Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
25. WEDDING DAY


__ADS_3

Akhirnya hari pernikahan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Zahra terlihat sudah sangat rapi dengan baju kebayanya bersama sangat suami tercinta dengan baju batik yang seirama dengan kebaya Zahra.


Kursi-kursi para tamu juga sudah tersusun rapi, begitu juga dengan makanan semuanya telah tersaji dengan sedemikian rupanya. Para maid berjaga di setiap tempat untuk melayani para tamu undangan. Semua orang nampak sangat sibuk hari itu.


Tamu undangan tidak sembarang bisa masuk. Mereka harus melalui berbagai aturan yang ketat, seluruh barang bawaan mereka diperiksa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Ini semua sesuai perintah Zyano karena dia tidak ingin pernikahannya ada gangguan sedikitpun. Meski yang diundang hanyalah keluarga, kerabat, serta rekan bisnis yang sudah lama saling mengenal satu sama lain.


Mengenai souvernir, Zahra sudah menyiapkan hadiah yang begitu memuaskan, bagi kaum wanita mereka akan mendapatkan kotak besar yang berisi, tas mahal, jam tangan serta sedikit perhiasan mewah. Tak lupa juga untuk kaum lelaki mereka akan mendapatkan sepatu, jas, kemeja dan jam tangan pria yang super mahal.


Zahra tidak tanggung-tanggung dalam memberikan souvernir untuk tamu undangan yang berhadir di acara pernikahan putranya. Meskipun uang yang keluar tidaklah sedikit tapi apalah bagi keluarga Brawitama itu sama seperti menyumbang. Harta mereka sangatlah banyak sampai tujuh turunan pun tidak akan habis.


Dalam ruangan khusus, Katerina sedang dirias oleh berbagai penata rias ternama yang sudah dibooking langsung oleh Zahra.


Katerina tampak sangat cantik dalam balutan gaun pengantin konsep A-Line Dress. Bentuk gaun yang memanjang dari pinggang lalu melebar hingga bawah. Ziva sengaja memakai konsep itu untuk menyesuaikan dengan bentuk tubuh Katerina. Tak lupa juga Katerina memakai crown yang sesuai dengan gaunnya.


Setelah selesai Katerina berdiri, lalu melihat dirinya dari pantulan cermin. Wajah Katerina dirias dengan riasan make up. Sapuan blush on di pipinya membuat wajah Katerina tampak begitu segar serta polesan lipstik merah muda membuat wajah cantiknya lebih berwarna. Hari ini Katerina terlihat sangat berbeda sekali dengan tampilannya sehari - hari.


"Perfect, kau sangat cantik, Katerina." puji penata rias itu.


"Terima kasih, ini semua berkat anda nyonya Grisela. Tangan ada sangat lihai dalam mempercantik seseorang." balas Katerina tersenyum manis.


Pintu terbuka, sontak saja Katerina menoleh dan terlihatlah kedua sosok wanita cantik yang sudah rapi dengan pakaian kebayanya dia adalah Zahra dan Ziva.


"Oh my good, kaka ipar, kau sangat cantik." puji Ziva tertegun melihat kecantikan Katerina.


"Ya ampun, calon menantu ku sangat cantik seperti seorang ratu." sahut Zahra sama tertegun nya dengan Ziva.


Katerina tersenyum malu "Kalian bisa saja, ini semua karena kehebatan tangan nyonya Grisela tante, Ziva." seru Katerina sangat memuji kehebatan penata rias.


"Kau terlalu memuji ku Kate. Pada dasarnya kau memang sudah cantik tidak perlu memakai make up tebal pun sebenarnya kau sudah sangat cantik. Tapi karena hari ini hari pernikahan mu maka kau harus tampil sempurna, Kate." ungkap Grisela apa adanya.


"Yes, that's right." sahut Zahra setuju.


"Zahra, kau sangat beruntung bisa mendapatkan calon menantu seperti Katerina." seru Grisela.


"Tentu saja, Katerina akan menjadi menantu kesayangan ku." balas Zahra.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Semoga pernikahan kalian membawa kebahagiaan." ucap Grisela memberkati Katerina dengan mengusap lembut kepalanya.


"Ya, terima kasih nyonya."


Grisela pun pergi diantarkan oleh para maid. Zahra meraih tangan Katerina dan menggenggam nya.


"Ya sudah, sebaiknya kita segera keluar karena semua orang sudah menunggumu Kate, terutama calon suamimu." goda Zahra membuat Katerina tersipu malu.


"Ayoo."


Saat ini Zyano tengah berdiri di altar dengan balutan jas hitam milik nya. Penampilan Zyano sangat tampan dan memukau. Zyano sedang menunggu pengantin wanita nya.


Saat pintu terbuka, terlihatlah pengantin wanita yang sangat cantik. Zahra berdiri di samping kanan sedangkan Ziva berdiri di samping kiri untuk menggandeng Katerina menuju Altar. Mereka berjalan pelan mengikuti alunan musik romantis yang diputar. Para tamu undangan juga ikut berdiri, terdengar suara sorakan mereka dalam ruangan.


Begitu sampai Altar, Zyano mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh Katerina dengan senyuman manisnya.


"Kau sangat cantik, Kate." bisik Zyano ditelinga Katerina.


Katerina tersenyum "Kau juga sangat tampan, Zyan." balas Katerina.


"Baiklah, mari kita mulai acaranya."


Acara dimulai dengan sangat khidmat. Semua orang tidak ada yang berbicara. Zyano mengucap akad dan janji suci pernikahan dengan lancar tanpa hambatan.


Janji ini pun bukan hanya sekedar janji, melainkan sebuah janji yang dibawa sampai mati untuk mengikat antara kedua belah pihak calon pengantin.

__ADS_1


Setelah selesai, Zyano memasangkan cincin berlian yang bertuliskan huruf Z kepada Katerina, begitu pun Katerina juga memasangkan cincin yang bertuliskan huruf K, pada Zyano. Semua itu sudah Zahra persiapkan dengan baik. Cincin itu nama awalan dari keduanya.


Selanjutnya, calon mempelai pria disuruh untuk mencium calon mempelai wanita. Tak perlu waktu lama Zyano memberikan ciuman penuh cinta kepada Katerina. Suara tepuk tangan terdengar sangat meriah menandakan kebahagiaan.


Zahra sampai menangis terharu melihat putranya akhirnya menikah dengan putri sahabat nya. Janjinya pada Ghina terlaksana dengan sangat baik.


"Akhirnya, putra kita menikah juga sayang. Aku sangat senang melihatnya." ucap Zahra menangis terharu.


"Kau benar sayang, aku harap mereka berdua selalu bahagia dengan pernikahan ini." balas Zeano memeluk sang istri, dirinya juga sangat bahagia melihat putranya menikah.


"Mom, Dad, Ka Zyan menikah huaaa." tutur Ziva menangis memeluk kedua orangtuanya.


"Nanti, selanjutnya kau ya, Ziva." goda Zahra menyeringai menatap putri sulungnya.


"Ish mom, aku masih terlalu muda untuk menikah, lagian aku juga masih mau jadi desainer terkenal dulu." decak Ziva mengerucutkan bibirnya.


"Iya, mom hanya bercanda, Ziva." balas Zahra terkekeh.


Pesta pernikahan masih terus berlanjut. Para tamu undangan terlihat sangat menikmati setiap acara dengan penuh kegembiraan. Tak lupa juga para maid memberikan pelayanan makanan yang sangat nikmat di lidah. Benar-benar pesta yang sempurna.


Berbagai macam acara tersaji dimulai dari permainan piano, musik band and rock yang diundang khusus oleh Zahra untuk mengisi acar pernikahan agar lebih hidup lagi. Nampak kedua mempelai tengah duduk di kursi menikmati setiap acara di pesta itu dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Apa kau bahagia, Kate?" tanya Zyano menatap wanita cantik yang sudah resmi menjadi istrinya.


"Tentu saja Zyan, pesta pernikahan ini seperti impianku dan ini sangat sempurna dari apa yang kubayangkan." jawab Katerina tersenyum bahagia.


"Baguslah kalau kau bahagia. Aku senang mendengarnya." balas Zyano sambil mengecup kening Katerina dengan penuh kelembutan.


"Terima kasih untuk semua kebahagiaan ini, Zyan. Keluarga mu sangat baik padaku." lirih Katerina menitikkan air mata penuh haru.


"Jangan menangis, setelah menjadi istriku kau tidak diperbolehkan untuk menangis. Kau hanya diperbolehkan untuk terus tersenyum bahagia." seru Zyano menghapuskan air mata yang meleleh di pipi Katerina.


Katerina semakin terharu mendengarnya. Ia berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Zyano dan belajar untuk mencintainya. Keluarga Brawitama sudah sangat baik padanya bahkan memberikan kebahagiaan yang tak akan pernah terlupakan dalam ingatan Katerina.


"Zyan, aku akan berusaha untuk membuka hatiku untukmu dan aku juga akan berusaha jadi istri terbaik yang pantas bersanding di sampingmu. Aku harap kau tidak akan mengecewakanku dan bersedia menungguku sampai aku benar-benar yakin kalau aku mencintaimu." ungkap Katerina menggenggam erat tangan Zyano, agar pria itu dapat merasakan ketulusan hatinya.


"Baiklah, aku juga akan melakukan hal yang sama denganmu Kate. Berjanjilah jika perasaan itu muncul kau bisa katakan langsung padaku, aku juga akan seperti itu." balas Zyano dan dijawab anggukan oleh Katerina.



Hari semakin larut, acara terakhir yaitu bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Zyano dan Katerina tengah berdiri di atas pelaminan untuk menyambut para tamu yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka berdua.


"Selamat bro, akhirnya kau menikah juga. Aku pikir sampai tua kau tidak akan menikah. Mengingat kau begitu dingin dengan semua wanita." ucap Sean  memeluk sepupunya lalu menepuk punggung nya.


"Tutup mulutmu Sean, sekarang kau bisa melihat bukan aku sudah menikah tinggal dirimu saja lagi yang akan jadi bujang lapuk." ejek Zyano datar.


Sean tertohok "Kau... baiklah, kau tunggu saja undangan pernikahan ku nanti. Jangan terkejut ya." sungut Sean kesal.


"Pasangan saja tidak punya bagaimana bisa menikah." sentak Zyano mengejek sepupunya.


"Awas saja kau Zyan. Jika aku menikah nanti kau harus memberikan ku hadiah mobil porsche carrera edisi terbatas!" sarkas Sean menahan kekesalannya.


"Baik, dalam satu bulan kedepan aku tunggu undangan pernikahan mu. Jika tidak ada, kau yang harus memberi ku mobil porsche carrera edisi terbatas!" tantang Zyano.


"Oke, aku terima tantangan mu!" ucap Sean lantang dan yakin.


"Zyan.." Katerina menyikut Zyano dengan sikunya, tanda tidak suka.


"Maaf Kate, ini tantangan sesama pria kau tidak perlu ikut campur." tukas Zyano.


"Tapi..."

__ADS_1


"Kate, kau tenang saja aku pasti menang melawan suamimu itu." tutur Sean begitu yakin.


"Ya sudah, terserah kalian saja." seru Katerina tidak ingin ikut campur.


"Baiklah, ku ucapkan selamat untuk pernikahan kalian. Aku harap kalian berdua selalu bahagia." ucap Sean mendoakan mereka dan setelah itu turun dari pelaminan.


Tamu selanjutnya yaitu Maya, sahabat Katerina yang turut berhadir dalam pernikahan sahabat nya.


"Kate, selamat untuk pernikahan kalian. Aku sangat senang melihat sahabatku akhirnya menikah dan menjadi seorang istri." ungkap Maya langsung memeluk sahabatnya dengan erat untuk menyalurkan betapa bahagianya dirinya.


"Makasih banyak Maya, selama ini kau selalu membantuku. Aku sangat bersyukur bisa memiliki sahabat baik sepertimu." balas Katerina menangis terharu.


"Sama-sama Kate, itulah gunanya sahabat." Maya melepaskan pelukannya lalu menghapuskan air mata Katerina.


"Tuan Zyano, selamat anda sudah menjadi suami sahabatku. Aku harap kau tidak akan menyakiti Katerina. Jika itu sampai terjadi aku tidak akan tinggal diam!" ancam Maya tajam.


Zyano tersenyum kecut "Aku tidak mungkin menyakiti istriku sendiri. Kau tenang saja, kekhawatiran mu tidak akan terjadi."


"Baik, aku akan mencoba untuk mempercayai mu tuan, Zyano." ucap Maya setelah itu turun dari pelaminan.


Satu persatu tamu undangan mulai membubarkan diri. Acara pun akhirnya telah berakhir, kini yang tersisa hanyalah keluarga Brawitama saja.


"Aku senang akhirnya kalian resmi menjadi sepasang suami istri." ungkap Zahra tersenyum penuh kebahagiaan.


"Ka Zyan, aku senang kaka menikah tapi aku minta kaka jangan sampai tidak menyayangi ku lagi ya." rengek Ziva memeluk sang kaka tercinta.


Zyano terkekeh "Tidak Ziva, kau tetaplah adikku yang paling manja." ejek Zyano.


"Ish, ka Zyan, selalu saja begitu." cicit Ziva cemberut.


"Hai kaka ipar, kau telah resmi menjadi istri kakaku dan itu artinya kau juga resmi menjadi bagian dari keluarga Brawitama." ungkap Ziva sumringah.


"Iya Ziva benar, selamat bergabung di keluarga Brawitama, Kate." sambut Zeano kepada menantunya.


"Terima kasih banyak om, tente dan Ziva. Kalian semua sangat baik padaku dan juga mau menerima ku apa adanya. Aku senang bisa menjadi bagian keluarga ini." tutur Katerina tersenyum manis.


"Tidak perlu sungkan Kate. Kau sudah jadi menantu keluarga ini dan itu artinya mulai detik ini sampai seterusnya kau harus memanggil aku, mom." seru Zahra.


"Iya, mom." Katerina nampak malu mengucapkan nya.


"Ya sudah, sebaiknya pengantin baru segera beristirahat. Aku tahu kalian pasti sangat lelah dan perlu waktu berdua." ucap Zahra.


"Zyan, ayo cepat bawa istrimu ke kamar untuk istirahat. Jangan lupa untuk membuatkan cucu untukku ya. Hm kalau bisa dua deh." seru Zahra menggoda.


"Mom." tegur Zyano sangat malu mendengar ucapan Zahra begitupun dengan Katerina yang wajahnya sudah memerah.


Bagaimana bisa Zahra meminta cucu secepat itu, membuatnya saja belum bagaimana bisa langsung jadi dua. Dasar Zahra hahahaha.


Zyano cepat-cepat membawa Katerina masuk kamar sebelum ibunya semakin menggoda mereka. Sedangkan Zahra senyum-senyum sendiri membayangkan betapa ramainya mansion ini jika dia mempunyai banyak cucu.


Bersambung 😎


______________________________________________


Akhirnya mereka nikah juga😭😍😍


Haduh gimana malam pertamanya ya?


😭😂😂


Jangan berharap lebih🤪

__ADS_1


Ayoo dong LIKE, VOTE, KOMEN AND SHARE CERITA INI BIAR TAMBAH RAJIN AKU UPDATE NYAA!!


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2