Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
110. BERBAIKAN KEMBALI


__ADS_3

Setelah itu keduanya memutuskan untuk pulang. Dalam perjalanan pulang Katerina hanya diam saja. Ia merasa sangat bersalah kepada Zyano.


Sesampainya di vila Zyano bergegas masuk toilet karena merasa perutnya tidak nyaman. Berkali-kali dia bolak-balik dari toilet. Katerina pun jadi tidak tega melihat suaminya kesakitan.


"Hubby tidak apa-apa? Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja?" tanya Katerina khawatir.


"Tidak perlu, Kate. Aku baik-baik saja." ujar Zyano duduk sambil memegangi perutnya.


"Tapi hubby sudah 5 kali bolak-balik dari toilet. Kita ke rumah sakit saja ya?" pinta Katerina cemas.


"Tidak perlu ke rumah sakit sayang. Aku akan beli obat di apotik terdekat saja."


"Tapi...."


"Sudahlah, sayang. Aku tidak apa-apa. Perutku sudah agak mendingan dari yang tadi. Kau tidak perlu cemas." ujar Zyano menarik pinggang ramping istrinya agar duduk di pangkuannya.


"Maaf, ya hubby. Gara-gara aku hubby jadi sakit perut." ujar Katerina merasa sangat bersalah. Ia benar-benar tidak bermaksud membuat suaminya jadi sakit perut begini. Hanya karena kecemburuan sesaat.


"Tidak apa-apa sayang. Aku tau kau melakukan itu karena cemburu bukan?" tanyanya menebak.


Katerina mencubit pinggang suaminya. "Ish, hubby terlalu percaya diri. Siapa yang cemburu hah?!" bantah Katerina tak mau mengakui.


"Lalu, tadi itu apa namanya kalau bukan cemburu hm?"


"Ya itu tadi hanya refleks saja. Ku pikir hubby masih bisa menahan pedasnya tapi ternyata tidak."


"Apa itu artinya kau sengaja ingin membuat ku sakit perut?"


Katerina melotot. "Mana mungkin hubby! Kalau tau hubby akan sakit perut aku tidak akan melakukan itu." bantah Katerina.


"Jadi, itu artinya kau sudah mengakui kalau kau memang cemburu hm?"


Katerina kalah telak. "Ish, hubby menyebalkan. Memangnya kenapa kalau aku cemburu? Apakah itu salah? Aku tau hubby pasti bahagia kan karena Laura itu tahu kalau hubby tidak tahan dengan makanan pedas. Iya kan?!" tuduh Katerina.


"Astaga, apa yang kau pikirkan sayang? Jangan mengatakan hal yang aneh-aneh."


Katerina mendengus sebal. "Tapi benar kan?"


"Tidak sayang!" ujar Zyano membantah.


"Lalu, mengapa dia bisa sampai tahu kalau hubby tidak tahan dengan makanan pedas? Memangnya dulu seberapa dekat kalian hah?!"


"Hm, seberapa dekat ya? Sebentar coba ku Ingat dulu ya."


"Ish, hubby nyebelin. Mengapa harus sampai berpikir? Jadi, benar dulu kalian sangat dekat hah?!" tanya Katerina menyikut lengan suaminya kesal.


Zyano terkekeh lucu. "Tentu saja tidak, Kate. Aku hanya bercanda. Kenapa kau sangat serius hm?"


Katerina berdiri dari pangkuan Zyano. "Tidak lucu hubby!"


"Oke-oke, aku minta maaf sayang. Jangan marah lagi ya." pinta Zyano suka sekali membuat Katerina marah.


"Ah tahu deh. Hubby nyebelin." ujar Katerina cemberut. Ia melipatkan kedua tangannya di atas perutnya.


Zyano hanya terkekeh dan menarik Katerina agar duduk disampingnya. Ia memeluk istrinya dari samping.


"Sayang, kau tau sendiri bagaimana sifat ku. Aku tidak suka di dekati wanita. Kau masih ingat dengan pertemuan pertama kita dulu bukan?"


"Tentu saja. Mana mungkin aku lupa. Aku masih ingin betul saat itu hubby mengatakan kalau aku wanita yang matre bahkan sampai menuduh ku hanya ambil keuntungan saja."


Zyano terkekeh geli mendengarnya. Ia jadi lucu sendiri kalau mengingat kejadian itu.


"Tapi taunya malah hubby sendiri yang memaksa ku untuk menikah bahkan sampai mengancam ku lagi." ejek Katerina menohok.


"Itu karena kau langsung menolak ku tanpa alasan yang jelas. Tentu saja aku marah dan tidak terima. Selain itu mom juga sedang sakit. Aku hanya ingin mengabulkan keinginan mom untuk menikahi mu." ujar Zyano.


"Tapi tidak perlu mengancam juga hubby!" ujar Katerina kesal.


"Ya, aku tidak punya pilihan lain saat itu, Kate. Jadi, aku terpaksa mengancam mu. Tapi kan pada akhirnya kau juga akan tetap menjadi istriku sayang."


Katerina tersenyum. Ia mengalungkan tangannya ke leher Zyano. Menatap suaminya lekat. "Aku menolak hubby bukan tanpa alasan. Saat itu aku baru saja dikhianati dan rasanya sulit untuk mempercayai orang lagi. Di tambah aku juga di usir dari rumah. Saat itu hidupku benar-benar kacau. Bahkan aku sempat berpikir tidak ingin menikah dulu. Tapi aku tidak pernah menyangka setelah kejadian itu kita justru menikah. Padahal saat itu kita belum mengenal satu sama lain." ucap Katerina menceritakan masa lalu hingga tanpa sadar bulir bening membasahi pipinya.

__ADS_1


"Itu namanya takdir sayang." ujar Zyano. Satu tangannya terangkat menghapus lelehan air mata Katerina.


"Iya, tapi hubby harus tahu kalau aku tidak pernah menyesali keputusan ku. Bagiku menikah dengan hubby adalah keberuntungan terbesar yang tidak pernah aku bayangkan. Saat hidupku hancur kalian justru berbaik hati menerima ku apa adanya. A-aku benar-benar sangat berterimakasih hubby." ucapnya terisak.


Zyano tersenyum. "Tidak hanya kau sayang. Aku juga sangat bersyukur bisa memiliki istri sepertimu. Mom memang tidak pernah salah pilih."


"Tapi, hubby masih ingat kan? Kalau sebelumnya kita pernah membuat kesepakatan?"


"Tentu saja kan aku sendiri yang mengajukan kesepakatannya sayang."


"Ku pikir pernikahan ini tidak akan bertahan lama karena saat itu kita hanya terpaksa melakukannya lantaran perjodohan. Tapi tidak ku sangka aku malah mencintai hubby." tutur Katerina tersenyum mengingat kenangan masa lalu.


"Hm, aku tidak pernah berpikir seperti itu sayang. Karena aku tau kau pasti akan jatuh dalam pesona ku. Dan benar saja bukan? Faktanya kau duluan yang menyatakan perasaan mu padaku."


Katerina menyikut lengan Zyano. "Ish, hubby curang. Seharusnya kan pria yang lebih dulu mengatakannya tapi ini malah sebaliknya." ejeknya.


Zyano terkekeh sambil menyentil hidung istrinya. "Tidak perlu mengatakan nya. Kau bisa langsung melihat dari sikap ku padamu, Kate. Lagipula aku juga bukan pria yang bisa berkata manis."


"Iya, aku tahu hubby tapi bagi setiap wanita ungkapan cinta itu juga sama pentingnya agar tidak ada keraguan lagi. Karena dengan begitu kami para wanita bisa memastikan kalau cinta kami tidak bertepuk sebelah tangan." ujar Katerina.


"Hm, jadi begitu?"


Katerina mengangguk. "Iya, hubby."


"Hm, baiklah aku mengerti."


Keduanya saling bertatapan satu sama lain. Tangan kanan Zyano terangkat membelai wajah cantik Katerina. Ia menyisipkan helaian rambut Katerina ke daun telinga nya.


"I love you sayang."


Katerina tersenyum. "Love you to hubby." balas Katerina mengusap rahang kokoh suaminya itu.


"Aku sangaaattttttt mencintaimu sayang." ujar Zyano.


Ia langsung menyerang Katerina dengan berbagai ciuman. Di mulai dari pipi, hidung, kening sampao bibir. Seluruh wajah Katerina dicium oleh Zyano sampai membuat Katerina merasa geli.


"Sudah cukup hubby." ujar Katerina merasa kegelian. Ia tak menduga ada serangan begini. Katerina sama sekali tidak ada persiapan untuk melawan.


"Sini, Kate. Jangan coba-coba kabur!"


"Tidak mau bleee." ujar Katerina menjulurkan lidahnya mengejek. Zyano makin emosi.


"Awas kau sayang. Kalau tertangkap aku tidak akan mengampuni mu!"


"Coba saja tangkap itupun kalau hubby bisa huuuuu."


"Jangan salahkan aku sayang."


Zyano langsung mengejar Katerina tapi dengan gesitnya dia menghindar. Saat Zyano hendak mendekat Katerina langsung melempar bantal dan guling hingga mengenai Zyano. Melihat hal itu Katerina tertawa renyah karena merasa lucu. Sedangkan Zyano makin kesal. Tapi di sisi lain dia senang melihat istrinya bisa tertawa lepas seperti itu daripada dicuekin seperti tadi.


Katerina lengah "Aaaaa kena kau sayang." ujar Zyano akhirnya bisa menangkap istrinya itu.


Katerina tak bisa menghindar lagi. Ia hanya bisa pasrah saat Zyano menyerang nya dengan jurus gelitikan maut. Gelak tawa terdengar nyaring. Katerina tak bisa menahan tawanya. Zyano tak henti-hentinya menggelitiki perutnya.


"Hahahaha, sudah cukup hubby. Perutku sakit." ujar Katerina tak kuat lagi. Zyano benar-benar tidak mengampuninya.


"Mana mungkin. Aku tidak akan melepaskan mu begitu saja sayang." ucap Zyano tak mau mengalah. Dari tadi dia terus saja di ejek dan kali ini Zyano tidak akan melewatkan kesempatan nya.


"Sudah cukup hubby. Perutku sungguh sakit. Ku mohon berhenti." pinta Katerina.


"Jangan membohongi ku sayang. Aku tidak akan percaya begitu saja."


"Hubby cukup!" Katerina terduduk tak kuat lagi memegangi perutnya.


Zyano yang melihat itu langsung berhenti. Ia bergegas mencek keadaan Katerina.


"Sayang, apa kau baik-baik saja? Maaf, aku terlalu bersemangat." tanya Zyano khawatir melihat istrinya yang hanya diam saja.


"Tidak tapi bohong." jawab Katerina langsung mendorong tubuh Zyano hingga terhuyung ke belakang. Ia tertawa lepas melihat wajah masam Zyano.


"Beraninya kau menipuku sayang. Awas saja kali ini aku tidak akan mengampuni mu!" ancam nya.

__ADS_1


"Tunggu dulu hubby! perutku sakit." ujar Katerina memegangi perutnya.


"Jangan coba-coba menipuku lagi, Kate . Aku sudah tidak percaya lagi denganmu!"


"Aku tidak berbohong hubby. Perutku benar-benar tidak nyaman."


"Oh ya? Benarkah?" tanya Zyano tak percaya. Ia bersiap menyerang istrinya. Tapi tiba-tiba saja malah.


Huekkkk huekkkk


Katerina bergegas masuk ke kamar mandi. Perutnya terasa mual dan tak nyaman. Ia berusaha memuntahkan isi perutnya tapi anehnya tidak ada yang keluar.


"Sayang, apa kau baik-baik saja?" tanya Zyano khawatir melihat istrinya yang terus saja mual-mual. Zyano mengusap punggung belakang Katerina dengan lembut agar istrinya merasa nyaman.


Huekkkk huekkkk


"Hubby, perutku tidak nyaman. Rasanya aku ingin muntah tapi tidak bisa." lirih Katerina terdengar lemah.


Huekkkk


"Sayang, apa kita ke rumah sakit saja? Kita periksa ke dokter. Aku khawatir melihat mu seperti ini." saran Zyano.


Katerina menggeleng lemah. "Aku tidak mau ke rumah sakit hubby."


"Tapi kau terus saja mual sayang. Aku khawatir terjadi sesuatu padamu. Kita ke rumah sakit ya?" pinta Zyano.


"Tidak perlu hubby. Aku hanya ingin istirahat saja."


"Apa kau yakin sayang?"


"Iya, hubby tenang saja. Setelah istirahat aku pasti akan sehat lagi. Tidak perlu cemas, okey?"


Zyano menghela nafas pasrah. "Baiklah, kalau itu yang kau mau sayang. Ayo ku bantu."


Zyano memapah Katerina ke kamar dan membantunya merebahkan diri ke kasur. Ia mengelus kepala Katerina dengan lembut.


"Istirahatlah sayang. Besok kita akan pergi lagi."


Katerina mengerutkan keningnya. "Pergi kemana hubby?"


"Kita akan menghadiri acara pernikahan rekan bisnis ku sayang. Acaranya tidak jauh dari sini. Jadi, besok kau harus temani aku pergi ke sana okey?" pinta Zyano.


"Hm, tapi apa tidak apa-apa? Kan semua orang taunya hubby belum menikah. Kalau aku datang bersama hubby nanti orang-orang malah jadi bingung." ujar Katerina.


"Tidak masalah karena itu memang tujuan ku. Aku ingin memperkenalkan mu dengan rekan bisnis ku, Kate." ucap Zyano santai.


"Astaga hubby."


"Sudahlah sayang. Kau tidak perlu memikirkan soal besok. Intinya sekarang kau harus istirahat."


"Iya, hubby."


"Good sayang."


Cup


"Tidurlah." ucap Zyano seraya mengecup kening Katerina.


Bersambung 😎


______________________________________________


Yey pasutri baikan lagi


Jgn sering-sering berantem yaaa entar pelakor makin bahagia 🤭


Jangan lupa Like dan Vote nya dong guys :)


Kemarin ga update karena libur kondangan 🤣🤭


^^^Coretan Senja ✍️^^^

__ADS_1


__ADS_2