Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
95. TAK DIANGGAP


__ADS_3

Setelah mendengarkan semua tentang kejadian itu Katerina akhirnya paham. Sikap dingin dan tempramental Zyano selama ini berawal dari kejadian di masa kecilnya. Ia yakin pasti kejadian itu meninggalkan bekas memori yang takkan pernah terlupakan.


"Kate, apa kau akan takut padaku setelah aku menceritakan semua itu padamu? Atau mungkin kau justru malah membenciku?" tanya Zyano menatap istrinya.


Katerina tersenyum sambil mengeratkan genggaman tangan suaminya. "Aku tidak mungkin membencimu, hubby. Dan untuk apa juga aku membencimu?"


"Tapi aku kan sudah melakukan hal semengerikan itu? Apa kau tidak takut kalau aku akan menyakiti mu?"


"Memangnya hubby berniat menyakitiku ya?" bukannya menjawab Katerina justru balik bertanya.


"Tidak! Aku tidak akan pernah melakukan hal itu padamu sayang. Tapi......"


Katerina mengernyit. "Tapi apa?"


"Tapi kalau aku hilang kontrol seperti tadi mungkin saja aku bisa menyakiti mu."


"Apa itu sering terjadi?" tanya Katerina .


"Hm, akhir-akhir ini tidak. Tapi aku akan sangat marah kalau ada yang menganggu ku!"


"Ohh jadi itu artinya terjadi saat hubby tidak bisa mengontrol emosi?"


Zyano mengangguk." Hm, Jadi, kalau aku seperti tadi kau jangan coba-coba mendekati ku karena bisa saja aku menyakitimu!" ujar Zyano tegas memperingati.


"Jangan khawatir hubby. Aku percaya kalau hubby tidak akan menyakiti ku."


"Kenapa kau bisa seyakin itu sayang?"


"Yah karena hubby suamiku." ucap Katerina sangat yakin.


Zyano terkekeh. Ia memeluk istrinya, mengusap punggung belakang nya dengan sayang. Zyano lega karena sudah menceritakan semua itu pada Katerina walaupun dia tidak memberitahu identitas nya. Karena menurut Zyano terlalu bahaya untuk Katerina kalau dia tau suaminya seorang mafia.


"Makasih sayang." ucap Zyano.


Katerina mendongak tersenyum. "Sama-sama hubby."


Kruk kruk kruk


"Sayang, apa kau lapar hm?" tanya Zyano mengulum senyum saat mendengar jeritan perut Katerina yang lapar.


Katerina menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya malu. "Sudah tahu malah tanya lagi."


Zyano terkekeh. "Baiklah, ayo kita makan siang bersama." ajaknya.


"Ayo."


Katerina menggandeng tangan suaminya dan berjalan keluar dari ruangan. Sontak saja hal itu menarik perhatian para pegawai kantor. Mereka semua bisa melihat betapa posesif nya Zyano kepada Katerina dengan melingkarkan tangan kekarnya dipanggang ramping istrinya.


"Ada apa hubby?" tanya Katerina bingung sebab Zyano tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"Sebentar sayang." ujar Zyano menahan.


"Aku ingin memberitahu kalian semua kalau wanita disamping ku ini adalah istriku. Kedepannya kalau dia berkunjung kemari maka kalian semua harus bersikap yang baik padanya. Ingat! Aku tidak ingin hal tidak mengenakan seperti tadi terjadi lagi! Camkan itu baik-baik!" ujar Zyano tegas menatap semua karyawan nya.


"Baik bos." sahut semua karyawan mengangguk paham.


"Selamat atas pernikahan kalian bos. Saya turut bahagia." ujar yang lainnya.


"Iya bos kami semua berdoa semoga bos dan nyonya bos selalu bahagia."


"Iya, terima kasih." ucap Katerina tersenyum ramah.


"Ya, sudah ayo kita pergi sayang." ajak Zyano.


"Iya hubby." Setelah itu keduanya pergi dari kantor.


Zyano sengaja mengatakan itu semua agar para karyawan tahu kalau Katerina adalah istrinya. Dia tidak ingin kejadian tadi terulang lagi. Lagipula cepat atau lambat dia akan mengungkapkan pernikahannya ke publik. Sementara untuk karyawan yang menyakiti Katerina tadi sudah dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat. Itulah konsekuensi dari perbuatan mereka.


******


"Sayang, kau ingin makan di mana?" tanya Zyano sambil menyetir mobilnya.


Katerina berpikir sejenak. "Hm...... bagaimana kalau di restoran langgananku saja? Soalnya aku ingin makan pasta disana."


"Baiklah, sesuai keinginan mu sayang."


"Makasih hubby." ucap Katerina memeluk suaminya dari samping.


"Sama-sama."

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian akhirnya mereka sampai di restoran langganan Katerina. Keduanya pun masuk ke dalam dan disambut baik oleh para pelayan. Katerina langsung memesan makanan kesukaannya karena sudah lama dia tidak makan di sana. Sementara Zyano hanya memesan steak potato wedges. Sambil menunggu pesanan keduanya berbincang-bincang.


"Bagaimana tempat ini menurut hubby?" tanya Katerina menatap suaminya lekat.


"Hm, lumayan. Tempatnya bagus dan sangat cocok untuk bersantai akan tetapi sayangnya tidak ada private room."


"Memangnya hubby ingin memesan private room?"


"Yah, karena aku tidak begitu suka tempat terbuka seperti ini sayang."


"Kenapa?"


"Ya karena berisik! Aku lebih suka tempat yang tenang karena akan lebih nyaman berbicara apalagi saat meeting dengan klien." ucap Zyano.


"Iya sih, itu memang benar hubby. Tapi kalau aku tidak terlalu mementingkan hal itu karena bagiku yang penting makanan nya enak dan pas di lidah. Itu saja." ujar Katerina.


"Memangnya makanan disini seberapa enak?"


"Sangat enak hubby apalagi pasta nya. Beh, aku sangat suka karena rasanya berbeda dengan restoran lain. Mereka seperti punya cita rasa tersendiri. Itu sebabnya aku sangat menyukai restoran ini." ujar Katerina sangat memuji.


"Benarkah?"


"Iya hubby." jawab Katerina mengangguk yakin.


Setelah itu tak lama kemudian pesanan mereka datang. Katerina pun langsung menyuruh Zyano untuk mencicipi pasta yang dipesannya tadi dan ternyata suaminya itu malah menyukainya.


"Wah, ini sangat enak sayang." puji Zyano dengan wajah berbinar.


"Benar kan hubby? Apa ku bilang! Kau pasti suka!"


Zyano hanya terkekeh pelan. "Istriku memang tidak pernah salah menilai makanan."


"Tentu saja." balas Katerina bangga.


"Oh iya sayang untuk rencana bulan madu kita sudah dijadwalkan minggu depan. Aku juga sudah mengosongkan semua jadwal ku. Jadi, tinggal menunggu keputusan mu saja lagi."


"Oh ya? Kalau begitu aku juga tidak bisa menolaknya lagi hubby."


Zyano terkekeh. "Tentu saja tidak bisa sayang."


"Baiklah, kali ini aku akan mengikuti semua rencana suamiku."


"Mengapa aku jadi takut saat melihat kau tersenyum begitu hubby. Kau tidak akan mengurung ku di kamar seharian bukan?" tanya Katerina was-was. Takut diterkam singa siang dan malam.


"Kita lihat saja nanti sayang." ucap Zyano penuh rahasia.


"Oh tidak! Aku punya firasat buruk tentang ini." jerit Katerina menepuk jidatnya.


Zyano terkekeh geli. "Kau tenang saja sayang. Aku jamin disana kau pasti bahagia."


"Benarkah?"


"Iya."


"Baiklah, aku percayakan semuanya pada suamiku ini."


Zyano tersenyum dan kemudian mengecup singkat kening Katerina dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Katerina tersenyum bahagia dalam pelukan hangat suaminya.


"Loh, Katerina?"


Katerina dan Zyano menoleh kearah suara yang ternyata ada Rei sedang berdiri menatap mereka.


"Rei." lirih Katerina terkejut melihat kehadiran Reino.


"Kebetulan sekali kita bertemu di sini, Kate. Apa kau sedang makan siang?" tanyanya sok akrab.


"Yah kau bisa liat sendiri kan?" jawab Katerina ketus. Ia sungguh malas melihat wajah Rei. Seketika moodnya langsung rusak.


"Apa aku boleh bergabung?" tanyanya langsung duduk tanpa diminta.


"Maaf tuan, Rei yang terhormat sayangnya aku tidak suka jika ada orang lain yang bergabung. Aku hanya ingin makan siang bersama istriku!" ujar Zyano tegas dan penuh penekanan.


"Tapi aku bukan orang lain tuan, Zyano. Aku ini temannya Katerina sekaligus mantan kekasihnya. Lagipula dulu aku dan Katerina sering makan siang bersama di sini. Iya kan, Kate?" ucap Rei sengaja mengatakan hal itu.


Zyano mengeratkan rahangnya marah. Ia tidak suka melihat Rei yang menatap istrinya penuh cinta. Apalagi ternyata restoran ini memiliki kenangan terindah mereka berdua saat menjalin hubungan asmara.


"Hubby." Zyano tersentak saat merasakan tangan halus Katerina menggenggam jemarinya. Katerina menatap manik mata Zyano. Ia tidak ingin suaminya terprovokasi atas ucapan Rei.


"Pelayan." panggil Rei.

__ADS_1


"Ya, ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Saya pesan satu pasta dan minumannya jus jeruk."


"Baik, mohon ditunggu ya tuan." Setelah itu pelayan tadi pergi mempersiapkan pesanan Rei.


"Arghhhhhhh sudah lama kita tidak makan di sini ya, Kate?" tanya Rei tersenyum mengingat kenangan masa lalu.


Katerina tidak menjawab. Ia hanya diam.


"Oh iya, aku ingat dulu saat kita masih pacaran kau paling sering mengajakku makan di sini kan? Kalau di ingat lagi tempat ini tidak banyak berubah ya, Kate?"


"Yah, aku memang sering mengajak mu makan di sini tapi sayangnya kau selalu menolak nya dengan alasan sibuk. Miris sekali bukan?" balas Katerina menohok.


Rei tertohok bukan main. "Yah, maaf saat itu aku sedang ada proyek besar."


"Tidak masalah. Lagipula itu semua hanyalah masa lalu. Tidak begitu penting untukku. Dan sekarang aku juga sudah memiliki suami yang selalu ada untukku. Entah sesibuk apapun dia tidak pernah mengabaikan ku." ujar Katerina sengaja.


Rei terdiam. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Sedangkan Zyano tersenyum tipis mendengar perkataan istrinya.


Katerina memotongkan stek Zyano. "Hubby, ayo buka mulutmu." pinta Katerina hendak menyuapi. Tanpa banyak pikir Zyano membuka mulutnya dan memakan steak itu nikmat.


"Bagaimana hubby? Enak tidak?"


"Tentu saja enak apalagi kalau disuapi oleh istri tercinta. Rasanya jauh lebih enak sayang."


Katerina terkekeh malu. "Hubby bisa saja."


"Ayo makan yang banyak hubby."


"Kau juga harus makan sayang."


Akhirnya keduanya saling menyuapi satu sama lain dengan penuh kemesraan. Sedangkan kehadiran Rei sedari tadi tidak dianggap. Ia seperti patung bergerak saja. Katerina sengaja melakukan itu agar Rei tahu diri kalau dimatanya pria itu sudah tidak ada artinya lagi.


"Hubby, sudah cukup! Aku sudah kenyang." ujar Katerina tak sanggup lagi menerima suapan suaminya itu.


"Sedikit lagi sayang."


"Tidak mau nanti berat badanku naik!"


"Memangnya kenapa kalau naik? Bukankah itu lebih bagus?" tanya Zyano tak mengerti.


"Bagus apanya? Kalau aku gendut nanti hubby malah mencari wanita lain." ujar Katerina marah.


"Astaga, itu tidak mungkin sayang. Kenapa kau bisa berfikir seperti itu?"


"Ya bisa saja kan. Semua laki-laki pasti berpindah hati kalau istrinya sudah tidak cantik lagi." ucap Katerina cemberut.


"Tapi itu tidak berlaku untukku sayang. Aku tidak mungkin mencari wanita lain selain dirimu!"


"Benarkah?"


Zyano terkekeh. "Tentu saja karena hanya kau satu-satunya istriku!" tegasnya.


"Aku pegang ucapanmu hubby! Awas saja kalau kau sampai selingkuh dibelakang ku!" ancam Katerina sengaja menyindir Rei.


"Itu tidak akan pernah terjadi sayang." balas Zyano mengecup puncak kepala Katerina dengan penuh kasih sayang.


"Makasih hubby." ucap Katerina tersenyum senang dan bergelut manja di lengan suaminya. Kemudian, dia mendongak dan berkata. "Hubby, aku lelah. Ayo kita pulang." ajaknya.


"Ayo." Tanpa menghiraukan kehadiran Rei keduanya langsung bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja.


"Cih, apa aku hantu yang tidak terlihat sama sekali?" decih Rei kesal bukan main.


"Awas saja, aku akan merebut Katerina dari kau, Zyano! Tunggu saja!" ucap Rei mengepalkan kedua tangannya erat dengan tatapan penuh kebencian. Setelah itu dia pergi.


Bersambung 😎


______________________________________________


Hahahaha mampus kau Rei🀣🀣


Oh iya mohon maaf banget ya karena author gabisa update untuk sementara waktu. Author Minggu ini UTS guys jadi mesti banyak belajar😭😭😭😭😭


jadi mohon pengertiannya yaaaaaa


tapi setelah UTS nanti otor balik lagi kok tenang aja ya πŸ˜πŸ™


Sekian terima kasih yang masih mau menunggu cerita ini update πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2