
*****
Di Brawitama Company tepatnya di sebuah ruang kerja minimalis. Zyano nampak sibuk menandatangani berkas-berkas untuk proyek kerjasama nya. Terkait pembangunan yang sempat tertunda kini mulai berjalan dengan baik.
Tiba-tiba saja Zyano teringat dengan bekas luka yang ada di punggung Katerina. Saat malam pertamanya Zyano terkejut melihat bekas luka cambuk dipunggung sang istrinya.
Flashback!
"Bekas luka apa ini?" tanya Zyano.
Katerina langsung membalikkan badan untuk menutupi bekas luka cambuk itu. Ia baru ingat kalau punggungnya memiliki bekas luka.
"Jawab!" desak Zyano tajam.
"Itu...em." Katerina bingung harus menjelaskannya bagaimana.
"Itu apa? katakan yang benar, Kate." tegas Zyano tidak suka.
Katerina menghembuskan nafas panjangnya lalu menatap Zyano dan membelai wajahnya yang tampan.
"Zyan, maaf itu bekas luka cambuk dari penyiksaan ibu dan adik tiri ku." ungkap Katerina terdengar getir. Mengingat hal itu hati Katerina berdenyut sakit.
"Jadi, kau di siksa sampai menyisakan bekas luka seperti ini? Apa karena hal ini kau menolak dimandikan para maid saat itu?" tanya Zyano mengingat Katerina pernah menolak saat para maid ingin memandikannya.
Katerina mengangguk pelan "Iya, aku hanya tidak ingin mereka melihatnya. Aku...aku malu dengan bekas luka itu Zyan." ucap Katerina menggigit bibir bawahnya, menahan isak tangis agar tidak keluar.
"Jangan menangis." ucap Zyano menarik Katerina dalam dekapannya. Meletakkan kepala Katerina di dada bidangnya lalu mencium puncak kepalanya dengan kasih sayang.
Bukannya tenang Katerina malah terisak dalam pelukan Zyano. Hatinya lemah saat mengingat penyiksaan itu. Katerina saat itu tidak bisa melawan karena dia hanya sendiri.
__ADS_1
"Zyan, kau pasti merasa jijik saat melihat bekas luka itu kan?" tanya Katerina mendongak, lelehan air matanya terus saja membasahi kedua pipinya.
"Tidak sayang, aku tidak jijik. Kenapa kau berpikir seperti itu hm?" jawab Zyano menyeka air mata Katerina.
"Aku...aku hanya takut kau merasa jijik, Zyan. Biar bagaimanapun tubuhku tidak sesempurna itu bahkan aku memiliki luka cambuk." ucap Katerina sesenggukan.
"Jangan pernah berpikir seperti itu sayang. Aku menerima mu apa adanya dan tidak usah khawatir luka itu pasti akan hilang. Aku akan mencarikan dokter terbaik agar bisa menghilangkan bekas luka itu." tukas Zyano menenangkan istrinya.
"Terima kasih, Zyan." balas Katerina memeluk suaminya. Ia sangat senang karena Zyano mau menerimanya apa adanya bahkan mau membantunya menghilangkan bekas luka itu.
"Hm, apa saja yang mereka lakukan padamu? atau mungkin ada bekas luka lain lagi? Tunjukkan padaku!"
"Tidak ada Zyan, mereka hanya mencambuk ku tapi dulunya juga ada bekas luka terkena air panas. Hanya saja, lukanya sudah sembuh karena aku selalu mengolesi nya dengan salep." ujar Katerina menjelaskan.
"Apa ayahmu tahu akan hal ini?" tanya Zyano.
"Sudah jangan menangis lagi nanti matamu jadi bengkak. Sekarang mereka tidak akan bisa menyakitimu." seru Zyano mencium kedua mata Katerina lalu memeluknya erat sambil mengusap punggung belakangnya.
"Tidurlah."
Katerina merasa nyaman dan damai dalam pelukan hangat suaminya. Tanpa menunggu waktu lama Katerina tertidur nyenyak.
"Beraninya mereka menyakiti istriku. Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia diatas penderitaan Katerina. Tunggu saja, aku yang akan menghancurkan kalian." geram Zyano, tangan kanannya terkepal kuat menahan amarah.
Flashback Off!
Saat mengingat hal itu Zyano mengepalkan tangannya kuat-kuat. Rahangnya mengeras, luka cambuk itu berbekas dan pastinya sangat menyakitkan.
"Dave, ke ruangan ku sekarang!" panggil Zyano memecet telpon. Panggilan khususnya dengan Dave.
__ADS_1
Tak selang waktu lama Dave masuk kedalam ruangan Zyano.
"Ada apa tuan memanggil saya?" tanya Dave.
"Dave, aku punya tugas khusus untukmu. Buat berita dan kabarkan kepada media kalau saat ini Andi Cristopher dipenjara. Aku ingin reputasi keluarga mereka hancur dan turunkan harga sahamnya sampai serendah-rendahnya." perintah Zyano dengan tegasnya.
"Baik tuan."
"Pastikan juga berita itu trending topik di media manapun. Aku ingin lihat bagaimana caranya mereka bisa bangkit lagi." lanjut Zyano menyunggingkan senyum licik di bibirnya.
"Baik tuan, apa ada lagi?" tanya Dave.
"Tidak, kau boleh pergi!"
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." ujar Dave melangkah keluar dari ruangan Zyano.
"Inilah akibatnya jika kalian menyakiti wanitaku. Ini belum seberapa akan ada hal besar lagi nantinya. Tunggu saja, Aku Zyano tidak akan membiarkan siapapun yang sudah menyakiti istriku hidup tenang. Mereka harus menderita melebihi apa yang dirasakan Katerina." gumam Zyano menyeringai, lalu menyadarkan punggungnya di kursi.
Bersambung 😎
______________________________________________
Aaaaaaa Zyano suami idaman para wanita 😭😭😭
Kapan dah bisa dapat suami begitu, dalam mimpi aja kayaknya 😭🤣
^^^Coretan Senja ✍️^^^
__ADS_1