Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
94. FLASHBACK MASA KECIL ZYANO #3


__ADS_3

"Sayang, bagaimana ini? Putra dan putri kita di culik. Bagaimana kalau seandainya mereka malah menyakiti anak kita? A-aku sangat takut sayang." ucap Zahra mengigit bibir bawahnya takut. Setelah mendapat kabar bahwa kedua anaknya di culik mereka langsung bergegas pergi.


"Tenanglah sayang. Mereka tidak akan bisa menyakiti anak kita." ujar Zeano mengusap punggung belakang Zahra untuk menenangkan nya.


"Kenapa kau bisa seyakin itu, Zean? Mereka itu masih anak-anak. Mana bisa melindungi diri sendiri." ucap Zahra tak mengerti mengapa suaminya begitu santai disaat kedua anaknya sedang di culik.


"Karena aku percaya dengan kedua anakku. Aku yakin mereka pasti baik-baik saja." ujar Zeano tanpa keraguan.


"Aku tau tapi tetap saja aku tidak tenang. Aku khawatir bagaimana kalau mereka terluka dan mungkin malah dibunuh?" ucap Zahra mulai berprasangka buruk.


"Zahra, tenanglah. Jangan mengatakan hal aneh seperti itu. Percayalah padaku." tegas Zeano tak suka melihat istrinya yang tidak tenang. Ia berusaha meyakinkan Zahra kalau kedua anaknya pasti baik-baik karena Zeano percaya dengan Zyano.


"Aku harap mereka baik-baik saja." ucap Zahra terisak dalam pelukan suaminya. Ia tidak bisa membayangkan kalau kedua anaknya sampai terluka. Zahra pasti tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Dad, harap kamu baik-baik saja, Zyan. Jangan sampai kau terluka. Dad, percaya kamu pasti bisa melindungi adikmu." batin Zeano. Walaupun dia berusaha untuk tenang dan mempercayakan semuanya kepada putranya itu tapi tetap saja rasa khawatir seorang ayah terhadap anaknya tidak bisa di bohongi. Ada rasa cemas kalau kedua anaknya bisa saja terluka.


"Maaf, tuan. Saya mendapat kabar dari salah satu anak buah saya. Mereka mengatakan kalau saat ini tuan muda dan nona muda ada disebuah gudang terbengkalai yang letaknya di dekat pantai." lapor Bima asisten pribadi Zeano sekaligus orang kepercayaannya.


"Ya sudah, kita langsung ke sana saja!" sahut Zahra.


"Tidak bisa sayang. Itu terlalu berbahaya untukmu. Jadi, kau tunggu di mansion utama saja ya? Biar aku yang pergi ke sana!" pinta Zeano.


Zahra menggeleng. "Aku ingin ikut!"


"Jangan begini sayang. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu. Di sana mungkin terlalu berbahaya untukmu." ucap Zeano mencoba membuat pengertian kepada Zahra. Ia hanya takut istrinya itu tidak akan sanggup melihat kekacauan yang dibuat putranya.


"Tapi....."


"Zahra, ku mohon mengertilah sayang. Aku tidak bisa membiarkan mu ikut ke tempat yang berbahaya seperti itu!"


Zahra menghela nafas berat. "Baiklah, tapi kau harus berjanji padaku kalau pasti bisa membawa kedua anak kita dalam keadaan selamat. Iya kan? Kau mau berjanji kan, Zean?"


Zeano tersenyum. "Itu pasti sayang karena aku sendiri yang akan menyelamatkan kedua anak kita." ujar Zeano yakin.


"Baiklah, aku percaya padamu sayang." ucap Zahra merasa sedikit lega. Kali ini dia akan mempercayakan semuanya kepada suaminya itu.


Setelah mengantarkan Zahra dengan selamat ke mansion utama. Zeano langsung bergegas pergi menuju tempat dimana kedua anaknya di culik. Wajah ramah Zeano langsung berubah sangat dingin. Ia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang menyakiti kedua anaknya.


"Bima, perintahkan semua anak buahmu untuk mengepung tempat itu! Jangan biarkan seorangpun kabur!" perintah Zeano.


"Baik, tuan."


Sesampainya di lokasi tempat penyekapan kedua anaknya. Zeano pun turun dari mobilnya. Aura pengusaha dan menakutkan terpancar dari wajah tampannya. Anak buahnya membungkuk penuh hormat karena segan.


"Jadi, ini tempatnya?" tanya Zeano menatap sekitarnya.


"Benar tuan."


"Mengapa tempat ini begitu sepi?" tanya Zeano dalam hatinya merasa bingung. Seharusnya tempat ini dijaga ketat tapi kenapa malah sepi.


"Baiklah, ayo masuk!" Zyano berjalan lebih dulu. Lalu, mendobrak pintu gudang tersebut hingga hancur. Lagi-lagi Zeano mengernyit heran mengapa tidak ada satupun yang berjaga? Ini mulai aneh. pikirnya.


Semakin dalam Zeano masuk dia makin kebingungan. Tidak ada satupun penjaga. Begitupula dengan Bima. Ia juga heran dengan situasi saat ini. Apa jangan-jangan mereka dijebak? pikir Bima.


Langkah mereka terhenti saat mendengar dari sebuah ruangan ada yang menjerit kesakitan. Zeano pun bersiap mengeluarkan satu pistol yang tersimpan dari balik jasnya. Ia menyuruh Bima untuk mendobrak pintu itu dan.

__ADS_1


BRAK!


Pintu itu hancur dalam sekali tendangan. Semua anak buah Bima langsung pasang badan menodongkan pistol. Namun, bukannya musuh itu justru Zyano yang terlihat dengan menyiksa seorang pria.


"Zyan." lirih Zeano terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya saat ini. Puluhan penculik tewas dengan bersimbah darah. Tempat itu jadi lautan darah dan mayat yang bergelimpangan di mana-mana.


"Daddy terlambat." ucap Zyano dingin sambil menoleh kearah ayahnya yang berdiri mematung di ambang pintu.


"A-apa yang terjadi di sini?" tanya Zeano menatap putranya itu.


"Tunggu sebentar Daddy. Aku harus menyelesaikan orang ini terlebih dahulu." ucap Zyano kembali fokus kepada satu orang yang disiksa nya itu.


"Katakan! Siapa yang menyuruhmu!" tanya Zyano menatap pria itu datar.


"Sudah ku katakan aku tidak akan mengatakannya bocah sialan!" bantah pria itu.


"Satu."


Crush!


Arghhhhhhhhhhhhhhh


Jeritan pria itu menggema saat satu jarinya putus dari tangannya. Darah bercucuran kemana-mana hingga mengenai baju Zyano.


"Katakan atau ku potong satu persatu semua jarimu sampai habis!"


"Tidak akan pernah!" bantah pria itu keras kepala.


"Dua."


Crush!


Arghhhhhhhhhhhhhhh


Crush!


"Arghhhhhhhhhhhhhhh sakit! Ku mohon hentikan!" jerit pria itu tak sanggup lagi menahan rasa sakit.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Zyano sekali lagi.


Pria itu hanya diam. Tak menjawab. Deru nafasnya tak beraturan. Karena tidak ada jawaban Zyano melakukan hal itu berkali-kali. Sampai tinggal satu jari kelingkingnya yang tersisa. Semua anak buah Bima yang menyaksikan itu bergidik. Mereka tidak percaya kalau tuan muda kecil itu bisa melakukan hal se sadis itu. Bahkan diantara mereka ada yang muntah karena tak tahan mencium bau amis darah.


"Sepul.........."


"Baiklah, akan kukatakan!" teriak pria itu menyerah. Ia sudah tak sanggup lagi menahan siksaan yang menyiksa seperti ini. Sementara Zyano menyeringai devil.


"Jadi, siapa orangnya?" tanya Zyano.


"T-tuan Darwin. Dialah yang memerintahkan kami semua untuk menculik pewaris Zeano Brawitama!" ungkapnya jujur.


"Apa katamu?" Zeano terkejut mendengarnya. Ia tidak pernah menyangka kalau pamannya sendiri yang ingin membunuh putranya. Itu semua dengan tujuan agar Zyano tidak akan pernah bisa mewarisi semua harta kekayaan keluarga Brawitama.


"Sekarang daddy udah tau kan?" tanya Zyano melirik ayahnya yang mengepalkan tangannya kuat.


"Yah, maafin Daddy." ujar Zeano merasa bersalah.

__ADS_1


"Tidak perlu meminta maaf. Itu sudah menjadi tugasku!" ucap Zyano tenang.


"Tapi....." Zeano ragu mengatakannya.


"Apa kalian akan membebaskan ku?" tanya pria itu.


Zyano menyeringai tipis. "Sayangnya aku tidak sebaik itu."


Crush!


Arghhhhhhhhhhhhhhh


Dor!


"Kenapa Daddy membunuh mangsaku? Aku masih ingin bermain-main dengannya." protes Zyano marah kepada ayahnya itu.


"Sudah cukup, Zyan! Jangan bermain-main lagi!" ujar Zeano.


"Kenapa dad? Padahal itu masih seru. Lagipula aku belum mencapai klimaksnya. Tapi daddy malah mengacaukan semuanya!" ucap Zyano kesal.


"Sudahlah, boy. Apa kau tidak memikirkan mommy mu? Dia pasti akan shock berat melihat keadaan mu yang seperti ini."


"Maaf, Dad."


"Untuk apa?"


"Aku tidak bisa melindungi, Ziva."


"Tidak masalah. Itu juga bukan kesalahanmu. Dad, yakin adikmu pasti baik-baik saja."


"Tapi bagaimana kalau Ziva trauma?"


"Jangan memikirkan hal itu. Lebih baik kita pulang saja."


"Tapi....."


"Percaya sama Dad, Zyan. Adikmu tidak selemah itu." ujar Zeano mengusap kepala putranya itu.


Zyano tersenyum tipis.


"Ayo kita pulang."


"Ayo."


"Bima, bereskan semua ini dan jangan sampai ada yang tahu!" perintah Zeano.


"Baik, tuan."


Flashback Off


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰👍🥰🥰🥰👍🥰

__ADS_1


Maaf ya guys kemarin otor telat update karena lama bgt di review nya padahal udh up dari pagi tpi lama bgt 😭😭😭😭😭😭


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2