Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2 : EPISODE 121


__ADS_3

"Beraninya kau mengatai ku?!" bentak Andi menggeram tak terima. Sorot matanya tajam, penuh amarah.


Namun, bukannya takut Katerina malah menatapnya datar. Kemudian, berucap. "Saya hanya mengatakan fakta kalau anda memang bodoh."


"Tutup mulutmu, Kate!" teriak Andi benar-benar tersulut emosi.


"Coba saja kalau anda lebih pintar maka anda tidak akan menolak penawaran itu." ujar Katerina melanjutkan perkataannya.


"Justru karena aku pintar makanya aku menolak penawaran tidak bermutu seperti itu!" balasnya mengangkat dagu sombong.


"Ah, sayangnya ini bukan sekedar penawaran tapi juga sebagai peringatan untuk anda tuan, Andi." ucap Katerina tersenyum penuh arti.


"Lalu, kau ingin apa? Mengancam ku? Begitu?" tanyanya tanpa rasa takut.


Katerina tersenyum kecut. "Sepertinya anda memang tidak ingin bernegosiasi?"


"Negoisasi? Aku tidak tertarik sama sekali! Sejak awal aku menyuruhmu datang ke sini bukan untuk bernegosiasi tapi untuk mempertegas kalau aku tidak akan pernah memberikan hak kuasa perusahaan Cristopher padamu! Jadi, jangan memaksa ku karena itu hanya akan berakhir sia-sia."


"Wow, anda terlihat sangat percaya diri tuan, Andi. Tapi sepertinya anda melupakan sesuatu."


"Apa maksudmu?"


Katerina menyeringai tipis. "Seperti yang anda tahu saya punya bukti tentang kejahatan anda di masa lalu. Apa anda tidak takut kalau bukti itu jatuh ke tangan polisi?"


"Ohh, jadi kau ingin mengancam ku dengan itu? Tapi sayangnya aku tidak takut. Berikan saja semua bukti itu ke tangan polisi. Aku tetap tidak akan merubah keputusan ku!" ujar Andi percaya diri. Ia sama sekali tidak takut. Ini aneh pikir Katerina.


Katerina terdiam sejenak, tampak berpikir. Ia cukup terkejut dengan respon Andi yang santai. Padahal nasibnya diujung tanduk. Andi seharusnya tau apa yang akan terjadi setelah semua bukti itu ada ditangan polisi. Mungkin saja dia akan mendekam lama di penjara. Tapi kenapa dia tidak takut sama sekali? pikir Katerina merasa heran.


"Kenapa diam, Kate? Ayo berikan bukti itu ke tangan polisi. Itu yang kau mau bukan?" tanya Andi menggebu-gebu.


"Wow, sungguh mengejutkan, Andi Cristopher. Tampaknya kau sudah tidak sabar ingin mendekam lebih lama dipenjara?" bukan Katerina yang membalas tapi Zyano.


"Hanya dipenjara saja tidak akan membuat ku takut. Lagipula tempat ini juga tidak buruk. Aku hanya perlu bersabar sampai batas waktu hukuman berakhir."


"Terlalu cepat untuk menyimpulkan saat kau tidak tahu seberapa berat kejahatan yang kau lakukan."


"Hanya penggelapan dana perusahaan itu tidak akan memakan waktu hukuman yang banyak. Mungkin hanya sekitar tiga tahun penjara saja. Aku masih bisa bertahan." ujarnya.


"Tiga tahun saja juga sudah cukup untuk membuat karir mu hancur." balas Zyano menyeringai licik.

__ADS_1


Deg


"Apa maksudmu?"


"Kejahatan yang kau lakukan bukan hanya penggelapan dana perusahaan. Itu hanya salah satu dari banyaknya kejahatan yang kau lakukan. Aku hanya perlu mencari bukti kejahatan mu yang lain bukan? Lalu, setelahnya memberikan bukti itu kepada polisi sehingga masa hukuman mu akan bertambah. Dan begitu seterusnya, sampai kau tidak akan bisa bebas atau menginjakkan kaki mu keluar dari sini."


"Brengsek!" Andi menggebrak meja marah. Sorot matanya tajam. Kedua tangannya terkepal kuat. "Sebelum itu terjadi aku tidak akan tinggal diam! Kau tidak akan pernah bisa menemukan bukti apapun!" lanjutnya.


Zyano hanya tersenyum tipis. "Tidak sulit bagiku untuk mengungkap semua kejahatan mu, Andi Cristopher. Bahkan bangkai yang lama kau simpan tidak akan terlewatkan oleh penciumanku. Jadi, kau hanya perlu menunggu kehancuran mu di penjara ini."


Andi tertawa renyah. "Jangan terlalu percaya diri tuan, Zyano. Takutnya kau sendiri yang akan hancur."


"Baiklah, kita buktikan nanti. Siapa yang lebih dulu akan hancur. Kau atau aku?" ujar Zyano tersenyum penuh arti.


Andi menggertak kan giginya. "Sial, padahal hanya gertakan saja tapi kenapa aku merasa terintimidasi? Ternyata pria ini tidak bisa diremehkan. Aku harus lebih berhati-hati. Jika salah langkah sedikit saja maka aku akan masuk dalam perangkap nya." batinnya.


Di saat keduanya berseteru Katerina terus memperhatikan suaminya. Ia merasa Zyano berbeda. Setiap kata yang terucap dari mulut Zyano itu terdengar yakin tanpa keraguan. Bahkan Katerina sendiri merasa terintimidasi dengan aura yang dikeluarkan suaminya itu. Seolah-olah Zyano seperti orang yang berpengalaman dalam hal itu. Karena hanya penjahat yang mengerti isi kepala penjahat lainnya.


"Sayang, kau kenapa?" tanya Zyano menatap istrinya yang sedari tadi hanya diam.


Katerina tersadar dari lamunannya. "Aku tidak apa-apa hubby." jawabnya tersenyum tipis.


Zyano mengerutkan alisnya. "Apa yang, Katerina pikirkan? Apa dia merasa tertekan karena penolakan, Andi?" tanyanya dalam hati.


"Tunggu dulu tuan, Andi." sentak Katerina. Ia melanjutkan perkataannya. "Ada hal penting yang ingin saya beritahu."


"Aku tidak tertarik."


"Tapi ini menyangkut putri anda, Olivia."


Seketika langkah Andi terhenti. Mendengar nama anaknya yang disebut Andi tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia menghela nafas panjang dan kemudian berbalik.


"Langsung katakan ke intinya saja!"


"Apa anda tidak kasihan melihat putri anda tidak bisa menikah karena ayahnya mendekam dipenjara? Dia bahkan sampai dihina oleh temen-temen modelnya karena pernikahan nya di tunda. Apa anda tidak pernah memikirkan itu? Bukankah dia putri tersayang anda?"


"Aku memang menyayangi, Olivia tapi aku tidak bisa mengorbankan perusahaan ku hanya demi kebahagiaan nya."


Katerina tersenyum kecut. "Bagaimana anda bisa seegois itu?

__ADS_1


"Jangan mengomentari ku seolah-olah kau paling benar. Ingat Kate, ini semua terjadi karena kau! Kalau saja kau mau menurut dan tidak melaporkan ku ke kantor polisi maka aku tidak mungkin ada di sini dan pernikahan, Olivia sudah lama diselenggarakan."


"Heh, sungguh lucu. Anda menyalahkan orang lain atas perbuatan anda sendiri? Benar-benar tidak tahu malu." ejek Katerina berdecih.


"Sudah cukup! Aku tidak ingin mendengar celotehan mu. Lebih baik kau pulang saja karena sampai kapanpun kau tidak akan bisa memimpin perusahaan Cristopher."


Hahahaha


Katerina tertawa lepas. "Ternyata sampai akhir pun anda tetap bodoh."


Andi mengerutkan keningnya bingung.


"Meskipun anda tidak menyetujui penawaran itu bukan berarti saya tidak bisa mengambil alih perusahaan Cristopher." ujar Katerina melanjutkan perkataannya.


"Apa maksudmu?"


"Setelah semua bukti kejahatan anda terungkap maka semua opini publik akan berbalik menyerang anda. Penggelapan dana, mengambil keuntungan secara pribadi sampai menyuap beberapa orang. Masalah itu memang terlihat sepele tapi coba pikirkan lagi. Apa yang akan para pemegang saham pikiran tentang anda? Apa mungkin mereka masih bisa mempercayai anda sebagai Presdir? Mereka memang tidak bisa mendepak anda begitu saja karena anda pemegang sahan utama akan tetapi kemungkinan buruk bisa terjadi. Misalnya, mereka menjual sahamnya dengan harga murah. Kalau sampai hal itu terjadi maka lama-kelamaan Perusahaan Cristopher akan bangkrut atau mungkin tutup nama."


Andi melotot, tak percaya dengan apa yang dikatakan Katerina. Ia menggeleng. "Tidak! itu tidak akan pernah terjadi!" bentaknya marah.


"Kenapa tidak? Bukankah semua buktinya sudah jelas?


"Kau terlalu naif, Kate. Surat bisa disabotase. Kau pikir mereka akan percaya hanya dengan bukti surat seperti itu hah?!"


"Siapa yang mengatakan saya hanya memiliki bukti surat ini saja?"


"Loh, tapi kan."


"Anda terlalu cepat memberikan kesimpulan tuan, Andi."


"Memangnya bukti apa yang kau miliki hah?!"


"Video."


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa Like dan Vote nya ya guys ❤️❤️🥰😍

__ADS_1


Mohon dukungannya 🙏🙏


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2