Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2 : EPISODE 126


__ADS_3

"Sayang, tunggu." Zyano mempercepat langkahnya mengejar sang istri yang berjalan lebih dulu berusaha. Namun, panggilan nya sama sekali tak dihiraukan. Setelah keluar dari ruangan tempatnya bertemu Andi wajah Katerina langsung muram. Entah mengapa mood nya jadi rusak. Ada perasaan jengkel dalam hatinya karena Andi selalu memikirkan Olivia. Katerina juga tidak mengerti kenapa dia sampai semarah ini hanya karena mendengar alasan Andi tadi. Perasaan nya jadi kacau antara marah bercampur kecewa.


"Aaaakh." hampir saja Katerina terjatuh jika pinggang nya tidak ditarik oleh Zyano. Untungnya pria itu cekatan menarik sang istri saat melihat kakinya yang tersandung batu. Kalau tidak maka hal yang tidak diinginkan akan terjadi.


"Kate, bisakah kau berjalan dengan pelan saja hah?! Bagaimana kalau kau sampai terjatuh tadi? Apa kau sudah lupa kalau kau sedang hamil hah?!" bentak Zyano tak bisa menahan amarahnya. Ia benar-benar tak habis pikir dengan sikap istrinya.


"Aku tidak bisa membayangkan kalau sampai terjadi sesuatu padamu dan juga bayi kita!" lanjut Zyano mengusap wajahnya gusar.


Katerina tersadar. "A-aku....." Ia mengigit bibirnya bawahnya. "Maaf." Ucapnya pelan sambil menunduk merasa bersalah. Apa yang dikatakan suaminya memang benar. Katerina meruntuki kebodohannya. Ia hampir saja mencelakai anaknya sendiri hanya karena emosi sesaat.


Zyano mengembuskan nafas berat. "Sebenarnya kau kenapa, Kate?" tanyanya.


Katerina masih menunduk. "A-aku t-tidak apa-apa, Zyan." jawabnya terbata-bata. Ia masih tidak berani menatap suaminya.


"Jangan membohongi ku, Kate. Aku tahu kalau kau sedang marah!"


Katerina menggeleng. "Tidak! A-aku t-tidak marah."


"Lalu, kau kenapa hah?!"


Katerina meremas jemarinya. "A-aku....aku hanya kesal tapi aku tidak bermaksud untuk mencelakai anak kita. A-aku sungguh tidak bermaksud seperti itu, Zyan. Aku.....aku minta maaf." suara Katerina gemetar menahan isak tangis.


Zyano mengangkat dagu Katerina hingga membuat wanita itu mendongak. Zyano terhenyak melihat istrinya menangis berlinang air mata.


"Astaga, kenapa kau malah menangis?"


"Aku tidak menangis." bantahnya mengusap air matanya yang terus saja mengalir tanpa henti.


Zyano menghela nafas. Tanpa banyak pikir dia menarik Katerina dalam pelukannya.


"Baiklah, Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud memarahi mu. Aku hanya takut terjadi sesuatu padamu. Jadi, ku mohon berhentilah menangis." Bukannya berhenti tangis Katerina malah pecah. Ia menangis sejadi-jadinya dalam pelukannya suaminya untuk meluapkan segala emosinya yang tertahan. Sementara Zyano berusaha menenangkan sang istri dengan mengusap pelan punggung belakang nya sambil sesekali mengecup keningnya.


Setelah dirasa lebih tenang Zyano mulai melonggarkan pelukannya. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman tipis menatap wajah sang istri yang seperti anak-anak, matanya merah, hidung berair dan wajah yang berlinang air mata. Tangan Zyano pun terangkat menghapuskan lelehan air mata Katerina. Dan kemudian mencium pelupuk matanya.


"Sudah tenang hm?"


Katerina mengangguk pelan. Ia jadi malu karena sudah bersikap kekanak-kanakan dan menangis seperti anak kecil. Katerina juga tidak tahu perasaannya akhir-akhir ini jadi lebih sensitif. Ia bisa kesal dan marah tanpa alasan. Mungkin karena disebabkan hormon kehamilan yang tidak menentu.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu ayo kita pulang." ajaknya.


"Ayoo." Katerina mengapit lengan suaminya dan berjalan berdua menuju mobil. Di sana sudah ada Budi dan juga Dave yang tengah menunggu.


"Silahkan masuk nyonya." ujar Dave membukakan pintu mobil.


"Tunggu dulu!" sentak Katerina menahan. "Kau tadi dari mana saja, Dave?" tanya Katerina menatap curiga kepada asisten suaminya itu.


"Ah itu, maaf nyonya tadi saya sakit perut. Makanya saya ke toilet."


"Benarkah?" Katerina tidak percaya dengan alasan Dave. Ia yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikannya oleh Dave dan juga Zyano. Terlebih lagi sikap Andi langsung berubah drastis setelah berbicara dengan suaminya. Katerina yakin pasti terjadi sesuatu tanpa sepengetahuan nya.


"Iya, nyonya. Maaf saya tidak sempat memberitahu nyonya."


"Lalu, apa perutmu sudah mendingan?"


"Iya nyonya, sudah lebih baik setelah minum obat."


"Syukurlah kalau begitu. Lain kali kau harus menjaga pola makan mu, Dave. Jangan terlalu banyak makan yang pedas dan mengandung asam karena itu tidak baik untuk kesehatan lambung." ujar Katerina sengaja memancing.


"Tapi setahuku, Dave tidak suka makanan pedas. Dia tidak tahan dengan bubuk cabai." gumam Budi tapi masih bisa terdengar.


"Oh yaa? Lalu, kenapa, Dave bisa sakit perut?" tanya Katerina tersenyum tipis. Benar dugaannya, Dave tidak sakit perut ataupun pergi ke toilet. Tapi pria itu sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan nya dan pastinya atas perintah suaminya. Katerina jadi semakin yakin kalau ada yang mereka sembunyikan.


"Astaga, kenapa mulut mu lemes sekali, Budi." batin Dave menggerutu kesal. Ingin sekali dia memukul bibir Budi karena pria itu membuka rahasianya. Padahal dia mati-matian mencari alasan supaya Katerina tidak curiga tapi Budi malah mengacaukan nya.


"Kenapa diam, Dave? Jawab!" bentak Katerina. Ia melirik suaminya untuk melihat reaksinya tapi wajah Zyano tetap datar tanpa ekspresi. Seolah-olah tidak tahu apapun.


"Maaf nyonya. Saya memang tidak tahan pedas akan tetapi kemarin saya stress berat karena banyak pekerjaan. Dan saya punya kebiasaan aneh kalau sedang stress saya akan makan-makanan yang pedas. Saya pikir itu bisa melupakan sejenak permasalahan hidup saya akan tetapi saya malah sakit perut." ucap Dave menunduk.


Katerina terdiam sejenak, memikirkan perkataan assisten suaminya itu. Alasan Dave terdengar masuk akal tapi entah mengapa Katerina tetap merasa janggal. Ia bingung apakah ini kejujuran ataukah kebohongan. Tapi melihat respon suaminya dia terlihat santai saja. Aneh. pikir Katerina.


"Bagus, Dave." seperti itulah arti dari tatapan Zyano kepada asistennya.


Dave membalas tatapan Zyano dan berkata dalam hatinya. "Anda harus menaikkan gaji saya bulan ini tuan."


"Kenapa kalian berdua saling bertatapan? Apa ada yang kalian sembunyikan dariku?!" ucap Katerina menatap ke-dua nya curiga terutama kepada suaminya. Sungguh, Katerina tak bisa menebak isi kepala Zyano. Pria itu penuh misteri.

__ADS_1


"Mana mungkin sayang. Aku tidak menyembunyikan apapun dari mu. Percayalah padaku. Aku menatap Dave supaya dia tidak membohongi mu. Itu saja." ujar Zyano berkilah. Ia punya alasan tersendiri mengapa tidak memberitahu Katerina mengenai masalah dia menculik selingkuhan Andi. Baginya, Katerina tidak perlu tahu hal itu.


"Benarkah? Tapi mengapa aku justru malah berpikir sebaliknya. Tatapanmu kepada, Dave seperti mengisyaratkan agar dia berbohong padaku." balas Katerina tersenyum penuh arti.


"Kau berpikir berlebihan, Kate. Aku tidak mengisyaratkan seperti itu."


"Baiklah, aku percaya hubby tapi awas saja kalau sampai hubby ketahuan membohongi ku, maka aku tidak akan pernah memaafkan hubby! Jadi, lebih baik katakan semuanya terlebih dahulu sebelum aku mengetahui kebenarannya dari orang lain!" ancam Katerina memberi peringatan keras kepada suaminya. Setelah mengatakan itu Katerina masuk lebih dulu kedalam mobil.


"Mati aku. Sepertinya, Katerina mencurigai ku. Walaupun begitu dia tidak boleh mengetahui hal ini." batin Zyano was-was.


Sebelum masuk, Zyano mengatakan sesuatu kepada asistennya. "Dave, bagaimana wanita itu?"


"Tuan tentang saja, wanita itu sudah di obati dan lukanya juga tidak terlalu parah."


"Hm, baguslah. Ingat, Dave kau harus menjaganya dengan baik karena dia adalah sandera yang bisa membuat Andi tidak berkutik."


"Baik tuan, saya mengerti."


"Ah iya, satu lagi. Jangan lupa berikan kejutan untuk Andi Cristopher. Lakukan malam ini juga! Buat dia menyadari siapa lawan yang sedang dia hadapi."


"Hubby, ayo cepat masuk!" desak Katerina membuka kaca spion.


Zyano tersentak. "Iya sayang."


Zyano menatap Dave. Pria itu mengangguk tanda paham dengan tugasnya. Setelah itu Zyano masuk ke dalam mobil begitupun dengan Dave. Mereka pulang ke mansion.


Bersambung 😎


______________________________________________


Waduh Zyano mau lakuin apa nih ke Andi??


Coba tebak🤭


Jangan lupa Like dan Vote nya ya guys 🥰🥰❤️🥰❤️


^^^Coretan Senja ✍️^^^

__ADS_1


__ADS_2