
Katerina mengerjap kan matanya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing. Begitu kedua matanya terbuka sempurna Katerina tersenyum tipis mendapati Zyano tertidur dengan kepala menyadar di Headboard.
Perlahan Katerina bangun. Tenggorokannya terasa kering. Melihat suaminya yang tertidur pulas Katerina tidak tega membangunkannya. Ia pun menyibak selimut lalu berjalan keluar kamar.
Mansion terlihat sepi karena hari sudah larut malam. Namun, Katerina terus berjalan sampai di dapur para maid terkejut melihat kedatangan Katerina. Mereka pun segera menghampiri nya.
"Astaga nona, mengapa anda ke dapur?" tanya Lyla cemas.
"Aku haus Lyla, bisa tolong ambilkan minum untukku?" pintanya serak.
"Baiklah, nona duduk dulu disini." ajak Lyla menggiring Katerina untuk duduk di kursi.
Katerina pun duduk lalu membiarkan Lyla mengambilkan air putih untuknya. Sedangkan para maid yang lain nampak berdiri tegak dengan kepala menunduk saat melihat kedatangan nyonya besar mereka.
Tak perlu waktu lama Lyla datang membawa segelas air putih untuknya. Katerina pun langsung meminumnya sampai habis. Kini tenggorokannya terasa nyaman.
"Apa nona ingin makan? Biar kami buatkan makanan untuk nona." tawar Lyla.
"Tidak perlu. Aku tidak lapar." tolaknya.
Katerina beranjak dari duduknya tapi tiba-tiba saja kepalanya berdenyut pusing. Sontak saja hal itu membuat para maid panik.
"Nona kenapa?" tanya Lyla khawatir melihat Katerina yang memegangi kepalanya.
"Aku hanya sedikit pusing. Kalian tidak perlu khawatir."
"Sebaiknya nona kembali ke kamar saja, nanti tuan Zyano mencari nona." seru Lyla.
"Aku ingin ke taman, bisakah kau mengantarkan aku ke sana?" tutur Katerina tiba-tiba ingin keluar mencari udara.
"Tapi hari sudah larut malam nona. Tidak baik kalau nona keluar apalagi udara di luar sangat dingin." sanggah Lyla.
"Jika kau tidak mau mengantarkan ku, ya sudah aku bisa pergi sendiri." ucap Katerina ingin pergi namun langkahnya terhenti saat Lyla menahan tangannya.
"Tunggu nona, baiklah saya akan mengantarkan nona ke taman tapi sebentar saja ya nona." imbuh Lyla.
Katerina mengangguk. Setelah itu mereka pergi ke taman sesuai permintaan Katerina. Saat sampai di taman lampu-lampu menyala dengan indahnya.
Pemandangan bunga-bunga serta udara sejuk membuat perasaan Katerina sedikit lega. Lyla memapah Katerina untuk duduk di salah satu kursi taman.
"Kau boleh pergi, Lyla" ucap Katerina.
"Nona tidak ingin ditemani?"
"Tidak, aku ingin sendiri." jawabnya menatap ke depan.
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu nona. Jika perlu apa-apa nona jangan sungkan untuk memanggil saya." balas Lyla siap sedia kapanpun.
"Iya terima kasih, Lyla"
Lyla pun melangkah pergi meninggalkan Katerina sendirian di taman. Katerina menyandarkan punggung belakangnya di kursi taman. Ia menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya. Meski udara malam dingin tetapi Katerina merasa damai dalam keheningan.
Bunga-bunga indah yang sedap dipandang mata serta bulan dan bintang yang menampakkan sinarnya dimalam hari. Suasana di sana benar-benar sangat menenangkan hati. Sesaat Katerina memejamkan kedua matanya menikmati keheningan itu dalam diam.
Sementara disisi lain, Zyano terlihat sangat panik saat membuka kedua matanya dan tidak mendapati istrinya di sana. Ia pun lekas beranjak keluar dari kamarnya mencari keberadaan Katerina.
Zyano mencari di setiap ruangan yang ada di mansion. Namun, sayangnya dia tidak menemukan kebenaran Katerina. Zyano bertambah panik, ia takut terjadi sesuatu dengan Katerina. Saat pencarian nya tiba-tiba ada satu maid yang keluar dari dapur. Zyano pun segera memanggil maid itu.
"Apa kau melihat istriku?" tanya Zyano penuh harap.
"Iya tuan, tadi saya melihat Lyla mengantarkan nyonya ke taman." jawabnya apa adanya.
Zyano bergegas pergi menuju taman dan begitu sampai di sana hatinya lega melihat sang istri duduk di kursi taman sambil memejamkan kedua matanya. Zyano pun berjalan mendekat dengan langkah pelan.
"Sayang, apa yang kau lakukan disini, hm?" tanya Zyano mengalungkan kedua tangannya ke leher Katerina lalu menenggelamkan wajahnya di sana untuk menghirup aroma Jasmine yang menyejukkan.
Katerina tersentak saat Zyano menciumi lehernya dengan lembut. Ia merasa geli dan seluruh aliran darahnya berdesir hebat.
"Zyan.." lirih Katerina mengigit bibirnya agar tidak mendesah.
"Maaf sayang, kau terlalu menggoda." ucapnya terkekeh pelan, lalu mengecup singkat bibir Katerina dan kemudian duduk di sampingnya.
Setelah duduk Zyano menatap Katerina dengan intens. Wajahnya yang cantik, alisnya yang lentik serta bibirnya yang selalu menggoda dimata Zyano. Satu hal yang Zyano sadari ternyata istrinya sangat cantik. Mengapa dulu ia tidak menyadarinya.
__ADS_1
"Sayang, apa yang kau lakukan disini? mengapa malam-malam begini ke taman? Udara malam tidak baik, kau bisa masuk angin jika terus disini." tutur Zyano menarik Katerina dalam pelukannya.
"Aku tahu Zyan, tapi hatiku tenang saat melihat pemandangan malam apalagi taman mu ini sangat indah." ungkap Katerina menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Zyano. Mencari kenyamanan di sana karena pelukan hangat sang suami.
"Jadi, kau suka bunga?"
Katerina mendongak "Iya, aku sangat suka." jawabnya.
"Bunga apa saja yang kau sukai, hm?" tanya Zyano menyingkap helaian rambut Katerina ke telinganya.
"Aku suka semua bunga yang ada di taman ini terutama bunga Lily putih." jawabnya dalam.
"Mengapa?"
"Bunga Lily putih itu menggambarkan kesucian, ketulusan, kemuliaan dan persahabatan. Aku suka karena warnanya tidak mencolok dan tetap berkesan elegan." jawab Katerina tersenyum manis.
"Baiklah, nanti akan aku belikan setiap hari bunga Lily untukmu sampai kau puas." seru Zyano.
Katerina terkekeh "Tidak perlu Zyan. Bunga di taman mu ini saja sudah cukup untukku. Kau tidak perlu repot-repot membelikan banyak bunga Lily, nanti uangmu habis." ucap Katerina mencubit hidung Zyano gemas.
"Uangku tidak akan habis hanya karena membeli bunga Lily sayang." bantah Zyano.
"Aku tahu kau super kaya bahkan mansion mu saja seperti istana. Tapi boros itu tidak baik Zyan. Banyak orang diluar sana yang lebih membutuhkan uang. Daripada berfoya-foya lebih baik kita sumbangkan saja kepanti asuhan untuk anak-anak yang lebih membutuhkan." tutur Katerina bijak.
"Kenapa kau tiba-tiba membicarakan soal anak? apa kau ingin memiliki anak secepatnya? Jika begitu, aku dengan senang hati akan membuat anak bersamamu." ucap Zyano menggoda.
"Zyan." tegur Katerina mencubit pinggang Zyano sampai sang empu menjerit. Ia benar-benar malu mendengar ucapan frontal dari Zyano.
"Tidak usah malu sayang, pada akhirnya kita juga akan memiliki anak. Kira-kira kau ingin punya berapa anak hm? 5 atau mungkin 10?" tanya Zyano suka sekali menggoda Katerina.
"Zyan..apa kau ingin membuat aku mati hah?! Bisa-bisanya kau mengatakan ingin punya 10 anak? Apa kau pikir aku kucing yang sekali melahirkan langsung bisa keluar 19 anak sekaligus." gerutu Katerina kesal.
"Aku tidak mengatakan kau kucing dan juga tidak ingin membuatmu mati. Jika kau mati lebih dulu nanti aku jadi duda dong?"
"Zyan...kau." Katerina melotot.
"Baiklah maafkan aku sayang. Aku hanya bercanda." ucapnya tertawa bahagia sedangkan Katerina mendengus kesal, tangannya bersindekap diatas dada, menatap Zyano dengan tajam.
"Sayang, kau ingin ke mana?" tanya Zyano menahan tangan Katerina yang ingin pergi.
"Hei tunggu sayang, aku hanya bercanda." Zyano lekas-lekas mengejar istrinya yang terus berjalan cepat menuju kamarnya.
Sampai di depan pintu kamar Katerina langsung menutup rapat dan menguncinya dari dalam sehingga Zyano tertahan di depan pintu tidak bisa masuk kedalam kamarnya. Zyano mengendor pintu memohon supaya Katerina membukakan pintu untuknya tapi hasilnya nihil.
"Sayang jangan marah. Aku hanya bercanda." ucap Zyano menyesali perkataannya tadi. Niatnya ingin menggoda malah jadi bencana seperti ini.
"Kate buka pintunya. Apa kau tega membiarkan suamimu tidur diluar. Tolonglah sayang, aku hanya bercanda jangan dianggap serius." pinta Zyano memohon dibukakan pintu.
Tidak ada sahutan dari dalam. Zyano berdecak kesal karena sedikit kesalahannya dalam berucap membuat istrinya marah sampai tega membiarkan nya tidur diluar seperti ini.
Beberapa menit menunggu didepan pintu. Namun, masih saja tidak ada tanda-tanda Katerina akan membukakan pintu untuknya. Zyano mengusap wajahnya kasar, hari sudah semakin malam matanya pun sudah sangat mengantuk. Zyano terduduk sambil menyandarkan kepalanya di pintu.
Sedangkan Katerina didalam kamar sebenarnya tidak tega. Ia tahu Zyano hanya bercanda tapi tetap saja Katerina kesal dengan ucapan Zyano yang ingin jadi duda. Seolah-olah Zyano akan menceraikannya.
Wanita memang tidak bisa ditebak hanya karena hal sepele bisa membuatnya marah.
Katerina mencoba berjalan mendekati pintu untuk memastikan apakah Zyano sudah pergi atau tidak. Namun, saat ia membuka pintu Katerina langsung terlonjak kaget ketika tubuh Zyano terhuyung ke belakang.
"Astaga Zyan, apa yang kau lakukan?" tanya Katerina terkejut.
"Aku ingin tidur, menurutmu apa lagi?" jawabnya mengusap kedua matanya menahan kantuk.
"Tapi kenapa harus didepan pintu?"
"Itu salahmu karena tidak membiarkan aku masuk kedalam." jawabnya.
Katerina terdiam. Ia jadi merasa bersalah karena membiarkan Zyano tertidur di luar sementara semua ini milik Zyano. Sudah sepantasnya dia masuk ke dalam kamarnya sendiri bukan?
"Apa kau sudah tidak marah lagi?" tanya Zyano.
"Maaf." lirih Katerina menundukkan kepalanya menahan air mata agar tidak jatuh.
"Hei kenapa menangis? aku minta maaf jika sudah menyakiti hatimu." seru Zyano menarik Katerina dalam dekapannya. Satu tangannya mengusap-usap punggung belakang sang istri.
__ADS_1
"Maaf Zyan, aku tidak seharusnya membiarkan mu tidur diluar. Tadi aku...aku hanya kesal saja mendengar ucapanmu. Aku takut kau akan menceraikan aku karena tidak bisa memberimu banyak anak sesuai permintaan mu tadi." ungkap Katerina sendu.
"Astaga, aku hanya bercanda soal itu. Berapapun anak kita nanti dengan senang hati aku menerimanya biarpun itu hanya satu. Kau jangan berpikir aneh-aneh sayang. Aku tidak mungkin menceraikan mu hanya karena anak." tukas Zyano menghapuskan lelehan air mata Katerina, lalu menciumi matanya yang terpejam.
"Benarkah?"
"Iya sayang, ya sudah sekarang lebih baik kau istirahat. Jangan pikirkan hal-hal gila itu." seru Zyano tiba-tiba menggendong Katerina. sontak saja hal itu membuat Katerina mengalungkan kedua tangannya dileher Zyano. Aroma tubuh Zyano yang maskulin tercium jelas dipanca Indra Katerina.
"Daripada memikirkan soal itu lebih baik kita mewujudkannya jadi kenyataan sayang." bisik Zyano.
"Zyan, ahh."
Dan terjadilah malam panjang itu sampai-sampai Katerina kelelahan. Melihat istrinya yang telah terlelap setelah pergulatan panasnya tadi Zyano memeluk Katerina, menyandarkan kepala Katerina ke dada bidangnya. Lalu mengecup puncak kepala Katerina dan setelah itu ikut terlelap dalam dunia mimpi bersama sang istri tercinta.
*****
Sementara dikediaman Cristopher terlihat Sera sedang mondar-mandir tidak menentu karena Andi suaminya belum juga pulang. Hari sudah semakin larut malam. Namun, tidak ada tanda-tanda Andi akan pulang. Sera jadi khawatir dan takut terjadi sesuatu dengan suaminya.
"Bu, apa kau tidak lelah terus mondar-mandir seperti itu?" tanya Olivia berdecak.
"Olivia, ibu sedang cemas memikirkan ayahmu yang dari tadi tidak pulang juga. Ibu takut terjadi sesuatu dengan ayahmu. Tidak biasanya dia belum pulang selarut ini." jawab Sera memijit pelipisnya.
"Mungkin ayah sedang sibuk bu." sahut Olivia santai memakan cemilannya.
"Sesibuk apapun ayahmu dia pasti akan pulang Olivia tapi lihatlah, sekarang dia belum juga pulang."
"Tenanglah bu nanti ayah juga pulang, mungkin dia masih dijalan."
Kring kring
"Hallo."
"Hallo, apa benar ini dari kediaman Cristopher?"
"Iya benar, maaf ini siapa ya?"
"Kami dari kepolisian setempat ingin memberitahukan kalau Andi Cristopher untuk sementara waktu ditahan di kantor polisi."
"Apa? suami saya ditahan polisi? kenapa pak?"
"Jika nyonya ingin mengetahui lebih jelas, nyonya bisa datang besok dan menemui suami nyonya di sini."
"Iya pak, terima kasih infonya."
"Sama-sama, kami tutup dulu telponnya."
Sera menutup telpon dengan wajah shock kecemasan nya terjawab. Suaminya ternyata sedang ditahan di kantor polisi. Pantas saja dari tadi hatinya gelisah.
"Bu, apa aku tidak salah dengar? ayah ditahan polisi?" tanya Olivia nampak sangat terkejut.
"Iya Olivia, ayahmu ada di kantor polisi." jawab Sera gusar.
"Oh my good, mengapa ayah bisa sampai ditahan polisi bu?" tanya Olivia menutup mulutnya saking terkejutnya.
"Ibu tidak tahu sayang, besok kita akan kesana untuk tahu lebih jelasnya." jawab Sera penuh kecemasan.
"Astaga, apa lagi yang ayahmu perbuat." gumam Sera berdecak.
"Sudahlah bu, lebih baik sekarang kita istirahat, supaya besok bisa menemui ayah di kantor polisi." ujar Olivia menenangkan sang ibu nya yang terlihat gusar.
"Kau benar, ayo."
"Aku harap kau tidak melakukan kesalahan besar Andi." batin Sera berharap penuh.
Bersambung 😎
______________________________________________
Hohoho Andi masuk penjara
Rasain tuh🤪🤣
Jangan lupa, Like, Vote, Komen dan Share ya guys :) kasih hadiah banyak banyak biar otorr semangat update ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
^^^Coretan Senja ✍️^^^