Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
84. PENAWARAN BERSYARAT


__ADS_3

"Apa-apaan ini?! Mengapa tuan, Zyano tiba-tiba membatalkan kerjasama?!" tanya seorang pria murka saat membaca surat pembatalan kerjasama dari perusahaan Brawitama company.


"S-saya juga tidak tahu tuan, Felix Tiba-tiba saja saya mendapat surat dari asistennya tuan, Zyano tentang pembatalan kerjasama." ujar sekretaris nya.


"Kenapa kau tidak bertanya apa alasannya hah?!" bentaknya sangat marah.


Felix Dexvator seorang pengusaha sukses sekaligus pemilik perusahaan Dextor Company. Ia merajai dunia bisnis sampai luar negeri dan perusahaan nya juga berada di urutan kelima dalam kelompok jajaran atas. Itu merupakan pencapaian luar biasa yang bisa didapatnya. Namun, tiba-tiba dia malah mendapat surat pembatalan kerjasama yang dia sendiri tidak tahu apa alasannya. Tentu saja Felix marah dan tidak terima.


"Maaf, tuan. Saya sudah bertanya tapi jawabnya sedikit membingungkan, tuan." ujar sekretaris ya.


"Memangnya apa yang dia katakan?!" tanya Felix.


"Katanya tanyakan saja kepada istri tuan. Dan dia juga memberikan saran kepada istri tuan agar lebih menjaga mulutnya tapi saya tidak begitu mengerti apa maksud perkataannya, tuan." ucap sekretaris itu apa adanya.


Felix mengerutkan dahinya. "Istri? Kenapa dengan istriku? Memangnya istriku melakukan apa sampai tuan, Zyano memberikan saran begitu?" tanya Felix bingung.


"Saya juga tidak tahu tuan karena mereka hanya mengatakan itu saja."


"Baiklah, kau boleh keluar!"


"Baik, tuan. Saya permisi."


Begitu sekretaris nya keluar Felix menyandarkan punggungnya ke kursi. Jemari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja. Ia masih tidak mengerti mengapa perusahaan Brawitama mendadak membatalkan kerjasama sama. Padahal proyeknya sudah berjalan setengah. Kalau dibiarkan begitu saja maka perusahaan Dextor akan mengalami kerugian besar.


"Ck, aku tidak bisa terus berdiam diri seperti ini. Aku harus bertanya langsung dengan tuan, Zyano." putus Felix yakin.


Felix menekan tombol telpon yang terhubung dengan asistennya.


"Hallo tuan, Felix. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Siapkan mobil sekarang! Aku ingin pergi ke perusahaan Brawitama company!" perintahnya.


"Baik, tuan."


******


Sementara itu di Mansion Katerina tengah bersiap-siap untuk pergi bertemu dengan Sera. Ia mengoleskan sedikit bedak ke wajah cantiknya dan tak lupa juga sapuan blush on berwarna peach membuat wajahnya tampak segar. Katerina juga memakai kaos hitam berlapiskan kemeja putih yang celananya senada dengan warna jas-nya. Ia terlihat cantik dan berkharisma.


"Perfect." gumamnya tersenyum puas menatap dirinya lewat pantulan cermin besar dihadapannya. Ia melirik jam tangannya sebentar, lalu mengambil tasnya dan keluar dari kamarnya.


"Nyonya mau pergi?" tanya Rena yang saat itu tidak sengaja berpapasan dengan Katerina.


"Iya, Rena. Aku ada urusan sebentar di luar." jawab Katerina.


"Ohh begitu. Hati-hati ya, nyonya." balas Rena tersenyum.


"Iyaa, aku pergi dulu ya, Rena."


Begitu keluar mansion ternyata Budi sudah menunggu di depan mobil. Ia membukakan pintu mobil dan membiarkan Katerina masuk. Setelahnya mobil mereka pergi meninggalkan mansion. Tanpa Katerina sadari ada dua orang pria berpakaian serba hitam yang memantaunya dari jauh. Mereka adalah bodyguard bayangan yang disuruh Zyano untuk melaporkan apapun yang terjadi dengan istrinya.


"Ayo pergi." ucap mereka langsung menyusul mobil yang ditumpangi Katerina.


Sesampainya di Flight Restaurant Katerina langsung turun dari mobil. Ia menarik nafas sebentar, lalu mengembuskan nya perlahan. Setelah itu Katerina masuk ke dalam diikuti oleh Budi. Ia duduk di salah satu kursi pengunjung yang sudah dipesannya. Sambil menunggu kedatangan Sera Katerina memesan beberapa makanan.


"Apa mungkin dia akan datang?" gumam Katerina mulai bertanya-tanya. Ia juga tidak tahu apakah Sera bersedia datang atau mungkin malah tidak. Tapi kalau Sera penasaran dia pasti akan datang.


"Restoran ini sangat nyaman. Iya kan, Budi?" tanya Katerina sambil menatap Budi.


"Iya, nyonya. Pemandangannya juga enak di pandang." jawab Budi setuju.


"Kau benar. Aku yakin pasti pemilik restoran ini sangat menyukai alam terbuka. Liat saja restorannya khas gaya alam sekali." ujar Katerina.


"Iya, nyonya."


"Semua makanan nya juga enak walaupun harganya cukup menguras kantong." ujar Katerina terkekeh pelan. Ia tidak bermaksud mengejek tapi memang itulah kenyataannya. Harga makanan di sini cukup mahal. Tapi bagi mereka yang suka menghamburkan uang ya tidak masalah.


Katerina juga memesan puding karamel dan begitu dicicipi ternyata rasanya sungguh lezat. Ia dibuat terbang oleh cita rasanya. Lembut, manis dan kenyal bercampur jadi satu. Sangat memanjakan lidah sekali.

__ADS_1


"Aku jadi ingin berinvestasi dengan restoran ini. Pasti sangat menguntungkan. Iya kan, Budi?" tanya Katerina meminta pendapat Budi.


"Tentu saja, nyonya tapi anda tidak perlu melakukan itu." ujar Budi.


"Loh kenapa?" tanya Katerina bingung.


"Karena restoran ini milik tuan, Zyano nyonya." ungkap Budi mengejutkan.


"Apa?" Katerina shock mendengar nya. Ia tidak menyangka kalau restoran ini milik suaminya sendiri.


"Pantas saja dia menyarankan ku untuk memesan di restoran ini. Ternyata ini restoran miliknya? Tidak heran banyak pegawai di sini yang menatapku saat aku datang. Ternyata mereka sudah tau." gumam Katerina dalam hatinya.


"Seberapa kaya dia sampai restoran ini juga miliknya?" gumam Katerina bertanya.


Budi tersenyum. "Anda akan terkejut kalau mengetahui nya, Nyonya. Tuan, Zyano memiliki banyak properti. Selain restoran ini dia juga memiliki mall." ujar Budi memberitahu.


"Wow." Katerina tersenyum kecut mendengar nya. Ia shock sekaligus kagum. Ternyata suaminya sehebat itu. Sedangkan dirinya bukanlah siapa-siapa. Katerina jadi merasa minder.


"Seandainya nyonya tahu kalau tuan, Zyano ketua mafia bagaimana ya? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksinya nanti? Ah, sudahlah itu bukan urusanku! Tugasku hanya menjaganya saja." ujar Budi dalam hatinya.


Tak beberapa lama kemudian akhirnya Sera datang. Namun, anehnya dia datang bersama dua pria bertubuh besar. Penampilan mereka juga cukup mencurigakan. Budi refleks melindungi Katerina dari dua pria itu.


"Jangan takut mereka hanya bodyguard ku." ujar Sera tersenyum tipis.


"Wow menarik. Anda bahkan sampai menyewa bodyguard khusus seperti ini. Apa anda pikir saya akan menyakiti anda?" tanya Katerina menyindir.


"Yah, tidak ada yang tahu bukan? Aku hanya berjaga-jaga. Siapa tahu kau ingin balas dendam." jawabnya santai dan kemudian duduk sambil menyilang kan kakinya seperti bos.


"Heh, kekanak-kanakan." cibir Katerina tersenyum kecut.


"Apa kau bilang?" bentak Sera menggebrak tidak terima.


"Tolong jangan membuat keributan nyonya, Sera." ucap Budi pasang badan melindungi Katerina. Ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Katerina.


"Majikan mu itu yang duluan memancing kemarahan ku!" sarkas Sera tajam.


Sera berdecih. "Cih, dasar anak tidak tau diri. Apa kau tidak malu menghina ayahmu sendiri hah?!"


Katerina tersenyum tipis. "Malu? Kenapa harus malu? Harusnya dia yang malu bukan saya!" tegas Katerina menatap Sera tajam.


"Kau sudah semakin berani ya, Kate. Hanya karena kau menikah dengan pria yang bernama Zyano itu kau jadi lupa bagaimana caranya bersikap dengan ibumu sendiri!" bentak Sera marah.


Katerina menampilkan wajah datar. "Anda tidak perlu mengajari saya tentang bagaimana cara bersikap. Lihatlah diri anda sendiri. Apa anda juga sudah bersikap layaknya ibu tiri? Tidak bukan! Jadi, jangan coba-coba mengajari saya kalau anda sendiri juga seperti itu!" ujar Katerina menusuk. Sera sampai kehilangan kata-kata.


"Cih, sial." umpat Sera membuang muka kesal. Ia merasakan perubahan besar Katerina yang dulunya takut kini jadi sangat berani. Bahkan menatapnya dengan tatapan dingin. Sungguh, Sera kesal tapi sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Saya mengajak anda bertemu bukan untuk ribut tapi saya ingin membuat sebuah penawaran dengan anda."


Sera mengerutkan keningnya. "Penawaran apa?"


BRAK


Katerina melempar sebuah map di atas meja. Ia menyilang kan kedua kakinya sambil menatap Sera dengan senyum penuh arti.


"Bacalah surat itu." ujar Katerina.


Melihat senyum itu Sera mulai bertanya-tanya dalam hatinya. "Apa yang direncanakan anak ini?"


Sera yang penasaran pun akhirnya membuka map itu. Seketika kedua matanya melebar setelah membaca surat yang berisikan kejahatan yang pernah dilakukan oleh Andi. Sera bahkan tidak menyangka suaminya bisa melakukan hal itu tanpa sepengetahuan nya.


"Apa-apaan ini?!"


Katerina pun mengeluarkan sebuah surat khusus dan meletakkan nya di atas meja agar Sera bisa membacanya.


"Saya ingin membuat penawaran dengan anda. Saya akan membebaskan Andi dari penjara tapi dengan syarat dia harus memberikan hak kuasa penuh atas perusahaan nya kepada saya!" ujar Katerina.


"Apa katamu? Kau ingin menguasai perusahaan Cristopher sepenuhnya?!" tanya Sera menggebrak meja.

__ADS_1


"Yah, tepat sekali." jawab Katerina sambil menjentikkan jarinya.


"Jangan gila kau!" bentak Sera marah sampai membuat Katerina sedikit terkejut tapi dia cepat memasang ekspresi datar.


"Hohoho tenang dulu nyonya, Sera. Lihatlah semua orang sedang menatap anda." ujar Katerina. Banyak orang melihat kearah mereka karena Sera yang mengamuk.


"Aku tidak peduli! Apa kau pikir aku akan menyetujui penawaran gila itu hah?! Jangan harap! Itu tidak akan terjadi!" bentaknya marah sambil merobek kertas itu hingga hancur menjadi bagian-bagian kecil.


Bukannya marah Katerina malah tersenyum tipis. "Sudah saya duga. Anda pasti akan menolaknya."


"Aku tidak sebodoh itu menerima tawaran gila mu!"


"Saya bisa memahami kenapa anda menolaknya. Tapi cobalah untuk berpikir lebih jauh."


"Aku sama sekali tidak tertarik." bantah Sera menolak.


"Tunggu dulu nyonya, Sera."


Katerina bangkit dari duduknya dan mendekati Sera. Ia berbisik di telinga wanita itu. "Saya bisa membebaskan Andi dari penjara dalam waktu satu hari tapi saya juga bisa membuat nya mendekam lebih lama lagi di penjara dengan semua bukti kejahatan nya tadi." ancam Katerina tersenyum licik.


"Apa maksudmu hah?!" tanya Sera berbalik badan menghunus tatapan tajam.


"Saya tahu anda mengerti maksud perkataan saya tadi nyonya, Sera. Jadi, pikirkanlah baik-baik semua ini. Saya beri waktu selama 3 hari. Semua keputusan ada ditangan anda!" ucap Katerina menyeringai.


"Ayo kita pergi, Budi."


"Baik, nyonya." Budi membungkukkan badannya membiarkan Katerina berjalan lebih dulu.


"Hei tunggu, Kate." teriak Sera hendak menyusul Katerina tapi tiba-tiba ditahan oleh dua bodyguard nya tadi.


"Apa-apaan ini?! Lepaskan tanganku!" teriak Sera memberontak.


"Maaf, nyonya. Tolong jangan membuat keributan di sini!" ujar salah satu diantara mereka.


"Beraninya kalian menceramahi ku! Kalian itu bawahan ku!" bentaknya marah.


"Sepertinya anda salah paham. Bawahan memang harus menurut dengan majikannya tapi sayangnya kami bukan bawahan anda!" bisik salah satu diantara mereka ke telinga Sera.


Deg


Tubuh Sera seketika menegang takut. "Apa maksudnya?"


"Bodyguard yang anda pesan sudah kami habisi!" jawabnya menyeringai.


"Ap...." Sera hendak berteriak tapi tertahan karena mulutnya disumpal oleh salah satu bodyguard tadi.


"Jangan coba-coba berteriak kalau anda masih ingin tetap hidup nyonya, Sera." bisiknya membuat Sera ketakutan setengah mati.


"S-siapa kalian dan apa mau kalian?" tanya Sera terbata-bata.


"Anda tidak perlu tahu siapa kami tapi yang pasti kami hanya disuruh menjaga nyonya, Katerina dan memastikan tidak ada siapapun yang bisa menyakiti nya!" ungkap mereka.


Sera langsung terdiam. Ia tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Sera shock dan takut kalau dirinya akan di sakiti. Jadi, dia memilih diam.


"Ayo pergi nyonya, Sera." ujar mereka.


"I-iya." Mau tidak mau, suka tidak suka Sera hanya bisa mengikuti ucapan mereka kali ini. Daripada nyawanya melayang lebih baik menurut pikirnya.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰👍🥰🥰


Maaf author kemarin gak update karena sibuk😭🙏


^^^Coretan Senja ✍️^^^

__ADS_1


__ADS_2