
Keesokan harinya......
"Jadi, bagaimana soal tugas yang kuberikan padamu, Dave?" tanya Zyano bangkit dari duduknya dan berdiri menatap pemandangan menara tinggi yang ada didepannya. Saat ini Zyano terlihat sibuk berbincang dengan Dave di telpon.
"Maaf, tuan. Sejauh ini tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Saya juga sudah mengirim seseorang untuk memata-matai, Kenzie akan tetapi tidak ada yang aneh dari anak itu."
"Apakah dia ada menemui seseorang?"
"Tidak ada tuan. Kenzie, hanya pergi ke kampus dan setelahnya pulang. Bahkan anak itu juga jarang keluar rumah." ujar Dave.
Zyano berpikir sejenak. "Aneh, kalau dia tidak memiliki kepentingan apapun. Lalu, kenapa dia harus mencari tahu soal king Draxler? Apa sebenarnya tujuan anak itu? Aku merasa seperti sedang melewatkan sesuatu yang penting."
"Saya juga bingung tuan. Kemarin, saat saya ke kampusnya saya bertanya ke beberapa mahasiswa dan teman sekelasnya Kenzie. Mereka semua mengatakan kalau, Kenzie memang anak yang sangat tertutup. Tidak banyak yang berteman dengannya. Dia juga jarang terlibat dalam kegiatan kampus. Jadi, tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan."
"Biasanya anak yang tertutup menyimpan berbagai rahasia. Jadi, kau harus lebih berhati-hati, Dave. Anak itu tidak bisa kita remehkan begitu saja. Dia bahkan hampir saja berhasil meretas data king Draxler kalau Luca tidak cepat tanggap. Artinya anak itu bukan orang sembarang. Aku yakin dia punya tujuan lain." ucap Zyano serius.
"Baik, tuan. Saya akan lebih berhati-hati. Tapi anda tidak perlu khawatir. Cepat atau lambat saya pasti akan mengetahui alasannya."
"Zyan."
Zyano tersentak kaget saat merasakan ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Begitu membalikkan badan ternyata itu adalah Katerina. Ia pun lekas mematikan panggilan telepon nya.
"Astaga, sayang. Kau mengejutkan ku." ujar Zyano menghela nafas.
Katerina cengengesan. "Maaf, hubby."
Zyano tersenyum dan mengeratkan pelukannya. "Tidak apa-apa sayang."
"Oh, iya tadi hubby teleponan dengan siapa?" tanyanya kepo.
"Dave."
"Ohh." Katerina ber oh ria.
"Memangnya kau pikir siapa hm?"
"Ya mana tahu kan, bisa saja hubby malah sedang teleponan dengan wanita lain. Kan tidak ada yang tahu." ujar Katerina menghunus tatapan tajam.
Zyano terkekeh pelan. "Astaga, kau terlalu banyak berpikir sayang. Aku tidak mungkin menelpon wanita lain. Lagipula aku juga tidak memiliki kontaknya."
"Oh ya? Benarkah?" tanya Katerina tak percaya.
"Hm, kalau tidak percaya kau bisa mencek nya sendiri." ujar Zyano sambil menyodorkan handphonenya ke tangan istrinya itu.
"Tidak perlu hubby. Aku hanya bercanda hehehe." tolak Katerina tak nyaman.
"Tidak apa-apa sayang. Kau boleh mencek nya sesuka hatimu."
"Tapi hubby..."
"Cek saja, sayang."
Katerina tampak ragu-ragu. Tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk membuka ponsel suaminya itu. Katerina mencek kontak Zyano. Akan tetapi wajahnya tampak terkejut. Ia membulatkan matanya melihat kontak Zyano. Tidak ada siapapun kecuali orang yang di kenalnya.
Kontak Zyano hanya ada. Dirinya, Dave, Zahra, Ziva dan Zeano bahkan Maya saja tidak ada. Katerina jadi tak enak hati karena sudah merasa curiga terhadap suaminya itu.
"Ini hubby ponselnya." Katerina mengembalikan kembali ponsel milik suaminya.
"Bagaimana sayang? Apa kau sudah percaya kalau suamimu ini tidak memiliki kontak wanita lain selain dirimu hm?"
Katerina menunduk "Iya, maaf hubby." ucapnya merasa sangat bersalah.
"Tidak masalah, Kate. Aku bisa mengerti kalau kau masih trauma di khianati. Tapi kau harus ingat satu hal kalau aku tidak seperti pria itu! Jadi, kau bisa mempercayai ku sepenuhnya sayang."
"Iya hubby." balas Katerina mengangguk paham.
Zyano melonggarkan pelukannya. "Oh iya, hampir saja aku lupa. Kenapa kau masih belum bersiap-siap sayang? Apa kau lupa kalau kita akan pergi hari ini hm?"
__ADS_1
"Tentu saja aku ingat hubby."
"Lalu, kenapa kau masih memakai pakaian biasa?"
"Itu dia masalahnya hubby. Aku tidak tahu harus memakai pakaian apa karena semua dress ku kan ada di mansion. Jadi, aku bingung harus bagaimana?" ujar Katerina pusing.
Zyano terkekeh. "Ah iya, maaf aku lupa memberitahu mu kalau aku sudah mempersiapkan dress khusus untukmu, sayang."
"Oh ya?" Katerina tampak terkejut mendengarnya.
"Ikuti aku."
Katerina mengikuti suaminya itu. Zyano membawanya ke sebuah ruangan. Namun, begitu terbuka terlihatlah semua dress keluaran terbaru dari berbagai butik ternama di dunia. Tak hanya itu saja bahkan tersedia berbagai perlengkapan untuknya. Seperti tas, sepatu dan yang lainnya.
"Woah, luar biasa." ucap Katerina terpukau melihatnya. Mulutnya terbuka lebar menatap tak percaya. Ini benar-benar di luar dugaannya.
"Ini semua aku persiapkan khusus untukmu sayang. Apa kau menyukainya?" tanya Zyano melingkarkan tangannya ke pinggang ramping istrinya dan memeluknya dari belakang.
"Tentu saja aku sangat menyukainya hubby. Tapi apa ini tidak terlalu berlebihan? Tempat ini sudah seperti butik saja."
"Bagiku kalau itu menyangkut tentangmu maka tidak ada yang berlebihan sayang. Aku sengaja mempersiapkan ini semua supaya istriku tidak lelah lagi harus berbelanja ke mall karena semua kebutuhannya sudah ada di sini." ujar Zyano.
"Astaga, hubby. Tapi ini merupakan pemborosan. Dan itu tidak baik."
"Sudahlah, sayang. Boros ataupun tidak yang penting bisa membuat mu bahagia maka tidak masalah untukku. Lagipula, aku bekerja juga untuk kebahagiaan istriku."
Katerina menggelengkan kepalanya. "Baiklah, terserah hubby saja."
"Tapi kau suka kan?"
"Tentu saja."
Zyano tersenyum. "Baguslah kalau begitu."
Zyano terkekeh dan menyatukan dahi mereka. "Tidak perlu berterima kasih sayang. Kebahagiaan mu itu sudah menjadi tugasku. Aku senang kalau istriku bahagia dengan apa yang kuberikan."
Katerina menangkup wajah Zyano. "Uwuw, ternyata suamiku sudah pandai berkata manis ya?"
"Apakah itu termasuk kata-kata manis?" ujar Zyano balik bertanya.
"Tentu saja hubby."
"Oh ya? Aku tidak tahu."
"Ah, sudahlah. Aku ingin bersiap dulu takutnya nanti malah terlambat."
"Oke, aku tunggu di luar ya."
"Iya, hubby."
Setelah suaminya Keluar Katerina mulai memilih-milih dress mana yang akan di pakainya.
"Astaga, dress mana yang harus ku pakai? Semuanya sangat bagus. Aku sampai bingung ingin memakai yang mana." gumam Katerina pusing sendiri dibuatnya.
"Aku tidak boleh mempermalukan hubby. Jadi, aku tidak ingin sampai salah memilih dress."
"Hm, lebih baik ini saja. Ku rasa dress ini cocok dengan kemeja hubby." ujar Katerina akhirnya memutuskan untuk memakai dress panjang.
Setelah itu Katerina langsung berganti pakaian. Tak lupa juga dia merias wajahnya sedemikian rupa. Ia mempoles wajahnya dengan make up natural. Katerina salut karena semua yang dia butuhkan sudah tersedia. Tas, sepatu, anting dan segala macam perhiasan ada. Dia berasa sedang berbelanja di toko saja.
"Ah, akhirnya selesai juga." ujar Katerina bernafas lega. Ia tersenyum menatap dirinya lewat pantulan cermin di depannya.
Katerina melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul 09:30. Ia pun bergegas mengambil barang-barang dan memasukkan nya ke dalam tas. Setelahnya Katerina keluar menyusul Zyano.
"Hubby, aku sudah siap." ucap Katerina tersenyum menatap suaminya.
__ADS_1
"Wow, luar biasa. Kau sangat cantik, Kate." ujar Zyano terpukau melihat penampilan istrinya. Katerina benar-benar sangat cantik dalam balutan dress berwarna putih. Zyano bahkan sampai tak berkedip menatapnya.
Katerina tersenyum malu. "Hubby bisa saja."
"Aku tidak bercanda sayang. Kau memang sangat cantik. Aku jadi tidak ingin mengajak mu pergi."
"Loh, kenapa hubby?"
"Aku takut banyak pria lain yang terpesona dengan mu sayang."
"Hubby! Jangan seperti kemarin!" tegur Katerina memperingati.
"Tapi aku tidak rela kau dilihat banyak pria sayang." ujar Zyano posesif.
"Ya ampun hubby! Jangan kekanak-kanakan deh. Kalaupun mereka melihat ku tapi yang penting kan aku tidak melihat pria manapun selain hubby."
"Tapi tetap saja, Kate. Aku tidak suka!"
"Hubby, please. Ini kan hanya sebentar." pinta Katerina memohon.
Zyano menghembuskan nafas panjang. "Baiklah, tapi kau jangan jauh-jauh dariku sayang!"
"Iya, hubby."
"Ya sudah ayo kita pergi."
"Tunggu dulu."
"Apa lagi?" kedua alis Zyano mengerut.
"Dasi hubby sangat berantakan. Biar aku rapikan dulu." ujar Katerina.
Di saat Katerina tengah sibuk merapikan dasi. Zyano malah menatapnya sambil tersenyum. Entah di lihat dari manapun istrinya itu memang sangat cantik. Tangan kanan Zyano terangkat menyisipkan helaian rambut Katerina.
"Sayang, kenapa kau sangat cantik? Seharusnya kau tidak perlu berdandan seperti ini?" protes Zyano masih tak rela.
Katerina menghela nafas panjang. "Lalu, aku juga ingin bertanya. Kenapa hubby sangat tampan?" ujar Katerina balik bertanya.
"Astaga, sayang kau membuatku jadi serba salah."
"Hubby, please. Aku seperti ini supaya hubby tidak malu. Hubby kan seorang CEO jadi aku tidak mungkin berpenampilan biasa saja. Aku juga harus memikirkan citra hubby di mata rekan bisnis hubby."
"Baiklah, kita hanya sebentar oke."
"Iya, hubby."
"Ya sudah, ayo pergi."
Bersambung 😎
______________________________________________
Maaf otor lama ga update soalnya otor sibuk banget eyyy
Mana bentar lagi UAS
aduh pusing banget 😭😭😭😭😭
Tpi otor selalu usahakan untuk update kok jadi ga usah khawatir okey
Terima kasih atas pengertiannya 🥰👍
__ADS_1
^^^Coretan Senja ✍️^^^