Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
96. HILANGNYA KERAGUAN


__ADS_3

Malam harinya..........


Katerina menggeliat di kasur tidak tenang. Ia bangun dan menyandarkan punggungnya ke headboard. Katerina tidak bisa tidur. Ia gelisah memikirkan bagaimana keputusan Sera besok terkait persyaratannya kemarin. Mungkinkah dia akan menyetujuinya atau mungkin malah menolaknya?


Huh


Helaan nafas terdengar berat. Katerina memijit kepalanya pusing. Ia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 01:00. Katerina tersenyum menatap wajah tampan suaminya yang sedang tertidur pulas. Sedangkan dirinya malah tidak bisa tidur. Kekhawatiran itu terus muncul dihatinya.


Tangan kanan Katerina terangkat membelai wajah suaminya. "Kasian hubby, dia pasti sangat kelelahan." gumamnya.


Merasa haus Katerina pun memutuskan untuk turun dari kasur dan pergi menuju dapur. Ia menuruni anak tangga. Mansion terlihat sangat sepi. Banyak orang sudah terlelap dalam mimpi.


Begitu sampai dapur. Katerina membuka kulkas dan mengambil air mineral. Ia duduk di salah satu kursi dan kemudian meminum air mineral tadi hingga hanya bersisa setengah saja. Setelah minum Katerina merasa tenggorokannya lega dan nyaman.


Katerina menghanguskan nafas gusar. "Astaga, aku benar-benar tidak tenang. Bagaimana kalau seandainya dia menolak tawaran itu? Lalu, aku harus bagaimana lagi?" gumam Katerina meremas rambutnya frustasi.


Arghhhhhhhhhhhhhhh


"Tidak! aku tidak boleh seperti ini. Kalaupun ibu, Sera menolak tawaran ku maka aku harus meyakinkan nya sekali lagi. Aku tidak akan membiarkan rencana ku berantakan. Balas dendam ku harus terlaksana! Entah apapun yang terjadi!" ucap Katerina penuh keyakinan.


Prang


Katerina tersentak kaget saat mendengar ada barang yang jatuh. Ia mengalihkan pandangannya ke dapur paling ujung yang dimana pencahayaan nya tidak begitu terang.


"Siapa di sana?" tanya Katerina waspada.


Merasa tidak ada jawaban Katerina pun berniat mencek tempat barang jatuh tadi. Ia berjalan pelan dengan perasaan takut dan was-was tinggi. Suasana jadi terasa mencekam dan horor. Katerina mengigit bibirnya takut. Haruskah dia mencek nya? Tapi kalau tidak Katerina penasaran. Takutnya ada maling. Katerina pun mengambil sapu sebagai persediaan kalau ada maling. Setidaknya dia punya senjata untuk melawan.


Saat dirinya sudah hampir dekat tiba-tiba saja ada yang menyentuh pundaknya. Katerina pun terlonjak kaget dan refleks berteriak sekencang-kencangnya.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa maling." teriak Katerina sambil memukul orang tersebut dengan sapu yang dibawanya.


"Augh, berhenti. Ini aku sayang." ucap Zyano seraya menyalakan lampu hingga pencahayaan disana langsung terang benderang.


"Hubby." lirih Katerina shock melihat suaminya yang tengah berdiri menatapnya. Sapu yang dipegangnya tadi langsung terlepas dari tangannya.


"Iya ini aku sayang. Kau kenapa?" tanya Zyano heran melihat Katerina yang tampak begitu ketakutan.


"Hubby, A-aku takut." ucap Katerina langsung memeluk suaminya erat. Ia benar-benar ketakutan setengah mati. Sebab dulu Katerina punya trauma masa kecil dimana dirinya hampir di culik.


Zyano terhenyak merasakan tubuh istrinya yang gemetar ketakutan. Ia tidak mengerti mengapa Katerina sampai ketakutan seperti ini. Apa yang terjadi? pikirnya.


"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kau ketakutan begini?" tanya Zyano menatap istrinya serius. Ia menghapus keringat dingin di wajah sang istri.


"I-itu tadi ku pikir ada maling hubby. Saat aku minum aku mendengar ada barang jatuh di ruangan itu. Jadi, ku pikir aku harus menceknya tapi aku malah memukul mu. Maaf." ucap Katerina dengan bibir yang masih bergetar ketakutan.


Zyano langsung menarik Katerina dalam pelukannya. "Tidak apa sayang. Justru aku yang harusnya minta maaf karena sudah mengejutkan mu. Aku tidak tahu kalau kau akan seterkejut ini. Maaf sayang." ucap Zyano sambil mengecup kening sang istri.


"Nyonya, ada apa ini? Kami semua terkejut mendengar nyonya berteriak." ucap Bi Asri dan para maid lainnya yang terbangun mendengar teriakan Katerina tadi.


"Astaga, nyonya. Wajah anda sangat pucat. Apa anda baik-baik saja?" tanya Lyla khawatir.


"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Budi menatap Zyano.


"Tidak ada apa-apa. Istriku baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dicemaskan." ujar Zyano. Sedangkan Katerina masih diam dalam pelukan hangat suaminya.


"Tapi tadi kalau saya tidak salah dengar ada yang berteriak maling? Apa iya?" tanya maid lainnya.


"I-iya maaf. Itu ku pikir ada maling karena aku mendengar ada barang jatuh di ruangan itu." jawab Katerina sambil menunjuk ruangan yang paling ujung.


"Barang jatuh?" tanya Budi.

__ADS_1


Katerina mengangguk yakin. "Iya."


"Kalau begitu biar saya yang mencek nya, nyonya." ujar Budi langsung berjalan ke ruangan itu. Dan begitu dibuka ternyata ada seekor kucing yang sedang menyantap ikan dengan nikmat.


"Ck, ternyata hanya kucing." ujar Budi sambil mengangkat kucing itu dan membawanya ke hadapan Katerina.


"J-jadi, ternyata bukan maling tapi hanya seekor kucing yang sedang mencari makanan?" tanya Katerina merasa malu karena sudah menimbulkan keributan seperti ini di tengah malam. Ia meruntuki kebodohannya.


"Sepertinya begitu nyonya."


Katerina menunduk. "Maaf, karena aku kalian semua jadi terbangun seperti ini." ujar Katerina merasa bersalah dan tidak enak hati.


"Tidak apa-apa, nyonya. Jangan merasa bersalah begitu." balas Lyla.


"Iya nyonya, anda tidak perlu khawatir karena selama kami bekerja di mansion ini tidak pernah ada maling yang bisa masuk."


Katerina menunduk malu. "Begitu ya?"


"Ya sudah, kalian semua kembalilah tidur. Aku dan istriku juga akan kembali ke kamar."


"Baik, tuan."


Aaaaaaaaaa


Katerina memekik saat tubuhnya tiba-tiba terangkat. Ia refleks mengalungkan tangannya ke leher Zyano takut jatuh.


"Hubby turunkan aku!" pinta Katerina sangat malu ditatap semua maid.


"Diamlah sayang! Aku tau kau masih takut."


"Tapi hubby."


Katerina tidak bisa melanjutkan perkataannya karena bibirnya sudah dibungkam oleh bibir Zyano. Keduanya berciuman sambil menaiki tangga menuju kamar. Para maid yang melihat itu hanya senyum-senyum. Mereka sudah tidak sabar menunggu kehadiran anak kecil di mansion ini. Pasti akan sangat ramai nantinya.


"Hubby." lirih Katerina.


"Jangan memikirkan apapun sayang. Percayakan semuanya padaku." ucap Zyano mencium pipi, hidung, kening dan kemudian bibir Katerina. Seluruh wajahnya dia cium.


"Apa maksudnya hubby?" tanya Katerina mengerutkan keningnya.


"Aku tau kau memikirkan tentang keputusan ibu tiri mu itu sayang." ujar Zyano.


"Darimana kau tahu soal itu hubby?" tanya Katerina terkejut.


Zyano terkekeh. "Aku selalu tau apapun tentang mu sayang."


ukhhh


Bibir Katerina mendesah saat Zyano mencium dan mengigit lehernya hingga meninggalkan bekas keunguan disana. Pria itu membuat tanda kepemilikan disana.


"Hubby." tegur Katerina menghunus tatapan tajam.


Zyano terkekeh pelan dan mengecup tanda kiss mark tadi. "Ini untuk membuktikan kalau kau hanya milikku sayang. Aku tidak suka siapapun menatap mu penuh cinta selain diriku."


"Hubby, apa kau masih marah soal, Rei tadi?" tanya Katerina.


"Siapapun akan marah kalau ada orang yang terang-terangan mengatakan ingin merebut istrinya!" ujar Zyano sambil memasukkan tangannya mengusap perut rata istrinya hingga membuat tubuh Katerina bergetar karena terangsang.


ukhhh


Katerina mengigit bibir bawahnya menahan *******. Zyano benar-benar lihai membuatnya terasa terbang dan ingin selalu disentuh.

__ADS_1


"Hubby, apa kau tidak percaya dengan ku?"


Zyano mendongak. "Tentu saja aku sangat mempercayai mu sayang. Kenapa kau masih mempertanyakan hal itu?"


"Kalau begitu kenapa kau meragukan cintaku padamu hubby?" tanyanya.


"Aku tidak pernah meragukan cintamu sayang!" tegas Zyano.


"Lantas, kenapa kau takut aku direbut orang lain hubby?"


Zyano terdiam. Ia menghentikan aktivitas nya dan duduk di kasur. Sedangkan Katerina bangun dan memeluk suaminya dari samping.


"Hubby, aku bisa mengerti akan kekhwatiran mu itu. Tapi aku tidak mungkin meninggalkan mu hanya karena masa lalu ku dengan Rei. Bagiku hubungan ku dengannya sudah berakhir saat dia mengkhianati cintaku! Dan saat aku memutuskan untuk menikah denganmu Itu artinya aku juga sudah memberikan hatiku sepenuhnya untukmu hubby! Apa kau masih tidak mempercayai cintaku?" ujar Katerina.


Zyano menggeleng. "Bukan begitu sayang. A-aku hanya takut kau akan meninggalkanku dan kembali dengan pria itu karena biar bagaimanapun dia pernah mengisi hatimu."


Shut


Katerina menutup bibir Zyano dengan jari telunjuknya. "Tenanglah, hubby. Percayalah dengan istrimu ini. Aku tidak akan kemana-mana karena aku hanya memiliki satu suami yaitu dirimu."


"Lagipula untuk apa mencari pria lain kalau suamiku saja sudah sangat tampan begini. Sudah tampan kaya lagi. Aku tidak berminat menikah dengan pria lain lagi hubby. Justru harusnya aku yang khawatir."


Zyano mengerutkan keningnya. "Khawatir kenapa?"


"Kau begitu tampan begini. Bagaimana kalau ada wanita yang merebut mu dariku. Sedangkan aku bukanlah wanita yang hebat. Tidak ada yang bisa dibanggakan dengan diriku yang hanyalah anak buangan ini."


"Jangan berkata seperti itu sayang!" tegas Zyano tak suka mendengarnya.


"Tapi itulah kenyataannya hubby. Saat ini aku bukanlah siapa-siapa. Aku hanya wanita beruntung yang bisa menikah dengan pria hebat seperti mu." ujar Katerina.


"Aku tidak peduli hal itu sayang. Siapapun dirimu yang jelas kau adalah istriku! Istri Zyano Genta Brawitama! Kalau ada yang menghina dirimu itu berarti juga menghinaku!" tegasnya.


Katerina tersenyum. "Baiklah, kalau begitu kau harus percaya denganku hubby. Tidak ada siapapun yang bisa merebut ku darimu tidak terkecuali Rei sendiri! Dia hanyalah masa lalu yang sudah tidak ada artinya lagi!"


"Aku pegang ucapanmu sayang."


"Iya hubby."


"Ya sudah, tidurlah. Kau besok akan bertemu dengan ibu tiri mu bukan?"


"Iya." ucap Katerina mengangguk paham.


"Good night sweetie." ucap Zyano sambil mengecup puncak kepala Katerina.


"Good night to hubby." balas Katerina memeluk suaminya erat dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Samar-samar Katerina bisa mendengar detak jantung suaminya. Hatinya pun menghangat.


Zyano mengusap kepala istrinya dengan lembut. "Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dariku sayang." batin Zyano dan kemudian terlelap bersama dalam dunia mimpi.


Bersambung 😎


______________________________________________


Zyano suami ter sweet sepanjang masa 😭😭😭😘


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰🥰


Yey, author dah selesai UTS nya


jadi bisa update lagi


makasih karena masih setia menunggu cerita ini update 🤩🤩

__ADS_1


Gimana bab kali ini? Baper ga tuh🤭😗


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2