Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
82. DIRETAS BALIK


__ADS_3

Sean turun dari mobil begitu sampai di Le Grand Restoran. Ia masuk ke dalam sambil mencari sosok Maya yang ternyata sedang menunggunya di salah satu kursi pengunjung. Maya terlihat santai sambil menikmati makanan dan minuman yang tadi dipesannya.


"Maaf sudah membuat mu menunggu lama nona, Maya." ucap Sean berdiri tepat di depan Maya seraya menampilkan senyum.


"Tidak masalah aku juga baru sampai." ujar Maya membalas senyum Sean.


"Ah ya, silahkan duduk dokter, Sean." ucap Maya mempersilahkan.


"Iya, terima kasih." Sean duduk bersebrangan dengan Maya. Ia menatap Maya dengan intens. Jika di lihat dari dekat wanita itu memang cantik. Astaga apa yang ku pikirkan? batin Sean.


"Pesanlah dulu." ujar Maya menyodorkan buku menu agar Sean bisa memesan makanannya. Restoran itu cukup ramai karena banyak para pegawai kantor yang makan siang di sana. Selain makanannya yang enak tempatnya juga sangat nyaman.


"Aku tidak menyangka kita bisa makan siang bersama seperti ini nona, Maya." ucap Sean tersenyum penuh arti.


Maya hanya tersenyum tipis. "Yah, sepertinya luka mu juga sudah agak mendingan." ucap Maya menatap wajah Sean. Walaupun masih ada sedikit lebam tapi itu tidak begitu terlihat lagi.


"Tentu saja, lalu lukamu sendiri bagaimana nona, Maya? Apa masih sakit?" tanya Sean.


"Tidak itu semua berkat salep yang kau berikan padaku waktu itu. Itu benar-benar ampuh mengobati luka memar nya. Terima kasih dokter, Sean."


"Syukurlah kalau begitu." ujar Sean lega mendengarnya.


"Ah ya, ini kunci mobil mu." ucap Sean sambil menyodorkan kunci mobil Maya.


"K-kau ke sini memakai mobilku?" tanya Maya tidak menyangka.


"Iya tapi kau tenang saja aku bisa menyuruh bawahan ku untuk datang menjemput ku."


"Padahal kau tidak perlu repot-repot melakukan ini dokter, Sean. Kau bisa menyuruh bawahan mu untuk memberikan kunci mobilnya padaku tapi kenapa kau malah mempersulit dirimu sendiri." ujar Maya tidak habis pikir. Ia jadi merasa tidak enak hati.


"Tidak apa-apa nona, Maya. Lagipula aku juga ingin makan siang bersama mu." ucap Sean tanpa rasa malu.


"Hah?" Maya tercengang mendengar.


"Oh iya nona, Maya. Apa kau sudah memiliki kekasih?" tanya Sean blak-blakan.


"K-kenapa kau tiba-tiba menanyakan soal itu?" tanya Maya heran sekaligus terkejut mendengar pertanyaan Sean. Ia tidak menduga pria itu akan menanyakan soal kehidupan pribadi nya.


"Tidak apa-apa. Aku hanya takut kalau seandainya kau sudah memiliki kekasih dan kemudian dia marah padamu karena kita makan siang bersama seperti ini." jawab Sean pandai bersilat lidah. Padahal bukan itu alasannya.


"Ah, itu... kau tidak perlu khawatir. Aku tidak memiliki kekasih." ujar Maya.


"Baguslah kalau begitu."


Maya mengerutkan keningnya. "Apanya yang bagus?"


"Itu artinya kita bisa berkencan." ujar Sean percaya diri.


"Apa?" Maya shock mendengar nya.

__ADS_1


Sean terkekeh pelan melihat reaksi Maya. Ia mendekat kan kursinya di samping Maya dan kemudian berbisik di telinga nya.


"Jujur saja aku tertarik dengan mu, nona Maya. Kupikir kita bisa dekat dan menjadi sepasang kekasih." ucap Sean sangat percaya diri.


PLAK


"Jangan gila kau!" tegas Maya menampar wajah Sean karena pria itu sudah bersikap tidak sopan padanya. Ia jadi tersulut emosi.


"Kenapa kau menampar ku?" tanya Sean terkejut saat mendapat tamparan keras dari Maya. Ia merasakan wajahnya berkedut dan perih di waktu yang bersamaan.


"Karena kau mengatakan hal aneh!" jawabnya marah.


Alis Sean bertautan. "Aneh dari mananya?"


"Ya pikir saja sendiri!" ujar Maya langsung pergi begitu saja. Selain marah dia juga malu karena perkataan Sean tadi. Bisa-bisanya pria itu menyatakan perasaan nya padahal mereka baru beberapa kali bertemu. Mana mungkin Maya bisa langsung percaya begitu saja!


"Hei nona mau kemana kau?" teriak Sean menatap punggung belakang Maya yang semakin jauh.


"Bukan urusanmu!" jawabnya dan setelah itu benar-benar menghilang dari pandangan Sean.


"Heh, benar-benar wanita yang menarik." gumam Sean menarik sudut bibirnya melengkung membentuk seringai tipis. Baru kali ini dia di tolak wanita secara tidak hormat bahkan sampai terkena tamparan. Parahnya wanita itu langsung pergi meninggalkan nya. Sean makin tertantang ingin menaklukkan hati Maya. Entah bagaimana pun caranya.


Sedangkan Maya pergi dengan perasaan marah. Ia masuk ke dalam mobilnya sambil menggerutu sebal.


"Dasar pria gila, aneh, dan tidak waras!" umpat Maya kesal.


"Apa dia sadar dengan ucapan nya tadi? Bisa-bisanya dia mengatakan itu dengan santainya? Apa dia pikir aku wanita bodoh yang akan termakan rayuan sampah nya?!" gerutu Maya. Bukan apa-apa dia dan Sean baru saja berkenalan tapi pria itu malah menyatakan perasaan nya dan langsung mengajaknya berkencan begitu saja? Tentu saja Maya tidak percaya terlebih lagi dia pernah trauma dengan hubungan masa lalunya.


"Ah sudahlah, kenapa aku jadi memikirkan pria aneh itu?! Kedepannya aku juga tidak akan bertemu lagi dengannya! Jadi lupakan saja." ucap Maya menepis pikirannya tentang Sean. Ia menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan.


Maya merapikan hiasannya yang sedikit berantakan sehabis makan tadi. Setelah selesai dia menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu pergi meninggalkan restoran itu.


Sean keluar dari restoran dan dia bisa melihat mobil Maya yang baru saja meluncur pergi.


"Kita pasti akan bertemu lagi nona, Maya Anastasia. Tunggu saja." ucap Sean tersenyum penuh arti.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba saja mobil hitam berhenti tepat didepan Sean. Seorang pria berjas keluar dari mobil dan langsung membungkukkan badannya tanda hormat.


"Maaf saya terlambat tuan, Sean." ucapnya.


"Tidak apa. Ayo pergi."


"Baik tuan."


*****


Saat ini disebuah ruangan minim cahaya ada seorang pria yang tengah sibuk berkutat dengan komputer. kedua tangannya tak henti-hentinya mengetik keyboard komputer dengan lihainya tanpa perlu melihat. Dia adalah Kenzie sang hacker.


Kenzie berusaha meretas data king Draxler. Namun, lagi-lagi dia gagal karena sistem pertahanan nya kuat. Yang muncul di layar komputernya justru "SYSTEM FAILURE"

__ADS_1



"Ck, sial. Lagi-lagi gagal. Sistem pertahanan nya sangat kuat. Kalau begini terus aku tidak mungkin bisa meretas data king Draxler." decak Kenzie mengacak rambutnya frustasi.


"Apa yang harus kulakukan?" tanya Kenzie kehabisan akal. Berkali-kali dia mencoba meretas nya tapi tetap saja gagal.


"Memangnya untuk apa tuan muda mencari tahu soal pimpinan king Draxler?" tanya Roy.


"Aku hanya ingin membantu kak, Maya. Dan ini semua juga demi kak, Katerina." jawabnya.


"Tapi ini terlalu berbahaya untuk anda. King Draxler bukan organisasi biasa. Bahkan tuan muda tahu sendiri sistem pertahanan nya saja tidak mudah untuk diretas. Itu artinya mereka bukan tandingan tuan muda." ujar Roy.


"Aku tahu. Tapi aku tidak ada niatan untuk bertanding atau melawan mereka. Aku hanya ingin mencari tahu siapa pimpinan nya. Hanya itu saja, Roy." ucap Kenzie.


"Itu tidak akan mudah tuan muda. Sudah banyak orang mencari tahu siapa ketua king Draxler tapi sampai detik ini tidak ada yang tahu. Mereka bukan organisasi biasa. Mereka adalah kumpulan dari kriminal yang berbahaya."


"Aku paham maksudmu, Roy. Justru karena itu aku jadi semakin penasaran. Ternyata ilmu hacker ku tidak seberapa dibandingkan mereka. Dengan hal ini aku jadi tahu kelemahan ku." ujar Kenzie tersenyum hambar. Ia pikir dirinya sudah hebat tapi ternyata tidak. Dibandingkan dengan king Draxler kemampuannya tidak ada apa-apanya.


Titttttt



Tiba-tiba muncul sesuatu di layar komputer. "YOU HAVE BEEN HACKED" itu artinya KAMU TELAH DIRETAS. Kenzie membulat kan matanya terkejut. Ia berusaha mengetik tapi keyboard nya tidak berfungsi.


"Apa-apaan ini?!"


"Astaga, jangan-jangan anda diserang balik tuan muda?" ucap Roy menduga.


Kenzie shock. "Tidak mungkin!"


Lagi-lagi muncul di layar komputer Kenzie yang bertuliskan.



...WARNING...


^^^STOP INTERFERING US OR YOU WILL DIE!^^^


"Ini tidak mungkin." gumam Kenzie menutup mulutnya tidak percaya. Ia tidak menduga kalau dirinya sendiri malah diretas balik. Padahal Kenzie sudah menanamkan sistem keamanan yang paling bagus agar tidak mudah diretas. Tapi sekarang malah sebaliknya.


"Bagaimana mungkin sistem keamanan tuan muda bisa diretas begini?" tanya Roy sama tidak percaya nya dengan Kenzie.


"Luar biasa. Aku jadi semakin penasaran." ujar Kenzie menyeringai.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya 🥰🥰🥰👍🥰🥰👍🥰

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2