
Semalaman Katerina tidak bisa tidur. Ia memegangi kepalanya yang pusing karena terlalu lama menangis. Ia juga terus saja memikirkan kejadian tadi malam. Bahkan Zyano juga tidak kembali ke kamarnya. Baru kali ini mereka bertengkar hebat sampai berbeda pendapat. Katerina tidak menduga kalau Zyano tidak akan setuju dengan rencananya.
Ceklek
Katerina menoleh ke arah pintu. Zyano masuk dengan wajah datarnya. Tatapan mereka saling bertemu sesaat. Namun, bukannya menyapa Zyano malah langsung masuk ke kamar mandi. Tidak biasanya Zyano bersikap dingin padanya. Katerina jadi merasa tidak nyaman.
"Zyan, pasti marah. Wajar saja dia mungkin juga akan membenciku." gumam Katerina tersenyum hambar.
Katerina menyandarkan punggungnya ke headboard. Ia termenung dalam diam. Katerina bisa mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Ia yakin Zyano sedang mandi.
"Kau tidak akan pernah bahagia, Kate. Karena semua yang kau miliki pasti akan ku rebut."
"Kau itu hanyalah sampah dan anak tidak berguna! Ayah bahkan lebih menyayangi ku daripada mu."
Katerina meremas rambutnya kasar. Ia teringat dengan ucapan Olivia dulu. Dadanya kembali terasa sesak dan sakit. Lagi-lagi kenangan pahit itu muncul. Tanpa sadar itu sudah membekas di kepalanya. Tidak hanya menyiksa tubuh tapi mereka juga menyiksa mental Katerina.
"Tidak! Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi." ucap Katerina memegangi dadanya yang sesak. Nafasnya menderu cepat. Detak jantungnya lebih cepat. Ia terkena serangan panik.
Katerina membuka lemari di sampingnya. Di sana ada obat. Tanpa pikir panjang Katerina langsung mengambil dan meminumnya. Zyano yang baru keluar dari kamar mandi tidak sengaja melihatnya.
"Obat apa yang kau minum?" tanya Zyano.
Katerina tersentak kaget. "Bukan apa-apa. itu hanya vitamin biasa." jawab Katerina sambil menyembunyikan obatnya. Ia tidak ingin Zyano tahu kalau itu obat penenang. Saat Katerina terserang panik dia pasti meminum obat itu. Padahal sudah lama sekali dia tidak meminumnya.
"Ohh, cepatlah bersiap. Mom sudah menunggu di bawah untuk sarapan bersama." ujar Zyano dingin.
"Iya, kau duluan saja."
"Hm." Setelah selesai berpakaian Zyano langsung keluar dari kamar tanpa berucap. Sikapnya benar-benar dingin. Katerina bisa mengerti hal itu karena Zyano sedang marah padanya.
"Huh, syukurlah dia tidak banyak bertanya soal obat ini." gumam Katerina bernafas lega dan setelahnya dia memutuskan untuk membersihkan diri. Ia harus cepat turun ke bawah untuk sarapan bersama.
Sementara Zyano masih memikirkan tentang obat itu. Ia yakin itu bukan vitamin tapi apa?
"Zyan, mana Kate? Apa dia tidak sarapan?" tanya Zahra bingung.
Zyano tersentak. "Katerina masih bersiap mom. Nanti dia juga turun."
"Tumben kau tidak turun bersama istrimu, Zyan, biasanya kan kau pasti selalu menunggunya." ujar Zeano.
"Iya, Zyan. Tadi pagi mom juga tidak sengaja melihat mu keluar dari ruang kerjamu. Apa kalian bertengkar?" tanya Zahra menebak asal.
"Tidak mom. Tadi malam aku ada pekerjaan mendadak dan sekarang aku sangat lapar. Makanya aku turun lebih dulu." ujar Zyano pandai beralasan.
"Ohh, begitu." Zahra dan Zeano saling pandang sesaat. Mereka tidak yakin dengan perkataan Zyano. Apalagi Zahra merasa ada sesuatu yang terjadi diantara Katerina dan Zyano.
"Oh iya, mom. Apa kemarin terjadi sesuatu saat mom dan Kate berbelanja?" tanya Zyano menatap Zahra serius.
__ADS_1
Zahra terkejut. Aktivitas makan nya jadi terhenti. "Kenapa, Zyano tiba-tiba menanyakan soal kemarin? Apa jangan-jangan dia sudah tau kalau Irene menghina, Katerina? Tapi bukankah, Budi sudah berjanji tidak akan mengatakan kejadian kemarin. Lalu dari mana, Zyano bisa mengetahui nya?" ucap Zahra dalam hatinya. Berbagai pertanyaan muncul di kepalanya.
"Mom." Zahra tersentak kaget. Bibirnya terbata-bata. Ia berpikir keras mencari alasan yang masuk akal.
"Em....itu."
"Tidak perlu dijelaskan. Aku sudah tau." ujar Zyano.
"K-kau tau darimana, Zyan?"
"Apa mom berpikir aku hanya menyuruh, Budi untuk menjaga kalian berdua ?Ck, aku tidak se naif itu membiarkan kalian pergi hanya dengan, Budi. Mom."
"Kau tidak pernah berubah, Zyan." Zahra menghela nafas panjang. "Baiklah, soal kejadian kemarin mom minta maaf." ucap Zahra.
Zyano memotong steak nya. "Kenapa mom tidak memberitahuku hal sepenting itu?"
"Mom, tidak ingin memperpanjang masalah, Zyan. Kalau mom memberitahu mu kau pasti akan langsung marah dan menemui, Irene. Itu hanya akan menimbulkan masalah baru." ujar Zahra.
"Mom, salah besar. Justru karena hal itu mom membuat masalah baru untukku."
"Hah?" Zahra tak mengerti perkataan Zyano yang ambigu. Masalah baru? Apa maksudnya? pikir Zahra.
"Morning, mom, dad, Zyan." sapa Katerina yang baru muncul. Ia tersenyum hangat dan kemudian duduk.
"Morning, Kate. Akhirnya kau turun juga." balas Zahra hangat.
"Iya, mom. Maaf aku terlambat."
BRAK!
Semua orang tersentak kaget. Zyano tiba-tiba bangkit dari duduknya.
"Aku sudah selesai sarapan." ujarnya.
"Kau mau kemana, Zyan?" tanya Zahra bingung dengan sikap Zyano yang tiba-tiba berubah dingin.
"Aku ada pekerjaan mom. Jadi, jangan ada yang menggangguku sampai aku selesai!"
Setelah mengatakan itu Zyano pergi begitu saja ke ruang kerjanya. Melihat sikap suaminya yang seperti itu Katerina hanya bisa menghela nafas. Ia bisa mengerti kalau Zyano masih marah dengannya.
"Kate, apa yang terjadi? Apa kalian bertengkar?" tanya Zahra. Melihat sikap putranya tadi dia sudah bisa menebak kalau keduanya sedang berseteru.
"Iya, mom. Tapi mom dan Dad tidak perlu khawatir. Ini hanya masalah sepele." jawab Katerina tidak ingin membuat Zahra cemas.
"Ohh begitu. Mom harap masalahnya cepat selesai ya. Mom tidak ingin melihat kalian bertengkar." ujar Zahra.
"Iya, mom."
__ADS_1
"Jadi, ini yang dimaksud, Zyan membuat masalah baru untuknya?" gumam Zahra dalam hatinya. Ia tidak tahu pasti apa yang sedang mereka perselisihkan tapi Zahra akan mencari tahu. Ia tidak mungkin diam saja membiarkan keduanya bertengkar seperti ini.
"Oh iya, mom. Ayo kita membuat kue." ajak Katerina.
"Ah, iya mom sampai lupa. Ayo kita persiapkan bahannya dulu." balas Zahra.
"Siap, mom." Katerina mempersiapkan bahan yang dibelinya kemarin. Sedangkan Zahra melirik suaminya. Ia menyuruh Zeano untuk berbicara dengan putra nya itu.
"Cepat pergilah!" ujar Zahra menyuruh Zeano dari kode bibirnya.
"Haish, sepertinya kali ini aku yang harus turun tangan langsung." ujar Zeano. Mau tidak mau dia menyusul putranya itu. Perintah istrinya itu mutlak. Tingkat kebucinan yang tinggi.
****
Zyano saat itu sibuk bergelut dengan berbagai berkas yang dikirim oleh Dave. Pekerjaannya jadi sangat banyak karena terlalu lama cuti. Untuk itu Zyano bekerja keras hari ini. Akan tetapi meskipun dia berusaha untuk fokus bekerja tetap saja pikirannya tertuju pada Katerina. Mengabaikan istrinya benar-benar hal tersulit baginya.
"Aku harus fokus. Jangan memikirkan hal yang tidak penting." gumam Zyano melanjutkan pekerjaannya.
"Arghhhhhhh, aku tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini." Ujar Zyano menghembuskan nafas gusar. Ia mengusap wajahnya sambil bersandar di kursi kerja.
Kemarin malam Zyano sudah mencari tahu apa yang terjadi di restoran. Ia sangat marah begitu tahu kalau istri dan ibunya dihina. Karena hal itu juga Zyano jadi mengerti mengapa Katerina tiba-tiba ingin menguasai perusahaan Cristopher. Meskipun begitu tetap saja Zyano khawatir.
"****! perempuan itu harus di beri pelajaran. Beraninya dia menghina istriku!" geram Zyano marah.
Zyano meraih ponselnya dan menelpon Dave. Tak lama kemudian panggilan terhubung.
"Hallo, tuan."
"Dave, aku ingin kau membuat surat pembatalan kerjasama dengan perusahaan Dextor Company secepatnya!"
"Kenapa, tuan tiba-tiba ingin membatalkan kerja sama?" tanya Dave tak mengerti. Tidak ada angin tidak ada hujan Zyano ingin membatalkan kerjasama begitu saja. Padahal proyek mereka sedang berjalan.
"Kau tidak perlu banyak tanya! Lakukan saja apa yang ku perintahkan!"
"B-baik, tuan."
"Oh iya, dan katakan juga pada tuan Davis Yonathan, suruh istrinya untuk lebih menjaga mulutnya! Sampaikan itu semua padanya!" perintah Zyano tegas.
"Baik, tuan."
Zyano menutup panggilan sepihak. Ia menyeringai tipis. "Ada harga yang harus dibayar saat menghina keluarga ku." ucapnya.
Bersambung π
______________________________________________
Hohoho Zyano klo dah marah urusannya seremππ
__ADS_1
Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys biar otorr tambah semangat update nya π₯°ππ₯°ππ₯°π₯°π₯°π
^^^Coretan Senja βοΈ^^^