Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
55. SALING BERJANJI


__ADS_3

Tak beberapa lama kemudian Bi Asri datang membawakan air putih.


"Ini, air putihnya tuan." ucap Bi Asri memberikan air itu kepada Zyano


"Hm, minumlah, Kate."


Katerina meminum nya sampai habis. Ia benar-benar merasa haus.


"Makasih, Bi."


"Sama-sama, nyonya. Kalau tidak ada lagi yang di butuhkan, saya permisi dulu."


"Iya, Bi." Setelah itu Bi, Asri keluar dari kamar, membiarkan Zyano dan Katerina berduaan.


Zyano membantu Katerina duduk bersandar di headboard.


"Istirahatlah, untuk sementara waktu kau tidak boleh banyak bergerak. Kalau butuh sesuatu panggil saja, Bi Asri." ucap Zyano.


"Kau mau kemana, Zyan?" tanya Katerina membuat langkah Zyano terhenti.


"Aku mau keluar. Ada yang harus kulakukan." jawabnya mencari alasan.


"Apa kau sedang mengindari ku, Zyan?"


"Tentu saja tidak! Kau sedang sakit, Kate. Jadi, kau harus banyak istirahat!"


"Bohong! Aku tau, kau marah. Zyan!" sentak Katerina.


"Kau bersikap dingin padaku dan kau juga mengindari ku. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuat ku tau kalau kau sedang marah. Iya kan?" tanya Katerina menatap manik mata Zyano dalam.


"Aku tidak ingin membahas soal itu." jawabnya datar. Zyano bahkan mengindari kontak matanya dengan Katerina.


"Kenapa, Zyan?"


"Aku sudah bilang bukan?! Kau harus istirahat! Kenapa kau sangat keras kepala hah?!" bentaknya.


"Aku lebih sakit saat kau menghindari ku, Zyan. Luka ini tidak ada apa-apanya di banding itu."


"Lalu, apa kau ingin jujur? Apa setelah membicarakan ini kau akan lebih terbuka denganku?"


"Apa maksudmu, Zyan?" tanya Katerina tidak mengerti.


Zyano tersenyum kecut. "Aku tau, kau berbohong soal luka di kening mu itu, Kate! Kau bukan terluka karena terbentur pintu tapi karena bertengkar dengan, Olivia bukan?!"


Katerina terdiam. Ia terkejut mendengarnya. Darimana Zyano tahu kalau dirinya berbohong? pikir Katerina.

__ADS_1


"Kenapa diam? Aku benar bukan?" tanya Zyano tersenyum getir.


"Kenapa? Kenapa harus berbohong, Kate? Kalau kau masih belum bisa mempercayai ku sepenuhnya aku tidak masalah. Aku juga tidak akan memaksa mu. Kau berhak melakukan apa yang kau sukai."


"Tidak, Zyan!" bantah Katerina dengan cepat.


"Aku berbohong karena aku tidak ingin kau khawatir bukan karena aku tidak mempercayai mu. Aku sangat mempercayai mu, Zyan!" tegasnya.


Zyano terdiam. Ia terkejut mendengarnya. Apa mungkin Katerina benar-benar mempercayai nya? Zyano di landa kegundahan.


"Jadi, karena itu kau marah? Kau kecewa karena aku membohongi mu?" tanya Katerina menatap Zyano.


"Kau berpikir terlalu berlebihan, Kate. Sudahlah, lebih baik kau istirahat. Kau pasti lelah." ucap Zyano menarik selimut menutupi tubuh Katerina.


Sedangkan Katerina menunduk. "Maaf. Aku minta maaf, Zyan. Aku tidak bermaksud membohongi mu. Aku hanya tidak ingin kau khawatir. Tapi ternyata kebohongan ku itu justru membuat hatimu terluka. A-aku minta maaf, Zyan." ucap Katerina bergetar menahan tangis. Ia merasa bersalah sudah membohongi Zyano. Katerina tidak menyangka kebohongannya itu akan membuat hubungan nya renggang seperti ini.


Zyano tertegun mendengarnya. Ia tidak menyangka Katerina mau mengakui kesalahannya bahkan sampai meminta maaf.


"Astaga, jangan menangis, Kate." ucap Zyano terhenyak melihat Katerina menangis.


"A-aku istri yang buruk bukan? Aku tidak suka di bohongi tapi aku sendiri malah membohongi mu. Maaf, aku minta maaf, Zyan." ucap Katerina tak henti-hentinya mengucapkan kata maaf. Ia benar-benar merasa bersalah.


GRAB!


Zyano menarik Katerina dalam pelukannya. "Jangan berkata seperti itu, sayang. Aku tidak suka mendengarnya!"


"Maaf, Zyan." Katerina terus saja bergumam kata maaf. Tangis.


Zyano merenggangkan pelukannya. "Jangan menangis lagi, sayang. Nanti kau sesak nafas." ucap Zyano sambil menghapus lelehan air mata Katerina yang terus saja mengalir deras di kedua pipinya.


"Maaf."


Cup


Zyano membungkam mulut Katerina dengan ciuman. Ia tidak suka mendengar Katerina yang terus-menerus mengucapkan kata maaf.


Katerina tidak menolak ciuman itu. Ia mengalungkan tangannya ke leher Zyano, untuk memperdalam ciuman. Keduanya saling berbelit lidah. Ciuman itu hangat dan penuh kelembutan, karena mereka saling menyalurkan perasaan. Setelah dirasa kehabisan nafas. Keduanya pun menyudahi ciuman itu.


"Jangan minta maaf lagi! Dan berhentilah menangis. Hatiku sakit saat melihatmu menangis, sayang." ucap Zyano menatap wajah istrinya dengan hangat.


"Ma..."


Cup


Zyano mengecup singkat bibir Katerina. "Sekali lagi kau minta maaf, aku tidak bisa menjamin bibirmu aman, sayang." ancam Zyano menggoda.

__ADS_1


Katerina menunduk malu. Pipinya merona merah.


"Kenapa menunduk, kau malu, hm?"


"Zyan!" Katerina melotot memperingati Zyano agar berhenti menggodanya.


"Baiklah, maaf sayang. Aku hanya bercanda." ujar Zyano terkekeh lucu sambil mencium pucuk kepala sang istri. Ia juga mengeratkan pelukannya.


Katerina mendongak. "Zyan, kau sudah tidak marah lagi?" tanya Katerina menatap manik mata suaminya.


"Apa kau ingin aku marah, hm?" bukannya menjawab Zyano malah bertanya balik.


"Tentu saja tidak! Kau sangat menyeramkan saat marah." Tutur Katerina jujur.


"Maaf, karena aku sudah membentak mu, tadi." ucap Zyano menyingkap helaian rambut Katerina ke daun telinganya.


"Tidak apa. Aku juga minta maaf, lain kali aku tidak akan berbohong."


"Benarkah?"


"Iya, aku janji, Zyan."


"Baiklah, mulai sekarang kita harus berjanji untuk saling terbuka. Tidak boleh ada yang di tutupi."


"Iya, i'm promise." Katerina mengangkat jari kelingkingnya untuk membuat janji.


"I'm promise to." Zyano mengaitkan tangannya dengan jari kelingking Katerina. Kini, keduanya sudah saling berjanji.


"Makasih, Zyan." ucap Katerina memeluk pinggang Zyano.


"Love you, Kate."


"Love you to, Zyan."


Keduanya pun saling berpelukan, menyalurkan perasaan cinta. Hubungan keduanya kini makin erat.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jujur author nangis nulis bab ini soalnya disini Katerina mengakui kesalahannya. 😭😭😭😭😭😭😭


Pesan author :


Apapun masalah yang terjadi. Jangan sampai berbohong. Sebisa mungkin untuk saling terbuka satu sama agar tidak terjadi kesalahpahaman. Dan yang paling penting kalau kita salah jangan ragu untuk minta maaf. Hubungan yang baik di bangun dengan cara saling menghargai.

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2