
Keesokan harinya.......
Katerina menggeliat di kasur. Ia membuka kedua matanya perlahan. Katerina meringis memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. Matanya melirik sekitar tapi dia merasa asing dengan tempat itu.
"Di mana ini?" tanya Katerina mencoba bangun. Ia menatap sekelilingnya. Kamar ini bukan kamarnya.
"Apa yang terjadi kemarin?" gumam Katerina berusaha mengingat tapi kepalanya berdenyut pusing.
"Hubby." panggil Katerina tapi tidak ada sahutan.
"Mana hubby?" tanya Katerina sambil turun dari kasurnya. Ia melangkah pelan keluar dari kamar itu. Hendak mencari suaminya. Namun, saat hendak membuka pintu ternyata lebih dulu di buka. Katerina refleks mundur beberapa langkah ke belakang.
"Sayang, kau sudah bangun hm?" ternyata itu adalah suaminya. Katerina pun bernafas lega.
"Iya hubby, baru saja." jawabnya sedikit meringis.
"Kau kenapa sayang?" tanya Zyano khawatir.
"Aku juga tidak tahu hubby tapi kepalaku sangat pusing."
"Itu pasti karena efek samping minum kemarin." ujar Zyano.
"Tunggu? Minum?" tanya Katerina terkejut. Ia tidak ingat kalau dirinya minum sangat banyak kemarin malam.
"Yah, apa kau sudah lupa? Bukankah kemarin malam kau menantang ku minum sampai mabuk hm?"
Katerina langsung tersadar. "Astaga, iya hubby. Aku baru ingat. Lalu, setelahnya apa yang terjadi? Siapa yang menang?" cecar Katerina dengan berbagai macam pertanyaan.
"Tentu saja aku." tegas Zyano tersenyum penuh arti.
"What? Tidak mungkin." ujar Katerina tak percaya.
"Apanya yang tidak mungkin?"
"Ya aku tidak mungkin kalah. Hubby pasti berbohong kan?"
"Terserah kau ingin percaya atau tidak tapi yang pasti sekarang kau harus siap-siap."
"Siap-siap kemana?" tanya Katerina bingung. Ia baru menyadari kalau suaminya sudah berpenampilan rapi.
Aaaaaaaaaaa
Katerina memekik saat tubuhnya tiba-tiba terangkat. Ia refleks mengalungkan tangannya ke leher Zyano takut jatuh.
"Tidak usah banyak bertanya sayang. Ikuti saja perkataan ku."
"Tunggu dulu hubby." Katerina memberontak tapi tenaganya kalah jauh dari suaminya itu. Jadi, Katerina hanya bisa pasrah mengikuti kemanapun Zyano membawanya.
Zyano menurunkan Katerina di kamar mandi. "Mandilah, sayang. Aku akan menunggu di luar." perintah Zyano.
"Tunggu hubby." Langkah Zyano terhenti saat Katerina menahan pergelangan tangannya.
"Kenapa?"
"Jelaskan dulu. Ada apa? Kita ada di mana? Dan mengapa aku harus bersiap-siap?" cecar Katerina dengan beragam pertanyaan.
Zyano tersenyum sambil mengusap kepala istrinya. "Simpan saja semua pertanyaan mu itu sayang. Aku akan menjawabnya nanti, oke?"
"Tapi hubby....."
Cup
"Berhenti bertanya dan mandilah." ujar Zyano mengacak rambut Katerina sebentar dan setelahnya keluar. Sedangkan Katerina berdecak sebal.
"Tinggal jawab saja apa susahnya sih." gerutunya kesal. "Ah, sudahlah lebih baik aku mandi saja."
*****
Saat Zyano tengah menunggu istrinya mandi. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Zyano pun bangkit dari duduknya dan membuka setengah pintu. Ternyata itu adalah kepala pelayan.
"Maaf menggangu waktunya, tuan. Saya hanya ingin memberikan dress yang sudah anda pesan." ucapnya seraya menyodorkan sebuah kotak besar yang berisi dress untuk Katerina.
"Ah ya, baiklah." Zyano membuka kotak itu. Seketika senyum terbit di wajah tampannya. Kepala pelayan itu tampak terkejut pasalnya dia tidak pernah melihat Zyano tersenyum.
"Kalau begitu saya permisi dulu, tuan."
__ADS_1
"Tunggu."
"Iya, ada yang bisa saya bantu lagi, tuan?"
"Tidak, aku hanya ingin bertanya soal persiapan yang ku perintahkan padamu. Apa semuanya sudah beres?"
"Sudah tuan."
"Baguslah kalau begitu. Setengah jam lagi aku dan istriku akan turun. Pastikan semuanya sempurna dan tidak ada kesalahan apapun."
"Baik, tuan. Saya mengerti."
"Pergilah."
Saat Zyano menutup pintu bersamaan dengan itu juga Katerina baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hubby, siapa yang datang?" tanya Katerina mengibaskan rambutnya yang basah lalu menggulung nya dengan handuk hingga memperlihat leher jenjangnya yang putih. Sontak saja hal itu membuat Zyano menelan saliva susah.
"Sayang, jangan menggodaku. Ini masih pagi." ujar Zyano menarik pinggang ramping Katerina dan kemudian membalikkan badannya. Sehingga posisinya kini, Zyano memeluk Katerina dari belakang.
"Aku tidak menggoda mu hubby." bantah Katerina.
"Hm." Zyano hanya berdehem, lalu meletakkan kepalanya di celuruk leher Katerina dan menghirup dalam-dalam aroma jasmine yang menyeruak dari tubuh istrinya itu. Tak berhenti sampai situ saja Zyano juga mulai mengecupi leher istrinya itu hingga membuat Katerina merasa kegelian. Awalnya hanya kecupan biasa tapi lama kelamaan berubah jadi gigitan kecil yang meninggalkan bekas keunguan.
"Hubby." tegur Katerina.
"Maaf sayang, kau sangat harum. Jadi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium mu." ujar Zyano.
Katerina langsung membalikkan badannya dan kemudian mengalungkan tangannya ke leher Zyano. Ia menatap suaminya serius. "Baiklah, sekarang bisa jelaskan padaku kita ada di mana?"
"Paris."
"What?" Katerina shock mendengar nya.
"Jangan bercanda hubby. Mana mungkin kita ada di Paris padahal tadi malam kita masih ada di mansion."
"Aku tidak bercanda sayang. Kita memang ada di Paris."
"Hah?" wajah Katerina penuh tanda tanya.
Zyano terkekeh pelan. "Lihatlah di belakang mu sayang." ucapnya sambil menjentikkan jarinya dan seketika tirai otomatis itu terbuka menampilkan pemandangan menara Eiffel yang sangat cantik. Mulut Katerina terbuka lebar, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
"Hm."
"T-tapi bagaimana bisa kita langsung ada di Paris hubby?"
"Apapun bisa ku lakukan sayang." ujarnya tersenyum.
Katerina shock sampai tidak tahu harus bereaksi apa lagi. Ia terdiam sesaat dengan pikiran yang berkecamuk. Antara bahagia dan terkejut.
"Hei, sayang. Kau tidak apa-apa?"
Katerina tersentak. "Ah ya, aku tidak apa-apa hubby. Aku hanya sedikit terkejut."
"Kau yakin?"
"Iya hubby." jawab Katerina mengangguk tersenyum. "Oh iya, bagaimana semua barang-barang kita? Apa hubby juga yang mempersiapkan semuanya?"
"Kau tidak perlu memikirkan soal itu sayang. Kita di sini untuk bulan madu. Jadi, aku tidak ingin kau memikirkan hal yang tidak penting."
"Tapi kenapa hubby tidak memberitahu ku lebih dulu? Harusnya hubby konfirmasi dulu denganku!" ujar Katerina marah.
"Aku hanya ingin memberimu kejutan, sayang. Ini juga sebagai permintaan maaf ku karena kemarin sudah melupakan hari anniv kita."
"Tapi tetap saja aku kesal. Ini kan bulan madu kita berdua. Harusnya kita rencanakan bersama-sama bukan hanya hubby saja yang repot sendirian."
"Maaf, sayang. Aku tidak berpikir seperti itu. Aku kira apapun yang ku rencanakan kau pasti akan menyukainya tapi ternyata tidak?"
"Aku bukan tidak suka hubby. Tapi aku hanya kesal karena hubby tidak memberitahu ku. Aku jadi merasa seperti istri yang tidak berguna." ujar Katerina cemberut.
"Jangan berkata seperti itu sayang. Aku tidak suka mendengar nya!" tegas Zyano.
"Tapi kenyataannya memang begitu kan?"
Zyano menghela nafas panjang. "Baiklah, lain kali aku akan memberitahumu lebih dulu."
__ADS_1
"Janji ya hubby?"
"Iya sayang."
"Oke, makasih hubby." ujar Katerina memeluk suaminya senang.
"Sama-sama. Oh iya, ini untukmu." ujar Zyano memberikan kotak besar ke tangan Katerina.
"Apa ini hubby?"
"Dress."
"Wah ini sangat cantik."
"Apa kau suka?"
"Sangat suka hubby."
"Pakailah itu sayang. Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat."
Katerina mengerutkan keningnya. "Kemana hubby?"
"Rahasia."
"Kenapa harus pake rahasia segala sih? Tinggal beritahu saja apa susahnya?!" gerutu Katerina kesal.
"Sabarlah sayang nanti kau juga tau."
"Hm."
"Jangan cemberut begitu ayo kita sarapan dulu." ajaknya.
"Hubby duluan saja nanti aku menyusul."
"Baiklah, jangan lama-lama aku tunggu di bawah."
"Iya suamiku."
Zyano terkekeh dan kemudian mengecup singkat bibir Katerina. Setelahnya dia keluar. Sementara Katerina bergegas bersiap-siap untuk sarapan bersama.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya Katerina turun. Semua orang langsung menatap kearahnya bahkan Zyano sampai tak berkedip. Mereka semua tersihir dengan kecantikannya.
"Hubby, maaf kalau aku lama." ucap Katerina merasa tidak enak hati lantaran membuat suaminya menunggu lama.
Zyano tak menyahut. Ia masih terpana akan kecantikan istrinya apalagi saat memakai dress yang dia belikan. Menurutnya kecantikan Katerina bertambah dua kali lipat. Tidak sia-sia dia membelikan dress limited edition untuk istrinya itu.
"Hubby." Katerina menyenggol lengan Zyano hingga membuat nya langsung tersadar.
"Ah iya, maaf sayang. Kau sangat cantik hingga membuat ku jadi tidak fokus." ujar Zyano berkata jujur.
"Katerina tersipu malu mendengarnya. "Ish, hubby bisa saja. Ini semua kan karena dress yang hubby belikan."
"Tidak sayang. Aku serius! Kau memang sangat cantik, Kate. Aku jadi berpikir dua kali kalau mengajak mu keluar. Karena aku tidak ingin ada pria yang menatapmu selain diriku sayang."
"Apaan sih hubby. Jangan memujiku terus kan aku jadi malu." ujar Katerina mencubit pinggang suaminya.
"Augh, sakit sayang." pekik Zyano menjerit.
"Hubby sih, berhenti menggodaku! Mreka semua jadi menatapku kan." cicit Katerina malu.
"Siapa yang berani menatapmu hm? Kalau ada yang berani akan ku congkel matanya supaya dia tidak bisa melihat mu lagi!" ujar Zyano sengaja menekan perkataan nya di depan para pelayan pria. Seketika mereka semua langsung menundukkan kepalanya ke bawah menatap lantai. Ancaman Zyano terdengar serius. Jadi, mereka memilih cari aman.
"Hubby." tegur Katerina menggelengkan kepalanya tak suka.
Zyano terkekeh pelan. "Aku bercanda sayang. Ayo duduklah." ujar Zyano menarikan kursi untuk istrinya.
"Terima kasih suamiku."
Zyano hanya tersenyum dan kemudian duduk di kursinya. Keduanya menikmati sarapan itu sambil bercengkrama. Katerina terlihat sangat bahagia dengan semua kejutan yang diberikan suaminya.
Bersambung 😎
______________________________________________
Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰👍
__ADS_1
JANGAN LUPA VOTE HARI SENIN YA GUYS THANK YOU 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
^^^Coretan Senja ✍️^^^