
Katerina bangun kesiangan karena merasa sangat lelah. Ia menggeliat dan meraba kasur disampingnya ternyata tidak ada orang.
"Dimana dia?" tanya Katerina melihat kasur disampingnya telah kosong.
Katerina melirik jam dinding yang bertengger indah, seketika matanya langsung melotot melihat jam sudah menunjukkan pukul 11:00.
"Astaga, sudah jam 11, aku kesiangan." gumam Katerina menepuk jidatnya.
Drrtttt
Katerina meraih ponselnya yang ada di atas nakas lalu menjawab panggilan dari Zyano.
"Hallo."
"Sudah bangun?"
"Maaf Zyan, aku kesiangan. Apa kau sudah pergi ke kantor?" tanya Katerina merasa bersalah.
"Iya tidak apa, aku tahu kau lelah."
"Tapi aku jadi tidak enak hati denganmu Zyan."
"No problem sayang, oh iya aku ingin memberitahumu kalau sahabat mu bisa bekerja di perusahaan ku."
"Benarkah?"
"Iya, sayang."
"Terima kasih honey, baiklah aku akan memberitahu Maya soal ini. Dia pasti sangat senang mendengarnya." ucap Katerina terlihat sangat antusias.
"Hm, ya."
"Ya sudah aku tutup dulu telponnya. Selamat bekerja suamiku, dah muach." Ucap Katerina memberikan kecupan jarak jauh dan setelah itu langsung menutup telponnya karena malu.
"Aku harus memberitahu Maya soal ini. Dia pasti sangat senang, sebaiknya aku bersiap dulu." Katerina beranjak dari kasur menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Zyano tersenyum bahagia saat mendengar Katerina menyemangatinya dengan kata Suamiku. Hanya dengan kata itu saja hati Zyano sudah penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran.
Dave yang melihat tuannya tersenyum mengerutkan kedua alisnya bingung. Tidak biasanya Zyano tersenyum seperti itu. Seumur-umur Dave bekerja dengan Zyano baru hari ini dia melihat senyum bahagia dari wajah Zyano karena biasanya tuannya itu hanya menampilkan wajah datar dan dingin.
"Tuan, sepertinya tuan Rei ingin bertemu dengan anda karena dari tadi asistennya terus saja menelpon saya, ingin membuat janji temu denganmu tuan." ucap Dave memberitahu.
"Hm, sudah ku duga. Dia pasti ingin bertemu denganku tapi tidak semudah itu. Aku masih belum ingin bertemu dengannya. Jadi kau tolak saja Dave. Aku ingin lihat seberapa besar usahanya untuk bertemu denganku." tukas Zyano menyatukan tangan dan bertopang di meja dengan senyum licik menghiasi bibirnya.
"Baik tuan, meeting dengan klien akan segera dimulai tuan."
"Baiklah." Zyano beranjak dari kursinya dan melangkah pergi menuju ruang meeting diikuti oleh Dave dibelakangnya.
******
Ditempat lain, khususnya di apartemen Maya mondar-mandir tidak menentu.ย Pikirannya dipenuhi oleh kebimbangan. Maya masih belum memberitahukan kepada Erland kalau cucunya Katerina sudah menikah.
"Astaga, apa yang harus kulakukan sekarang? aku benar-benar bingung bagaimana caranya memberitahu tuan Erland soal Katerina yang sudah menikah. Dia pasti akan tekena serangan jantung mendadak jika tahu hal ini." gumam Maya memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Setiap hari Maya dilanda kegundahan hanya karena memikirkan hal ini. Maya takut jika memberitahukan ini kepada Erlanda, pria tua itu akan jatuh sakit dan marah besar padanya. Namun, disisi lain Maya juga tidak bisa terus-terusan merahasiakan hal ini. Cepat atau lambat semuanya akan diketahui oleh Erland.
Maya menarik nafas lalu menghembuskan nya panjang. "Arghhhh, tidak ada cara lain aku harus memberitahu tuan soal ini. Apapun yang terjadi kedepannya itu hanya tuhan yang tahu, tapi setidaknya aku sudah memberitahukan padanya."
"Baiklah, aku harus pergi menemuinya." Maya meraih tasnya lalu melangkah pergi. Namun, tiba-tiba saja ponselnya berdering, ada panggilan masuk dari Katerina.
"Hallo, Kate."
"Hallo Maya, bisakah kita bertemu? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan mu."
"Besok saja ya Kate, hari ini aku ada urusan penting jadi tidak bisa bertemu sekarang."
"Ya sudah tidak apa, besok saja ya."
"Ya sampai jumpa Kate." Ucap Maya menutup telponnya.
"Katerina ingin bicara apa ya? Ah, sudahlah yang penting sekarang aku harus menyelesaikan masalah ini lebih dulu agar hatiku tenang." gumam Maya keluar dari apartemen nya menuju kediaman Agrawihana.
__ADS_1
Sesampainya dikediaman Agrawihana. Maya bergegas masuk kedalam untuk menemui Erland. Jantung Maya berpacu cepat saat menaiki tangga menuju kamar utama Erland. Begitu sampai didepan pintu Maya menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan. Siap tidak siap dia harus mengatakan hal ini kepada Erland.
Tok tok tok
"Ya, masuk."
"Hallo tuan, Erland." ucap Maya membungkukkan badan tanda hormat.
"Maya." Lirih Erland segera beranjak dari duduknya saat melihat kedatangan Maya.
"Maaf tuan, saya datang tidak mengabari tuan terlebih dahulu. Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan tuan." tukas Maya.
"Ya tidak apa, duduklah dulu, Maya." persilahkan Erland dengan ramah.
Maya berjalan dan mendudukkan pantatnya di sofa lalu menatap Erland.
"Sella.." panggil Erland.
"Ya tuan, ada apa?" tanya Sella yang berpakaian maid.
"Buatkan minuman untuk, Maya."
Sella mengangguk paham "Baik tuan." ucap Sella melangkah keluar menuju dapur menyiapkan minuman untuk Maya.
"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku Maya?" tanya Erland menyadarkan punggung belakangnya ke sofa.
"Begini tuan..em sebelumnya saya minta maaf tapi jika saya memberitahu hal ini saya mohon tuan jangan marah." pinta Maya sedikit takut.
Kedua alis Erland mengerut "Memangnya kenapa, Maya?" tanya Erland.
"Ini mungkin akan sangat mengejutkan untuk anda tuan. Saya hanya tidak ingin jantung anda jadi sakit lagi setelah mendengar berita ini." jawab Maya membuat Erland semakin penasaran.
"Berita apa?"
Tok tok tok
"Permisi tuan, maaf menggangu saya hanya ingin mengantarkan minuman untuk, Maya." ucap Sella meminta Izin.
Setelah mendapatkan izin Sella masuk membawakan nampan yang berisi minuman untuk Maya. Ia meletakkan nya diatas meja.
"Terima kasih, Sella."
"Ya sama-sama." Sella melangkah keluar.
"Minumlah dulu Maya, kau terlihat sangat gugup." ujar Erland mempersilahkan.
"Ya, tuan." Maya menyesap minumannya, dan seketika tenggorakan yang awalnya kering kini terasa nyaman.
"Jadi, berita apa yang ingin kau sampaikan padaku Maya?" tanya Erland.
"Tuan, Katerina sudah menikah." ungkap Maya.
Duarrr
Bagai tersambar petir disiang bolong. Erland terkejut bukan main. Tiba-tiba jantungnya berdenyut sakit seperti ditusuk-tusuk duri.
"Astaga, tuan." pekik Maya panik lalu memapah Erland menuju kasur.
"T-tolong a-ambilkan obatku, Maya." ucap Erland terbata-bata sambil memegangi dadanya yang terus sakit.
Maya mengangguk paham dan membuka laci lemari. Di sana ada sebuah botol yang berisi obat jantung Erland. Maya meminta Sella untuk mengambilkan air putih dan setelah itu membantu Erland meminum obatnya.
"Tuan, apa perlu saya panggilkan dokter?" tanya Maya khawatir.
Erland menggeleng lemah, kepalanya disandarkan di Headboard. Sekarang perasannya sedikit lebih tenang setelah meminum obatnya.
"Maaf tuan, karena saya tuan jadi sakit seperti ini. Inilah yang paling saya takutkan kalau memberitahu tuan dan benar bukan akhirnya jantung tuan sakit lagi. Saya hanya khawatir keadaan tuan semakin drop." ungkap Maya merasa bersalah.
"T-tidak apa Maya. Aku hanya terkejut saat tahu kalau cucuku ternyata sudah menikah." ucap Erland terdengar lemah.
"Iya tuan, sebenarnya saya sudah lama ingin memberitahukan hal ini, tapi saya takut kondisi tuan jadi memburuk seperti saat ini. Itulah sebabnya saya mencari waktu yang tepat dan pada akhirnya jantung tuan sakit kembali kan." balas Maya menghela nafas berat.
__ADS_1
"Maya, kau tahu usiaku sudah semakin tua. Aku sakit itu hal yang biasa. Kau tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ku. Setelah minum obat aku pasti akan baik seperti semula."
"Ah ya, aku sampai lupa. Siapa yang menjadi suami cucuku?" tanya Erland baru teringat.
"Tuan, anda pasti akan sangat terkejut. Suami Katerina adalah putra dari keluarga Brawitama namanya, Zyano Genta Brawitama, seorang pengusaha muda yang sukses." ungkap Maya.
"Apa kau bilang? Zyano putra Zahra?" tanya Erland nampak terkejut.
"Iya tuan, hebat bukan. jujur saja saya juga tidak menyangka jika Katerina menikah dengan Zyano."
"Ternyata Jodoh memang tidak akan kemana." gumam Erland tersenyum simpul.
Erland tentu tahu kalau Ghina berniat menjodohkan putrinya dengan putra Zahra. Erland sangat mengenal Zahra sebagai sahabat Ghina. Dulunya Zahra sering datang berkunjung ke kediaman Agrawihana.
"Setidaknya, sekarang aku jadi tenang karena Katerina cucuku aman dalam keluarga Brawitama." ucap Erland.
"Maksudnya, tuan?" tanya Maya bingung.
"Maya..asal kau tahu, Zahra itu sahabat putriku Ghina. Aku telah lama mengenal Zahra. Dia wanita baik bahkan saat Ghina dalam kondisi terpuruk aku juga tahu kalau Zahra selalu ada disisi Ghina untuk menyemangatinya. Dan tidak ku sangka Zahra masih mengingat perjodohan itu." tutur Erland terkekeh pelan.
"Dia benar-benar menikahkan putranya dengan cucuku. Aku pikir Zahra sudah lupa soal perjodohan itu." lanjutnya bercerita.
"Jadi, maksud tuan Katerina dan Zyano memang sengaja dijodohkan?" tanya Maya tidak tahu.
Erland mengangguk sambil tersenyum.
"What? aku sempat berpikir kalau mereka punya maksud tersembunyi dalam pernikahan itu, tuan." seru Maya berkata jujur
Erland terkekeh "Kau terlalu berlebihan Maya. Aku yakin Zahra pasti akan menjaga Katerina karena itu janjinya dengan Ghina."
"Dan sekarang aku bisa beristirahat dengan tenang tanpa perlu mengkhawatirkan cucuku." ucap Erland merenggangkan otot-otot nya lalu merebahkan diri dengan nyaman di kasur.
Maya menganga melihat Erland yang begitu santai seperti tidak ada beban lagi.
"Maya, apa kau datang kemari hanya ingin memberitahuku soal itu?" tanya Erland melirik Maya.
Maya mengangguk "Iya tuan, hanya itu saja."
"Baiklah, sekarang kau boleh pergi. Aku ingin beristirahat." ujarnya santai.
"Anda mengusir saya, tuan?" tanya Maya tercengang, tidak habis pikir.
"Ya, kau tidak ada keperluan lain bukan? Ya sudah, sekarang tugasmu menjaga Katerina."
"Ah tidak perlu, aku yakin suaminya pasti akan menjaga Katerina dengan baik. Jadi sekarang tugasmu hanyalah memantau, lalu memberitahukan semuanya padaku."
"Apa anda tidak khawatir cucu kesayangan anda akan disakiti oleh suaminya tuan?"
"Aku tahu Zyano tidak akan menyakiti Katerina. Dia setuju untuk menikah dengan cucuku itu artinya dia memang tertarik dengan cucuku dan mana mungkin dia akan menyakiti, Katerina."
"Tapi tuan, bukankah sekarang pernikahan tanpa cinta bisa berakibat kekerasan dalam rumah tangga?"
"Haish Maya, kau tahu apa soal itu hah! Menikah saja kau belum bagaimana bisa kau berpikir kekerasan dalam rumah tangga." ujar Erland terkekeh.
"Tuan, sekarang banyak kasus seperti itu, dari luar memang terlihat bahagia tapi tidak dari dalam."
"Sudahlah Maya, jangan berpikir aneh. Pergilah pantau cucuku."
Maya menghembus nafas kasar "Baiklah, saya permisi tuan." ujar Maya terdengar kesal lalu melangkah pergi.
"Akhirnya aku bisa tenang sekarang. Katerina pasti aman bersama mereka." gumam Erland tersenyum bahagia. Lalu merebahkan diri. Obatnya tadi mengandung obat tidur jadi tidak perlu waktu lama Erland tertidur dengan tenang dan nyaman.
Bersambung ๐
______________________________________________
Tenang aja Katerina pasti aman kalo sama Zyano๐๐
Jangan lupa, Like, Vote, Komen, and share ya guys:)
Terima kasih ๐ฅฐ๐ฅฐ
__ADS_1
^^^Coretan Senja โ๏ธ^^^