Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2 : EPISODE 139


__ADS_3

Saat ini Katerina sedang menjalani berbagai macam pemeriksaan di rumah sakit. Di mulai dari pemeriksaan kesehatan nya dan juga janinnya. Dokter mengatakan kalau kondisi ke-dua nya sehat dan tidak ada masalah apapun. Hanya saja Katerina diminta menjaga pola makannya agar lebih stabil supaya tubuh kembang bayi meningkat.


Setelah melakukan pemeriksaan, Katerina memutuskan untuk pulang tapi di tengah perjalanan tiba-tiba Maya menelponnya.


"Hallo, Maya."


"Hallo, Kate. Bagaimana kabarmu?" sapa Maya.


"Hm, aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana, Maya?"


"Aku juga baik."


"Syukurlah kalau begitu." ujar Katerina lega mendengarnya.


"Em, Kate, apa hari ini kau sibuk?"


"Tidak. Kenapa, Maya?"


"Kalau kau tidak sibuk aku ingin bertemu denganmu. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan." ujar Maya terdengar serius.


"Baiklah, kau ingin bertemu di mana?"


"Em, bagaimana kalau di Kafetaria saja? Kebetulan aku sedang ada di sini." usul Maya memberikan saran.


"Ide bagus. Aku akan segera ke sana."


"Oke, aku tunggu ya, Kate." Setelah itu keduanya menyudahi panggilan telepon itu.


Katerina memasukkan ponselnya ke dalam tas sambil berucap kepada Budi.


"Budi, tolong antarkan aku ke Kafetaria. Aku ingin bertemu, Maya sebelum pulang."


"Baik, nyonya." ucap Budi mengangguk paham. Ia langsung balik arah menuju kafetaria. Tapi sebelum itu Katerina memberitahu Zyano dengan mengirimkan pesan padanya. Sebab, dia sudah berjanji.


*****


Sementara itu Zyano baru saja keluar dari ruang rapat. Ada banyak hal yang dibahas saat rapat dengan dewan direksi tadi. Terutama tentang pelantikan Zyano sebagai Presdir utama yang akan menggantikan posisi ayahnya. Akan tetapi keputusan itu tentu saja pro dan kontra. Ada beberapa yang beranggapan kalau posisi itu tidak cocok untuk Zyano karena dia masih terlalu muda dan juga tidak begitu berpengalaman dalam dunia bisnis tapi ada juga yang mendukung penuh. Intinya posisi itu tidak mudah untuk didapatkan. Zyano harus berusaha keras supaya bisa di percaya oleh para pemegang saham dan juga dewan direksi.


Tapi sebenarnya, Zyano tak begitu memikirkannya. Dia malahan santai saja karena dia yakin posisi itu akan tetap menjadi miliknya. Mengingat, dia adalah keturunan Brawitama. Jadi, hak otoritas tetap dimiliki oleh ayahnya. Meskipun banyak yang tidak suka tapi tidak ada yang memiliki kuasa penuh untuk membantahnya. Lagipula tidak ada kandidat lain yang lebih cocok selain dirinya. Itu yang membuat nya yakin.


Zyano mendudukkan pantatnya di kursi kerjanya. Ia melanjutkan pekerjaannya yang tertumpuk. Ada banyak berkas yang harus di periksa dan dia tandatangani.


Ting


Notifikasi pesan mengalihkan perhatian nya. Ada pesan masuk dari Katerina.


My Wife❤️


Hubby, aku hanya ingin memberitahu kalau aku sudah melakukan pemeriksaan tapi sebelum pulang aku ingin bertemu Maya di kafetaria. Jadi, hubby tidak perlu khawatir 🤗

__ADS_1


Begitulah isi pesan Katerina. Zyano yang membacanya hanya tersenyum tipis. Tapi tiba-tiba saja dia menyadari satu hal.


"Tunggu, bukankah Maya mengirim surat izin padaku? Dia bilang tidak bisa masuk karena ada urusan penting tapi kenapa dia mengajak, Katerina bertemu? Apa urusan penting itu berhubungan dengan, Katerina?" gumamnya dalam hati.


Zyano mengembuskan napas panjang. Ia menautkan kedua tangannya di atas meja sambil berpikir keras. "Kira-kira hal penting apa yang mereka bicarakan sampai, Maya harus izin tidak masuk kerja? Aku yakin pasti ada sesuatu. Tapi apa?"


****


Katerina turun dari mobil begitu sampai di kafetaria. Ia masuk kedalam ditemani Budi. Katerina mengedarkan pandangannya mencari sosok Maya yang ternyata sudah menunggu nya di meja paling pojok.


"Hai, Maya. Aku sangat merindukanmu" sapa Katerina langsung memeluk sahabatnya.


"Aku juga, Kate." ujar Maya membalas pelukan hangat itu.


"Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku hah? Ku pikir kau sudah melupakan ku." ujar Katerina cemberut.


"Maaf, Kate. Akhir-akhir ini aku sangat sibuk."


"Uwuww, kasian. Kau pasti sangat kelelahan ya?"


"Iya, sangat-sangat lelah. Suamimu itu benar-benar memberikan banyak pekerjaan padaku sampai aku lupa caranya untuk bernafas."


"Ya ampun, kasian sekali sayangku ini. Nanti aku akan memarahi Zyano karena sudah membuat mu kelelahan seperti ini."


"Eh, jangan, Kate. Aku tidak ingin gajih ku di kurangi."


Maya tergelak begitupun Katerina. Mereka suka sekali menggoda satu sama lain.


"Ya ampun, aku sampai lupa menyuruhmu duduk, Kate." ujar Maya menepuk jidatnya.


Katerina hanya cengengesan dan kemudian mendudukkan pantatnya di sebrang kursi Maya. Sementara Budi masih setia berdiri di samping Katerina. Sesuai yang di perintahkan oleh Zyano. Dia tidak boleh sedikitpun meninggalkan Katerina sendirian.


"Oh iya, Kate, kau ingin memesan apa?"


"Hm, seperti biasa saja."


"Oke."


Maya melirik ke arah pria yang berdiri di samping Katerina. Ia merasa asing. "Dia siapa, Kate?"


"Ohh dia, Budi. Supir pribadi sekaligus bodyguard khusus untuk menjagaku."ujar Katerina menjelaskan.


"Wah, suamimu benar-benar overprotektif padamu ya? Dia bahkan sampai menyuruh seseorang untuk mengawal mu pergi kemanapun. Aku lega karena kau berada di tempat yang aman, Kate." ucap Maya tersenyum tipis.


"Yah, tapi tetap saja dia terlalu berlebihan." keluh nya.


"Itu wajar apalagi kau kan sedang hamil. Jadi, dia tidak ingin hal buruk terjadi padamu. Kau benar-benar beruntung bisa mendapatkan suami seperti, tuan Zyano."


Katerina tersenyum. "Iya, kau benar, Maya."

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian akhirnya pesanan mereka datang.


"Ohh iya, Maya kau ingin membicarakan soal apa?"


"Em, itu..." Maya terlihat ragu untuk mengatakannya karena di sana ada Budi. Sebab, Maya tidak ingin ada orang luar yang mendengar pembicaraan nya.


Katerina mengerutkan keningnya sampai akhirnya dia menyadari arah pandang Maya.


"Budi, bisakah kau keluar sebentar? Aku ingin berbicara dengan sahabat ku tapi hanya berdua saja? Kau tidak masalah bukan?" pinta Katerina.


"Tapi, nyonya..."


"Jangan khawatir, Budi. Aku tidak akan menyakiti, Katerina." sahut Maya mengerti keraguan pria itu.


"Bukan begitu nona, Maya hanya saja tuan, Zyano memerintahkan saya agar tidak meninggalkan nyonya bersama siapapun."


Katerina menghela nafas pelan. "Budi, aku tau kau sedang menjalankan tugasmu. Tapi aku hanya minta waktu sebentar ingin berbicara dengan sahabatku. Soal Zyano kau tidak perlu cemas. Aku sendiri yang akan menjelaskan semuanya padanya."


Budi tampak ragu tapi dia tak bisa menolak permintaan Katerina. Dia akan memantau lewat cctv.


"Baik, nyonya. Saya akan menunggu di mobil. Kalau terjadi sesuatu langsung hubungi saya."


"Iya, Budi. Terima kasih."


Setelah itu Budi melangkah pergi meninggalkan Katerina bersama Maya.


"Jadi, Maya apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya ini sangat serius." ujar Katerina.


"Yah, aku tidak ingin berbasa-basi lagi, Kate. Aku akan langsung jujur padamu."


"Jujur soal apa?" tanya Katerina.


"Identitas ku dan juga dirimu."


"Apa maksudmu?"


"Sebenarnya aku adalah seorang mata-mata yang di kirim oleh kakek mu untuk menjaga dan juga melaporkan setiap hal yang terjadi padamu. Karena kau adalah pewaris sah keluarga Agrawihana." ujar Maya.


"Apa?"


Bersambung 😎


______________________________________________


Hohoho akhirnya terungkap juga😲


Jangan lupa Like dan Vote nya ya guys ❤️🥰❤️❤️❤️🥰


^^^Coretan Senja ✍️^^^

__ADS_1


__ADS_2