
Keesokan harinya......
Katerina menerjapkan matanya menyesuaikan cahaya sekitar. Ia meraba kasur di sampingnya tapi ternyata kosong.
"Mana, Zyan? Apa dia tidur di ruang kerja?" gumam Katerina heran karena tidak ada Zyano.
"Aku harus mengecek nya." Katerina bergegas turun dari kasur dan pergi keluar untuk mencari sang suami. Tanpa sengaja Katerina malah bertemu dengan Bi Asri.
"Selamat pagi, nyonya." sapa Bi Asri.
"Pagi, Bi." balas Katerina.
"Nyonya baru bangun?"
"Iya, Bi. Apa bibi melihat, Zyan?" tanya Katerina mengedarkan pandangannya.
"Tuan sudah berangkat ke kantor, nyonya." jawab Bi Asri.
"Hah? Zyan, sudah pergi? Kapan bi?" tanya Katerina terkejut mendengarnya.
"Tuan berangkat pagi-pagi sekali, nyonya. Katanya tuan ada meeting mendadak pagi ini bahkan tuan juga tidak sempat sarapan."
"Kenapa dia tidak memberitahuku?" tanya Katerina sedikit kecewa karena Zyano pergi tanpa mengatakan apa-apa padanya. Ini tidak seperti biasanya. Katerina merasa Zyano sedang menjaga jarak dengannya. Tapi kenapa?
"Mungkin tuan buru-buru jadi tidak sempat memberitahu, nyonya." ujar Bi Asri.
"Mungkin saja, Bi. Ya sudah kalau begitu aku ingin membuatkan makanan untuk, Zyan."
"Baik, nyonya. Biar saya bantu."
Katerina dan Bi Asri memasak makanan bersama-sama. Mendengar kalau Zyano tidak sempat sarapan. Katerina berniat membuatkan makanan untuk Zyano. Ia memasak nya dengan penuh cinta. Setelah sekian lama akhirnya makanan siap. Tinggal mengantar nya saja lagi.
"Lyla, bisa tolong panggilkan, Budi?"
"Bisa, nyonya."
Katerina memasukkan semua makanan ke dalam kotak bekal. Bersamaan dengan itu Budi datang memenuhi panggilannya.
"Nyonya memanggil saya?"
"Iya, Budi. Ini makanan untuk, Zyan. Aku ingin minta tolong padamu untuk mengantarkan makanan ini ke kantornya. Bisa kan?"
"Tentu saja bisa, nyonya."
"Baiklah, terima kasih ya." ucap Katerina tersenyum.
"Sama-sama, Nyonya. Kalau begitu saya pergi dulu." pamit Budi undur diri.
"Iya, hati-hati."
Setelah kepergian Budi, Katerina memutuskan untuk membersihkan diri. Hari ini dia akan bertemu dengan Kenzie untuk membicarakan tentang Olivia.
*****
"Apa yang terjadi dengan tuan? Mengapa hari ini wajahnya sangat muram?" tanya Dave dalam hatinya. Ia bingung dengan sikap Zyano hari ini.
BRAK!
Semua orang tersentak kaget saat Zyano melempar berkas di atas meja dengan kasar. Wajahnya dingin dan datar. Semua orang menunduk takut. Hari ini Zyano terlihat mengerikan.
"Membuat proposal saja kalian tidak becus?!"
"M-maaf, tuan."
"Ganti dan perbaiki semuanya! Aku mau besok sudah harus selesai dan jangan ada kesalahan apapun! Mengerti?!"
"B-baik tuan." para karyawan gemetar ketakutan menghadapi amarah Zyano. Mereka bahkan tidak berani mengangkat wajah. Tatapan tajam Zyano sungguh membuat mental down.
"Rapat selesai!" Zyano bangkit dan langsung keluar begitu saja. Dave hanya bisa menghela nafas. Ini seperti nostalgia saat dirinya pertama kali bekerja dengan Zyano. Maya selaku sekretaris saja juga terkejut melihat kemarahan Zyano.
"Astaga, rasanya aku mau mati."
"Aku tidak bisa bernafas dengan benar." ucap para karyawan.
"Iya benar. Tuan, Zyano sangat menakutkan."
"Lihatlah, tanganku sampai bergetar begini saking takutnya." sahut karyawan lain.
"Dia lebih menyeramkan daripada hantu."
"Tatapannya sangat menusuk."
"Mengapa tuan, Zyano jadi sensi begitu? Kemarin perasaan baik-baik saja."
"Mungkin suasana hatinya sedang tidak baik."
"Sudahlah, lebih baik kita bekerja sebelum kena semprot lagi."
"Iya benar, ayo bekerja."
Maya hanya diam mendengarkan semua ocehan para karyawan. Ia sebenarnya cukup terkejut karena Maya tidak pernah melihat Zyano saat marah. Bahkan tidak ada satupun orang yang berani membantah ucapnya.
__ADS_1
"Apa dia juga pernah memarahi, Katerina seperti itu?" tanya Maya dalam hatinya.
"Nona, Maya?" panggil Dave.
Maya tersentak. "Ah iya?"
"Apa berkas yang tuan Zyano minta kemarin sudah selesai?" tanya Dave.
"Ohh itu, sudah. Ini, tuan." jawab Maya sembari menyerahkan surat yang di minta Dave.
"Baik, terima kasih nona."
"Sama-sama, tuan."
Dave hendak pergi tapi tiba-tiba saja Maya menahan tangannya.
"Ada apa nona, Maya?"
Maya tersadar dan langsung melepaskan tangan Dave. "Em.. tidak jadi."
Dave mengerutkan keningnya bingung. Ia merasa Maya hendak mengatakan sesuatu. Tapi apa?
"Sepertinya aku tidak bisa izin keluar hari ini. Apalagi bos sedang marah seperti itu. Mana berani aku minta izin disaat suasana hatinya sedang tidak baik. Lebih baik jangan dulu."
Maya mengambil ponselnya dan mulai mengetikkan sesuatu.
Maya
Kate, maaf. Aku tidak bisa datang. Kau temui Kenzie sendiri saja.
"Huh, padahal aku sudah sangat penasaran tapi aku tidak ingin dipecat. Ah, sudahlah nanti Katerina bisa menceritakan semuanya padaku." batin Maya menghela nafas pasrah.
Sementara di tempat lain Zyano masuk ke dalam ruangannya dengan wajah kusut. Hari ini entah mengapa perasaannya jadi sensitif. Kesalahan sedikit saja membuatnya sangat marah. Hatinya diselimuti kabut hitam.
Zyano masih saja memikirkan soal Katerina. Ia bahkan sengaja menghindari Katerina dengan pergi ke kantor lebih awal tanpa memberitahunya.
Tapi sejujurnya ini membuat Zyano tersiksa. Ia marah dan kecewa tapi sayangnya Zyano tidak bisa mengatakan nya langsung. Setiap melihat Katerina hatinya melemah.
Tok tok tok
"Masuk."
"Ini berkas yang anda minta, tuan." ucap Dave.
"Ya, letakkan saja di sana." ucap Zyano tanpa melihat.
"Apa ada lagi yang tuan butuhkan?" tanya Dave.
"Baik, tuan." sebelum pergi Dave sempat melirik Zyano. Ia seperti kalut dan tidak bersemangat. Bukan seperti Zyano yang biasanya.
"Aku yakin, pasti terjadi sesuatu dengan tuan. Tidak biasanya dia begitu murung. Apa jangan-jangan tuan dan nyonya bertengkar?" tanya Dave berprasangka.
Setelah Dave keluar Zyano menghela nafas berat sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Ia memijit kepalanya pusing. Hatinya benar-benar gelisah.
"Aku tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini." gumam Zyano frustasi.
Zyano melirik ponselnya, berharap ada panggilan dari Katerina tapi sayangnya tidak ada satupun notifikasi. Ia berdecak sebal.
"Apa dia sama sekali tidak mencari ku? Mengapa dia tidak menghubungi ku?" geram Zyano menggerutu sendiri.
"Atau jangan-jangan dia sedang bertemu dengan yang namanya, Ken itu? Bisa jadi. Aku harus menelpon Budi."
Drtttt drttttt
"Hallo, tuan."
"Budi, kau di mana? Apa istriku bersamamu?"
"Saya baru saja sampai di kantor anda, tuan."
"Hah? Untuk apa kau ke kantorku?" tanya Zyano heran.
"Nyonya meminta saya mengantarkan makanan untuk anda, tuan." jawab Budi apa adanya.
"Makanan?"
"Iya, tuan."
"Baiklah, kau antarkan ke ruangan ku!"
"Baik, tuan."
Zyano menutup panggilan telpon. Tanpa sadar dia sudut bibirnya melengkung, mengukir senyum tipis.
"Ternyata dia membuatkan makanan untukku?" gumam Zyano merasa bahagia.
Tok tok tok
"Ya, masuk."
Budi masuk dan kemudian membungkuk badannya tanda hormat.
__ADS_1
"Ini makanannya, tuan." Budi meletakkan kotak bekal itu ke atas meja.
"Apa istriku sudah pergi?" tanya Zyano.
"Tidak tuan, nyonya masih di mansion." jawab Budi membuat Zyano bingung.
"Aku pikir dia sudah pergi. Apa mungkin dia tidak jadi bertemu ya?" gumam Zyano tapi masih bisa didengar oleh Budi.
"Apa ada yang bisa saya bantu, tuan?" tanya Budi seolah menawarkan.
Zyano tersadar. "Tidak! Kau cepatlah kembali ke mansion. Jaga istriku baik-baik dan laporkan siapapun yang bertemu dengannya hari ini!" perintah Zyano.
"Baik, tuan." Setelah itu Budi keluar dari ruangan Zyano.
"Apa aku berpikir terlalu berlebihan?" gumam Zyano sambil membuka kotak makanan itu.
"Wow ini semua makanan kesukaanku." Zyano tertegun melihat semua makanan yang Katerina buatkan untuknya. Di lihat semuanya tampak enak.
"Ada suratnya." Zyano membuka surat dan membacanya.
...Zyan, aku membuatkan makanan kesukaanmu. Kata Bi Asri kau tidak sempat sarapan. Kau pasti lelah, makanlah yang banyak. Aku tidak ingin kau sakit....
...Selamat bekerja suamiku, love youu :)...
^^^Katerina^^^
Zyano tersenyum membaca surat itu. Ia tidak menyangka Katerina begitu perhatian dengannya sampai membuatkan makanan sebanyak ini. Tapi dirinya malah terus berpikir negatif.
"Arghhhhhhh ini membuatku gila. Kenapa kau melakukan ini padaku sayang?"
Zyano merasa putus asa sudah mengabaikan sang istri. Ia jadi tersiksa sendiri padahal Zyano hanya ingin Katerina menyadari bahwa dirinya tidak suka dibohongi.
"Sebenarnya apa alasanmu membohongi ku, Kate? Apa yang kau sembunyikan?"
"Tidak! sebelum itu aku harus tau siapa itu, Ken? Kalau dia berniat merebut Katerina. Aku tidak akan membiarkannya! Dia akan habis ditangan ku!" ucap Zyano mengepalkan tangannya erat.
Zyano memencet tombol telpon yang terhubung dengan asistennya.
"Dave, ke ruangan ku sekarang!" perintah Zyano.
Tak perlu waktu lama akhirnya Dave datang.
"Ada apa, tuan memanggil saya?" tanya Dave.
"Aku ingin kau mencari tau seseorang yang bernama, Ken!"
Dave mengerutkan keningnya. "Ken? Siapa dia, tuan?"
"Ya mana aku tau. Aku kan menyuruh mu untuk mencari tau kenapa kau malah balik bertanya hah?!"
"Bukan begitu, maksud saya dia dari keluarga mana, tuan?"
"Aku juga tidak tau."
"Astaga, lalu bagaimana caranya saya mencari tau kalau nama panjangnya saja tidak tau?" tanya Dave tidak habis pikir.
"Ya itukan tugasmu. Kau pikirlah sendiri."
"Tuan, nama Ken itu sangat banyak. Bagaimana saya bisa mencari tau kalau tidak ada petunjuk apapun? Setidaknya tuan bisa memberitahu saya dia dari keluarga mana atau mungkin tuan memiliki foto nya?"
"Tidak! Aku saja tidak tau wajahnya seperti apa."
Dave tercengang dibuatnya. "Memangnya untuk apa anda mencari tau, tuan?"
"Dia teman Katerina. Aku hanya ingin tau saja."
"Hah? Nyonya?"
"Iya, ku pikir dia mungkin mantan pacar Katerina."
"Kenapa anda tidak langsung bertanya dengan, nyonya, tuan?" tanya Dave tidak habis pikir.
"Kalau aku bertanya, lalu apa gunanya kau hah?! Jangan banyak komentar! Lakukan saja apa yang aku perintahkan!"
"Tapi bagaimana saya bisa mencari tau kalau tidak ada satupun petunjuk, tuan?"
"Ya, kau pikirlah sendiri." balas Zyano santai.
Dave menepuk jidatnya pusing. "Astaga, anda benar-benar mempersulit hidup saya, tuan."
Bersambung 😎
______________________________________________
Hohoho yang sabar Dave😂😂
Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)
Makasih ❤️🌹❤️🌹❤️🌹❤️🌹❤️🌹❤️❤️❤️
__ADS_1
^^^Coretan Senja ✍️^^^