
Keesokan harinya, Katerina bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan yang dibantu langsung oleh Bi Asri serta para maid lainnya. Kini, semua hidangan telah tersaji dengan cantik di meja makan.
Zahra, Zeano dan juga Ziva keluar dari kamar mereka karena mencium bau harum masakan. Seketika mata mereka langsung berbinar saat melihat banyak makanan telah tersaji dan nampak sangat menggiurkan lidah.
"Wow, siapa yang memasak banyak makanan pagi ini?" tanya Zahra sambil menundukkan pantatnya di kursi yang telah tersedia.
"Ini semua masakan nona, Katerina tuan, nyonya." jawab Bi Asri memuji Katerina.
"Ya ampun kaka ipar, kau sangat hebat bisa memasak makanan sebanyak ini." sahut Ziva sangat senang melihat banyak makanan dihadapannya.
"Tidak juga. Bi Asri terlalu berlebihan, ini semua juga dibantu oleh para maid." tukas Katerina.
"Aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya." ucap Ziva menahan liur yang hampir menetes.
"Makanlah." balas Katerina mempersilahkan.
"Selamat makan." Semuanya nampak sangat menikmati makanannya.
"Oh iya Kate, mana Zyan? apa dia sudah berangkat ke kantor?" tanya Zeano tidak melihat keberadaan putranya.
"Belum dad, Zyan masih tidur di kamar." jawab Katerina sambil mempersiapkan makanan untuk Zyano. Ia mengambil sandwich, Omelette makaroni serta sedikit buah-buahan segar dan segelas susu lalu meletakkannya di atas nampan.
"Apa itu sarapan untuk, Zyano?" tanya Zahra.
"Iya, mom."
"Dari mana kau tahu kalau Zyano suka Omelette makaroni?" tanya Zahra penasaran karena dia belum memberitahukan apa saja makanan kesukaan putranya.
"Tentu saja dari Bi Asri, mom." jawab Katerina terkekeh malu.
"Hm, pantes." balas Zahra ikut terkekeh.
"Kalian nikmatilah makanannya. Aku akan ke atas dulu." ujar Katerina melangkah pergi naik keatas membawa nampak berisi makanan untuk sarapan pagi Zyano.
Begitu pintu terbuka ternyata Zyano sudah tidak ada lagi. Namun, Katerina dapat mendengar suara gemercik air di kamar mandi.
"Mungkin dia sedang mandi." gumam Katerina meletakkan nampan itu diatas meja. Lalu menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Setelah selesai Katerina duduk di kasur melihat handphone nya dan ternyata ada pesan dari Maya. Ia pun langsung membuka dan membaca pesan dari sahabatnya itu yang berisikan.
Maya
Kate hari ini aku bisa bertemu denganmu, kemarin kau bilang ingin bertemu denganku bukan? Urusanku telah beres jadi kau ingin bertemu di mana?
^^^Katerina^^^
__ADS_1
^^^Baiklah, saat jam makan siang nanti kita akan bertemu di Le Grand Restoran!^^^
Setelah mengirim balasan pesan Maya tadi Katerina meletakkan kembali ponselnya diatas nakas. Bersamaan dengan itu Zyano akhirnya keluar dari kamar mandi dengan wajah segar. Rambutnya yang basah, perut dan dada bidangnya yang kotak-kotak, sungguh pemandangan pagi yang sedap dipandang mata. Sesaat Katerina terkesima melihat suaminya yang sungguh tampan.
"Morning, sayang." ucap Zyano menghampiri sang istri lalu mengecup singkat bibirnya yang manis.
Katerina mematung. Namun, detik berikutnya ia lekas tersadar. Zyano tersenyum melihat pakaian kantornya yang telah disiapkan oleh istrinya.
"Zyan, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, kau bisa...." ucapan Katerina terhenti saat melihat pemandangan fulgar didepannya. Sontak saja Katerina menutup kedua matanya dan cepat-cepat membalikkan badannya.
"Zyan... bisakah kau mengganti pakaianmu di dalam kamar mandi saja hah?! Mataku jadi ternodai." gerutu Katerina masih menutup kedua matanya.
Zyano tersenyum tipis berjalan menghampiri istrinya yang membalikkan badan.
"Apanya yang ternodai, hm? bukankah kau sudah menikmatinya sayang." bisik Zyano meniup telinga Katerina, hingga ia merasa geli.
"Zyan, kau harus cepat pergi ke kantor bukan?" tanya Katerina gugup.
"Aku bosnya, tidak apa jika terlambat sedikit." jawab Zyano menghirup lalu mencium leher Katerina dengan penuh kelembutan. Awalnya hanya kecupan biasa tapi lama-kelamaan berubah jadi gigitan yang meninggalkan bekas keunguan di sana.
"Hentikan Zyan ahh..nanti kau terlambat ke kantor." ucap Katerina mendesah kala Zyano menyentuh area sensitifnya.
"Maaf sayang, kau terlalu menggoda untuk dilewatkan begitu saja." lirih Zyano membalikkan badan Katerina dengan cepat, lalu mencium bibirnya yang nampak sangat menggoda.
Entah mengapa bibir Katerina membuat Zyano kecanduan oleh rasa manisnya. Katerina mengalungkan tangannya ke leher Zyano menikmati ciuman itu. Keduanya nampak hanyut saling mengecap dan membelit lidah.
"Bibirmu sangat manis sayang, aku sampai kecanduan ingin terus menikmatinya." ucap Zyano membuat wajah Katerina memerah.
"Sudah cukup Zyan! Kau harus ke kantor!" sentak Katerina.
"Hm, aku tau, pasangkan dasi untukku." pinta Zyano menurunkan sedikit kepalanya agar Katerina lebih mudah.
Katerina mengangguk paham, lalu dengan lihainya tangannya membelit dasi itu hingga terpasang dengan sempurna.
"Sudah, sekarang kau harus sarapan." ucap Katerina menarik tangan Zyano membawanya untuk duduk.
"Kau memasak omelette makaroni untukku?" tanya Zyano melihat makanan itu nampak sangat menggiurkan.
"Iya makanlah, kata Bi Asri itu makanan kesukaanmu. Aku sengaja membuatkan langsung untukmu."
Zyano pun lekas mencicipinya dan begitu sampai di lidah rasanya sangatlah nikmat. Ia pun memakannya sampai habis.
"Zyan, hari ini aku ingin pergi menemui Maya, tidak apa kan?" tanya Katerina meminta izin.
"Tidak apa, asalkan kau pergi bersama bodyguard. Aku tidak ingin kejadian semalam terulang lagi!" tegas Zyano memperingati.
__ADS_1
"Baiklah." balas Katerina memahami.
"Ah ya, soal ayahku bagaimana?" tanya Katerina baru teringat.
"Aku menyuruh Dave untuk membawanya ke kantor polisi karena apa yang dia lakukan kemarin padamu itu termasuk tindak kekerasan. Jadi setidaknya dia akan dipenjara selama 2 bulan."
"What? dipenjara?" pekik Katerina terkejut.
Zyano mengangguk. Sebenarnya ia melakukan itu semua agar Andi jera dan berpikir dua kali untuk menyakiti Katerina padahal bisa saja Zyano mengurung Andi di markasnya tapi dia tidak akan melakukan itu.
"Lalu, apa sekarang kau ingin pergi menemui ayahku dipenjara?"
"Iya, sebelum ke kantor aku akan ke sana terlebih dahulu. Kenapa? kau ingin ikut?" tanya Zyano seakan tahu apa yang diinginkan istrinya itu.
"Apa boleh?" Ucap Katerina penuh harap.
"Hm, bagaimana ya." Zyano nampak berpikir.
"Boleh ya Zyan. Aku janji tidak akan jauh-jauh dari mu. Kumohon, aku ingin melihatnya sebentar saja." pinta Katerina memohon dengan wajah memelas.
"Tergantung bagaimana caramu merayuku sayang." imbuh Zyano berdiri mengambil jasnya.
Katerina mematung sejenak berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Zyano. Merayu? Katerina sangat tidak ahli dalam hal itu. Bagaimana caranya dia bisa merayu Zyano agar mau mengajaknya ke kantor polisi?
Saat ini Zyano sedang duduk di kasur memasang jam tangannya. Melihat hal itu Katerina segera melancarkan aksinya. Ia berjalan menghampiri sang suami, lalu duduk di pangkuan nya dan mengalungkan tangannya di leher Zyano.
"Zyan, suamiku tersayang. Aku boleh ikut ke kantor polisi kan? Ku mohon, boleh ya? please honey." pinta Katerina merayu Zyano dengan membelai rahangnya yang kokoh.
Zyano menahan pinggang Katerina dan berbisik. "Sayang, ternyata kau tidak pandai merayu." ucapnya mengulum senyum. Menahan tawa melihat tingkah Katerina yang tidak pandai merayu.
Katerina berdecak kesal "Ck! ya sudah, aku memang tidak pandai merayu. Jika kau tidak mau mengajakku aku bisa pergi ke sana sendirian!"
"Baiklah, kau boleh ikut tapi ingat jangan jauh-jauh dari ku!" tegas Zyano dengan nada peringatan.
"Iya honey." balas Katerina tersenyum sumringah.
"Ayo pergi." ajak Zyano.
Bersambung 😎
______________________________________________
PASUTRI PAGI-PAGI DAH BIKIN IRI AJA 😭❤️
Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)
__ADS_1
^^^Coretan Senja ✍️^^^