Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
35. SALING MENYALAHKAN


__ADS_3

Sementara dilain tempat Sera dan Olivia nampak bergegas pergi menuju kantor polisi. Mereka berpakaian tertutup agar media tidak mengetahui kalau Andi sedang ditahan di kantor polisi. Mereka pergi dengan cara sembunyi-sembunyi.


Supir pribadi keluarga Cristopher mengantarkan mereka ke sana tanpa hambatan. Setelah sampai mereka lekas masuk kedalam untuk bertemu dengan Andi.


"Selamat pagi, ada perlu apa ya, nyonya sekalian?"


"Maaf, kami berdua ingin bertemu dengan tahanan yang bernama, Andi Cristopher." jawab Sera.


"Ah ya, pak Andi ya? Baiklah, mari ikuti saya tapi sebelum itu bisakah kalian membuka penutup wajah itu. Penampilan kalian saat ini membuat kami jadi sedikit curiga." balas pak polisi itu.


Dengan sangat terpaksa mereka berdua melepaskan penutup wajah serta kacamata hitam yang menutupi. Kini, wajah mereka dapat terlihat jelas oleh pak polisi tadi.


"Sudah bukan?" tanya Sera.


"Baik, mari ikuti saya." ucap pak Polisi itu menunjukan tempat di mana Andi ditahan.


Saat sampai dipenjara terlihatlah Andi dalam sebuah ruangan. Polisi itu berjaga di luar pintu membiarkan mereka berdua berbicara dengan Andi.


"Suamiku, ayah." panggil mereka berdua bersamaan.


"Sera, Olivia." seru Andi langsung berdiri saat melihat kedatangan dua wanita yang dia cintai.


Mereka terhalang sebuah tembok besar.


"Ayah, mengapa kau bisa sampai ditahan polisi seperti ini?" tanya Olivia heran.


"Benar suamiku, apa yang kau lakukan hingga bisa masuk penjara begini?" sahut Sera juga heran.


"Ini semua karena Katerina!" tukas Andi menggertak giginya.


"Hah, kaka? memangnya apa yang kaka lakukan ayah?" tanya Olivia mengernyit.


"Aku ingin menikahkan Katerina dengan tuan Heri tapi dia menolaknya mentah-mentah. Aku ingin membawanya pergi tapi tiba-tiba saja datang seorang pria menyelamatkan nya, lalu membawa ku ke kantor polisi dengan tuduhan melakukan kekerasan hingga akhirnya aku harus mendekam di penjara ini!" ungkap Andi marah.


"Apa? Kau ingin menikahkan Katerina dengan tuan Heri? Apa kau sudah gila hah?!" tanya Sera nampak sangat terkejut.


"Aku terpaksa melakukan itu semua karena itu syarat utama tuan Heri jika mau bekerjasama dengan perusahaan kita. Mau tidak mau aku akan menikahkan Katerina dengan pria tua bangka itu." tukas Andi.

__ADS_1


Sera memijit pelipisnya yang terasa berdenyut pusing.


"Ayah, kau tidak akan bisa melakukan itu semua karena kaka sudah menikah!" ungkap Olivia mengejutkan Sera dan Andi.


"Apa? sudah menikah? apa kau serius, Olivia?" tanya Andi dan Sera bersamaan.


"Iya ayah, ibu. Kaka memang sudah menikah.Aku baru mengetahuinya kemarin saat aku tidak sengaja bertemu kaka disebuah restoran bahkan aku juga sudah bertemu langsung dengan suaminya." jawab Olivia berkata jujur.


"Oh astaga, apa mungkin yang melaporkan aku itu suaminya, Katerina?" gumam Andi baru tersadar.


"Mungkin saja, ayah." sahut Olivia.


"Sejak kapan Katerina menikah? dan siapa pria yang menikah dengannya?" cecar Sera melontarkan berbagai pertanyaan.


"Aku tidak tahu ibu, tapi kurasa pria yang menikah dengan kaka adalah orang yang berpengaruh, buktinya aku dan Rei kemarin diusir secara tidak hormat di restoran itu padahal kami pelanggan VIP."  ujar Olivia geram, tidak suka.


"Lantas, sekarang apa yang harus kita lakukan?" tanya Andi kebingungan.


"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah mengeluarkan ayah dari sini sebelum media mengetahui masalah ini. Jika sampai media tahu ayah dipenjara maka reputasi dan harga saham akan turun drastis itu akan berdampak buruk untuk kita semua." tukas Olivia.


"Tapi bagaimana caranya? ayah tidak mungkin bisa bebas begitu saja kecuali, suami Katerina mencabut tuntutannya." ujar Andi pusing.


"Kau benar sayang, tapi hubungan kita dan Katerina tidak begitu baik. Lalu bagaimana caranya kita bisa membujuk Katerina? sedangkan ini semua terjadi juga karena ulah ayahmu yang menyakiti Katerina. Apa kau pikir dia akan langsung memaafkan ayahmu begitu saja? Katerina tidak sebodoh itu." sarkas Sera.


"Itulah masalahnya ibu, tapi hanya itu satu-satunya cara agar ayah bisa bebas dengan cepat dari sini." ujar Olivia.


"Apa tidak ada cara lain selain membujuk Katerina? aku tidak yakin anak itu akan mencabut tuntutannya. Dia justru akan sangat bahagia melihat aku dipenjara." tanya Andi.


"Ada ayah, kita bisa saja menyewa pengacara hebat tapi itu tidak menjamin ayah akan bebas dalam waktu dekat. Proses hukum tidak semudah itu untuk dilalui. Ayah memang akan bebas tapi perlu waktu yang lama sedangkan acara pertunangan ku dan Rei sebentar lagi akan dilaksanakan. Bagaimana jika mereka mengetahui kalau ayah dipenjara? bisa saja mereka membatalkan pertunangan ini ayah." jawab Olivia mulai cemas. Ini bisa saja jadi peluang untuk Rei menggagalkan pertunangan mereka.


"Arghhhh, kepalaku terasa pecah jika memikirkan ini semua." teriak Andi frustasi.


"Ini semua karena kau gegabah Andi. Jika kau tidak memaksa Katerina dan tidak menyakitinya, maka ini semua tidak mungkin terjadi. Lihatlah, sekarang kita tidak ada cara lain lagi. Satu-satunya cara untuk mengeluarkan mu dari sini hanya dengan membujuk, Katerina!" bentak Sera menyalahkan suaminya.


"Kau menyalahkan ku, Sera? Hei, kau pikir aku mau ini semua terjadi? aku juga tidak mau masuk penjara bodoh. Aku sudah bilang bukan, aku terpaksa melakukan itu semua demi kelancaran kerjasama dengan tuan Heri. Aku mana tahu kalau jadinya akan serumit ini." sarkas Andi tidak suka disalahkan.


"Lalu, jika bukan kau siapa lagi yang bisa disalahkan hah! Kau terlalu bodoh dalam bertindak Andi. Dan karena kebodohan mu itu membawa petaka untuk kita semua." cibir Sera kesal.

__ADS_1


"Tutup mulutmu Sera. Aku melakukan ini semua juga demi kebahagiaan kita bersama. Jika perusahaan kita bisa bekerjasama dengan tuan Heri kita akan meraup keuntungan banyak. Kau juga nantinya yang akan menikmati itu semua!" sosor Andi.


"Tapi lihatlah, semua rencana mu itu hanya akan menjadi angan-angan dan sekarang kau justru menambah masalah untuk kita semua."


"Sudah cukup. Ayah, ibu. Mengapa kalian jadi bertengkar hah! Tidak ada gunanya saling menyalahkan satu sama lain. Yang harus kita pikirkan saat ini adalah memikirkan caranya agar bisa membujuk kaka." ujar Olivia melerai perdebatan kedua orangtuanya.


"Aku tidak ingin sampai Rei mengetahui hal ini. Dia pasti akan langsung membatalkan acara pertunangan ini ayah." tutur Olivia cemas.


"Kau tenang saja sayang, ibu akan pastikan Rei tidak akan mengetahui masalah ini." balas Sera menenangkan putrinya.


"Maaf, waktu kunjungan telah habis, kalian bisa datang lagi besok." ujar Polisi tadi menghampiri mereka.


"Baik, tunggu sebentar." tahan Olivia.


"Ayah, aku dan ibu akan memikirkan bagaimana caranya agar ayah bisa keluar dari sini tapi ingat, ayah juga harus berkerjasama dengan kami berdua. Aku yakin kaka pasti akan datang ke sini untuk berkunjung. Saat kedatangan kaka nanti ayah harus bisa meminta maaf agar hati kaka luluh dan mau mencabut tuntutannya. Hanya itu satu-satunya jalan supaya ayah cepat keluar dari sini." imbuh Olivia.


"Baiklah, ayah akan melakukan itu." balas Andi mengangguk paham maksud putrinya.


"Ya sudah, aku dan ibu pergi dulu. Jaga diri ayah baik-baik."


"Dengarkan apa yang putrimu bilang, setidaknya kali ini kau harus menurut." sahut Sera masih jengkel.


"Ya aku tahu, kau tidak perlu mengajariku bagaimana bersikap." sarkas Andi.


"Ayo, Olivia kita pergi." ajak Sera melangkah keluar bersama putrinya.


Polisi tadi kemudian mengantarkan Olivia dan Sera keluar dari ruangan tahanan. Dan begitu keluar mereka tidak sengaja bertemu dengan Katerina dan Zyano yang baru saja datang.


"Kaka." panggil Olivia.


Bersambung 😎


______________________________________________


Sok baik nanti tuh si Olivia 😏


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys :)

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2