Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
28. MALAM KEBAHAGIAAN


__ADS_3

Mobil Zyano menyapu jalanan yang sudah nampak sangat sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang masih berlalu lalang. Banyak toko yang sudah tutup dan ditambah udara malam kian dingin menusuk di kulit.


Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan yang menyelimuti. Zyano fokus menyetir sementara Katerina hanya diam menatap jalanan. Tak terasa akhirnya mereka sampai di mansion. Para penjaga membukakan pintu gerbang dengan sangat lebarnya.


Mobil berhenti tepat didepan pintu utama. Zyano dan Katerina keluar dari mobil. Mansion terlihat sepi karena pasti para main sudah tidur. Mereka pulang tepat pukul 23:00. Zyano dan Katerina langsung masuk kedalam mansion.


"Eh tuan Zyano, nona Katerina kalian baru pulang ya?" tanya Bi Asri mengusap-usap kedua matanya yang masih mengantuk, sambil sesekali menguap.


"Iya bibi, mom sama dad udah tidur?" tanya Zyano.


"Sudah, tuan."


"Baiklah." Zyano melangkah pergi, menaiki tangga menuju kamarnya.


"Bibi, aku bisa minta tolong?" tanya Katerina.


"Boleh, nona minta tolong apa?"


"Tolong ambilkan baskom yang berisi air bersih sama kompresan ya, Bi." pinta Katerina.


"Baik, nona tunggu disini bibi akan ambilkan." ucap Bi Asri bergegas masuk dapur untuk mengambil apa yang Katerina minta.


Tak perlu waktu lama, Bi Asri datang membawa baskom berisi air serta kompresan, lalu memberikannya kepada Katerina.


"Terima kasih, Bi Asri." ucap Katerina tersenyum.


"Sama-sama, nona."


"Ya sudah, aku ke kamar dulu ya, Bi." Katerina melangkah pergi, naik ke lantai atas sambil membawa baskom.


Begitu masuk kedalam kamar terlihatlah Zyano sedang berbicara serius dengan seseorang ditelpon. Tak ingin menganggu Katerina meletakkan baskom itu diatas nakas, lalu melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai Katerina keluar dan melihat Zyano sudah duduk di kasur. Pria itu nampak sibuk dengan iPad ditangannya.


"Zyan, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Katerina, mendudukkan pantatnya di kasur bersebelahan dengan Zyano.


"Aku sedang mencek email perusahaan. Jika kau lelah tidurlah lebih dulu." jawab Zyano tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad yang sedari tadi terus dilihatnya.


"Apa kau tidak lelah?"


"Tidak." ucapnya menguap sambil mengusap kedua matanya yang berair menahan kantuknya. Sebenarnya Zyano lelah hanya saja dia menahannya.


Katerina berdecak, lalu beranjak menghampiri Zyano. Tanpa terduga ia mengambil iPad Zyano dan meletakkannya di atas nakas. Lalu, menatap Pria itu dengan tangan di atas dada.


"Kate, apa yang kau lakukan?" tanya Zyano heran, tangannya ingin meraih iPad lagi tetapi ditahan oleh Katerina.


"Aku yang harusnya bertanya seperti itu Zyan. Apa kau tidak tahu sekarang jam berapa? ini sudah tengah malam, Zyan. Kau lelah bahkan matamu sudah berair. Mulutmu memang mengatakan tidak lelah tetapi tubuhmu mengatakan hal sebaliknya." jawab Katerina.


"Tapi aku harus mencek email perusahaan Kate." tukas Zyano.


"Diam!" bentak Katerina membuat Zyano langsung bungkam.

__ADS_1


Katerina mengambil baskom tadi, lalu mengangkat dagu Zyano untuk melihat lebam di bibir nya sehabis dipukul oleh Rei tadi. Zyano meringis saat Katerina mengusapkan kompres ke bibirnya yang terasa perih.


"Sakit?" tanya Katerina ikut meringis saat melihat Zyano menahan perih.


Zyano hanya menggeleng sambil menatap wajah Katerina yang sangat dekat. Hembusan nafas wanita itu terasa di wajahnya disertai aroma Jasmine yang menyeruak dipanca Indra nya.


Jika dilihat dari dekat Katerina sangat cantik, wajahnya yang putih bersih, kulitnya yang mulus serta bibirnya yang nampak sangat menggoda.


Seketika Zyano menelan saliva nya kuat. Ia menahan gejolak dalam dirinya. Malam ini memang malam pertamanya, tetapi Zyano tidak akan memaksa Katerina untuk melakukan hubungan itu.


"Zyan, kenapa kau memukul, Rei?" tanyanya.


"Aku hanya tidak suka dia menyentuhmu. Apa kau marah karena aku memukulnya?"


Katerina menggeleng "Tentu saja tidak, aku malah merasa bersalah padamu karena diriku kau jadi terluka seperti ini. Maaf, Zyan." ungkap Katerina sendu.


"Sudah seharusnya bukan suami memukul pria yang ingin menyentuh istrinya." tukas Zyano membuat Katerina tersipu malu.


Tiba-tiba saja satu tangan Zyano meraih pinggang ramping Katerina membuat wajah keduanya sangat dekat. Sedangkan satu tangannya lagi bertumpu di kasur. Zyano kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga dan berbisik.


"Jika kau merasa bersalah, beri aku hadiah untuk ucapan maaf mu." bisik nya.


"Hadiah apa?" tanya Katerina bergerak kesamping dan akhirnya tanpa sengaja bibirnya bersentuhan dengan bibir Zyano. Katerina ingin menjauhkan diri. Namun, sayangnya Zyano menahan pinggangnya lalu mencium bibir Katerina yang lembut dan manis seperti madu.


Awalnya ciuman itu hanya kecupan biasa tapi lama-kelamaan makin panas dan bibir keduanya saling berpagut. Erangan feminin keluar dari mulut Katerina. Ia mengalungkan tangannya ke leher Zyano dan membiarkan pria itu untuk menciumnya lebih dalam dan ******* bibirnya panas.


Tangan yang sedari tadi bertengger di pinggang ramping Katerina kini mulai naik keatas menyibak dress Katerina, mengusap lembut perut nya hingga membuat suara ******* lolos dari bibir Katerina.


"Maaf Kate, kau tidurlah lebih dulu." ucap Zyano ingin beranjak. Namun, ditahan oleh Katerina.


"Kau ingin ke mana, Zyan?" tanya Katerina dapat melihat dari tatapan Zyano yang sedang berusaha keras menahan gairahnya.


"Aku ingin keluar mencari angin." jawabnya merasa gerah.


"Zyan, apa kau sedang menghindari ku?"


"Tidak. Aku hanya...."


"Hanya apa?"


"Kate, aku tidak akan menyentuh mu jika kau tidak menginginkannya dan aku juga tidak ingin memaksamu untuk melakukan itu." ungkap Zyano mengatakan yang sejujurnya.


Katerina tertegun sekaligus terharu mendengarnya. Ia tidak menyangka Zyano begitu menghormati dirinya bahkan rela menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Padahal Zyano suaminya, sudah sepantasnya mendapatkan haknya.


Tangan Katerina terangkat membelai wajah serta rahang kokoh Zyano. Sentuhan sensual itu membuat Zyano memejamkan kedua matanya menahan gairah. Tapi detik berikutnya Zyano sadar dan langsung menahan tangan Katerina agar berhenti karena takut ia tidak akan bisa menahan diri lagi.


"Kate, apa yang kau lakukan?" tanya Zyano menahan diri saat Katerina meraba dada bidangnya.


"Bukankah ini yang kau inginkan, Zyan?" ucapnya menggoda lalu mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Zyano dengan lembut.


Zyano melotot dibuatnya. Katerina berinisiatif sendiri untuk mencium nya dan bahkan lebih agresif. Tidak berhenti sampai situ saja, Katerina bahkan mulai membuka satu persatu kancing baju kemeja Zyano hingga terbuka sempurna dan memperlihatkan dada bidangnya yang berotot.

__ADS_1


"Hentikan Kate, aku tidak ingin memaksamu." gumam Zyano sedikit mendesah karena sentuhan sensual Katerina.


"Shut! I want you honey." bisiknya ditelinga Zyano.


Tangan kanan Zyano meraih pinggang ramping Katerina, lalu membalikkan tubuhnya dengan cepat. Kini, posisinya Zyano menindih tubuh Katerina. Tatapan keduanya diselimuti gairah yang membara apalagi setelah mendapatkan sentuhan sensual.


"Are you serious, sweetie?" tanya Zyano memastikan pendengarannya tidak salah.


Katerina tersenyum lalu mengalungkan tangannya di leher Zyano dan berkata.


"Yes, honey."


"Katakan sekali lagi sayang. Aku ingin mendengarnya." pinta Zyano menggoda.


"I want you, Zyan." ucapnya dengan pipi bersemu merah.


Dengan cepat Zyano mencium bibir ranum Katerina dengan penuh kelembutan. Disela-sela ciuman itu Katerina mendesah ketika Zyano menyentuh area sensitifnya membuat Zyano semakin berkabut oleh gairah yang sedari tadi ditahannya.


"Jangan salahkan aku sayang. Aku sudah menahan diri tapi kau sendiri yang mengatakannya." ucap Zyano memajukan wajahnya mencium leher Katerina. Awalnya hanya kecupan basah tapi lama kelamaan berubah menjadi ******* yang meninggalkan bekas keunguan di sana.


"Aku tidak akan menyalakan mu, Zyan. Ahh."


Dan akhirnya malam pertama itu terjadi. Sepasang pengantin baru yang dimabuk cinta menikmati malam nya dengan penuh gairah. Kamar itu jadi saksi bisu percintaan mereka.


*****


Di lain tempat Olivia sangat kesal karena Rei tidak mengantarnya pulang. Dengan sangat terpaksa Olivia harus pulang naik taksi.


"Sial, Rei benar-benar keterlaluan. Awas saja nanti akan ku balas." geram Olivia.


Olivia tiba-tiba teringat dengan wajah tampan Zyano. Ia kembali berdecak kesal. Bagaimana bisa Katerina mendapatkan suami yang begitu tampan dan mempesona seperti Zyano.


"Kenapa Katerina selalu mendapatkan hal yang lebih bagus dariku. Tidak bisa! Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan memberitahu ayah soal pernikahan Katerina. Dia pasti akan marah besar."


"Dan untuk pria itu aku akan menggodanya sampai dia bertekuk lutut di hadapanku."


"Pria manapun tidak akan bisa menolak pesona seorang, Olivia Natasha Cristopher." gumamnya sangat percaya diri.


"Tunggu saja Katerina, aku akan merebut semua yang kau miliki tanpa tersisa sedikitpun." batin Olivia tersenyum licik.


Bersambung 😎


______________________________________________


Mon maaf author panas dingin nulisnya 😂🙈


Jangan terlalu dibayangkan yaa🤣🙈


Ayoo dong LIKE, VOTE, KOMEN AND SHARE YUK RAMEIN!


^^^Coretan Senja ✍️^^^

__ADS_1


__ADS_2