Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
24. KEHANCURAN BLACK SHADOW


__ADS_3

Makasih untuk kamu yang masih setia membaca cerita ini☺️☺️


______________________________________________


******


Malam ini adalah malam penyeludupan senjata legal milik Vito. Ia akan turun tangan langsung melihat pengiriman itu sampai tujuan. Vito menyuruh seluruh anggota Black Shadow untuk berbaris rapi.


"Kalian semua jaga markas dengan baik.  Kalau ada sesuatu yang mencurigakan atau ada penyusup yang masuk segera tangkap. Jangan biarkan dia kabur!" ucap Vito menatap seluruh anggota Black Shadow.


"Baik, bos." jawab mereka serentak.


"Damian, aku percayakan markas padamu. Aku harap kali ini kau bisa lebih hati-hati dan waspada. Jangan mempercayai siapapun yang tidak dikenal, Mengerti?!" tegas Vito dengan sorot mata tajam.


Damian mengangguk "Baik bos, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu untuk kedua kalinya." balas Damian berdiri tegak.


"Bagus." Vito tersenyum tipis.


Jovan membukakan pintu mobil, lalu Vito pun masuk kedalam. Para anggota Black Shadow melambaikan tangan menatap kepergian bos mereka. Setelah mobil Vito tidak terlihat lagi Damian dan anggota lainnya masuk kedalam markas untuk melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tertunda.


Tanpa mereka ketahui ada seorang pria yang sedang mengawasi mereka semua dibalik semak-semak. Pria itu adalah Lucky, salah satu anggota King Draxler yang ditugaskan untuk mengawasi pergerakan Black Shadow.


"Lapor, target meninggalkan markas." ucap Lucky memberitahukan kepada Dave ditelpon.


"Baiklah, jalankan rencana selanjutnya." balas Dave.


Sepanjang perjalanan Vito merasa tidak tenang, hatinya gelisah. Tapi Vito tidak tahu apa yang terjadi dengan perasaanya. Vito mencoba menangkis segala pikiran buruknya agar hatinya tenang tetapi justru malah sebaliknya.


"Apa yang terjadi padaku? mengapa hatiku sangat gelisah?" batin Vito menatap keluar jendela.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di pelabuhan Long Beach, Kota Los Angeles country, California. Tempat di mana penyeludupan senjata legal milik Vito. Begitu keluar Vito disambut hangat oleh para anggota Black Shadow lainnya.


"Hallo bos, tumben kau datang kemari?" sambut salah satu anggota menghampiri Vito dan Satria.


"Ya, aku hanya ingin memastikan penyeludupan senjata legal kali sampai tujuan dengan baik." jawab Vito.


"Bos tenang saja, penyeludupan senjata kali ini pasti berjalan mulus tanpa hambatan seperti biasanya" ujarnya.


"Kuharap begitu."


Tampak beberapa anggota Black Shadow sedang mengangkat kotak kayu besar yang berisi senjata yang akan dikirimkan. Mereka memasukkan semuanya kedalam kapal berukuran besar.


Mereka melakukannya tengah malam agar tidak diketahui oleh pihak kepolisia, sebab mereka akan mengirim barang haram itu langsung ke Uni Soviet.


Vito sedang berdiri memperhatikan para anggotanya dengan seksama.  Disampingnya ada Jovan dan anggota lainnya yang menemaninya. Vito tersenyum lebar melihat semua barang-barangnya sudah masuk kedalam kapal dengan aman. Kini hanya tinggal mengirimkannya saja lagi.


Terlihat salah satu anggota Black Shadow berlari menghampiri mereka.


"Lapor bos, semua barang telah dimasukkan kedalam kapal." ucapnya memberitahukan.


"Bagus, tidak yang tertinggal bukan?" tanya Vito memastikan.


"Tidak ada, bos." jawabnya tegas.


"Serang!" teriak seseorang dari arah yang tidak terduga.


DOR!


Timah panas meluncur dari arah tak terduga dan tanpa sengaja langsung mengenai lengan Vito.


"Arghh." Vito berteriak merintih kesakitan, lengannya mengeluarkan darah segar dibalik kemejanya.


"Awas, Bos." teriak Jovan langsung melindungi Vito dari serangan musuh yang tak terduga. Jovan segera menarik tangan Vito dan membawanya bersembunyi dibalik drum seng bekas yang ada di pelabuhan itu.


Terdengar suara tembakan yang saling bersahutan. Para anggota Black Shadow terkejut karena serangan tiba-tiba seperti ini. Mereka semua sama sekali tidak ada persiapan untuk melawan. Jovan dengan cepat mengeluarkan pistol yang tersimpan di jaketnya, lalu membantu anggota lainnya untuk menembaki musuh.


Banyak anggota Black Shadow yang berjatuhan. Melihat hal itu musuh semakin gencar menembaki semua anggota Black Shadow tanpa ampun. Satu persatu dari mereka semua mati dengan sangat mengenaskan.


Sementara Vito dan Jovan masih terus bersembunyi dibalik drum seng bekas. Vito menekan luka tembakan di lengannya yang terasa sangat menyakitkan. Sedangkan Jovan terus saja menembaki lawan tanpa ampun.

__ADS_1


Seorang pria bertopeng langsung melemparkan granat ke arah kapal. Kemudian pria itu segera menjauh dan menyuruh semua anak buahnya untuk pergi. Beberapa saat setelahnya tidak terdengar lagi suara tembakan.


Perlahan Jovan melihat sekitarnya untuk memastikan apakah ada musuh ataukah tidak tapi begitu dicek ternyata tidak ada siapapun.


"Bos, mereka semua telah pergi." ucap Satria.


Kening Vito berkerut "Benarkah?" tanya Vito merasa sedikit aneh.


"Iya bos." jawab Satria mengangguk.


Duarrr!!!


Tiba-tiba saja terdengar suara ledakan dahsyat. Jovan dan Vito terlonjak kaget. Mereka berdua langsung keluar dari tempat persembunyian untuk memastikan ledakan apa itu. Dan saat dilihat mata Vito terbelalak melihat kapal yang berisi senjata miliknya meledak hingga menghancurkan segala isi yang ada dalam kapal.


"Oh tidak.....Uangku." teriak Vito penuh amarah melihat kapal itu hancur berkeping-keping bersamaan dengan semua senjatanya.


Jovan terdiam kaku menyaksikan hancurnya kapal itu. Dia tidak menyangka ini semua akan terjadi.


"Brengsek! siapa yang melakukan ini semua! Akan ku cari kalian sampai dapat kalau perlu ke ujung dunia sekalipun akan ku cari kalian semua!" teriak Vito, mengepalkan tangannya kuat. Sorot matanya berkilat penuh amarah, hawa membunuh terasa menusuk kulit.


"Arghhhhhhhh, sialan." teriak Vito frustasi.


Vito meremas kepalanya dengan sangat frustasi. Bagaimana tidak? Vito mengalami kerugian triliunan karena penyelundupan nya gagal total.


Jovan bahkan tidak bisa berkata-kata lagi melihat semua kekacauan yang terjadi. Mereka benar-benar tidak menduga akan terjadi hal seperti ini.


Vito melihat mayat anggota Black Shadow bergelimpangan didekat mereka. Vito semakin berteriak marah. Emosinya memuncak, Vito kalah telak kali ini.


"Keluar kalian semua! Jangan bersembunyi. Dasar pengecut!" teriak Vito tapi tidak ada jawaban, yang ada hanya keheningan.


Vito merebut paksa pistol yang ada di tangan Jovan lalu menembak ke segala arah. Vito berharap tembakkan asalnya dapat mengenai musuh yang bersembunyi. Namun, sayangnya tidak ada siapapun di sana. Vito berteriak penuh keputusasaan. Hancur sudah semuanya.


"Tenanglah, bos." Jovan mencoba untuk menenangkan Vito yang terlihat sangat frustasi.


"Lepaskan brengsek." bentak Vito mendorong kasar tubuh Jovan sampai terhuyung kebelakang.


DOR


DOR


DOR


"Dengar, siapapun kalian. Aku Vito bersumpah akan mencari dan membunuh kalian semua sampai habis!"


"Jangan harap kalian bisa bersenang-senang setelah menghancurkan ku. Bersiaplah, cepat atau lambat kalian akan mati ditangan ku!" teriak Vito menggertak giginya dengan tangan terkepal kuat.


"Ayo pergi Jovan." perintah Vito.


****


Dilain tempat, tepat nya di markas utama Black Shadow. Tampak semua anggota terlihat senang dan bersuka ria. Mereka berpesta sambil main domino dengan amat bahagianya. Berbeda dengan Damian yang duduk termenung. Entah mengapa perasannya dari tadi tidak tenang. Damian merasakan akan ada sesuatu hal besar terjadi.


Salah satu anggota Black Shadow berjalan gontai menghampiri Damian yang duduk termenung. Pria itu duduk di samping Damian.


"Bro, apa yang kau pikirkan? ku lihat sejak tadi kau hanya termenung." tanyanya.


Damian menggeleng "Entahlah, aku juga tidak tahu. Perasaanku dari tadi tidak enak." jawab Damian jujur.


Pria itu menepuk pundak Damian "Tenanglah bro, kau terlalu tegang. Cobalah lebih rileks. Minumlah ini, pasti setelahnya kau akan merasa lebih baik." ucap pria itu memberikan secangkir Vodka kepada Damian.


"Thanks bro." Damian meminum Vodka itu.


Mereka semua menari-nari, suara musik berdentum memenuhi ruangan itu. Damian nampak sudah mabuk, kepalanya berkunang-kunang. Ia tidak memperhatikan sekitarnya lagi.


"Sekarang waktunya." ucap seseorang yang berada dalam ruangan, di telinganya ada alat yang terpasang.


Setelah mendengar itu Lucky memencat sebuah tombol berwarna merah. Pria itu kemudian meletakkan bom waktu dalam ruangan itu tanpa sepengetahuan. Perlahan waktunya semakin berkurang pertanda bom itu akan segera meledak. Setelah itu pria tadi langsung bergegas keluar akan tetapi belum jauh tempat itu sudah meledak bersamaan dengan dirinya.


Duarr!

__ADS_1


Suara ledakan sangat dahsyat terdengar begitu nyaring. Vito yang sudah dekat dengan markas mendengar ada suara ledakan. Seketika jantungnya berdegup kencang. Perasaan khawatir menyelimuti dirinya.


"Jovan, lebih cepat lagi!" pinta Vito mendesak.


Jovan mengangguk paham. Ia langsung melajukan mobilnya dan tak lama akhirnya mereka sampai. Begitu tiba di markas Mata Vito membulat sempurna melihat markasnya terbakar habis tak bersisa sedikitpun. Semua anggota Black Shadow yang ada dalam markas mati dalam ledakan itu termasuk Damian.


"TIDAKKKKKKK." Teriak Vito melihat markasnya hancur bersamaan dengan mayat anggota Black Shadow.


Duar!!


Lagi-lagi suara ledakan yang masih tersisa di markas itu. Jovan segera menarik tubuh Vito menjauh dari markas agar tidak terkena ledakan dahsyat itu.


Vito menatap nanar dari jauh markasnya yang hancur lebur. Tidak pernah terpikirkan oleh Vito markasnya akan hancur. Vito sudah mengalami kerugian besar karena gagalnya penyeludupan senjata legal miliknya. Dan sekarang, markasnya juga ikut hancur tak bersisa seperti ini hanya dalam sehari.


"Arghhhhhh." teriakan putus asa Vito terdengar sangat nyaring.


Hancur sudah segala hal yang Vito banggakan selama ini. Markas dan uangnya. Vito marah sangat marah tapi sayangnya dia tidak tahu siapa yang melakukan ini semua.


Bertahun-tahun Vito membangun markas Black Shadow dengan segala kemampuannya yang dia miliki tapi itu semua hancur dalam sehari. Vito mengepalkan tangannya kua. Ia bertekad akan mencari dan membunuh siapapun yang sudah menghancurkannya sampai ujung dunia pun akan Vito cari.


"AKU VITO ALEXANDER BERSUMPAH AKAN MEMBUNUH SIAPAPUN YANG SUDAH MENGHANCURKAN KU!"


"TUNGGU SAJA AJAL KEMATIAN KALIAN!" Teriak Vito dengan lantangnya.


*****


"Bagaimana tuan, apa anda sudah puas?" tanya Dave memperlihatkan semua Video kehancuran Black Shadow. Dimulai dari ledakan kapal dan kemudian markas Black Shadow yang hancur lebur.


Zyano menyesap anggur merah. Punggung kekarnya disandarkan di sofa dengan kaki menyilang. Senyum tipis terbit di wajah tampannya saat melihat wajah frustasi Vito.


"Kerja bagus Dave. Kau tidak pernah mengecewakan ku." ungkap Zyano.


"Terima kasih atas pujiannya tuan." balas Dave tersenyum.


"Kau tahu Dave, aku sangat senang melihat wajah frustasi Vito. Dan aku juga heran bagaimana bisa dia menjabat sebagai ketua Black Shadow kalau otaknya saja sangat bodoh!" ucap Zyano tersenyum mengejek melihat kebodohan Vito.


"Maaf tuan, Vito bukanlah ketua Black Shadow." jawab Dave.


Alis Zyano bertautan "Lalu, siapa?" tanyanya.


"Sebenarnya Vito merebut kekuasaan Black Shadow secara paksa dari Nick Alexander kakaknya sendiri!" ungkap Dave.


"Vito meracuni Nick sampai terbaring lemah di rumah sakit. Dan karena hal itu Vito bisa berkuasa di Black Shadow tuan."


"Heh, ternyata dia sangat licik."


"Benar tuan."


"Tetap pantau dia, aku takut Vito akan semakin gila dan pastikan mereka tidak akan bisa mengetahui kalau ini semua perbuatan King Draxler!"


"Baik tuan."


"Kau boleh pergi, Dave."


"Kalau begitu saya permisi tuan. Selamat malam." Dave membungkukkan badan lalu pergi meninggalkan Zyano di ruangan itu sendirian.


Zyano kembali menyesap anggur merah. Hatinya sangat bahagia, setidaknya kerugian perusahaannya tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kerugian Vito yang triliunan.


Zyano sangat tidak suka diusik, jika ada yang mengusiknya maka bersiaplah untuk kehancurannya.


"Jangan coba-coba untuk mengusikku atau kau akan hancur!" gumam Zyano menyeringai.


Bersambung 😎


______________________________________________


Wooooo Zyano keren banget 🙈🙈


Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN AND SHARE DUNG BIAR RAME😌😌

__ADS_1


MAU KAPAN LAGI DI UPDATE??


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2