Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
51. SELALU TAU


__ADS_3

Drttt drtttt


Budi mengambil ponselnya yang bergetar. Ada panggilan masuk dari Zyano.


"Hallo, tuan." sapa Budi sopan.


"Temui aku di taman sekarang juga!" perintah Zyano.


"Baik, tuan."


Tak ingin membuat Zyano menunggu Budi langsung bergegas pergi ke taman. Begitu sampai Budi dapat melihat Zyano sedang duduk sendirian di taman. Ia menarik nafas dalam-dalam, berjalan menghampiri Zyano.


"Selamat malam, tuan." sapa Budi membungkukkan badannya.


"Aku tidak ingin basa basi. Katakan! Apa yang terjadi hari ini?!" tanya Zyano to the poin.


"Kau tidak berpikir aku percaya kalau istriku terluka karena terbentur pintu bukan?" tanya Zyano menyeringai.


"Tentu saja tidak, tuan."


"Bagus. Jadi, katakan apa yang terjadi dengannya hari ini?"


Budi mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan sebuah video rekaman cctv.


"Setelah rapat dengan para pemegang saham, nyonya terlibat pertengkaran dengan nona Olivia. Tapi saya tidak tau apa yang mereka bicarakan karena saya tidak diizinkan masuk."


Zyano memperhatikan rekaman cctv itu sampai habis. Ia bisa melihat sendiri kalau Olivia mendorong Katerina sampai terluka.


Tangan Zyano terkepal kuat bukan karena marah kepada Olivia melainkan marah karena Katerina membohonginya. Budi dapat melihat kemarahan dari wajah Zyano.


"Apa tuan ingin saya memberi pelajaran kepada nona, Olivia?" tawar Budi.


"Tidak perlu! belum saatnya."


"Baik, tuan."


"Apa ada lagi selain ini?"


"Tidak ada tuan, setelah rapat itu nyonya langsung pulang." jawab Budi apa adanya.


"Baiklah, kau boleh pergi."


"Baik, kalau begitu saya permisi dulu, tuan." Budi pamit undur diri meninggalkan Zyano di taman itu sendirian.


Zyano mengusap wajahnya kasar. Ia menduduk menatap tanah dengan tangan terkepal kuat.


"Kenapa? Kenapa, kau berbohong, Kate? Apa kau masih tidak bisa mempercayai ku? Apa yang kau sembunyikan?" gumam Zyano tersenyum getir. Ia kecewa saat mengetahui kalau ternyata Katerina berbohong padanya.


Zyano meremas rambutnya gusar. Ia tersenyum kecut. "Wanita itu, aku tidak bisa menebak apa isi kepalanya. Dia selalu menyimpan semuanya sendiri."


Setelah itu Zyano memutuskan kembali ke kamarnya. Namun, begitu sampai di depan pintu dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Katerina dengan seseorang di telpon.


"Hallo, Ka."


"Hallo, Ken. Tumben kau menelpon ku malam-malam begini. Ada apa?" tanya Katerina.

__ADS_1


"Maaf kalau aku menganggu waktu istirahat Kaka. Tapi aku ingin mengajak kaka bertemu besok."


"Untuk apa?"


"Ini soal, Olivia kak. Aku sudah menyelidikinya dan kau pasti akan terkejut saat mendengarnya."


"Oh ya, jadi bagaimana?"


"Aku tidak bisa mengatakan semuanya di telpon ka. Jadi, bisakah kita bertemu besok?"


"Tentu saja, kau ingin bertemu di mana?"


"Nanti aku beritahukan tempatnya ka."


"Baiklah, sampai jumpa besok." setelah itu Katerina memutuskan panggilan telpon.


"Huh, besok aku akan tau kebenarannya." gumam Katerina menghembuskan nafas lega.


Ceklek


Katerina tersentak kaget saat pintu dibuka. Zyano masuk dengan wajah datar.


"Zyan, kau habis dari mana?" tanya Katerina.


"Taman." jawabnya singkat. Zyano mengambil laptopnya dan hendak keluar tapi tangannya lebih dulu di tahan Katerina.


"Kau mau kemana, Zyan?"


"Aku ada pekerjaan. Kau tidurlah lebih dulu." jawabnya dingin dan langsung keluar begitu saja.


"Ah, sudahlah. Mungkin hanya perasaanku saja." Katerina tidak ingin ambil pusing. Mungkin Zyano memang sedang sibuk jadi dia tidak ingin mengganggunya.


*****


BRAK!


Zyano menutup pintu ruang kerjanya dengan kasar. Ia bersandar di depan pintu sambil menepuk jidatnya.


"Aku pasti sudah gila. Bagaimana bisa aku bersikap dingin dengan, Katerina?"


"Aku bahkan tidak bisa marah dengannya. Ini sama dengan menyiksa diri sendiri!" Zyano menghela nafas berat. Hatinya gundah. Ia kecewa tapi dia tidak bisa marah. Apapun yang berkaitan dengan Katerina, Zyano merasa lemah. Tak bisa di pungkiri Katerina adalah salah satu kelemahannya.


"Ken? Siapa dia? Apa mungkin dia salah satu mantan, Katerina?" ucap Zyano mulai bertanya-tanya.


Perasaan Zyano saat ini kacau balau. Berbagai pertanyaan dan pikiran negatif muncul di benaknya. Setelah mendengar Katerina teleponan dengan laki-laki lain membuatnya cemburu. Apalagi Zyano sama sekali tidak tahu siapa laki-laki itu. Arghhhhhhh memikirkannya saja membuat darah Zyano mendidih.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebut Katerina. Apalagi itu cuman kerikil jalanan yang harus di singkirkan!"


"Aku, Zyano tidak suka berbagi!" ucap Zyano menyeringai licik. Ia mengetuk-ngetuk jarinya di meja.


"Katerina akan bertemu dengannya besok. Aku harus tau siapa dia. Beraninya dia mencoba merebut milikku! Heh, dia tidak tau berhadapan dengan siapa." geram Zyano mengepalkan tangannya erat. Hatinya panas terbakar api cemburu.


Hari semakin larut tapi Zyano masih tidak bisa tenang. Setiap kali dia mencoba untuk fokus bekerja tetap saja pikirannya tertuju kepada Katerina. Kekhawatirannya kian menjadi. Masalahnya adalah Zyano sama sekali tidak tahu siapa pria yang tadi menelpon Katerina.


"Aku bisa gila kalau begini terus." Zyano mengusap wajahnya frustasi. Ia bangkit dan kemudian memukul tembok untuk melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


Tok tok tok


Aktivitas nya terhenti saat mendengar pintu di ketuk. Ia merapikan dirinya lalu duduk di kursi kerja seperti tidak terjadi apa-apa.


"Masuk."


"Ini saya, tuan. Saya hanya ingin mengantarkan minuman untuk, tuan." ucap Bi Asri meletakkan kopi hangat di atas meja.


"Rasanya aku tidak pernah meminta bibi untuk membuatkan kopi." balas Zyano.


"Iya tuan, ini atas permintaan nyonya Katerina. Dia bilang tuan sedang berkerja dan dia meminta bibi untuk membuatkan kopi untuk, tuan."


Tanpa sadar Zyano tersenyum. "Ternyata dia masih perhatian denganku."


"Ohh gitu, makasih Bi." ucap Zyano.


Bi Asri tertegun mendengarnya. Zyano sangat jarang mengucapkan kata terima kasih tapi kali ini tanpa ragu dia mengatakannya. Setelah menikah dengan Katerina banyak sekali perubahan yang terjadi dengan Zyano. Bi Asri senang melihatnya.


"Sama-sama, tuan. Kalau begitu bibi permisi dulu."


"Iya, Bi."


Hanya karena secangkir kopi hangat mampu membuat hati Zyano berbunga-bunga. Yang awal mulanya penuh kabut hitam kini sudah cerah kembali. Setidaknya, amarahnya mereda. Zyano bekerja dengan hati gembira.


Tanpa terasa waktu berlalu cepat. Zyano merasa lelah dan mengantuk. Ia memutuskan kembali ke kamarnya untuk istirahat.


Zyano membuka pintu perlahan. Ia dapat melihat Katerina sudah tidur dengan pulas. Kakinya tergeletak mendekati sang istri. Ia meraih tangan Katerina dan menggenggam nya.


"Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku sayang? Kenapa rasanya kau sulit sekali untuk menceritakan semuanya padaku? Apa bagimu aku masih orang luar?"


"Aku tau kau tidak suka merepotkan orang lain tapi, asal kau tau. Aku ingin kau lebih bergantung padaku sayang. Aku mau kau lebih mempercayai ku tapi sepertinya itu masih sulit untukmu. Aku tidak akan memaksa. Aku tau kau masih perlu waktu. Aku bisa bersabar untuk itu sayang."


"Tapi aku tidak bisa membiarkan orang lain merebut mu dariku! Aku tidak suka! Bolehkah aku egois? Aku hanya ingin kau melihatku sayang."


"Haruskah aku mengurung mu agar tidak ada yang bisa merebut mu dariku? Kalau aku mau aku bisa saja melakukan itu tapi aku tidak ingin mengekang mu sayang. Aku tidak ingin kau membenciku. Itulah sebabnya aku selalu menghargai apapun keputusan mu. Tapi ku mohon jangan pernah tinggalkan aku sayang."


Tangan Zyano terangkat menyentuh kening Katerina yang terbalut hansaplast. Ia mengusap nya lembut sambil tersenyum getir.


"Meskipun kau berbohong padaku tetapi tetap saja aku tidak bisa marah denganmu sayang. Kau benar-benar memporak porandakan hatiku."


Zyano menghela nafas panjang. "Good night. Aku mencintaimu, Kate."


Cup!


Zyano mencium kening Katerina dengan dalam. Ia menatap wajah cantik Katerina yang tertidur pulas. Zyano merasa jadi orang pengecut karena hanya berani mengatakan itu saat Katerina tidur seperti ini.


Setelah itu Zyano merebahkan diri di samping Katerina. Ia memeluknya dan kemudian ikut terlelap dalam dunia mimpi.


Bersambung ๐Ÿ˜Ž


______________________________________________


Zyano galau sendiri ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Jangan lupa VOTE ya guys hehehehe ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐ŸŒน๐ŸŒนโค๏ธ๐ŸŒน

__ADS_1


^^^Coretan Senja โœ๏ธ^^^


__ADS_2