
"Olivia, kau sudah pulang sayang?" tanya Sera refleks bangkit dari duduknya ketika melihat putrinya pulang.
"Bu, aku malu." keluh Olivia duduk di sofa.
Sera mengerutkan keningnya. "Malu kenapa?"
"Apa ibu tahu kalau aku sedang di ejek karena ayah di penjara?! Katanya aku bersenang-senang di atas penderitaan ayahku sendiri!" ujar Olivia mengadu.
"Siapa yang berkata seperti itu?"
"Siapapun itu tidak penting Bu. Yang pasti aku sangat malu. Hanya karena ayah di penjara mengapa aku juga harus terkena dampaknya?! Ini tidak adil!"
"Tenanglah, Olivia. Kenapa kau sangat mementingkan perkataan orang lain."
"Bagaimana aku bisa tenang Bu? Sampai detik ini ayah belum bebas bahkan karena itu juga pertunangan ku dan Rei di tunda! Aku tidak bisa terus menunggu seperti ini Bu!" sarkas Olivia marah.
"Lalu, kau ingin apa hah?!"
"Aku akan mengungkapkan kepada media kalau aku hamil. Maka dengan begitu Rei tidak bisa berkutik lagi. Dia pasti akan langsung menikahi ku!" ujar Olivia tersenyum licik.
"Kau jangan gila, Olivia! Apa kau mau menambah malu keluarga ini hah?! Sudah cukup ayahmu yang mendekam di penjara hingga membuat kita malu. Kau jangan ikut-ikutan melakukan hal gila lainnya!" bantah Sera menolak keras rencana gila putrinya itu.
"Aku tidak punya pilihan lain Bu! Kalau tidak dengan cara itu mana mungkin Rei mau menikahi ku! Dia pasti akan terus beralasan!"
"Ibu tahu, Olivia tapi tidak dengan cara mempermalukan dirimu sendiri. Apa kata orang nanti hah?! Mereka semua pasti akan menghina mu!"
"Tidak masalah Bu! Sekarang saja aku sudah malu di hina banyak orang karena masalah ayah. Jadi, biarkan saja semuanya terbongkar di depan media. Dengan begitu tidak hanya keluarga kita yang malu tapi keluarga Rei juga akan tekena imbasnya!"
"Cukup, Olivia! Ibu tidak ingin mendengar rencana gila mu itu! Ibu tidak setuju!" tolak Sera membantah keras.
"Kenapa Bu?! sarkas Olivia marah.
"Kau masih bertanya kenapa? Tentu saja karena ibu tidak ingin menambah malu. Kalau kau mengungkapkan kehamilan mu kepada media citra keluarga kita akan makin buruk Olivia. Apa kau ingin menikah disertai dengan cacian dan hinaan orang lain hah?! Apa kau tidak malu?!" sentak Sera sangat marah.
"Lalu, apa yang harus kulakukan Bu?! Apa aku akan terus berdiam diri dan menerima semuanya seperti ini? Tidak! Aku tidak sesabar itu Bu!"
"Tenanglah, Olivia. Ibu sedang berusaha membebaskan ayahmu dari penjara! Maka, dari itu kau jangan menambah masalah lagi! Sudah cukup ibu pusing karena memikirkan masalah ayahmu!"
"Ibu terus saja mengatakan berusaha tapi sampai sekarang tidak ada hasilnya Bu! Harus berapa lama lagi aku bersabar hah?!"
"Apa kau pikir mengeluarkan ayahmu dari penjara itu mudah hah?! Sulit Olivia!"
"Ibu saja yang tidak bisa. Pokoknya kalau ayah masih tidak keluar dari penjara aku tidak akan segan-segan untuk mengungkapkan kehamilan ku!"
Sera tertawa sarkas. "Olivia, tidakkah kau berpikir? Keluarga Rei sangat mementingkan harga diri dan citra keluarga nya. Jikalau kau merusaknya lantas, apakah mereka akan memperlakukan mu dengan baik? Atau bisa saja mereka semua malah membencimu! Apa kau ingin menikah dengan cara yang seperti itu hah?!"
Olivia terdiam. Perkataan Sera ada benarnya. Sebab, Olivia tahu betul sifat ayah Rei. Dia sangat tidak suka keluarga nya dipermalukan. Seketika Olivia tersadar.
"Olivia, tolong dengarkan perkataan ibu kali ini. Jangan melakukan hal apapun yang akan merugikan dirimu sendiri. Kau tidak ingin diperlakukan tidak baik oleh orang lain bukan?"
"Tidak Bu." jawabnya menggeleng.
"Bagus, maka dari itu jangan pernah berpikir untuk melakukan hal itu! Biar ibu saja yang memikirkan masalah ayahmu. Kau tenang saja, semuanya pasti akan beres. Kau dan Rei akan menikah dengan bahagia. Percayalah dengan ibu, Olivia."
"Iya, Bu."
"Ya sudah, kembalilah ke kamarmu dan istirahatlah."
Olivia mengangguk paham dan kemudian pergi ke kamarnya. Sedangkan Sera terduduk lemas. Hampir saja Olivia menghancurkan segalanya. Tapi untungnya Sera bisa mencegah hal itu.
"Huh, ini benar-benar melelahkan." gumam Sera bersandar.
__ADS_1
*****
Malam harinya.......
"Hubby, kenapa mataku harus di tutup segala sih?!" protes Katerina.
"Shutt. Ikuti saja permintaan ku sayang."
"Tapi aku jadi susah berjalannya hubby. Bagaimana kalau aku tersandung lalu jatuh?"
"Tidak mungkin sayang. Kan ada aku. Kalau kau jatuh biar aku yang menangkapnya."
"Bagaimana kalau tidak sempat?"
Zyano terkekeh. "Tidak usah banyak beralasan sayang. Aku tidak akan mencelakai mu. Percayalah padaku."
"Aku selalu percaya dengan hubby tapi..." belum sempat melanjutkan perkataannya mulut Katerina langsung ditutup dengan jari telunjuk Zyano.
"Shutt, kita sudah sampai." bisiknya di telinga Katerina.
"Benarkah?" wajah Katerina langsung berbinar.
"Hm."
"Ya sudah aku buka penutupnya ya?"
"Jangan!"
"Loh, kenapa hubby?"
"Tunggu sebentar sayang." Zyano memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk melakukan apa yang dia perintahkan.
"Berapa lama lagi hubby?" tanya Katerina jenuh. Dari tadi dia terus mengikuti permintaan suaminya.
Katerina mendengus. "Hm, baiklah. Aku tunggu satu menit. Kalau lama akan langsung aku buka!" ancamnya.
"Kau berani mengancam ku hm?"
"Tentu saja. Aku tidak pernah takut dengan hubby."
"Oh ya?"
"Iya, Lagipula kenapa aku harus takut dengan hubby? Memangnya hubby macan yang bisa memakan ku hidup-hidup? Tidak kan!"
Zyano terkekeh lucu. "Baiklah, terserah mu sayang." ucap Zyano seraya mengecup pipi kanan Katerina.
"Ish, hubby mengambil kesempatan dalam kesempitan." protes Katerina tak terima dirinya dicium dalam keadaan mata tertutup seperti ini.
"Memangnya kenapa? Aku hanya mencium istriku. Apa itu salah?" ujar Zyano membela diri.
"Salah! karena hubby melakukan nya di saat mataku tertutup begini. Aku kan tidak ada persiapan. Ini tidak adil namanya!"
"Persiapan untuk apa?"
"Balas dendam!"
"Hah?"
Cup
Zyano terpaku di tempat karena shock tiba-tiba Katerina menciumnya. Padahal matanya sedang tertutup tapi ciuman itu justru mengenai mengenai bibirnya. Tak ingin kalah Zyano pun mengecup bibir Katerina beberapa kali sampai sang empu protes.
__ADS_1
"Sudah cukup hubby!" tegur Katerina langsung menutupinya bibirnya dengan satu tangannya.
"Makanya jangan menggodaku sayang. Kau tau aku sedang menahan diri. Padahal bisa saja sekarang aku mengurung mu di kamar sampai pagi!"
"Ish, hubby ingin membuatku tidak bisa berjalan lagi hah?!"
"Yah, supaya tidak ada pria lain yang bisa melirik mu selain aku."
Katerina mendengus kesal. "Hubby jahat. Padahal aku ingin berfoto di menara Eiffel."
"Keinginan mu itu akan segera terwujud."
"Hah? Maksudnya?"
Zyano tersenyum. "Buka matamu sayang." bisiknya seraya membuka penutup mata Katerina.
Saat Katerina membuka kedua matanya dia dihadapkan oleh pemandangan kota Paris di malam hari. Zyano mempersiapkan makan malamnya sambil melihat menara Eiffel yang sangat indah. Ini benar-benar sesuai dengan keinginan Katerina dari dulu. Ia tidak menyangka Zyano menyiapkan semua ini untuknya.
"Bagaimana sayang? Apa kau menyukaiku?"
Katerina mengangguk. "Ini luar biasa hubby. Aku sangat menyukainya."
"Baguslah, kalau begitu."
"Makasih banyak hubby. A-aku tidak tahu lagi harus mengatakan apa. Ini semua sangat indah." ujar Katerina memeluk suaminya terharu.
Zyano tersenyum. "Apapun untukmu sayang." ucapnya membalas pelukan istrinya itu.
"Kapan hubby menyiapkan ini semua?" tanya Katerina mendongak.
"Hm, pagi tadi."
"Aaaaaaa so sweet."
Zyano terkekeh dan menyentil hidung istrinya. "Duduklah dulu sayang."
Katerina tersenyum duduk bersebrangan dengan suaminya. Zyano menjentik jarinya dan tak lama kemudian akhirnya para pelayan datang membawakan makanan.
"Ini makanan nya nyonya."
"Terima kasih."
"Makanlah sayang."
"Iya hubby." Katerina tersenyum manis.
"Wah, steak ini sangat enak hubby." ujar Katerina takjub.
Zyano tersenyum. "Makan yang banyak sayang."
"Hubby juga."
"Tentu."
Bibir Katerina tak pernah berhenti tersenyum. Ia menikmati semua kejutan yang sudah dipersiapkan Zyano untuknya. Tak lupa juga Katerina berfoto dengan background menara Eiffel di belakangnya. Sesuai dengan harapannya. Malam itu malam terindah bulan madu mereka. keduanya tampak menikmati dengan penuh kebahagiaan.
Bersambung 😎
______________________________________________
Aaaaaaa romantis banget 😭😭😭😭
__ADS_1
Jangan lupa like nyaa dong biar otorr semangat nulisnya 🔥🔥🔥🔥
^^^Coretan Senja ✍️^^^