Menikah Dengan Mafia Arrogant

Menikah Dengan Mafia Arrogant
S2: EPISODE 116


__ADS_3

Tepat dua bulan terhitung sejak kehamilan Katerina membuat Zyano semakin posesif terhadap nya. Seperti pada saat ini ketika bangun tidur Zyano langsung panik karena mendapati istrinya tidak ada di sampingnya. Tanpa banyak pikir Zyano langsung bergegas keluar. Ternyata istrinya itu sedang sibuk memasak di dapur.


"Sayang, kau berani melanggar aturan ku hm?"


Katerina tersentak kaget saat merasakan tangan kekar Zyano memeluk pinggang ramping nya dari belakang. Tak berhenti sampai situ saja Zyano juga mengecupi punggung belakang istrinya hingga membuat Katerina merasa geli dan refleks membalikkan badannya.


"Hubby!" Katerina menghunus tatapan tajam dengan kedua tangannya bersindekap di atas dada.


"Sayang, jangan memasang ekspresi seperti itu!"


"Kenapa?"


"Aku takut tidak bisa menahan nya lagi."


Pipi Katerina langsung merona merah mendengarnya. "Astaga hubby! Ini masih pagi."


"Memangnya kenapa kalau masih pagi? Apakah ada masalah?" tanya Zyano menyeringai tipis.


"Em, tidak hanya saja saat ini aku sedang memasak." ujar Katerina sibuk memotong berbagai macam sayuran yang akan dia oseng-oseng.


"Aku tidak peduli." ujar Zyano, hanya dalam satu tarikan Katerina sudah berada dalam dekapannya.


"Hubby, lepaskan! Aku sedang memasak!" protes Katerina memberontak kesal. Namun, bukannya melepaskan Zyano malah mematikan kompor agar sesi memasak Katerina berhenti.


"Apa kau sudah lupa dengan janjimu kemarin sayang?"


"Janji yang mana?" tanya Katerina bingung. Terlalu banyak janji dia jadi lupa sendiri.


Zyano menghela nafas berat. "Janji kalau kedepannya kau tidak boleh melakukan kegiatan yang berat termasuk memasak!"


"Apa? Kapan aku berjanji seperti itu?" ujar Katerina merasa dirinya tak pernah berjanji tidak akan memasak.


"See? Kau bahkan sudah melupakannya?! padahal kau baru berjanji saat kita ada di Paris sayang." ujar Zyano kecewa.


"Aku bukannya lupa hubby hanya saja aku merasa tidak pernah berjanji kalau kedepannya aku tidak akan memasak." ujar Katerina mulai mengingat-ingat.


"Memang benar tapi memasak salah satu kegiatan yang berat sayang. Aku tidak ingin kau sampai kelelahan dan bahkan pingsan. Apalagi kini kau sedang hamil." tutur Zyano mode Posesif.


"Tapi memasak itu hobi ku hubby! Lagipula aku senang kalau memasak. Jadi, aku tidak merasa lelah sama sekali bahkan aku sangat menyukainya." ujar Katerina. Dari dulu hobinya memang suka memasak. Dan Katerina tidak pernah merasa lelah melakukannya. Hanya saja kali ini Zyano terlalu over protective padanya.


"Aku tau sayang tapi saat ini kau sedang hamil. Tubuhmu sangat rentan kelelahan bahkan dokter juga sudah mengatakan nya bukan? Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu ataupun anak kita. Jadi, ku mohon mengertilah, Kate." pinta Zyano menggenggam tangan istrinya. Ia benar-benar mengkhawatirkan keadaan Katerina.


Katerina hanya bisa menghela nafas kasar. "Baiklah, hubby. Aku mengerti tapi tidak apa-apa kan kalau sekali-kali aku memasak?" tanyanya menawar.


"Ini yang terakhir kalinya sayang!"


"Tapi....."

__ADS_1


"Tidak ada bantahan!"


"Huh, dasar suami posesif." decak Katerina mengejek sinis.


"Ini semua demi kebaikan mu sayang." ujar Zyano bersabar menghadapi tingkah istrinya.


"Aku tau tapi hubby terlalu berlebihan. Aku hanya hamil bukan lumpuh atau semacamnya. Memangnya kenapa kalau aku melakukan aktivitas seperti biasanya? Bukankah itu lebih bagus karena badanku akan lebih banyak bergerak daripada hanya diam saja seperti patung." celoteh Katerina tak habis pikir.


Bukannya marah Zyano malah tertawa renyah. "Bagaimana bisa kau menyamakan dirimu seperti patung sayang? Kau terlalu berlebihan."


"Ya habisnya hubby sih, masa iya aku tidak boleh bergerak sama sekali. Apa itu artinya aku juga tidak boleh bekerja ?"


"Tentu saja tidak!"


"Mana bisa begitu!" protes Katerina.


"Kenapa tidak bisa?"


"Hubby!" Katerina menghunus tatapan tajam tak suka. Sementara Zyano malah melengos pergi tanpa berkomentar karena keputusannya sudah bulat dan tidak akan pernah berubah sama sekali. Sekali A maka akan tetap A.


"What the hell? Aku di cuekin?" gumam Katerina tertohok. Ia bergegas mengejar suaminya berniat protes. Karena baginya ini tidak adil.


"Tunggu dulu hubby." panggil Katerina berusaha mengejar langkah suaminya yang cepat.


"Hubby, berhentilah. Kita belum selesai bicara!" pinta Katerina tampak ngos-ngosan.


"Hubby, tunggu. Uhuk uhuk." Katerina terbatuk-batuk karena kelelahan. Ia berhenti sejenak mengatur nafasnya. Sementara Zyano menghela nafas berat. Ia pun langsung menggendong sang istri menuju kamarnya.


Setelah sampai kamar, Zyano merebahkan Katerina ke kasur. Dan kemudian mengambilkan air minum. Katerina merasa lega setelah meminum segelas air putih yang diberikan suaminya.


"Lihatlah, hanya begini saja kau sudah kelelahan. Lantas sekarang, kau ingin bekerja di kantor? Apa kau ingin pingsan hah?!"


"Itu bukan salahku tapi salah hubby karena jalannya terlalu cepat sehingga aku kelelahan." bantah Katerina menyalahkan Zyano.


Zyano memuji pelipisnya pusing. "Apapun alasannya aku tetap tidak akan merubah keputusan ku, Kate! Selama hamil kau tidak diperbolehkan melakukan aktifitas berat ataupun bekerja!"


"Lalu, siapa yang akan mengurus perusahaan kalau aku tidak bekerja?"


"Kau tenang saja soal itu. Aku sudah menyuruh Maya untuk melakukannya karena ku pikir dia lebih mengetahui seluk beluk perusahaan Cristopher. Jadi, kau percayakan saja semuanya kepada sahabat mu itu." ujar Zyano sudah mengantisipasinya. Ia tak akan setengah-setengah melakukan apapun.


"Apa, Maya? Lalu, bagaimana dengan sekretaris mu? Bukankah Maya adalah sekretaris mu?" tanya Katerina.


"Aku tidak perlu sekretaris karena sudah ada Dave."


Katerina tersenyum kecut. "Tampaknya kau benar-benar sudah memikirkannya ya hubby?" ujar Katerina terdengar mengejek.


"Tentu saja. Apapun yang ku lakukan sudah dalam perencanaan ku sehingga kau tidak bisa menolaknya lagi." balas Zyano tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Huh, baiklah sepertinya aku memang tidak bisa membantahnya lagi."


Zyano tersenyum, dan menarik Katerina dalam pelukannya. "Aku hanya ingin kau baik-baik saja sayang. Jadi, menurut lah kali ini okey?"


"Iya, hubby." Katerina mengeratkan pelukannya dan bersandar di dada bidang suaminya. Nyaman dan Hangat itulah yang dia rasakan.


"Good sweetie." Zyano mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang. Ia melakukan itu semua bukan tanpa alasan. Tubuh Katerina terlalu lemah. Makanya Zyano sangat berhati-hati. Dia tak ingin kejadian itu terulang lagi.


Tepat satu bulan kehamilan Katerina dia pingsan karena terlalu lelah. Zyano sampai kalang kabut di buatnya. Saat itu dia tengah meeting dengan klien tapi tiba-tiba mendapat kabar kalau istrinya pingsan. Rasanya jantung nya berhenti berdetak. Makanya setelah kejadian itu Zyano memikirkan segala antisipasi. Bahkan sampai-sampai dirinya juga harus bekerja di rumah kalau tidak ada hal yang mendesak.


Untuk itu kali ini Zyano over protective terhadap istrinya. Apapun yang dilakukan oleh Katerina harus selalu dalam pantauan nya. Karena usia kandungan Katerina sudah memasuki Minggu ke delapan. Jadi penjagaan ketat Zyano juga meningkat.


Katerina mendongak. "Oh iya hubby, kapan kita memberitahu mommy soal kehamilan ku?"


"Nanti sayang, aku ingin memberikan kejutan untuk mommy."


Katerina mengernyit. "Kejutan apa hubby?"


"Nanti kau juga tau sayang."


"Ish, hubby apa susahnya memberitahu sekarang! Aku juga ingin tahu!"


Zyano terkekeh, sambil menyentil hidung istrinya gemas. "Baiklah, istriku ternyata sangat penasaran ya."


"Cepat katakan hubby!"


"Aku ingin memberikan kejutan untuk ulang tahun mommy. Ku pikir mommy akan sangat senang kalau mengetahui kau hamil."


"Jadi, maksudnya hubby ingin memberitahu kehamilan ku saat ulang tahun mommy sebagai hadiah begitu?" tanya Katerina memastikan.


Cup


Zyano mengecup singkat bibir Katerina. "Tepat sekali sayang."


Wajah Katerina tampak berbinar. "Rencana yang bagus hubby. Aku yakin mommy pasti akan terkejut."


"Tentu. Maka dari itu kau harus bersabar okey?"


"Siap bos." Keduanya sama-sama tertawa bahagia. Katerina tak sabar menantikan hari itu.


Bersambung 😎


______________________________________________


Jangan lupa Like nya guys ❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Jaga kesehatan kalian yaaa 🥰🥰

__ADS_1


^^^Coretan Senja ✍️^^^


__ADS_2