
Di mansion utama........
Katerina membuka kedua matanya perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah Zyano yang tengah tersenyum menatapnya.
"Kau sudah bangun, sayang?" ucap Zyano sambil mengecup kening Katerina.
"Kita di mana, Zyan?" tanya Katerina seraya menatap sekitarnya. Ia merasa asing dengan kamar ini karena sangat mewah bahkan juga lebih besar dari kamar yang ada di mansion Zyano.
"Kita sudah sampai di mansion utama, Kate."
Katerina langsung bangun. "Astaga, maaf. Aku ketiduran."
"Tidak papa, sayang. Aku tau kau kelelahan karena perjalanan jauh."
Katerina menghela nafas. "Kapan kita sampai dan kenapa kau tidak membangunkan ku?
"Tiga jam yang lalu. Aku tidak tega membangunkan mu karena kau terlihat sangat lelah, sayang. Lagipula mom juga menyuruh ku membawa mu ke kamar supaya kau bisa beristirahat sebentar." ujar Zyano sambil mengelus rambut Katerina.
"Baiklah, lalu sekarang mom di mana? Aku ingin bertemu dengannya." tanya Katerina sudah tidak sabar bertemu Zahra dan Zeano.
"Tidak perlu, sayang. Istirahatlah dulu. Nanti malam kita baru bertemu mom."
"Loh, kenapa tidak sekarang saja, Zyan? Aku sudah sangat merindukan mom."
"Sabarlah, sayang. Kita pasti akan bertemu mom saat makan malam nanti. Jadi, untuk sekarang kau bisa beristirahat dulu."
"Ya sudah, kalau begitu kita harus siap-siap dulu, Zyan." ujar Katerina sangat bersemangat.
"Kau sudah tidak lelah lagi? Ini masih jam lima sore. Kau masih bisa istirahat, Kate."
Katerina menggeleng. "Tidak, Zyan. Aku sudah tidak lelah lagi. Aku malah ingin cepat-cepat bertemu, mom."
"Baiklah, kalau begitu ayo kita bersiap." ujar Zyano.
"Ayooo."
Kyaaaakkk
"Kenapa kau menggendong ku, Zyan?" tanya Katerina refleks mengalungkan tangannya ke leher Zyano.
"Bukankah tadi kau bilang ingin cepat bertemu, mom?"
"Iya memang, tapi kenapa kau malah menggendong ku?" tanya Katerina bingung.
"Kita akan mandi bersama supaya lebih cepat, sayang." jawab Zyano tersenyum penuh arti.
"Hah?"
Zyano hanya tersenyum melihat wajah keterkejutan sang istri. Tapi detik berikutnya wajah Katerina langsung merona. Ia tiba-tiba mendadak gugup.
"Zyan, kalau kita mandi bersama. Bukankah itu akan lama?" tanya Katerina mengigit bibirnya malu.
"Hm, mungkin saja."
"Zyan, kau sengaja ya?" tanyanya.
__ADS_1
"Ya, begitulah." jawab Zyano mengulum senyum. Ia senang sekali mengerjai Katerina.
"Ish, menyebalkan." decak Katerina sebal.
"Bersiaplah, sayang. Kita akan mandi bersama." bisiknya menggoda ditelinga Katerina.
"Astaga, aku akan diterkam singa lapar." batin Katerina dalam hati. Ia hanya bisa pasrah kali ini.
*****
Malam harinya.....
Maya tengah bersiap-siap untuk bertemu Kenzie. Ia memakai outfit simpel yang nyaman dipakai. Maya juga merias dirinya dengan sedikit polesan make up yang tidak terlalu tebal tapi tetap berkesan cantik.
Setelah selesai, Maya bergegas keluar dari apartemen nya. Kali ini dia pergi menggunakan mobilnya sendiri. Tanpa sepengetahuan Katerina ternyata Maya memiliki mobil yang khusus diberikan langsung oleh Erland.
"Aku harus cepat sebelum Kenzie datang."
*******
Di lain tempat Sean juga sedang di perjalanan menuju Le Grand Restoran. Kalau bukan karena sudah berjanji dengan Dimas dia pasti tidak mau pergi.
Sean tiba-tiba teringat dengan perjanjian nya dengan Zyano. Ia meruntuki kebodohannya karena menantang Zyano Saat itu Sean pikir semuanya mudah tapi ternyata sangat sulit. Ia tidak berpikir panjang.
"Aku yakin, Zyan pasti akan tertawa mengejekku." ujar Sean tersenyum kecut. Membayangkan saja dia kesal.
"Ah, sudahlah. Kali ini kalah tidak masalah. Lagipula memangnya bisa mencari calon istri dalam waktu satu bulan? Gila saja. Aku tidak mau menyesal kalau sampai salah pilih. Bisa-bisa hidupku sengsara." gumam Sean memijit kepalanya pusing.
Brukk
"Astaga, mati aku." ujar Sean menepuk jidatnya. Bisa-bisanya dia menabrak mobil orang. Namun, Tanpa diketahui ternyata mobil yang ditabraknya adalah mobil Maya.
"Suara apa itu? Jangan bilang kalau..." Maya langsung keluar dari mobilnya dan betapa terkejutnya dia melihat bagian mobil belakangnya penyok.
"Oh tidak, mobilku." pekik Maya shock. Ia bahkan sampai menutup mulutnya tidak percaya.
Tatapan Maya beralih kepada mobil yang menabraknya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Hei, keluar kau bajingan! Beraninya kau menabrak mobilku sampai rusak begini!" teriak Maya memukul-mukul kaca mobil Sean.
"Astaga, bodoh sekali kau, Sean. Hidupmu sungguh sial." gumam Sean menggaruk kepalanya frustasi.
"Hei, keluar kau atau ku pecahkan kaca mobilmu! Ku hitung sampai tiga kalau tidak..." belum sempat melanjutkan ucapannya Sean lebih dulu menyahut.
"Baiklah, aku akan keluar." Ujar Sean pasrah.
"Akhirnya kau keluar juga." ujar Maya menatap Sean tajam sambil berkacak pinggang.
"Iya, seperti yang kau minta." ucap Sean sok santai. Ia membenarkan jasnya dengan sombong.
"Santai sekali kau. Lihatlah, gara-gara kau mobilku rusak! Kau harus bertanggung jawab!" tukas Maya marah.
Sean dapat melihat mobil yang ditabraknya rusak parah. Ia tidak menyangka kalau rusaknya bisa separah itu. Di tambah wanita ini terlihat sangat marah. Belum pernah Sean bertemu dengan wanita seberani Maya.
Sean menghela nafas. "Yah, aku akan bertanggung jawab. Apa yang kau inginkan? Uang? berapa yang kau minta? Katakan saja akan ku transfer langsung ke rekening mu." ujar Sean sombong.
__ADS_1
"1 miliar." jawab Maya dengan cepat.
Sean terlonjak kaget. "Hah? Apa kau gila? Kau mau memeras ku ya?" tanya Sean shock mendengarnya.
"Tidak. Aku hanya mengatakan apa yang ku inginkan. Bukankah tadi kau bilang katakan saja berapa yang ku mau. Ya aku mau 1 miliar." ujar Maya mengangkat tangannya di atas dada.
"Hahahaha, lucu sekali ucapan mu. Kau pikir aku bodoh hah?! 1 miliar hanya untuk mobil yang tidak seberapa ini? Jangan gila kau!" sarkas Sean.
"Jaga bicaramu! Meskipun tidak mahal tapi ini sangat berarti untukku! Bilang saja kau tidak punya uang kan? Pakaian mu saja yang bagus tapi ternyata kantong nya kering." ejek Maya menohok.
"Apa kau bilang?" Sean tersulut emosi.
"Aku tidak suka mengulang ucapan ku!" balas Maya.
Sean mati-matian menahan diri. "Kalau kau bukan wanita sudah ku habisi kau!" ujar Sean kesal bukan main.
"Kau pikir aku takut denganmu? Hanya karena aku wanita bukan berarti aku tidak bisa melawan mu!" ujar Maya berani.
"Sudahlah! Aku tidak ingin berdebat dengan wanita gila sepertimu!"
"Siapa juga yang mau berdebat dengan pria aneh sepertimu." balas Maya memutar bola matanya malas.
Sean mengambil ponsel yang ada di saku jasnya. "Katakan berapa nomer rekening mu?! Aku akan transfer langsung uangnya."
"Tidak perlu, aku tidak butuh uangmu!" tolak Maya.
"Hah?"
"Aku hanya ingin kau bertanggung jawab. Bawa mobilku ke bengkel."
"Kau menguji batas kesabaran ku, ya?" tanya Sean kesal. Bisa-bisanya dia dipermainkan oleh seorang wanita.
"Ya, aku tidak suka pria sombong yang kalau ada apa-apa memakai uang. Kau pikir masalah akan langsung selesai hanya karena kau punya uang banyak? Jangan sombong jadi orang!" tukas Maya menohok.
"Haah." Sean tertohok bukan main. Ucapan wanita ini benar-benar melukai harga dirinya. Baru kali ini dia diperlukan seperti ini oleh wanita. Sering kali wanita yang tergila-gila padanya.
"Ini kunci mobil dan kartu nama ku. Kalau mobilku sudah selesai di perbaiki hubungi saja nomer yang tertera di sana." ujar Maya memberikan kartu namanya sekaligus kunci mobilnya.
"Taksi." teriak Maya sambil melambaikan tangannya saat ada melihat taksi yang lewat.
Maya menatap Sean sebentar. "Aku pergi dulu, sampai jumpa." pamit Maya dan setelah itu taksinya pergi begitu saja meninggalkan Sean yang berdiri mematung.
Sean tak percaya diperlakukan seperti itu oleh seorang wanita yang sama sekali tidak dikenali nya. Ia menatap kartu nama itu.
"Jadi, namanya, Maya Anastasia?" gumam Sean.
"Heh, wanita yang menarik." ujar Sean tersenyum tipis.
Bersambung 😎
______________________________________________
Ciee kayaknya Sean mulai tertarik nih sama Maya🤭
Jangan lupa, Like, Vote, Komen, dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰👍 Tambahkan favorit jugaa yaa
__ADS_1
^^^Coretan Senja ✍️^^^