
Sementara ditempat lain sepasang suami istri tengah menikmati sarapan bersama di meja makan. Katerina mendapatkan pesan dari Austin, bahwa dirinya juga harus berhadir di perusahaan untuk rapat dengan para pemegang saham lainnya.
Sebagai putri Andi, tentu saja Katerina juga berhak untuk berhadir dirapat itu. Meskipun sahamnya tidaklah sebanyak milik Olivia dan ayahnya, tapi tetap saja Katerina juga salah satu pemegang saham di sana. Itu berarti dia memiliki hak lebih.
"Zyan, apa kau yang melakukan itu semua?" tanya Katerina.
Zyano yang sedang menikmati makanannya jadi terhenti setelah mendengar pertanyaan istrinya. Ia hanya tersenyum tipis menatap Katerina.
"Menurutmu?" bukannya menjawab Zyano malah balik bertanya.
Katerina menghembuskan nafasnya pelan. "Kenapa kau melakukan itu, Zyan?"
"Apa itu masih harus dipertanyakan sayang? Aku hanya ingin membantu istriku saja. Kenapa? Apa kau tidak suka?"
Katerina menggeleng cepat "Tidak, Bukan seperti itu maksudku, Zyan."
"Lalu, apa?"
"Aku.....aku hanya tidak ingin melibatkan mu dalam dendam ku. Aku takut kau akan terkena masalah karena membantuku, Zyan." ucap Katerina menunduk sedih.
"Kemarilah." pinta Zyano.
"Hah?" Katerina menganga bingung.
"Kemari sayang."
Katerina beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri kursi Zyano. Namun, saat dihadapannya Zyano langsung menarik pinggang ramping Katerina dan mendudukkannya di pangkuannya.
Katerina terlonjak kaget dan ingin turun dari pangkuan Zyano, tetapi pria itu malah memeluk pinggangnya sehingga Katerina tidak bisa bergerak.
"Zyan..apa yang kau lakukan hah?" tanya Katerina malu karena disana masih ada maid.
"Aku hanya ingin memelukmu sayang." jawab Zyano serak. Ia menenggelamkan wajahnya di celunguk leher Katerina, mencium aroma Jasmine yang menyeruak dipanca Indra nya. Aroma tubuh Katerina benar-benar sangat memabukkan bagi Zyano.
"Tapi disini masih ada maid, Zyan." ucap Katerina menggigit bibirnya menahan *******, saat Zyano mengigit lehernya hingga meninggalkan bekas keunguan di sana.
"Kalian semua pergilah." perintah Zyano tanpa menatap mereka. Seketika para maid langsung bergegas pergi meninggalkan meja makan.
Kini hanya tertinggal Zyano dan Katerina yang ada di ruang makan. Pria itu masih saja mencium dan mengendus aroma tubuh Katerina yang menjadi candu untuknya. Bahkan tangannya juga sudah bergerilya ke mana-mana, mengelus dan mengusap perut rata Katerina.
"Tanganmu, Zyan ah." Katerina berusaha mati-matian menahan ******* akibat sentuhan sensual yang diberikan Zyano. Pria itu sangat lihai membuat darahnya berdesir hebat.
"Sayang, sudah ya. Aku tidak ingin kelelahan lagi." ucap Katerina membelai wajah tampan suaminya.
"Baiklah, tapi berikan aku hidangan penutupnya." balas Zyano langsung menyambar bibir Katerina. Ia menciumnya dengan penuh kelembutan, merasa tidak ada penolakan Zyano menekan kepala Katerina untuk memperdalam ciuman. Setelah dirasa kehabisan nafas. Keduanya pun menyudahi ciuman itu dengan nafas terengah-engah.
"Sayang, kenapa kau sangat nikmat? aku jadi ingin terus mencium mu." tanya Zyano dengan suara berat dan terdengar menggoda.
Wajah Katerina langsung memerah setelah mendengar perkataan Zyano. Ia malu bukan main.
"Sudah cukup Zyan, kemarin malam kau sudah menggempur ku sampai aku kelelahan. Apa kau tidak merasa lelah hah?" ucap Katerina tidak habis pikir dengan tenaga Zyano.
"Tidak sama sekali sayang. Kau candu untukku. Aku tidak akan pernah merasa puas." ungkap Zyano, lagi-lagi membuat Katerina tersipu malu. Mulut pria sangat lihai menggoda.
"Sudah cukup, kau membuatku malu, Zyan." balas Katerina merasa wajahnya terasa panas.
"Baiklah."
"Ya sudah, sebaiknya kau segera berangkat ke kantor." imbuh Katerina ingin berdiri dari pangkuan Zyano. Namun, pria itu menahannya.
"Tunggu, aku ada hadiah untukmu sayang."
Alis Katerina bertautan "Hadiah apa?"
"Bacalah." Zyano memberikan sebuah map berwarna biru kepada Katerina.
__ADS_1
"Apa ini?" tanya Katerina menerima map itu.
"Bukalah sayang." jawab Zyano menyingkap helaian rambut Katerina ke telinganya.
Katerina sedikit ragu, tetapi melihat senyum Zyano ia pun menjadi penasaran. Perlahan Katerina membuka lalu membaca surat itu, seketika matanya langsung terbelalak. Ia menatap Zyano dengan tidak percaya.
"Apa kau senang sayang?" tanya Zyano.
"Zyan...kau...kau memberikan saham kepadaku?"
"Iya itu memang hak yang seharusnya kau dapatkan sayang."
"Tapi bagaimana caranya kau bisa mendapatkan saham di perusahaan Cristopher, Zyan?" tanya Katerina penasaran.
"Apapun bisa kudapatkan tanpa terkecuali saham di perusahaan Cristopher." jawabnya sombong.
"Sekarang kau tahu bukan? suamimu ini bisa melakukan apapun. Kau hanya perlu mengatakannya maka aku pasti akan melakukan semuanya untukmu."
"Terima kasih honey." balas Katerina memeluk Zyano dengan eratnya. Ia sangat terharu dengan apa yang dilakukan Zyano. Suaminya sangat memanjakannya, rasanya Katerina seperti seorang ratu.
"Kenapa kau malah menangis sayang?" tanya Zyano mengusap air mata Katerina yang berjatuhan.
"Aku menangis terharu, Zyan. Aku tidak menyangka kau membantuku sampai segitunya bahkan membeli saham yang harganya tidaklah murah dan pastinya juga sangat sulit."
"Apapun akan ku lakukan untukmu sayang." seru Zyano membelai wajah cantik istrinya.
"I Love you, Zyan." ucap Katerina langsung memeluk suaminya.
Zyano mematung mendengar ungkapan cinta dari Katerina. Jantungnya berdebar-debar tidak menentu. Ia tidak menyangka Katerina akan mengatakan cinta untuknya.
"Zyan, kau kenapa?" tanya Katerina bingung melihat suaminya yang terdiam kaku.
"Kate, apa tadi kau mengatakan kau mencintaiku?" tanya Zyano memastikan.
Katerina terdiam. Ia baru menyadari kalau dirinya memang mengatakan itu. Tapi mengapa justru reaksi Zyano jadi aneh seperti ini. Apa Zyano tidak suka jika dirinya mengatakan hal itu? pikir Katerina.
Katerina tersentak "E...iya Zyan. Aku memang mengatakan itu. Maaf jika kau tidak menyukainya." ucap Katerina menunduk.
"Hei kenapa menunduk, angkat wajahmu sayang. Ratuku tidak boleh menunduk." tukas Zyano mengangkat dagu Katerina, membuatnya mendongak menatap Zyano.
"Apa kau mengatakan itu dari lubuk hatimu?" tanya Zyano.
"Aku tidak tahu Zyan, hanya saja aku merasa aku sudah mencintaimu. Aku hanya mengatakan apa yang kurasakan saja, tapi jika kau tidak menyukainya maka aku tidak akan mengatakan itu lagi padamu."
"Katakan itu sekali lagi, aku ingin mendengarnya." pinta Zyano.
"Hah? bukankah kau tidak menyukainya?"
"Kata siapa? aku justru senang istriku mengatakan cinta padaku." ucapnya terkekeh.
"Zyan, kau mempermainkan ku rupanya." geram Katerina kesal.
"Kapan lagi bisa mendengar mu mengatakan cinta untukku? Apa kau masih ingat dengan kesepakatan kita sebelum menikah? siapa yang jatuh cinta lebih dulu harus mengatakan perasaannya. Tidak ku sangka ternyata kau yang lebih dulu mengatakannya." ungkap Zyano mengingatkan kesepakatan nya dulu dengan Katerina.
Katerina mendengus kesal "Ish, curang harusnya pria yang lebih dulu mengatakannya bukan malah sebaliknya." ucapnya jengkel.
"Tidak apa, dunia sedikit berubah sekarang." balas Zyano mengulum senyum, melihat Katerina yang kesal.
"Ck! dulu saat aku bersama Rei, dia yang selalu mengatakan itu." seru Katerina memancing Zyano.
Wajah Zyano seketika muram. Ia tidak suka Katerina menyebut apalagi menguji pria lain didepannya. Itu sama dengan menjatuhkan harga dirinya.
Sementara itu Katerina terus saja mengoceh sampai akhirnya Zyano muak mendengarnya dan langsung menutup bibir Katerina dengan ciuman agar wanita itu berhenti memuji Rei.
Katerina melotot karena ciuman tiba-tiba itu apalagi kali ini Zyano kasar menciumnya bahkan disela-sela ciuman itu Zyano juga mengigit nya. Katerina memukul-mukul dada bidang Zyano agar menghentikan ciumannya. Sampai akhirnya Zyano melepaskan ciuman itu.
__ADS_1
Katerina terengah-engah setelah Zyano melepaskan ciumannya dan bahkan Katerina juga merasa bibirnya berdenyut sakit dan membengkak karena ciuman kasar tadi.
"Jangan memuji pria lain di depanku atau kau akan tahu akibatnya sayang!" ancam Zyano tegas memperingati Katerina. Sorot matanya tajam penuh intimidasi hingga membuat Katerina menunduk takut.
"M-maaf Zyan. A-aku tidak bermaksud seperti itu." ucap Katerina terbata-bata dengan tubuh gemetar ketakutan, hawa dingin yang dikeluarkan Zyano sangat mencekam dan membuatnya ketakutan hingga tidak berani menatap mata eleng Zyano.
Zyano tersadar. Ia dapat merasakan tubuh Katerina gemetar ketakutan karena dirinya.
"Astaga, maafkan aku sayang. Jangan takut." ujar Zyano ingin memeluk Katerina, tapi sebelum itu Katerina refleks mundur dan menjauh.
"A-aku minta maaf, Zyan. A-aku tidak bermaksud untuk memuji pria lain di depanmu. Kau jangan marah." ucap Katerina menunduk, masih tidak berani membalas tatapan Zyano.
Katerina terus saja mundur ke belakang ketika Zyano berusaha untuk mendekatinya. Tubuhnya bereaksi ketakutan, setelah melihat tatapan tajam dan aura intimidasi.
Rasanya Katerina tidak pernah melihat Zyano seperti tadi. Terlihat sangat menakutkan baginya. Itu semua terbukti dengan ciuman tadi, bibir Katerina jadi bengkak. Itu perlakuan kasar pertama yang didapatnya dari Zyano.
"Sayang, maafkan aku. Jangan takut." ucap Zyano mencoba menenangkan Katerina yang nampak sangat takut dengannya.
"Jangan mendekat! aku...aku minta maaf. Ku mohon jangan sakiti aku." teriaknya meremas kepalanya. Katerina kembali teringat dengan penyiksaan yang dilakukan Sera dan Olivia dulu. Ketika ia melakukan kesalahan maka Katerina dipukul dan disiram air panas. Ingatan itu membuatnya jadi sangat ketakutan.
"Sayang, tenanglah aku tidak akan menyakitimu." seru Zyano terus saja berusaha mendekati Katerina.
Katerina masih saja mundur kebelakang hingga ia terpojokkan didinding. Merasa dirinya sudah terpojokkan Katerina duduk memeluk kedua kakinya, menenggelamkan wajahnya tanpa berani menatap Zyano. Rasa trauma di sakiti itu kembali. Penyiksaan itu meninggalkan bekas memori di kepalanya.
"Jangan takut sayang, maafkan aku." ucap Zyano langsung menarik Katerina dalam pelukannya. Ia dapat merasakan tubuh Katerina bergetar hebat oleh rasa ketakutannya. Zyano meruntuki kebodohannya karena telah membuat istrinya ketakutan sampai seperti ini.
"Aku takut." lirihnya terisak.
"Maaf, jangan menangis lagi hm." ucap Zyano menangkup wajah Katerina lalu menciumnya, dari mata, hidung, pipi, jidat sampai mulut. Seluruhnya Zyano cium sampai Katerina merasa geli.
"Kau membuatku sangat takut Zyan. Aku merasa tadi kau bukan Zyano. Kau seperti orang lain yang tidak aku kenal." tutur Katerina.
"Shut! Maaf, aku hanya tidak suka mendengar kau memuji pria lain di depanku. Lain kali kau tidak diperbolehkan seperti itu!" tegas Zyano menyentil hidung Katerina.
"Maaf, aku juga terpaksa melakukan itu. Kau membuatku kesal harus mengatakan lebih dulu perasaan ku. Seharusnya pria yang menyatakan cinta untuk wanitanya tapi ini malah sebaliknya." ujar Katerina mengerucutkan bibirnya.
Zyano terkekeh pelan "Aku tidak perlu mengatakan nya. Kau bisa lihat sendiri dari semua sikap ku padamu, Kate."
"Cinta tidak perlu kata-kata tapi dilihat dari perbuatannya. Lagipula, aku bukan pria romantis yang bisa mengucapkan kata-kata manis seperti itu. Kau cukup bisa merasakan cintaku dari semua sikapku padamu. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan kalau aku mencintaimu sayang." ungkap Zyano panjang lebar.
"Tapi wanita perlu kata-kata Zyan. Sikap saja tidak bisa membuktikan segalanya. Kau bisa bersikap manis kepada siapapun tapi apa mungkin kau bisa mengatakan jika kau mencintainya sama sepertiku? itulah sebabnya diperlukan ungkapan cinta dari kedua belah pihak. Agar perasaan itu semakin kuat dan menyakinkan." balas Katerina.
"Aku hanya bersikap lembut padamu sayang. Kau bisa membuktikan itu sendiri nantinya. Kau wanita pertama yang aku perlakuan dengan istimewa. Tapi jika kau memang menginginkan kata-kata manis. Baiklah, aku akan mengatakannya, tapi hanya sekali saja. Jadi dengarkan baik-baik."
Zyano menarik nafas lalu menghembuskan nya perlahan. Ia meraih tangan Katerina dan menatapnya penuh cinta.
"Aku mencintaimu, Katerina." ungkap Zyano serius dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Katerina tersenyum "Aku juga mencintaimu, Zyano." balasnya.
Zyano tersenyum dan langsung memeluk Katerina. Hatinya berbunga-bunga, setelah mengatakan itu hati Zyano terasa lega.
"Jangan pernah tinggalkan aku sayang. Tetaplah di sampingku sampai maut memisahkan kita." pinta Zyano mengusap punggung belakang Katerina dengan lembut.
"Iya honey, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Hanya kau suamiku sampai kapanpun itu." balas Katerina.
"Aku pegang janjimu sayang."
Mereka berpelukan dengan perasaan bahagia. Setelah mengungkapkan perasaan masing-masing kini hubungan keduanya semakin kuat.
Bersambung 😎
______________________________________________
Mungkin sebagian orang berpendapat kalau cinta gak perlu kata-kata tapi dilihat dari perbuatan. Itu gak salah, tapi yang namanya perempuan pasti menginginkan ungkapan cinta dari laki-laki supaya hatinya lebih mantap lagi. Karena perempuan lebih suka yang namanya kepastian. Emang cinta dilihat dari perbuatan tapi itu gak cukup, harus ada ungkapan juga biar tambah yakin. Itu pandangan author yaa hehehe
__ADS_1
Jangan lupa, Like, Vote, Komen, dan Share ya guys :)
^^^Coretan Senja ✍️^^^