
Setibanya di penjara Katerina langsung keluar dari mobil tanpa menunggu suaminya. Ia masuk lebih dulu sementara Zyano hanya bisa menghela nafas sabar sambil mengejar istrinya. Begitu masuk mereka langsung di sambut oleh petugas keamanan.
"Maaf, tuan, nyonya. Ada yang bisa di bantu?" tanya petugas keamanan yang sedang berjaga.
"Yah, kami ingin bertemu dengan salah satu tahanan yang bernama, Andi Cristopher." sahut Zyano yang menjawab.
"Baik, tapi sebelum itu tolong tulis namanya dan tanda tangan di sini." Tanpa banyak komentar keduanya mengikuti instruksi dari petugas keamanan tersebut. Setelahnya mereka mengikuti petugas tersebut sampai disebuah ruangan khusus tempat berkunjung.
"Mohon tunggu sebentar." ujar petugas keamanan tersebut dan kemudian berlalu pergi meninggalkan Zyano dan juga Katerina. Kini hanya tertinggal mereka berdua. Sambil menunggu kedatangan Andi tidak ada pembicaraan apapun. Sedari tadi Katerina hanya diam, tanpa berniat menatap suaminya. Ia masih marah. Namun, bukannya membujuk istrinya yang sedang kesal Zyano malah hanya diam saja.
Keheningan menyelimuti keduanya. Jangankan berbicara duduk saja mereka berjauhan. Katerina sama sekali tidak melirik suaminya. Setiap kali tatapan mereka bertemu Katerina langsung membuang muka dan menatap kearah lain. Sementara Zyano hanya terkekeh pelan. Disaat Katerina tidak ingin menatapnya, Zyano justru malah sebaliknya. Matanya tak pernah lepas memperhatikan gerak gerik istrinya yang tampak gelisah itu.
Katerina mengigit bibir bawahnya. Ia tidak suka dengan suasana hening seperti ini. Apalagi Zyano sedari tadi hanya diam dan tak berhenti menatapnya. Katerina jadi tambah kesal karena bukannya membujuk dirinya yang sedang marah Zyano malah diam saja seolah-olah tidak terjadi apapun. Di tambah sedari tadi dia juga gelisah karena sebentar lagi akan bertemu dengan Andi.
"Apa kau gugup?" tanya Zyano menatap lekat istrinya dari samping. Ia bisa melihat Katerina tampak gelisah. Bahkan wanita itu meremas jemarinya untuk mengatasi tremornya.
"Tidak." jawabnya tanpa menoleh.
Katerina tersentak kaget saat merasakan tangan kekar Zyano menggenggam jemarinya. "Tapi tanganmu berkeringat, Kate."
"Aku baik-baik saja." ujar Katerina dengan cepat menarik tangannya sehingga genggaman Zyano terlepas.
"Sayang, kau masih marah?" Zyano berdecak tak suka dengan penolakan Katerina terhadap nya. Wanita itu jadi terlihat menjaga jarak dengannya.
Ceklek
Belum sempat menjawab suara pintu yang dibuka mengalihkan perhatian keduanya. Andi datang bersama seorang petugas keamanan. Namun, tak lama setelahnya petugas tadi pergi dan menutup pintu. Jadi, kini mereka terhalang tembok kaca besar.
"Kate." lirih Andi dengan eskpresi yang sulit diartikan. Di wajahnya terlihat bahagia, sedih, kecewa dan marah yang bercampur jadi satu saat melihat Katerina.
"Selamat pagi, tuan Andi." sapa Katerina tersenyum tipis.
"Kenapa kau memanggilku begitu, Kate? Aku jadi merasa asing. Padahal aku lebih suka kalau kau memanggilku ayah seperti biasanya."
"Maaf, sayangnya panggilan ayah sudah berhenti sejak saya diusir dari rumah. Hubungan kita sudah berakhir sejak hari itu tuan, Andi!"
"Kau....." Andi naik pitam. Ia menggeram marah. "Meskipun begitu hubungan darah tidak bisa diputuskan begitu saja. Biar bagaimanapun aku tetaplah ayahmu sampai kapanpun itu!"
Katerina tersenyum kecut. "Heh, ayah? Apa anda yakin?" Katerina tergelitik mendengar kata ayah dari mulut Andi. Padahal pria itulah yang sudah membunuh ayah kandungnya. Tapi Katerina berusaha menahan diri agar rencananya tidak hancur hanya karena emosi sesaat.
__ADS_1
"Tentu saja! Aku ini ayahmu yang sudah merawat dan membesarkan mu hingga seperti ini. Apa kau sudah melupakan hal itu hah?!" bentak Andi berteriak.
BRAK!
"Bisakah kau berbicara baik-baik dengan istriku tanpa harus membentaknya seperti itu hah?!" ujar Zyano menggebrak meja dengan keras. Ia sudah tidak tahan lagi melihat sikap kasar Andi.
"Memangnya kenapa? Aku sedang berbicara dengan putriku! Kau tidak perlu ikut campur!" bukannya takut Andi malah menentang.
"Dia istriku! Aku tidak suka kalau ada orang yang membentaknya apalagi orang sepertimu!"
"Aku tidak peduli! Mau dia istrimu atau bukan dia itu putriku! Seharusnya kau menjaga sikap mu padaku karena aku ini ayah mertua mu!" sarkas Andi tak mau kalah.
Zyano tersenyum sinis. "Tapi sayangnya aku tidak pernah menganggap mu sebagai ayah mertua ku. Jadi, untuk apa aku bersikap sopan kepadamu?"
"Dasar menantu kurang ajar."
"CUKUP!" teriak Katerina jenuh. Wanita itu terlihat marah sehingga membuat keduanya langsung terdiam. Sedetik kemudian Katerina menghembuskan nafas berat.
"Tuan, Andi yang terhormat. Saya datang ke sini bukan untuk bertengkar tapi saya punya tujuan! Jadi, saya minta kerjasamanya agar urusan ini cepat selesai!" pinta Katerina tegas.
"Saya minta kalian berdua duduk!" perintah Katerina menatap dua pria itu dengan tajam. Mau tidak mau keduanya duduk dengan patuh.
"Baiklah, aku juga tidak ingin bertengkar denganmu." ujar Andi.
"Tentu. Katakan saja apa mau mu?" tanya Andi melipat kedua tangannya di atas perut sambil bersandar di kursi dengan nyaman.
Katerina menatap Andi serius. "Baiklah, kemarin saya menerima telpon dari istri anda. Dia mengatakan kalau anda ingin bertemu dengan saya karena anda tidak percaya soal penawaran itu? Maka dari itu sebelum kita membahas nya lebih jauh ada baiknya anda membaca kembali surat ini." ujar Katerina seraya menyodorkan sebuah map berisi semua penawaran serta bukti-bukti kejahatan Andi dimasa lalu.
Andi mengambil surat itu. Namun, bukannya membaca dia justru merobek nya dan kemudian melemparnya hingga berhamburan.
"A-apa yang anda lakukan? Kenapa kertasnya dirobek?" tanya Katerina shock.
"Bukankah sudah jelas? Itu artinya aku tidak berminat dengan penawaran sampah mu!"
"Apa?" Katerina tercengang mendengar nya.
"Kau pikir aku bodoh sampai setuju dengan penawaran tidak berguna itu hah? Dengar Katerina, sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi memberikan hak kuasa perusahaan ku padamu!" bentaknya menolak keras.
"Jadi, jangan pernah berharap aku akan menandatangani surat sampah mu itu!" lanjutnya kemudian.
__ADS_1
"Sampah katamu?" Zyano mengulang perkataan Andi. Ia tak tahan mendengar hinaan pria itu kepada istrinya.
"Yah, sampah busuk." jawabnya singkat.
"Mulutmu yang busuk" balas Zyano menohok.
"DIAM KAU!"
"Kau yang harusnya diam! Apa kau tidak sadar saat ini kau anda di mana hah?!"
"Tutup mulutmu! Tidak peduli di manapun aku berada keputusan ku tidak akan pernah berubah. Aku tidak sudi memberikan perusahaan Christopher kepada siapapun apalagi kepada anak tidak tahu diri seperti, Katerina!"
Hahahaha
Katerina tertawa renyah hingga membuat Andi dan Zyano tampak kebingungan.
"Apa yang kau tertawa kan, Kate?!" teriak Andi membentak keras.
"Apalagi yang bisa saya tertawa kan kalau bukan kebodohan anda." jawabnya menekankan kata bodoh.
"Apa katamu?" Andi naik pitam, tak terima.
Bersambung 😎
______________________________________________
...Jangan lupa Like dan Vote nya ya guys ❤️❤️❤️❤️...
...#PERINGATAN...
...JANGAN PLAGIAT KALAU ANDA TIDAK INGIN TERKENA MASALAH!...
Menurut Pasal 72 Undang-Undang Hak Cipta, bagi mereka yang dengan sengaja atau tanpa hak melanggar Hak Cipta orang lain dapat dikenakan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).
Aku ngomong begini karena banyak kasus penulis yang ceritanya di plagiat, kasian guys penulis dah capek-capek mikirin alur eh malah di jiplak
Jadi, mohon dengan sangat kesadarannya.
nikmati saja cerita yang sudah disediakan tanpa harus plagiat cerita orang apalagi hanya dengan mengganti namanya padahal ceritanya sama persis!
__ADS_1
Sekian terima kasih 😊🙏
^^^Coretan Senja ✍️^^^