Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
60. CARI TAHU LEBIH JELAS!


__ADS_3

Saat ini Katerina dan Zyano sedang sarapan bersama. Katerina menatap sekeliling. Ia merasa mansion ini sangat sepi. Dulu saat ada Zahra mansion ini sangat ramai karena mendengar celotehan nya tapi sekarang hanya ada keheningan.


"Sayang, apa makanannya tidak enak? Kenapa kau hanya mengaduk-aduk nya saja?" tanya Zyano heran melihat Katerina tidak begitu bersemangat.


Katerina tersentak. "Ah tidak. Makanannya sangat enak kok." jawabnya tersenyum membuat para koki bernafas lega. Kalau sampai tidak enak habis riwayat mereka.


"Lalu, kenapa kau terlihat tidak bersemangat sayang?"


Bahu Katerina merosot lesu. "Aku hanya merasa mansion ini sangat sepi, Zyan. Dulu saat mom masih tinggal di sini mansion ini sangat ramai."


"Apa kau merindukan mom?"


"Iya. Bagaimana kabar mom ya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Katerina.


"Kau tenang saja sayang. Mom baik-baik saja."


"Syukurlah kalau gitu." ujar Katerina lega mendengarnya.


"Apa kau ingin bertemu, mom?"


"Apa bisa?"


"Tentu saja. Lagipula hari ini aku tidak ke kantor. Jadi kita bisa pergi mengunjungi mom."


"Beneran? Kau tidak berbohong kan, Zyan?"


"Iya, sayang."


"Aaaaaaa makasih suamiku."


Cup


Katerina mengecup singkat pipi Zyano karena merasa sangat bahagia. Ia senang bisa mengunjungi Zahra karena mereka sudah lama tidak bertemu.


"Ya sudah, kalau begitu aku akan mempersiapkan semuanya."


"Tidak perlu, sayang. Biar Bi, Asri dan para maid yang menyiapkan semuanya. Kau hanya perlu duduk santai." ujar Zyano.


"Tapi..."


"Tidak ada tapi-tapian. Aku tidak ingin istriku kelelahan. Terlebih lagi kakimu juga masih sakit. Jadi, kali ini kau harus menurut dengan suamimu!"


"Baiklah."


Zyano tersenyum. Kemudian, tatapannya beralih kepada Bi Asri dan para maid yang saat itu ada di ruang makan.


"BI, Asri tolong siapkan semuanya ya." pinta Zyano.


"Baik, tuan."


*****


"Ayo minum lagi." ujar Bryan mengangkat gelas yang berisi alkohol.


Ya, saat ini Bryan sedang minum-minuman untuk menghilangkan stress. Hidupnya sekarang benar-benar hancur. Terlilit hutang dan tidak memiliki apa-apa.


Jordan, bawahan sekaligus sekretaris Bryan dulu tidak tega melihat keadaan bos nya. Setelah perusahaan bangkrut Jordan masih setia mengikuti pria itu meskipun dia sudah tidak memiliki apa-apa. Jordan merasa berhutang budi karena dulunya Bryan pernah menolongnya. Jadi, sekarang dia ingin balas budi.


"Cheers." ujar Bryan sudah mabuk.


Jordan hanya bisa menghela nafas. Ia mengerti bagaimana perasaan Bryan yang sudah kehilangan segalanya. Wajar kalau pria itu terlihat putus asa.


Drtttt drttttt


Ponsel Bryan bergetar. Ada panggilan masuk. Tak perlu waktu lama dia pun mengangkat nya.


"Hallo." ucap Bryan setengah mabuk.


"Hei, kapan kau membayar hutang mu hah?! Ini sudah lewat batas waktunya!"


Bryan langsung tersadar. "Ah iya, kau tenang saja aku pasti akan membayarnya."

__ADS_1


"Kau selalu mengatakan itu tapi apa buktinya hah?! Sampai sekarang kau belum membayar apapun!"


"Maaf, kemarin aku ditipu. Uang ku di bawa kabur oleh pria bajingan itu?!" geram Bryan menggertak kan giginya. Ia meminjam uang untuk berinvestasi tetapi ternyata dia malah kena tipu.


"Aku tidak peduli. Yang pasti kau harus membayar hutang mu. Jika tidak aku akan mengambil rumah mu itu!"


"Tidak, jangan! Aku janji aku akan membayarnya." ujar Bryan. Hanya rumah ini satu-satunya harta yang dia punya kalau di ambil mau tinggal di mana dia.


"Kuberi waktu selama seminggu. Kalau dalam waktu itu kau masih belum membayarnya jangan salahkan aku kalau rumahmu ku ambil!" ujarnya langsung mematikan telpon.


PRANG


"Arghhhhhhh, sial." Bryan meremas rambutnya frustasi. Ia bingung bagaimana caranya mencari uang 100 juta dalam waktu satu minggu.


"Bos, kau berhutang dengan rentenir?" tanya Jordan baru tau kalau Bryan berhutang.


Bryan mengangkat kepalanya menatap Jordan. "Iyaa." jawabnya mengangguk.


"Untuk apa bos? Kau tau sendiri kan kalau rentenir itu curang."


"Aku mendapat tawaran investasi tapi ternyata aku malah di tipu. Pria bajingan itu membawa semua uangnya. Aku sudah mencari ke rumahnya tapi kata tetangga dia tidak pernah tinggal di sana. Ternyata sejak awal aku sudah tertipu." ujar Bryan mengepalkan tangannya kuat. Rahangnya mengeras.


"Astaga bos, seharusnya kau tidak langsung percaya dengan orang yang tidak dikenal."


"Ya mana aku tahu. Saat itu aku hanya berpikir untuk mencari uang. Ku pikir aku akan untung besar kalau berinvestasi dengannya. Tapi ternyata malah ditipu seperti ini."


"Lalu, apa yang akan kau lakukan bos?"


"Aku juga tidak tahu." ujar Bryan mengusap wajahnya kasar. Ia tidak tahu harus mencari uang sebanyak itu ke mana? Tidak ada yang membantunya.


Drtttt drttttt


Ponsel Jordan berdering.


"Hallo."


"Hallo, apa benar ini, tuan Jordan Hardian?"


"Jadi, begini. Saya Anita bagian HRD ingin memberitahu tuan kalau tuan Jordan diterima bekerja di perusahaan Alberto Company."


"Wah, benarkah?"


"Iya tuan, besok anda bisa datang ke perusahaan untuk lebih jelasnya."


"Baiklah, terima kasih kalau begitu."


"Sama-sama." Setelahnya Jordan menutup panggilan nya. Ia tersenyum bahagia. Jordan tidak menyangka bisa diterima bekerja di perusahaan Alberto Company.


"Kenapa kau sangat bahagia?" tanya Bryan.


"Saya diterima bekerja di perusahaan Alberto Company bos."


"Kau melamar pekerjaan rupanya?"


"Iya bos, saya coba-coba melamar pekerjaan di sana. Eh, taunya malah di terima."


"Baguslah, kau masih harus melanjutkan hidup mu, Jordan." ujar Bryan senang mendengarnya. Biar bagaimanapun Jordan selama ini sudah sangat baik padanya. Disaat semua orang meninggalkan nya justru Jordan malah setia berada disisinya.


"Iya, bos. Kalau saya bisa, saya pasti akan membantu bos."


"Tidak perlu, Jordan. Selama ini kau sudah banyak membantuku. Aku hanya ingin kau menjalani hidup mu dengan baik."


"Saya sangat berterimakasih karena dulunya bos sudah berbaik hati menolong saya. Kalau tidak mungkin saya sudah mati."


"Lupakan, itu sudah masa lalu."


"Tapi itu sangat berarti di mata saya, bos."


"Oh iya, tadi kau bilang perusahaan Alberto Company? Bukankah itu perusahaan Rei?" tanya Bryan.


"Benar, bos. Dulu kan bos pernah bertemu dengan pimpinan Alberto Company saat bos masih jadi CEO di Starlight."

__ADS_1


Bryan menyeringai tipis. "Sepertinya aku tau apa yang harus ku lakukan."


*******


Saat ini Zyano dan Katerina sedang dalam perjalanan menuju mansion utama. Tempatnya lumayan jauh. Karena terlalu lelah Katerina sampai tertidur di pelukan Zyano.


"Kau pasti sangat lelah, sayang." ucap Zyano mencium puncak kepala Katerina dengan sayang. Ia tersenyum melihat sang istri yang tidur nyenyak.


Tatapan Zyano beralih kepada Dave yang sedang menyetir. "Oh, iya Dave. Bagaimana soal tugas yang aku berikan padamu kemarin? Apa kau sudah menyelidikinya?"


"Sudah tuan. Namanya, Bryant Astrope. Dia mantan pacar, Olivia sekaligus pemilik perusahaan Starlight yang sekarang sudah bangkrut."


"Kenapa bisa bangkrut?"


"Bryan terlibat skandal dengan artisnya tuan. Dia pria yang terkenal playboy dan suka main wanita."


"Tidak heran kalau, Olivia mantan pacarnya." ujar Zyano tersenyum kecut.


"Tapi, Bryan memperlakukan, Olivia sedikit istimewa tuan. Diantara banyaknya mantan pacarnya. Olivia termasuk yang paling lama bisa pacaran dengan Bryan. Dan berkatnya juga Olivia bisa menjadi model terkenal."


"Bahkan mereka juga pernah tidur bersama tuan."


"Jadi, benar kalau Bryan itu ayah biologis bayi, Olivia?"


"Saya tidak tahu pasti, tuan. Akan tetapi saya juga baru mengetahui kalau ternyata dulunya, Olivia juga pernah berhubungan dengan seseorang yang bernama Nathan Fransisco."


"Siapa lagi dia?"


"Dia direktur utama perusahaan modeling Olivia bekerja. Itu tempat di mana Olivia merintis agar bisa jadi model terkenal. Dan saya juga mendengar kalau dia yang membuat Olivia bisa memenangkan penghargaan model pendatang baru terbaik."


"Wow, berapa banyak dia berhubungan dengan laki-laki?"


"Soal itu saya tidak begitu tahu tuan tapi sepertinya sangat banyak."


"Heh, pantas saja murahan." ujar Zyano tersenyum ejek.


"Apa lagi yang kau tahu?"


"Saya juga mendengar kalau Nathan dulunya sangat menyukai, Olivia tapi saya tidak pernah mendengar kalau mereka memiliki hubungan khusus."


"Mungkin saja mereka merahasiakannya, Dave."


"Mungkin saja tuan, tapi.."


"Tapi apa?"


Dave sedikit ragu mengatakannya. "Tapi satu tahun yang lalu Nathan ditemukan tewas dalam apartemen nya sendiri tuan. Lebih tepatnya dia bunuh diri." ungkap Dave mengejutkan.


"Maksudmu?"


"Tidak banyak yang tahu hal ini tuan. Nathan mati dengan mengantungkan dirinya sendiri. Meskipun begitu, anehnya hasil visum mengatakan kalau terdapat banyak sayatan di tubuhnya. Bahkan kepalanya juga seperti habis di pukul dengan besi. Ada banyak kejanggalan dalam kematiannya, tuan."


"Apa media menginput nya?"


"Tidak tuan, kasusnya sirna begitu saja. Bahkan tidak ada penyelidikan apapun. Sepertinya ada yang disembunyikan."


"Cari tahu lebih jelas, Dave. Aku yakin itu bukan bunuh diri tapi di bunuh!"


"Baik, tuan."


"Entah kenapa perasaanku jadi tidak enak." batin Zyano.


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduhhh serem juga ya. Kira-kira Nathan beneran bunuh diri atau malah di bunuh?


Kalau mau tau tunggu kelanjutannya 🤣🤣🤭


Jangan lupa VOTE dong biar otor makin rajin nulisnya hehehe

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2