
...******...
Polisi tadi mengantarkan Zyano dan Katerina sampai di depan pintu ruangan pak Irwan saja.
"Ini ruangan pak Irwan, saya hanya bisa mengantarkan tuan dan nyonya sampai disini saja." ujar polisi tadi.
"Iya tidak apa pak, sebelumnya terima kasih banyak." balas Katerina tersenyum ramah.
"Sama-sama nyonya, kalau begitu saya permisi." polisi tadi melangkah pergi.
Zyano mengeratkan pelukannya dan berbisik. "Jangan tersenyum dengan pria lain sayang. Aku tidak suka melihatnya!" peringati Zyano cemburu.
"Astaga Zyan, kau cemburu dengan seorang polisi?" tanya Katerina tidak habis pikir.
"Aku tidak peduli, yang pasti aku tidak suka melihat mu tersenyum untuk pria lain. Ingat, kau hanya boleh tersenyum manis untukku sayang" balas Zyano tegas.
"Hm, baiklah aku tidak akan tersenyum lagi." ujar Katerina mengalah. Zyano sangat mendominasi, tidak suka dibantah daripada berdebat Katerina lebih memilih mengalah saja.
Tok tok tok
"Ya, silahkan masuk."
Setelah mendapatkan persetujuan keduanya pun akhirnya masuk kedalam ruangan yang didominasi warna abu-abu. Di dindingnya terdapat beberapa lukisan dan piala berukuran besar yang tersimpan di lemari kaca. Dimeja nya tertulis dengan jelas nama Irwantoro Pradipto.
Pria itu berdiri kala melihat kedatangan Zyano dan Katerina.
"Selamat pagi." sapa polisi itu sopan.
"Pagi, pak Irwan." sambut Zyano.
"Silahkan duduk." ujar pak Irwan mempersilahkan keduanya untuk duduk di kursi yang telah disediakan.
"Iya, terima kasih." Mereka berdua pun duduk bersebelahan dan berhadapan langsung dengan pak Irwan.
"Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih kepada pak Zyano karena sudah bersedia datang memenuhi panggilan saya terkait tuntutan anda kepada pak Andi Cristopher."
"Iya, lalu bagaimana untuk proses hukum yang harus dijalani oleh, Andi Cristopher?" tanya Zyano menyilangkan kedua tangannya.
"Begini tuan, sesuai tuntutan anda terhadap pak Andi mengenai tindak kekerasan itu akan kami proses. Pak Andi akan tetap diberi hukuman setidaknya 2 bulan penjara dan akan dikenakan denda sesuai hukum yang berlaku di sini, karena perbuatan pak Andi sendiri sudah termasuk fatal. Percobaan pembunuhan dan ancaman serta memakai senjata tajam yang dapat membahayakan nyawa orang lain." ungkap pak Irwan membaca laporan Zyano dilaptop nya.
"Ya, saya harap Andi mendapatkan hukuman yang pantas untuknya. Agar dia jera dan tidak akan mengulanginya lagi." balas Zyano menyunggingkan senyum yang sulit diartikan.
"Baik, laporan anda kami terima dan sekali lagi saya ucapkan terimakasih sudah berkenan hadir memenuhi panggilan kami." sambung Pak Irwan.
"Ya sudah, jika tidak ada lagi kami permisi dulu." ucap Zyano bangkit dari duduknya bersama Katerina.
"Ya silahkan, maaf saya tidak bisa mengantarkan kalian keluar." imbuhnya meminta maaf.
"Tidak apa." Zyano menarik tangan Katerina dan melangkah keluar dari ruangan itu.
****
"Bagaimana hm, apa kau sudah puas sayang?" tanya Zyano menatap istrinya yang terlihat bahagia.
Katerina menopang tangannya di atas dagu. "Lumayan, ya setidaknya dia bisa merasakan bagaimana tinggal dipenjara meskipun hanya 2 bulan." jawab Katerina tersenyum senang.
"Aku sudah membuatmu senang, lalu bagaimana cara kau membalasnya sayang?" ujar Zyano bertanya menggoda.
Katerina tersipu malu "Hm, bagaimana ya? kau ingin hadiah seperti apa memangnya?" tanya Katerina mengalungkan tangannya di leher Zyano.
"Bagaimana jika kita pergi honeymoon saja? Setelah menikah kita belum pernah pergi honeymoon kan?" usul Zyano tiba-tiba.
"Honeymoon? kau yakin? bukannya kau sangat sibuk?" tanya Katerina mengerutkan keningnya.
"Aku tidak sesibuk itu sayang. Lagipula, ada Dave yang akan menangani perusahaan." jawab Zyano menyentil hidung Katerina.
__ADS_1
"Tapi kau ingin honeymoon kemana?"
"Terserah saja, asalkan bersamamu aku tidak masalah."
"Hm, bagaimana jika kita ke Paris saja? aku ingin melihat pemandangan kota Paris saat malam hari dan berfoto di Menara Eiffel." usul Katerina antusias. Impian nya sejak dulu adalah melihat indahnya kota Paris bersama pasangan hidupnya.
"Baiklah, nanti aku akan suruh Dave untuk menyiapkan segalanya." balas Zyano mengusap kepala Katerina penuh kasih sayang.
Katerina mengangguk tersenyum sumringah. Impiannya akan tercapai, menikmati pemandangan kota Paris saat malam hari. Itu benar-benar akan sangat menyenangkan.
"Ya sudah, sekarang ayo kita pulang. Aku harus segera ke kantor." ajak Zyano.
"Tunggu Zyan, aku ingin bertemu ayah dulu sebelum pulang. Jika kau sibuk, kau bisa pergi sekarang nanti aku pulang naik taksi saja." ucap Katerina.
"Tidak! Aku akan pergi bersama mu." bantah Zyano tidak ingin meninggalkan Katerina sendiri. Ia khawatir biar bagaimanapun kemarin Andi sudah melukainya.
"Apa kau yakin? ini mungkin akan memakan waktu yang tidak sedikit. Aku tidak ingin pekerjaan mu jadi terhambat hanya karena menemaniku." tanya Katerina, takut kalau Zyano sibuk.
"Iya, lagipula aku juga ingin bertemu dengan ayah mertuaku karena kemarin aku tidak sempat berkenalan dengannya bukan?" jawab Zyano menyunggingkan senyum licik di bibir nya.
"Ya sudah, ayo." ajak Katerina menarik tangan Zyano.
Mereka berdua pun pergi menemui Andi dipenjara dan diantarkan langsung oleh pak polisi tadi. Begitu sampai di depan pintu. Katerina menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan. Ia menarik ganggang pintu hingga terlihatlah Andi yang sedang bersandar di dinding.
Mendengar suara pintu dibuka Andi pun langsung menoleh. Matanya langsung melebar kala melihat Katerina datang bersama seorang pria yang tentunya Andi kenal. Sontak saja hal itu membuat Andi berdiri.
"Kate." lirih Andi terkejut melihat kedatangan putrinya.
Katerina hanya tersenyum tipis, lalu duduk di kursi depan yang menghadap Andi. Ada kaca besar yang menghalangi mereka.
"Bagaimana kabar anda? Apa anda senang berada di sini?" tanya Katerina tersenyum mengejek.
"Kate.. kenapa kau begitu tega membiarkan ayah dikurung seperti ini? Apa kau tidak kasihan melihat ayahmu harus tidur ditempat menjijikkan ini hah!" tukas Andi merasa jijik.
"Kate, ayah tidak sengaja melakukan itu, harusnya kau paham. Ayah melakukan itu semua demi kebahagiaan mu, bukankah bagus jika kau bisa menikah dengan tuan Heri yang notabenenya pengusaha terkenal. Ayah jamin kau tidak akan menderita jika menikah dengannya."
"Diam!" bentak Katerina marah sampai membuat Andi tersentak kaget.
"Sudah saya bilang bukan? Sampai matipun saya tidak akan sudi menikah dengan tuan Heri. Jika anda memaksa, nikahkan saja putri kesayangan anda dengannya. Jangan saya terus yang harus anda korbankan!" sungut Katerina, marah besar.
"Beraninya kau membentak ayahmu sendiri Katerina!" sentak Andi naik pitam.
"Kau bukan ayahku. Aku tidak sudi punya ayah sepertimu!" teriak Katerina meluapkan segala emosinya.
"Dasar anak durhaka!" Bentak Andi memukul kasar dinding pembatas yang menghalangi mereka.
"Diam! Punya keberanian apa kau membentak istriku hah! Apa kau ingin mendekam di penjara untuk selamanya?!" sarkas Zyano dengan tatapan tajam. Rahangnya mengeras, tidak suka jika ada yang membentak istrinya.
"Siapa lagi kau hah! Jangan ikut campur dalam urusan keluarga ku." sahut Andi geram.
"Aku suaminya, tidak peduli kau ayahnya atau bukan. Aku tidak suka jika kau membentak istriku. Jangan harap kau bisa bebas dari sini." balas Zyano meninggikan suaranya.
Andi langsung bungkam setelah mendengar ancaman Zyano yang membuatnya tidak berkutik. Biar bagaimanapun, ia memikirkan caranya untuk bebas bukan malah sebaliknya. Andi mulai mengubah strategi nya.
"Kenapa diam? kau takut, hm?" ujar Zyano menyeringai. Membuat siapapun ketakutan dengan hawa dingin yang dia keluarkan.
"Jadi kau suaminya, Katerina?" tanya Andi mulai melembut, melancarkan aksinya.
Zyano tersenyum kecut "Ya salam kenal ayah mertua. Maaf jika perkenalkan kita kurang mengenakkan." jawab Zyano.
"Tidak apa. Aku juga minta maaf atas sikap kasarku tadi. Aku hanya sedang terbawa emosi sesaat." balas Andi cengengesan.
"Tapi sikap kasarmu itu membuat kesan buruk untukku." sindir Zyano mencela.
"Jangan terlalu ambil hati, itu hanya sikap tegas ku dengan, Katerina." ujar Andi, berusaha mengambil hati Zyano.
__ADS_1
Zyano hanya diam menampilkan wajah datarnya. Sementara Katerina tersenyum kecut melihat wajah kepura-puraan Andi. Sangat pandai berakting dan bersilat lidah.
"Katakan siapa namamu nak?" tanya Andi.
"Namaku, Zyano Genta Brawitama." jawab Zyano memperkenalkan dirinya secara resmi.
"Apa! Brawitama? apa aku tidak salah dengar? itu artinya kau putra, Zeano?" pekik Andi terkejut saat mendengar nama marga Zyano.
"Iya, apa kau mengenal ayahku?" tanya Zyano seakan menginterogasi.
Andi terdiam menelan saliva susah. Ia tentu sangat mengenal siapa Zeano karena Zahra istrinya merupakan sahabat baik Ghina istri pertamanya. Dan Andi juga tahu kalau Zeano berteman baik dengan Gavin. Pria yang sudah dia bunuh puluhan tahun yang lalu.
"Kenapa diam ayah mertua? Aku sedang bertanya, apa kau mengenal ayahku?" tanya Zyano mendesaknya.
"Ah ya, tentu saja. Siapa yang tidak mengenal ayahmu? Dia itu pengusaha yang sudah sangat terkenal dimana-mana." jawab Andi tersenyum paksa. Keringat dingin mulai membasahi keningnya.
"Gawat, semoga dia tidak mencurigai ku lagi." batin Andi sedikit khawatir.
Melihat ada gelagat aneh dari Andi. Zyano merasa ada sesuatu yang disembunyikan pria itu padanya. Zyano menatap lekat Andi sampai pria itu salah tingkah sendiri.
"Sepertinya, ada yang dia sembunyikan. Tapi apa?" batin Zyano.
"Baiklah, kalau begitu kita pulang saja sayang." ajak Zyano tersenyum menatap istrinya.
"Ayo."
"Tunggu." langkah Katerina dan Zyano terhenti.
"Kate, ayah mohon tolong cabut tuntutan mu. Ayah tidak mau dipenjara. Ayah berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi kedepannya." pinta Andi memohon. Menangkupkan kedua tangannya penuh harap.
"Maaf, sayangnya saya tidak punya kuasa untuk itu karena bukan saya yang menuntut anda melainkan suami saya. Jadi, dia yang berhak untuk mencabut tuntutannya bukan saya." ungkap Katerina seakan menolak.
"Tapi kau istrinya, dia pasti akan mendengarkan mu." tukas Andi.
"Maafkan aku ayah mertua, meskipun istriku memohon padaku. Aku tetap tidak akan mencabut tuntutan ku padamu. Kau akan tetap dihukum sesuai proses hukum yang berlaku." sahut Zyano tersenyum penuh arti.
"Ya, setidaknya kau akan dipenjara selama 2 bulan. Jadi, aku ucapkan selamat menikmati masa hukuman mu disini." lanjut Zyano.
"Apa kau bilang? 2 bulan? Tidak! aku tidak bisa bertahan dipenjara selama 2 bulan." sanggah Andi tak terima, ia mulai panik dan khawatir.
"Kau harus bisa! Itu hukuman untukmu karena sudah berani menyakiti istriku!" sarkas Zyano tersenyum smirk. Sorot matanya tajam dan penuh intimidasi.
"Tidak. Aku mohon keluarkan aku dari sini." teriak Andi frustasi.
"Kami permisi dulu ayah mertua." pamit Zyano keluar bersama Katerina dengan senyum lebar.
"Arrghh sial." Andi berteriak frustasi sambil memukul-mukul dinding penjara.
"Hei diam! Jangan membuat keributan." tegur polisi yang berjaga.
Andi langsung menghentikan aktivitasnya dan terduduk lemas di lantai dingin dengan penuh kekesalan.
"Sial, bagaimana caranya aku bisa bebas dari sini? Aku tidak mungkin tinggal dipenjara selama 2 bulan. Apa kata orang nanti, dan bagaimana dengan nasib pertunangan Olivia. Arghhh aku tidak tahu harus bagaimana lagi." teriaknya meremas kepalanya kasar.
"Apa aku harus meminta bantuan dengan Black Shadow? Ya, hanya itu satu-satunya harapan." gumam Andi.
Bersambung 😎
*****
Mampus kau Andi 😂😂
JANGAN LUPA VOTE YA GUYS HEHEHE 😍❤️❤️❤️❤️🌷🌷🌷
__ADS_1