hubby jadi terganggu karena aku."

__ADS_1


"Sayang, jangan berkata seperti itu." Zyano menghampiri sang istri dan merengkuh nya.


Katerina mendongak menatap suaminya. "Tapi....."


"Shut.....kau tidak perlu memikirkan soal pekerjaan ku sayang. Kau tidak lupa kan kalau saat ini kita sedang berbulan madu. Jadi, aku ingin membuat kenangan indah bersamamu disini, okey?"


"Iya hubby."


Zyano tersenyum. "Ya sudah, kau bersiap-siap lah dulu. Aku akan menunggumu di bawah."


"Iya hubby."


Cup


"Baiklah, jangan lama-lama sayang." Setelah itu Zyano keluar dari kamarnya. Sementara Katerina mulai bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan dan berbelanja hari ini.


****


Zyano duduk di ruang tamu. Ia membaca beberapa email. Ada satu undangan pernikahan yang menarik perhatian nya. Ia pun membuka dan membacanya. Tapi tiba-tiba handphone nya bergetar.


Drttttt drttttt


"Hallo, Dave."


"Hallo, tuan. Maaf, saya tiba-tiba menelepon."


"Hm, ada masalah apa?"


"Ini tuan, anda mendapatkan undangan pernikahan dari Pak Samuel."


"Oh iyaa, aku baru saja melihat undangan nya."


"Kalau tuan tidak ingin datang saya akan mengatakan nya langsung kepada pak, Samuel."


"Tidak perlu, Dave. Aku akan datang."


"Loh, tapi kan anda sedang bulan madu tuan."


"Tidak masalah. Lagipula acaranya juga di Paris. Mumpung aku sedang disini. Berhadir sebentar juga tidak apa."


"Baik, kalau itu keinginan anda tuan."


"Hm." Zyano tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh iya, Dave. Aku punya tugas khusus untukmu."


"Apa kau masih ingat adik angkat, Katerina yang bernama Kenzie?"


"Tentu tuan. Memangnya kenapa?"tanya Dave.


"Aku ingin kau menyelidiki tentang nya dan tidak ada satupun yang boleh terlewatkan."


"Untuk apa tuan?"


"Tadi Luca menelpon ku. Dia mengatakan kalau hacker yang mencoba meretas data king Draxler ternyata adalah Kenzie."


Dave terkejut mendengarnya. "Astaga. Bagaimana bisa?"


"Aku juga tidak tahu, Dave. Maka dari itu kau harus mencari tahu apa alasannya melakukan itu? Entah mengapa aku yakin ada seseorang menyuruh nya."


"Apa mungkin itu Nyonya, Katerina tuan?" tanya Dave ragu-ragu.


"Entahlah, Dave. Aku juga tidak tahu pasti. Makanya kau harus mencari tahu semuanya sampai jelas. Dan pastikan tidak ada yang tahu soal ini."


"Baik tuan. Saya mengerti."


"Hm."


Keduanya mengakhiri panggilan. Zyano memijit pelipisnya yang terasa pusing. Berbagai kecurigaan muncul dalam benaknya. Ia hanya takut identitasnya akan terbongkar.


"Hubby."


Zyano terkejut karena Katerina tiba-tiba datang dan langsung memeluknya dari belakang.


"Astaga sayang. Kau mengejutkan ku."


Katerina terkekeh pelan. "Maaf hubby."


"Tidak masalah. Apa kau sudah siap sayang?" tanya Zyano seraya menarik tubuh Katerina agar duduk di pangkuannya.


"Sudah dong. Hubby bisa liat sendiri kan?" ujar Katerina bangkit dan berdiri didepan suaminya sambil tersenyum manis.


Zyano terpukau melihat penampilan istrinya yang sangat cantik. Hari ini Katerina memakai dress selutut yang memperlihatkan leher jenjangnya yang putih. Rambutnya dibiarkan tergerai begitu saja.

__ADS_1


"Tunggu sayang. Apa kau akan pergi ke mall dengan penampilan seperti ini?"


"Iya hubby."


"Tidak boleh!"


Katerina mengerutkan alisnya. "Loh kenapa?"


"Sayang, apa kau sengaja ingin menarik perhatian pria lain dengan penampilan mu yang seperti ini hm?"


"Mana mungkin hubby."


"Lalu, kenapa kau memakai baju ini sayang? Kau sengaja ingin membuat ku cemburu hm?"


"Memangnya kenapa dengan baju yang kupakai? Apa itu salah?"


"Tentu saja salah! Aku tidak suka kau memakai baju yang memperlihatkan tubuhmu sayang. Aku tidak suka berbagi." ujar Zyano tegas.


"Tapi menurutku baju ini biasa saja hubby. Dulu aku juga sering memakai pakaian yang seperti ini." ucap Katerina.


"Dulu dan sekarang itu berbeda sayang. Karena sekarang kau sudah menjadi istriku. Jadi, aku tidak rela kalau ada pria lain yang menatapmu dengan tatapan terpesona." ujar Zyano.


"Lalu, hubby maunya bagaimana?" tanya Katerina duduk di pangkuan Zyano dan meletakkan tangannya di leher suaminya.


"Ganti pakaian mu dengan yang lebih tertutup!"


"Tapi itu akan memakan waktu yang lama hubby."


"Baiklah, kalau kau tidak mau menggantinya maka jangan salahkan aku melakukan ini sayang."


Cup


Zyano mulai menciumi leher jenjang Katerina. Awalnya hanya kecupan biasa tapi lama-lama berubah jadi gigitan kecil yang meninggalkan bekas keunguan disana sana.


"Augh, hubby. Apa yang kau lakukan?" tanya Katerina langsung menjauh dari suaminya itu.


"Memangnya apa lagi selain melakukan apa yang harusnya dilakukan?" ujar Zyano menyeringai tipis.


Katerina membuka tasnya dan mengambil kaca. Matanya langsung melotot saat melihat ada kiss mark di lehernya dan itu tampak besar.


"Astaga, hubby. Apa yang sudah kau lakukan?!"


"Itu karena kau sendiri sayang. Coba saja kau mengganti pakaian mu. Maka jadinya tidak akan begitu." ujar Zyano berucap dengan santainya tanpa rasa bersalah.


"What? Hubby, sengaja ingin membuat ku marah?!"


"Mana mungkin sayang. Aku hanya melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh seorang suami."


"Tapi tidak perlu meninggalkan jejak kiss mark yang begitu jelas hubby!"


"Memangnya kenapa?"


"Aku malu hubby!"


"Kenapa harus malu sayang? Itu tanda kepemilikan agar tidak ada pria lain yang melirik mu karena mereka akan langsung tahu kalau kau sudah ada pemiliknya." ucap Zyano menyeringai.


Katerina tercengang mendengar nya.


"Kalau begini ceritanya bagaimana aku bisa pergi hubby?!"


"Hm, satu-satunya cara hanya dengan mengganti pakaian mu sayang."


"Hubby!" Katerina menggeram marah. Ia benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Zyano.


"Ayo sayang. Aku tunggu kau berganti pakaian."


Katerina mengepalkan tangannya erat. Ia kesal bukan main.


"Tidak perlu! Ini kan yang hubby mau? Ya sudah ayo pergi!" ujar Katerina langsung pergi tanpa menunggu suaminya itu.


"Kate. Astaga, dia marah."


"Tunggu, Kate." Zyano meraih jas nya dan bergegas menyusul istrinya.


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduh Katerina marah tuh


Jangan lupa, Like Vote Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2